
Setelah percakapan itu, rendra langsung meminta sekar untuk memasak.
“Yaudah, sekarang kamu siap-siap gih, karena jam Sembilan nanti akan ada kedatangan tamu yg istimewa.” Rendra merahasiakan tamu yg akan datang kerumah sekar.
“Siapa mas?” sekar mengkerut kan alis nya dan bertanya dengan penasaran.
“Ada deh, nanti kamu juga akan tau, siapa tamu istimewa itu. Yg penting kamu masak yg enak ya hari ini. Karna mas akan makan disini juga nanti” perkataan rendra semakin membuat sekar bingung dan bertanya-tanya.
“Baiklah mas. Kira-kira tamu yg akan datang nanti berapa orang ya mas?” Tanya sekar untuk memastikan, agar masakan nya tidak terbuang sia-sia nanti.
“Kira-kira ada empat orang, di tambah kamu satu, menjadi lima.. hehe..” rendra menunjukkan ke empat jari nya dan di tambah nya lagi satu jari, dan menjumlahkan nya dengan nada gurauan.
“Isshh, mas ini.” Sekar tersenyum saat rendra bercanda seperti itu.
“Tuh kan manis..” rendra merayu sekar sambil menatap mata nya sekar.
“Apa nya yg manis mas?” sekar benar-benar polos, padahal itu adalah bentuk rayuan dari rendra.
“Itu, kamu yg manis. Eh salah, senyuman kamu yg manis. Coba senyum lagi, mas mau lihat.” Rendra meminta sekar untuk tersenyum sekali lagi. Tanpa basa basi sekar langsung tersenyum manis pada rendra.
“Kalau bisa seperti itu terus ya.. hati mas jadi adem liat nya” rendra gombalin sekar nih yee..
“Kamu ini mas, ada-ada aja.” Ucap nya dengan malu.
“Yaudah sana, masak dulu kamu. Tapi kalau sekiranya perut kamu mual lagi, kabari mas ya, biar mas pesan aja makanan siap saji.” Ucap nya pada sekar.
“Sepagi ini, siapa sih mas yg sudah masak masakan siap saji? Ya jadi harus aku dong yg masak..” ucap nya dengan nada yg di tekan.
“Iya juga sih, yaudah sono, kamu masak. Mas mau pulang dulu ya, kamu hati-hati disini..” rendra pamit pada sekar.
“Iya iya mas.. makasih ya mas, sudah banyak bantu sekar selama ini” sekar berterima kasih pada rendra, karna sudah dengan tulus membantu nya selama ini.
“Sama-sama.. itu sudah menjadi kewajiban mas juga sebagai manusia biasa.” Jawab nya sambil melangkah kan kaki nya menuju pintu.
“Assalamualaikum..” pamit rendra.
“Waalaikumsalam..” sahut nya.
Rendra sudah masuk kedalam mobil nya, dia menghidupkan mesin mobil nya dengan emosi, lalu dia memukul setir mobil sambil berteriak sekuat nya. Teriakan nya itu sudah mewakilkan perasaan nya yg hancur saat ini. Dari tadi dia menahan semua amarah dan emosi nya, agar sekar tidak merasa tertekan dengan kehamilannya. Rendra langsung mengemudikan mobil nya untuk segera pulang kerumah.
Saat dirumah, ternyata aufar sudah menunggu nya dari tadi di sofa ruang tamu, dan bersiap untuk mengintrogasi adik nya itu. Tapi pada saat aufar melihat rendra memasuki rumah, dia seperti orang yg kesurupan, seperti orang yg sedang sangat marah.
“Heyy!!” sapa aufar dengan nada tinggi.
Rendra menghentikan langkah nya tanpa menjawab panggilan dari kakak nya.
“Lo nggak liat gua disini? Apa lo nggak punya sopan santun? Atau mata lo buta?” aufar masih saja kasar dengan rendra.
__ADS_1
Rendra membalikkan tubuh nya dan menghampiri kakak nya. Dan tiba-tiba.. satu pukulan melayang di wajah tampan aufar. Lalu dia berlalu pergi.
“Woyy!! Apa-apaan lo nonjok muka gua! Punya masalah apa lo sama gua, ha?!!” aufar langsung menyentuh wajah nya dan berteriak pada adik nya.
