
Setelah kepergian rendra dari hotel, tiwi pun mundur dengan perlahan dan mengikuti rendra dari belakang. Tiwi sebenarnya merasa takut karena sudah pergi meninggalkan hotel dengan sendiri tanpa di dampingin oleh sekar dan Aufar. Tapi dia terpaksa melakukan hal itu, karena menurut nya hanya dengan cara ini lah dia bisa bicara baik-baik dengan rendra, walaupun mungkin hanya 35% saja yg akan di tanggapi nya.
"Tu anak ngapain sih ngikutin gue mulu. Gue kerjain juga lo" rendra menyeringai saat melihat tiwi yg sudah gelisah diliatin orang yg berlalu lalang.
"Ya allah begini amat ya tinggal di amerika ini. Apa karena aku pakek hijab ya, terus pandangan mereka jadi salah terhadap hijab ku"
"Nggak boleh nyerah tiwi, kamu pasti bisa" tiwi celingak celinguk melihat tidak ada nya keberadaan rendra.
"Duh, kemana sih dia. Kehilangan jejak jadi nya kan..!! gimana dong ini.." tiwi merasa sangat takut saat ini, karena dia sendiri pun juga tidak ingat jalan menuju hotel nya.
"Handphone aku mana ya?"
"Ya allah baru ingat, handphone ku ketinggalan di kamar" tiwi terduduk lesuh di kursi taman sambil memikirkan nasib nya sekarang.
Sedangkan rendra sedang asyik menikmati coffee yg ada di cafe dekat taman. Dia melihat tiwi yg terduduk lesuh, namun dia tetap membiarkannya, dia ingin lihat seberapa keras nya tiwi mengikuti nya secara diam-diam.
"Lebih baik aku jalan kedepan, mana tau ketemu sama dia. Setidaknya aku juga nggak akan kesasar kalau udah ketemu dia" tiwi bersiap untuk beranjak dari tempat duduk nya. Semenit kemudian, tiwi menghentikan langkah nya.
"Kalau dia nggak ada juga, gimana? Bodoh banget sih aku pakek acara ngikuti dia segala. Sekarrr tolong aku sekar" kali ini tiwi benar-benar menangis karen dia merasa sangat takut duduk sendiri tanpa tahu tujuan arah pulang ke hotel.
Rendra masih memantau apa yg dilakukan tiwi, sampai akhir nya...
"Ngapain juga gue harus peduli, palingan dia juga nggak akan berani beranjak dari tempat duduk nya itu" rendra sudah malas rasanya harus terus memantau tiwi dari kejauhan, karena pikir nya tiwi nggak akan berani untuk pergi kemana pun.
"Ya allah, gimana ini.. aku nggak tau apa yg harus aku lakukan sekarang"
"Atau aku balik aja ya, mana tau ketemu hotel nya. Tapi tadi seingat ku, jalanan nya itu membingungkan, sampek aku pun nggak hafal" tiwi terus saja berjalan melewati orang-orang yg tengah melihat nya sambil berbisik seolah sedang memperolok nya.
Entah dimana tiwi berada saat ini, yg jelas tempat nya itu seperti tempat orang-orang brandalan. Rasa takut yg tiwi rasakan semakin dalam, hingga akhir nya...
Hummpp..!!!
Di cafe, rendra masih setia dengan handphone nya, niat nya ingin memotret tiwi yg sedang duduk seperti orang yg sedang kehilangan. Tiba-tiba...!!!
"Dimana dia? Bukan nya tadi duduk disitu?"
"Shhittt...!!!" rendra merasa bersalah karena meninggalkan tiwi di negara orang yg dia sama sekali belum mengenal daerah itu.
__ADS_1
Rendra pun langsung pergi dan meninggal kan uang di atas meja nya. Dia terus mencari tiwi, namun tidak juga ketemu, sampai akhirnya dia bertanya ke beberapa orang yg sudah dari tadi duduk disana.
Mereka mengatakan jika wanita itu berjalan kearah sana. Mereka menunjuk kearah daerah yg banyak berandalan nya.
Rendra semakin mengumpat dirinya, karena ini adalah benar-benar kesalahan nya. Jika tiwi nggak bisa di temukan juga, dia nggak tau bagaimana caranya mengatakan kepada sekar dan kakak nya Aufar. Mereka pasti akan marah besar jika mereka tau penyebab kehilangan tiwi adalah rendra.
"Tolong...!! tolong aku.."
"No one will help you, baby" salah satu brandalan itu menaikkan dagu tiwi keatas agar bisa menatap nya.
"Beautiful" kata itu yg berhasil di ucapkan oleh ketua geng mereka.
"Today, we will have fun together. are you ready, baby?" tiwi masih terus menangis dan berteriak, dia berharap agar ada yg membantu nya. Namun sudah hampir 5 menit dia melakukan hal itu, tidak ada satu pun orang yg bersedia menolong nya.
"Aku nggak ngerti apa yg kalian ucapkan. Ku mohon lepaskan aku tuan..Biarkan aku pulang, aku mohon.." tiwi terus saja memohon agar dia di lepaskan oleh brandalan itu.
Plakk...!!!
