Presdir ku Suami ku

Presdir ku Suami ku
Suami ku Ngomel Kayak Emak-Emak


__ADS_3

Saat ini sekar sedang beristirahat di dalam kamar. Sebenar nya sekar belum siap jika harus satu kasur dengan aufar. Namun, dia teringat dengan ucapan ibu. Apapun yg terjadi, tetap lah taat pada suami, jangan melawan pada suami dan jangan pernah menolak jika suami meminta untuk dilayani, karena itu adalah dosa yg tak terbayarkan. Akhirnya sekar memutuskan untuk mencoba menerima aufar kembali.


Aufar yg sedang bekerja di tab nya, melihat sekar yg sedang gelongsoran di atas kasur sambil memainkan handphone nya, langsung menelan saliva nya. Rasanya dia nggak bisa mengontrol hawa nafsu nya saat ini. Tapi nggak mungkin juga dia langsung mengembat sekar di siang bolong begini. Dia teringat ucapan dokter, tidak boleh menyentuh istrimu dalam sebulan ini. Gimana ceritanya, baru juga sehari melihat sekar terbaring di atas kasur dengan baju tidur nya, dia sudah tidak bisa menahan nya.


Akhirnya aufar pun bangkit dari kursi nya, dengan kasar meletakkan tab nya di atas meja nakas. Dia menghampiri sekar yg sedang asyik dengan handphone nya dan mengomel seperti emak-emak.


“Ekhem.” Aufar berdehem saat berdiri di hadapan sekar.


Sekar yg lagi ayik dengan handphone nya langsung terkejut dan langsung duduk di atas kasur empuk itu.


“Ngagetin aja sih mas” sekar sewot karena aufar sudah membuat nya terkejut.


“Bisa nggak sih kamu itu jangan bersikap seperti ini?” aufar mulai mengomel yg nggak jelas.


“Bersikap apaan sih mas? Aku nggak ngerti deh sama kamu. Datang-datang ngomelin aku kek gini” sekar mengkerutkan kening nya dan bertanya dengan serius.


Tanpa menjawab, aufar langsung menuju kearah lemari, dan mengambil pakaian yg agak sedikit longgar, dan dia meminta sekar untuk berganti pakaian yg sudah di ambil nya tadi.


“Kamu ganti pakaian mu. Sekarang!!” aufar langsung melemparkan pakaian itu di atas kasur.


“Kita mau kemana mas? Nyuruh aku ganti pakaian ini.” Sekar bingung dengan permintaan suami nya itu.


“Ya nggak kemana-mana. Mas Cuma minta kamu ganti pakaian ini aja. Mas nggak suka liat kamu pakai pakaian itu, kamu jelek pakai itu. Udah pigi sana ganti..” aufar menarik sekar dan meminta nya untuk segera berganti pakaian nya.


Sekar pun berjalan ke kamar mandi untuk mengganti pakaian nya. setelah itu dia kembali lagi gelongsoran di atas kasur. Aufar masih sibuk memainkan tab nya. tapi sesekali dia melirik kearah sekar, dan rasanya masih juga tetap sama. Junior nya tetap aja berdiri kayak tiang monas. Lalu dia kembali menghampiri sekar, dan meminta sekar untuk tidak gelongsoran di kasur.


“Kamu ini, bisa duduk nggak sih!” aufar protes melihat istri nya terus saja gelongsoran.

__ADS_1


“Kamu ini kenapa sih mas, aneh banget tau nggak sih.” Sekar kembali protes melihat suami nya yg aneh.


“Yaudah, kamu duduk aja kek gini.” Ucap nya sambil menuntun sekar duduk di atas kursi.


“Aku capek mas duduk di kursi.” Sekar mengeluh karena dia bosan harus duduk di kursi, itu membuat bokong nya menjadi sakit.


“Kalau kamu capek duduk, yaudah mending kamu bikinin mas kopi di dapur.” Aufar langsung meminta sekar untuk pergi dari kamar.


“Yaudah sebentar. Bilang kek dari tadi, minta dibikinin kopi aja ngomel nya kayak emak-emak.” sekar malah ngedumel nggak jelas. Karena dia geram liat tingkah suami nya dari tadi.


“Haahhh syukur..gitu dong dari tadi.” Aufar mengelus dada nya saat melihat sekar sudah keluar dari kamar nya.


Aufar pun kembali dengan pekerjaan nya lagi di tab itu. Pada saat dia melihat hasil presentasi staff nya, tiba-tiba teman dekat nya mengirimkan video dan beberapa foto, isi video tersebut mengarah pada hubungan sexsual, dan foto-foto itu adalah foto baju yg di pesan aufar untuk sekar pakai. Baju lingerie yg sangat sexy, bahan nya sangat transparan.


“Shhitt!! Ngirim beginian nggak tepat pada waktu nya.” aufar kesel liat kiriman dari teman nya itu.


Rasanya dia ingin sekali melihat isi video itu, tapi waktu nya nggak pas. Dia pun menahan nya dengan terus melanjutkan pekerjaan nya tadi. Nggak lama sekar masuk ke dalam kamar dengan membawa secangkir kopi untuk suami nya. Sekar melihat suami nya yg seperti nya sedang merasa gelisah, lalu dia menghampiri nya dan berusaha menenangkan suami nya itu.