Rendra kembali menghentikan langkah nya dan berjalan pelan dan berhenti tepat di depan aufar berdiri.
“Lo mau tau kenapa gua nonjok lo? Lo akan tau jawaban nya nanti, setelah lo ketemu dengan sekar. Dan gua berharap semua nya akan terbongkar disana. Agar mama sama papa bisa melihat, betapa bejat nya lo sebagai anak nya mereka. Dan gua pastikan, lo akan menyesali semua perbuatan yg lo lakukan terhadap sekar.” Rendra berkata dengan tenang namun perkataan nya sangat menusuk ke hati aufar.
“Maksud lo apa ndra?” Tanya aufar dengan bingung.
Bukan nya menjawab pertanyaan aufar, dia langsung berjalan menaiki anak tangga dan masuk kedalam kamar nya. Dia mengunci pintu kamar nya, dan berjalan kearah kamar mandi.
**
Waktu sudah menunjukkan pukul Sembilan, waktu nya aufar beserta keluarga nya pergi berkunjung kerumah sekar untuk melamar nya. Sesuai janji rendra pada sekar, dia juga akan hadir di acara lamaran itu. Walaupun sebenarnya dia juga sangat malas untuk ikut hadir menyaksikan lamaran kakak nya itu pada mantan kekasih nya.
Saat mereka semua sudah sampai di tujuan, aufar dan keluarga nya turun dari mobil. Mama membawa buah tangan untuk calon menantu nya itu. Aufar mengetuk pintu sekar dengan sedikit gugup. Dia berfikir bahwa lamaran nya akan di tolak mentah-mentah oleh sekar. Dan tiba saat sekar membukakan pintu, sekar terkejut saat melihat bos nya ada di hadapan nya saat ini. Dia perhatikan satu persatu orang yg datang kerumah nya sepagi ini, dan stop, mata nya langsung berhenti pada satu pria yg berada di belakang aufar.
“Mas rendra?” gumam nya dengan terkejut.
“Oh jadi ini tamu yg kamu bilang istimewa mas?” ucap nya dalam hati, dan sekar masih terus melihat wajah rendra dengan lirih.
“Assalamualaikum sekar. Boleh kami masuk?” aufar membuyarkan lamunan sekar yg sedari tadi terus melihat rendra adik nya.
“Waalaikumsalam, silahkan masuk pak.” Sekar mempersilahkan aufar dan keluarga nya masuk. Namun pada saat rendra melewati sekar, rendra langsung menganggukkan kepala nya saat melihat sekar.
Setelah semua nya sudah masuk dan duduk di sofa ruang tamu, ibu aufar mulai mengingat sesuatu saat dia melihat wajah sekar.
“Bukan nya kamu?? Wanita yg waktu itu di mesjid ya? kamu kan yg sering ngaji di mesjid itu?” mama aufar bertanya sambil mengingat siapa sekar.
“Ibu Winda ya?” Ternyata sekar masih mengingat ibu yg menawarkan tempat tinggal di rumah nya.
“Iya, saya bu winda. Ternyata kamu masih mengingat saya..apa kabar kamu nak? Sudah lama sekali ibu tidak melihat mu lagi di mesjid.” Bu winda bertanya tanpa mengetahui kalau sekar adalah orang yg akan di lamar oleh anak nya.
“Alhamdulillah saya baik bu..ibu apa kabar?” sekar bertanya sambil menampilkan senyum termanis nya.
“Alhamdulillah, ibu juga baik..” jawab ibu winda pada nya.
“Ekhem, Ma..” aufar berdehem sambil melirikan matanya kearah mama nya.
“Mana gadis yg mau kamu lamar itu nak?” bu winda membisikkan sesuatu pada anak nya.
“Ma..gadis itu sekar, dia yg akan aufar lamar ma..” bisik aufar pada mama nya.
“Ya ampun, jadi sekar itu sekretaris pribadi kamu?” mama winda seakan tak percaya dengan kenyataan yg ada. Dulu dia sangat menginginkan sekar untuk menjadi menantu nya, dan sekarang keinginan nya terwujud.
“Alhamdulillah..” ucap mama nya sambil tersenyum hangat saat melihat sekar.
__ADS_1
“Sebentar ya bu, pak, saya ambil minum dulu ke dapur.” Sekar pamit ingin ke dapur.
