Presdir ku Suami ku

Presdir ku Suami ku
Kemarahan pak Sanjaya


__ADS_3

Dengan terpaksa, sekar langsung terburu-buru masuk kedalam rumah. Dia juga sama sekali tidak menghiraukan bu winda yg melihat nya dan memanggil nya.


“Aufar, nak sekar kenapa? Kenapa dia berlari seperti itu? Apa kalian ada punya masalah nak?” bu winda langsung bertanya pada aufar setelah dia juga ikut masuk kedalam rumah dengan rasa bingung.


“Aufar juga tidak tau ma, tadi lagi ngobrol-ngobrol biasa aja, tiba-tiba dia seperti menahan sesuatu sambil memegang perut nya. Ini aufar mau nyusul liat sekar ma.” Aufar menjelas kan kronologi nya.


Rendra yg mendengar nya langsung berlari masuk ke kamar mandi untuk mengecek keadaan sekar. Bu winda semakin di buat bingung. Melihat rendra langsung bergegas masuk melihat keadaan sekar. Namun dia hanya diam saja melihat situasi saat ini.


“Sekar, apa perut kamu masih terasa mual?” rendra dengan panik bertanya keadaan sekar, saat melihat sekar masih menunduk kearah westafel. Dan di jawab oleh sekar dengan anggukan kepala nya.


“Sebentar, biar mas ambil air hangat di dapur.” Ucap nya sambil sedikit berlari kearah dapur.


“Tunggu ndra, apa-apaan ini! Apa maksud semua ini?” Aufar seperti nya mengerti dengan kondisi sekar saat ini, lalu menuduh rendra yg tidak-tidak.


“Nanti lo bakal tau sendiri, minggir lo!” ucap rendra saat menyuruh aufar minggir dari hadapan nya.


“Sini mas bantu, kamu minum dulu air hangat ini ya..” rendra membantu sekar dengan memapah sekar untuk duduk di tepi tempat tidur milik sekar.


Sekar pun meminum air hangat yg di berikan oleh rendra padanya. Aufar yg melihat pemandangan itu, langsung menarik tangan rendra dengan kasar.


“Apa-apaan ini! Apa yg sudah terjadi pada sekar? Lo nutupin hal sebesar ini sama gua, ha!!” aufar merasa sangat marah dengan adik nya saat ini, dan mengira kalau yg di alami sekar karena perbuatan rendra.


“Haahh!! Lo tau apa! Lo hanya tau menyakiti seseorang dan menuduh orang lain karena mau menutupi perbuatan lo! Pakai otak lo! Laki-laki macam apa lo udah bikin sekar menderita selama ini!” Rendra sudah tidak bisa menahan emosi nya lagi sekarang.


“Sudah mas, sudah. Jangan ribut lagi, sekar malu mas..” sekar merangkul tangan rendra dan menahan rendra agar tidak berbuat yg lebih jauh lagi.


“Apa maksud lo!” tanya aufar dengan bingung.


“Lo tanya maksud gua apa? Lo itu peka atau pekak??!! Sekar muntah-muntah kek gini, itu semua karena perbuatan lo!” Rendra sudah mulai mengungkap tentang kehamilan sekar pada ayah dari bayi yg di kandung sekar saat ini.


“Dia lagi mengandung anak lo! Dan semua nya karena perbuatan lo!” Sekar langsung menangis di rangkulan rendra saat rendra mengatakan hal itu pada aufar.


Pada saat bersamaan, bu winda dan suami juga ikut masuk kedalam kamar sekar, mereka hanya ingin memastikan keadaan sekar baik-baik aja. Ternyata mereka mendengar pengakuan dari rendra, bahwa saat ini sekar sedang mengandung anak nya aufar. Mendadak jantung bu winda terasa sangat sakit, dia terus memegang dada nya yg terasa sesak, entah sudah berapa lama bu winda mendengar pengakuan rendra. Tiba-tiba bu winda tergulai lemas dan terjatuh. Untung suami nya sigap, dia langsung memapah istri nya dan meletakkan nya di kasur sekar.


“Ma, pa..” panggil rendra dan aufar dengan terkejut saat melihat papa nya memapah mama nya ke kasur.


“Mama kenapa pa?” tanya aufar dengan panik.

__ADS_1


Plaakk!!


