Presdir ku Suami ku

Presdir ku Suami ku
Persiapan Pernikahan III ( Cek Cok )


__ADS_3

Aufar mengangkat kursi yg akan diduduki oleh sekar, dan mempersilahkan nya untuk duduk.


“Terimakasih pak. Seharus nya bapak nggak perlu harus seperti ini, saya jadi merepotkan bapak.” Sekar merasa tidak enak karena perlakuan aufar yg sangat lembut pada nya. Namun aufar tidak lagi membalas ucapan nya.


Sekar tiba-tiba terkejut, saat melihat dua pelayan restaurant itu datang dan menyajikan beberapa makanan dan minuman di atas meja mereka.


“Pak, kita kan belum ada pesan makanan, kenapa mereka sudah mengantar nya?” dengan polos nya sekar bertanya pada aufar, dan aufar hanya tersenyum tipis saat mendengar pertanyaan sekar.


“Ya bagus dong kalau mereka sudah mengerti dengan menu yg akan kita pesan.” Ucap aufar sambil menampilkan senyum tampan nya pada sekar.


“Tapi pak, mungkin ini punya orang lain. Jadi kita nggak boleh sembarang untuk memakan nya.” Sekar berkata dan meminta aufar untuk menghentikan nya saat dia ingin memakan makanan nya yg di atas meja tadi.


“Maaf nyonya, semua makanan ini sudah di pesan oleh pak aufar.” Pelayan restaurant itu memberi keterangan pada sekar.


“Oh, begitu ya mas. Baik lah kalau begitu. Terima kasih banyak..” ucap sekar dengan rasa malu.


“Sama-sama nyonya. Kalau begitu, saya permisi.” Pamit pelayan itu pada sekar dan aufar.


“Ayo di makan makanan nya, sebelum dingin.” Aufar meminta sekar untuk segera menyantap makanan nya.

__ADS_1


“Kenapa bapak harus repot-repot begini?” tanya sekar di sela-sela makan siang nya.


“Kamu tau sekar, dulu saya sering sekali membawa wanita kesini. Sebelum saya ingin berkencan dengan nya di apartemen, saya membawa mereka lebih dulu kesini, karena mereka selalu bahagia saat saya mengajak mereka makan di restaurant mahal ini. Saya nggak tau apa alasan mereka kenapa bisa sebahagia itu, tapi yg hanya saya tau pada waktu itu, saya bisa mendapatkan kencan indah dari mereka, setelah makan di restaurant yg mahal ini.” Aufar mencoba menceritakan kisah nya yg dulu saat dia masih bersama beberapa wanita sebelum sekar.


“Mungkin selama ini, orang-orang mengira kalau saya adalah pecinta *** bebas. Dan jujur, itu benar. Saya sudah melakukan *** bebas ini saat saya masih menetap di belanda. Kamu mungkin juga sudah tau bagaimana pergaulan di luar negeri sana. Walaupun disana saya sudah banyak belajar mengenai bisnis, tapi saya tetap melakukan hal-hal yg bahkan di larang keras oleh agama kita.” Aufar menghentikan sejanak cerita nya dan melihat reaksi dari sekar. setelah dilihat nya aman, dia melanjutkan cerita nya lagi.


“Disana saya tinggal dengan paman saya, paman saya sudah berkeluarga dan mempunyai tiga orang anak, anak sulung dari paman saya itu umur nya tidak jauh beda dengan kamu. Dan ternyata dia juga seorang *** bebas di belanda. Karena hal itu, saya sama sepupu saya itu juga sudah pernah melakukan *** bebas bersama di dalam rumah. Kami melakukan nya pada saat paman dan bibi tidak ada dirumah. Paman dan bibi saya sama sekali tidak mengetahui perbuatan kami. Dia hanya mengira kalau kami dekat karena kami sepupuan. Kami selalu melakukan itu tanpa di dasari oleh cinta. Tanpa ragu, setiap kali ketemu kami pasti melakukan nya.” Aufar mencoba untuk jujur pada sekar.


Tiba-tiba sekar menghentikan makan nya, lalu dia berdiri dan segera pergi dari hadapan aufar. Aufar langsung menyadari bahwa dia sudah salah untuk menceritakan hal itu pada sekar di saat sedang makan seperti ini.


“Shitt!! Kenapa gua bodoh banget sih!!” aufar menyesali pengakuan nya barusan pada sekar. lalu dia langsung mengejar sekar yg sudah lebih dulu pergi meninggal kan nya.


“Kamu kenapa sih? Tiba-tiba pergi gitu aja.” Aufar masih gengsi untuk mengakui kesalahan nya di dalam tadi.