Sebuah tamparan mendarat ke pipi mulus tiwi. Tiwi langsung pingsan saat mendapatkan pukulan di pipi nya. Disaat keadaan tiwi yg sudah pingsan, ketua geng mereka membuka hijab tiwi secara perlahan, dan bahkan berandalan itu membuka baju tiwi secara perlahan, pada saat brandalan itu ingin mencumbu tubuh tiwi, tiba-tiba...
Brughhh..!!!
"Hey you! who are you!" ketua geng itu membentak orang yg telah memukul nya.
Perkelahian sengit pun terjadi di antara mereka. 1 banding 4. Ternyata skill taekwondo pria itu lebih jago dibanding ke 4 brandalan itu. Pria itu adalah Rendra. Dia telah berhasil mendapatkan keberadaan tiwi.
Perkelahian itu di menangkan oleh Rendra. Semua para brandalan itu pun pergi setelah mendapatkan beberapa pukulan keras dari Rendra.
Rendra melihat baju tiwi yg sudah terbuka setengah, langsung mengancingkan baju nya, dan memakaikan hijab tiwi kembali.
"Maafin aku tiwi, aku nggak bermaksud meninggalkan mu disana tadi" rendra langsung menggendong tiwi ala-ala bridal, dan membawanya ke hotel yg ternyata sudah tidak jauh dari tempat mereka saat ini.
Rendra tidak ingin jika kakak nya mengetahui hal ini, maka dari itu sebelum rendra menggendong tiwi, rendra sudah lebih dulu menghubungi pihak hotel untuk membantu nya membuka pintu kamar nya.
Sekarang mereka sudah sampai di kamar rendra. Rendra pun langsung sigap membuat kan teh hangat untuk tiwi minum jika dia telah sadar.
"Kenapa gue sebodoh ini! Shittt..!!!" rendra mengumpat dirinya sendiri, dan masih terus merasa bersalah pada tiwi.
__ADS_1
"Maafin gue wik. Gue salah sama lo" Rendra menatap wajah tiwi yg sedang tertidur.
"Dan satu hal yg gue sadari hari ini, Lo itu cantik, baik. Dan Maaf kalau tadi gue udah sempat liat tubuh lo, walaupun hanya setengah nya" rendra menyeringai saat mengingat moment tadi.
"Tapi setelah ini gue janji sama lo wik, gue nggak akan ninggalin lo lagi, itupun kalau lo ngikutin gue" senyuman yg manis terukir indah di wajah rendra.
Rendra pun pergi ke kamar mandi dan memesan makanan untuk mereka. setelah setengah jam berlalu, tiwi langsung sadar dan melihat di sekelilingnya, lalu dia mengernyit dan mengingat seperti nya tempat itu tidak asing bagi nya.
Rendra yg saat ini sedang asyik membuat roti lapis di dapur, tiba-tiba..
Plaakkk...!!!
"Bajingan kamu..!!" tiwi mengira jika rendra telah mempermainkan nya dengan memperkosa nya di dalam kamar hotel milik rendra.
"Tiwi, ini nggak seperti yg kamu pikirkan. Tadi aku hanya.."
"Hanya apa? hanya memanfaatkan tubuh aku, gitu? Bajingan kamu ndra" Tiwi langsung pergi dari hadapan rendra dan duduk di atas sofa, tiwi yg sebenarnya jarang menangis, tapi kali ini hati nya sangat lah hancur. Dia pun menangis sambil menutupi wajah cantik nya.
"Tiwi, dengarkan aku dulu. Semua ini nggak seperti yg kamu fikirkan. Tadi itu kamu pingsan, untung aku datang tepat pada waktu nya. Aku hanya ingin membantu mu dari para brandalan itu" tiwi hanya menjawab dengan menggelengkan kepala nya.
"Sumpah wik, aku nggak ada apa-apain kamu wik. Maafin aku kalau tadi aku meninggalkan kamu di taman sendirian. Tapi sekarang kamu aman wik. Kamu sarapan dulu yaa..
Tiba-tiba tiwi berdiri dan pergi begitu saja. Kali ini dia benar-benar kecewa dengan rendra. Bahkan dia sendiri pun sudah tidak ingin melihat rendra lagi.
"Shiittt..!!! Rendra semakin mengumpat dirinya dan menendang kursi hotel dengan kuat.
***
Tiwi berjalan sambil sesekali menyeka air mata nya yg menetes. Sampai di depan kamar nya, tiba-tiba sekar menyapa nya, karena sejak dari tadi dia memanggil tiwi, ternyata tiwi nggak ada di kamar. Sekar berniat ingin bertanya kemana tiwi pergi, tapi di urungkan nya, karena melihat tiwi yg sedang menangis di sepanjang koridor kamar hotel tadi.
"Wik, kamu kenapa?" sekar memegang pundak tiwi dan melihat wajah nya yg sedang menangis.
"Sekar, ku mohon jangan ganggu aku" tiwi melepaskan tangan sekar dari bahu nya, dan langsung masuk kedalam kamar nya.
Di kamar, tiwi terus menangis karena merasa dirinya telah di kecewakan oleh seorang pria.
"Ibu.." tiwi menangis sampai akhirnya dia pun tertidur lagi, sampai tiwi melupakan sarapan dan makan siang nya.
__ADS_1
Maaf yaa.. author sering telat update, author jualan online jg soal nya.. hehe
Jangan lupa like dan vote sebanyak-banyaknya yaaa...