Papa menampar aufar dengan sangat kuat. Dia tidak menyangka kalau didikan nya selama ini pada aufar telah gagal. Papa nya merasa kalau semua ini karena kelalaian dia dan istri nya, yg sudah terlalu memanjakkan nya selama ini.


“Papa tidak tau harus bilang apa ke kamu. Tapi ini sudah keterlaluan aufar. Sejak kapan kamu menyentuh nya? Apakah ini di namakan pemerkosaan atau kalian sama-sama menginginkannya?” Papa bertanya dengan tetap terlihat tenang.


“Pa, aufar juga nggak tau kalau ternyata kejadian nya bisa sampai sejauh ini.” Aufar masih juga egois dengan perkataan nya.


“Papa tanya sama kamu, apa ini pemerkosaan, atau memang kalian sama-sama menginginkan nya? Jawab aufar!!” papa membentak aufar karena anak nya masih belum mengakui nya.


“Sekar, mari sini nak.” Pak sanjaya memanggil sekar dengan lembut. Dan tanpa sungkan sekar pun langsung mnghampiri pak sanjaya.


“Saya mau tau bagaimana kejadian nya, jadi coba kamu ceritakan sama saya” Sekar hanya bisa melirik kearah aufar dan rendra.


“Ayo sekar, ceritakan aja sama papa” rendra mendukung sekar.


Sekar pun mulai menceritakan bagaimana kejadian nya kepada pak sanjaya. Sejujur nya dia sangat takut saat ini, karena takut kalau sampai ada apa-apa dengan bayi nya. Sekar takut jika aufar akan menyakiti bayi nya, setelah aufar tau tentang kehamilannya.


Pak sanjaya langsung terduduk di tepi tempat tidur dan mengusap wajah nya dengan gusar. Kekecewaan nya terhadap aufar sangat terlihat jelas.


“Pa, biar rendra yg menjelaskan” rendra mengajukan diri nya untuk menjelaskan mengenai hubungan nya dengan sekar selama ini seperti apa.


“Coba jelaskan sama papa” pinta papa nya.


“Selama dua bulan lebih, rendra sama sekar sudah menjalin hubungan pa. Dan selama dua bulan lebih itu, hubungan kami sangat baik. tadi nya rendra berniat ingin memperkenalkan sekar pada mama dan papa. Tapi pada saat itu rendra berfikir akan menceritakan niat renda pada kak aufar terlebih dulu. Tanpa rendra duga, kak aufar mengatakan kalau dia nggak terima jika sekar jadi milik rendra, dan akhir nya terjadi lah kejadian yg memalukan itu. Dan pada waktu itu, selama tiga hari rendra menghubungi sekar, namun sekar tidak mengangkat telfon rendra pa, sampai-sampai rendra datang ke apartemen sekar, tapi ternyata sekar sudah tidak ada lagi di sana. Rasanya waktu itu rendra sangat frustasi karena tidak bisa menghubungi sekar lagi. Tapi Allah itu adil pa, tiba-tiba sekar mengangkat telfon rendra, dan saat itu lah rendra mengajak nya bicara di taman, disana sekar sudah mengatakan apa yg sudah di alami nya, dan dia meminta rendra untuk memutuskan hubungan kami. Tapi rendra tidak mau, karena rendra sangat mencintai sekar pa. bagi rendra, sekar segala nya buat rendra. Lalu tiba-tiba kak aufar memohon pada rendra agar melepaskan sekar untuk nya. Dan di saat itu rendra dengan terpaksa meminta sekar agar bisa menerima kak aufar untuk menjadi bagian dari hidup nya. Awal nya sekar menolak, sampai akhir nya sekar menyetujui permintaan rendra. Selesai subuh tadi, sekar tiba-tiba menghubungi rendra untuk membelikan obat untuk nya, dan dari situ rendra sama sekar sama-sama baru mengetahui bahwa sekar sedang hamil, dan bayi itu adalah anak kak aufar pa.” rendra mengatakannya dengan tenang.


“Lalu bagaimana dengan perasaan kamu saat ini sekar? Apakah kamu mencintai rendra?” tanya papa pada sekar.


“Kenapa tidak di jawab nak?” tanya papa lagi, karena dia melihat sekar hanya diam dan tidak merespon.


“Apakah kamu mencintai anak saya aufar?” papa menebak kalau sebenar nya yg di cintai sekar adalah aufar.