“Kamu kenapa tidak kasih tau ke mama kalau orang yg mau kamu nikahi adalah sekar? Kalau kamu sebutin nama nya kemarin kan, mama mungkin masih mengingat nya nak. Rasanya mama bahagia sekali bisa punya menantu seperti sekar. Dia wanita yg sholeha, baik dan sopan.” jelas mama nya.
“Jadi ini yg pernah lo katakan sama gua? Lo bilang mama juga sudah tau siapa sekar? Dan bahkan lo sering ketemu dia di mesjid juga kan?” tanya aufar pada rendra.
“Bagus kalau lo sudah tau itu.” Rendra tidak terlalu menanggapi petanyaan aufar. Dia hanya fokus memikirkan apa yg akan di beritahukan sekar pada aufar, mama dan papa nya.
Beberapa saat kemudian, sekar datang dengan membawa nampan berisi minuman yg akan ia sajikan pada tamu barunya.
“Silahkan di minum bu, pak..mumpung masih anget.” Ucap sekar sambil meletakkan satu demi satu gelas minuman itu di atas meja.
“Terimakasih sekar..” ucap bu winda dengan tersenyum.
“Kira-kira, maksud kedatangan ibu sama bapak kesini apa ya kalau saya boleh tau?” tanya sekar sekedar basa basi.
“Jadi begini nak, beberapa hari yg lalu, anak ibu mengatakan bahwa dia ingin melamar kamu untuk menjadi istri nya. Jadi ibu sama bapak kemari ingin melamar kamu untuk anak ibu aufar. Apa kamu bersedia untuk menerima lamaran anak ibu sekar?” bu winda menjelaskan maksud kedatangan mereka ke rumah sekar.
“Maaf bu, sebelum nya saya mau tanya. Apa alasan anak ibu ingin melamar saya? Karena setahu saya pak aufar bukan lah orang yg gampang untuk jatuh cinta terhadap wanita. Apalagi wanita seperti saya. Saya hanya orang kampung yg tidak berpendidikan bu, sedangkan pak aufar sangat berpendidikan.” Sekar mengatakan hal itu sambil melirik kearah aufar.
“Maaf ma, boleh aufar izin sebentar? Aufar ingin bicara dengan sekar berdua saja.” Aufar meminta izin pada mama nya.
“Iya boleh dong, silahkan nak.” Jawab mama nya dengan tersenyum.
“Ayo sekar, saya mau bicara sebentar sama kamu” aufar memegang pergelangan tangan sekar dan mengajak nya untuk keluar sebentar.
“Kamu mau bicara hal apa lagi ke saya? Belum cukup kamu nyakitin saya?” sekar melepaskan tangan nya dari genggaman aufar.
“Sekar please, dengarkan aku dulu.” Aufar memohon pada sekar untuk bisa mendengar penjelasan nya.
“Mau dengar apa lagi?” tanya sekar dengan jenuh.
“Saya benar-benar ingin menikahi kamu, dan bertanggung jawab atas segala perbuatan yg saya lakukan terhadap kamu sekar. Saya mohon, agar kamu tidak menolak lamaran saya di depan mama saya.” Aufar mengatakan nya dengan sedikit memaksa.
“Apa harus seperti itu?” tanya sekar, yg memubuat aufar merasa bingung dengan pertanyaannya.
“Maksud kamu?” aufar mengkerutkan dahi nya saat sekar bicara seperti itu.
“Apa kamu tidak berani jujur kepada orang tua kamu? Tentang semua yg sudah terjadi.” Ucap sekar tapa ragu.
“Aku akan beritahu ke mereka yg sebenar nya sekar, tapi aku minta, kamu menerima lamaran ku kali ini ya..” aufar beralasan agar lamaran nya di terima oleh sekar.
“Pemaksa sekali kamu jadi orang” rasanya sekar sangat lah muak dengan segala kebohongan aufar padanya.
Tiba-tiba, sekar merasa perut nya saat ini sangat lah mual. Dia ingin memuntahkan isi perut nya, tapi bagaimana dengan tanggapan aufar nanti? Apakah dia akan menerima nya atau malah sebalik nya?
***hy readers..😊
__ADS_1
kira2 kamu semua pilih siapa sih.. jangan baper dlu ya ..🤭***