“Nggak apa-apa, seperti nya perjalanan kita hari ini, cukup sampai disini dulu, besok kalau saya ada waktu luang, saya akan ikut bapak lagi.” sekar melepaskan tangan aufar dan pergi dari hadapan nya.


“Sekar, saya minta maaf kalau cerita saya tadi sudah menyakiti kamu.” Akhir nya aufar meminta maaf pada sekar karena sudah membuat nya terluka.


“Maaf pak, itu hak bapak. Apa pun yg bapak lakukan, itu bukan lah urusan saya. Terimakasih atas jamuan nya hari ini, assalamualaikum” sekar pamit pada aufar.

__ADS_1


“Tunggu sekar. Saya nggak bermaksud membuat kamu terluka seperti ini.” Aufar tidak mengerti dengan sikap sekar yg berlebihan menurut nya.


“Terluka? Bapak tau apa tentang itu. Atau kalimat ini sudah sering bapak ucapkan kepada semua wanita simpanan bapak itu ya, supaya apa? Agar mereka percaya kepada bapak dan bersdia memaafkan nya, begitu?” sekar sudah tidak bisa menahan amarah nya lagi saat ini.


Sebenar nya tadi saat aufar menceritakan kisah nya itu, sekar sangat lah merasa jijik mendengar nya. Dia nggak tau kenapa dia harus marah, dia hanya merasa kalau ternyata bos yg selama ini dia cintai sudah banyak berbuat kesalahan di dunia, bahkan dengan banyak nya wanita. Walaupun wanita itu juga bersalah karna sudah melakukan dosa besar itu. Jadi pada saat itu juga, sekar berfikir suatu saat nanti, akan kah aufar yg sudah menjadi suami nya akan melakukan perbuatan keji itu lagi? bagaimana jika sepupu nya itu datang ke Indonesia dan berkunjung menemui suami nya dan mereka melakukan hal yg akan membuat sekar sakit hati. Bagaimana jika semua itu terjadi di masa yg akan datang?


“Kamu kenapa sih sekar? kamu itu aneh tau nggak sih? Apa karena saya menceritakan masa lalu saya tadi, lalu kamu merasa jijik mendengar nya? Atau kamu juga jijik melihat saya? Saya berani menceritakan masa lalu saya hanya sama kamu, sekar. Saya nggak pernah menceritakan nya ke siapa pun selain kamu. Kamu tau kenapa saya menceritakan masa lalu saya ke kamu? Karena kamu lah yg akan menjadi istri saya nanti. Dan..” belum lagi aufar melanjutkan ucapan nya, sekar langsung memotong nya dengan sedikit membentak.


“Dan apa? Dan kamu pasti akan tetap melakukan nya kan? dan jika sepupu kamu datang ke Jakarta, kamu juga pasti akan dengan senang hati bersedia melakukan hal itu sama dia, iya kan pak? Selama ini saya sudah salah menduga mengenai bapak. Dari mulai acara lamaran yg berantakan itu, saya mencoba untuk menerima bapak untuk menjadi calon suami saya. Dan hari ini, bapak mengajak saya makan di restaurant mahal seperti ini untuk apa? Supaya saya juga ikut terkesan sama seperti wanita-wanita itu? Iya?!” Sekar memang benar-benar sedang marah saat ini.


“Maaf pak. Saya bukan wanita bodoh, yg akan bapak tipui terus. Lebih baik pernikahan ini tidak terjadi, dari pada saya harus melihat suami saya nanti bercinta dengan wanita lain, atau pun dengan sepupu nya sendiri.” Saat aufar ingin bicara, sekar langsung menghentikan nya dan mengatakan agar pernikahan nya tidak terjadi. Lalu sekar langsung pergi dari sana, dan memanggil taxi yg kebetulan lewat.


“Shiitt!! Kenapa sih tu anak, selalu aja suka salah paham. Gua belum lagi ngomong, dia selalu memotong ucapan gua.” Aufar merasa kesal lalu menendang batu kerikil yg ada di hadapan nya.


“Gimana kalau dia benar-benar marah? Nggak-enggak, gua harus susul dia, gua harus jelasin ke dia. Sekar.sekar..kenapa sih lo selalu aja buat gua kesal, dan penasaran dengan segala sikap lo ke gua.” Aufar masuk kedalam mobil nya sambil terus mengomel. Hehe ganteng-ganteng kok tukang ngomel si far…udah kayak emak-emak aja..


***Gimana bebs ku... kira2 cerita nya kali ini seru nggak..😊 sebenar nya Author pengen menjadikan cerita ini menjadi cerita yg bergenre korea, tp tetap kocak. Karena sesungguhnya athor itu suka nonton Drakor..😅


Jangan lupa di like ya para readers ku tercintahh😘😘***

__ADS_1


__ADS_2