“Saya minta maaf pak, karena sudah menciptakan suasana seburuk ini di hidup bapak dan ibu.” Dia berusaha mengalihkan pembicaraan nya, karena dia sendiri masih bingung dengan perasaan nya.


“Kamu jawab dulu pertanyaan saya sekar.” tanya pak sanjaya lagi padanya.


“Dulu, saya pernah mencintai pak aufar, setelah kejadian itu saya nggak tau apakah saya masih pantas mencintai nya atau tidak. Selama ini yg selalu membantu saya, yg selalu mendukung saya, dan yg selalu membuat saya tersenyum hanyalah mas rendra. Mas rendra selalu ada untuk saya, tapi perasaan saya ke mas rendra tidak sedalam dengan perasaan saya terhadap pak aufar. Namun saya terus belajar agar mencintai mas rendra dengan tulus. Walaupun masih belum, saya akan bahagia jika suatu saat saya menikah dengan mas rendra pak. Ternyata setelah tau saya sedang mengandung anak pak aufar, saya menjadi takut, takut jika pak aufar tidak mau mempertanggung jawab kan nya.” Sekar mencoba untuk tenang saat menjelaskan nya pada pak sanjaya.

__ADS_1


“Saya tidak tau harus apa sekarang. Tapi yg jelas, aufar harus mempertanggung jawabkan semua ini. Dan jika perlu, kalian harus menikah secepat mungkin. Karena saya tidak ingin mendengar gosipan di luar sana kalau ternyata Presdir Sanjaya Grup sudah meniduri istri nya sebelum adanya pernikahan.” Pak sanjaya sudah membuat keputusan. Dan sejujur nya masih belum bisa di terima oleh aufar.


**


Malam hari nya, sekar sedang melaksanakan sholat isya, dan tiba-tiba aufar datang menemui nya.


Tokk..tokk tokk.. (Suara ketukan pintu)


Aufar masih setia menunggu sekar di depan pintu nya. Setelah lima menit kemudian, sekar membukakan pintu nya, dan ternyata tamu nya adalah aufar.


“Mau apa kemari?” tanya sekar dengan jutek.


“Lama banget sih kamu bukain pintu buat saya” Sewot aufar pada sekar.


“Maaf, tadi saya sedang sholat. Apa maksud kedatangan kamu kemari?” tanya sekar sambil mengambilkan air minum untuk aufar.


“Saya mau membahas masalah yg tadi pagi. Apa betul kamu sedang hamil?” aufar masih belum percaya dengan kehamilan sekar.


Tanpa menjawab, sekar mengambil alat tespack itu dari kamar nya, dan memberikannya pada aufar.


“Apa kamu yakin jika anak yg kamu kandung itu adalah anak saya?” bukan nya menerima, aufar malah mencoba menyudutkan sekar saat ini.


“Jika kamu datang kesini hanya untuk menuduh saya, lebih baik kamu keluar. Dan satu lagi, jika kamu tidak mengakui anak ini adalah darah daging kamu, lebih baik kamu tidak menikahi saya, dari pada saya harus tersakiti.” Sekar nggak habis pikir dengan ucapan aufar yg sama sekali tidak mempercayai kehamilan nya.


“Ya kan bisa aja kalau kamu sama rendra sudah tidur bersama” ucapan aufar langsung membuat sekar marah.


Plakk!!


Sebuah tamparan melayang di wajah tampan nya.


“Tolong jaga bicara anda! Pertama kali nya saya di nodai oleh kamu, pertama kali nya saya merasakan penderitaan, pertama kali nya juga saya di khianati oleh pria, dan pertama kali nya juga saya di tuduh sudah tidur bersama dengan seorang pria yg selama ini melindungi saya. Dan bagaimana dengan kamu, hah!! Bahkan kamu sudah meniduri banyak wanita, dan kamu mengelak untuk mengakui kalau anak yg aku kandung ini adalah anak kamu?!.” Ucap sekar menyeringai.


“Saya hanya sekedar memastikan bahwa kehamilan kamu ini adalah anak saya. Dan jika benar anak ini adalah anak saya, saya akan menapati janji saya agar menikahi kamu secepat nya.” Ucap nya dan berlalu pergi begitu saja.


***Hallo readers setia ku... jangan bosan untuk terus baca cerita author yaa.. jangan bosan juga untuk like tiap bab nya..


miss u kalian banyak2 😘😘***

__ADS_1


__ADS_2