“Kamu kenapa mas? Kalau memang ada masalah, kamu cerita aja sama aku. Mana tau aku bisa bantu pekerjaan kamu, kan kamu jadi nya nggak stress kek gini.” Ucapan sekar membuat aufar semakin merasa frustasi.


“Yakin kamu bisa bantu aku? Pekerjaan ini sangat berat dan mengeluarkan energy yg begitu banyak, dengan memakan waktu yg cukup lama, walaupun nanti hasil nya memuaskan. Bisa kamu bantu mas kek gitu?” tanya aufar dengan frustasi.


“Ha? Jenis pekerjaan apa itu, mas? Kok sekar baru tau ada pekerjaan yg sudah tau lebih dulu hasil nya bisa memuaskan atau tidak.” Tanya sekar dengan asal. Membuat aufar langsung berlari ke dalam kamar mandi.


“Kamu jangan panggil-panggil saya selama 1 jam ya. saya mau menenangkan pikiran saya dulu di kamar mandi.” Teriak aufar dengan kesal.


“Mas, menenangkan pikiran kok dikamar mandi sih? Seharusnya kamu sholat mas, bukan malah merenung di kamar mandi.” Sekar merasa ada yg aneh dengan suami nya.

__ADS_1


Aufar tidak lagi menghiraukan ucapan sekar. Dia langsung menyiapkan air dingin untuk dia berendam. Karena dia sudah tidak bisa menahan nafsu nya lagi saat ini.


“Lebih baik, selama sebulan gua pisah kamar dari dia. Dari pada gua jadi stres begini. Ya tuhan..begini amat menahan nafsu dari istri sendiri.” Aufar mengeluh di dalam bathub nya.


Sebuah pesan masuk dari handphone aufar, sekar tadi nya nggak berniat untuk mengecek isi pesan nya. tapi dia berfikir, bagaimana jika itu penting. Akhirnya dia pun memberanikan diri untuk melihat isi pesan nya.


Betapa terkejut nya sekar, isi pesan itu berisikan video orang dewasa yg sedang bercinta. Dan melihat beberapa foto wanita menggunakan baju lingerie. Sekar langsung berfikir kalau saat ini suami nya sedang selingkuh, dan orang yg di foto itu adalah selingkuhan nya. Sekar langsung menangis dan tidak menyangka kalau aufar tega melakukan ini padanya. Kemarin sebelum menikah, dia sudah berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya lagi, tapi ternyata dia melihat sendiri foto selingkuhan suami nya. Itu membuat sekar langsung merasa sedih sekaligus marah pada aufar, yg sudah menjadi suami nya saat ini.


“Kenapa kamu membohongiku, mas? Aku memang nggak pantas buat kamu.” Sekar langsung meneteskan air mata nya dan kembali meletakkan handphone aufar di atas meja nakas.


Sekar berjalan keluar kamar dan langsung menuju kearah dapur. Dia sengaja kedapur agar bisa menghindar dari aufar. Dan kebetulan hari nya juga sudah hampir menjelang sore, jadi dia ingin mempersiapkan makanan untuk makan malam nanti. Sekar nggak ingin jika bi sur sendiri yg menyiapkan makan malam nanti.


“Assalamualaikum bi.. saya bantu bibi masak ya..” sekar langsung mengambil beberapa bahan makanan yg ada di kulkas.


“Ya allah nyonya, ndak usah.. nanti saya kena marah tuan, nyonya.” Bi sur melarang sekar untuk ikut masak dengan nya di dapur, karena takut kena marah sama aufar.


“Nggak apa-apa bi.. saya juga sudah terbiasa masak sendiri kok. Dan tuan juga nggak akan marah. Kalau tuan berani marahin bibi, saya yg hadapi tuan nanti. Jadi bibi tenang aja ya.” sekar meyakinkan bi sur agar tidak ada yg perlu di takuti di rumah ini.


“Tapi kan nyonya..” bi sur nggak tau harus mau ngomong apa sama sekar.


“Bibi nggak perlu panggil saya nyonya, panggil aja sekar.” ucap sekar dengan lembut.


“Nggak bisa gitu dong nyonya, mana berani saya manggil nyonya dengan menyebutkan nama nyonya, nanti kalau tuan dengar bisa kena marah saya.” ucap bi sur dengan jujur.


“Apa semua orang dirumah ini takut dengan suami saya?” tanya sekar memastikan.


“Iya begitu lah nya. karena kata pak mamat tuan aufar memang sedikit lebih kejam. Jadi agar kami bisa aman dirumah ini, kami nggak ingin mencari masalah apapun nyonya.” Bi sur mengatakan apa yg dikatakan oleh pak mamat pada nya.

__ADS_1


“Ya allah bi, itu nggak bener.. suami saya orang nya baik kok. Hanya saja suka emosi sedikit. Tapi kalau mood nya baik, dia bahkan jauh lebih baik pada orang lain bi..” entah dari mana kata-kata itu berasal, tapi sekar seperti nya selalu memuji-muji suami nya dari tadi.


“Yaudah deh bi, pokok nya saya mau bantu bibi masak.” Sekar langsung memutuskan, dan langsung memotong beberapa sayuran.


__ADS_2