Presdir ku Suami ku

Presdir ku Suami ku
Bertabrakan dengan nya lagi


__ADS_3

Sekar maupun tiwi membuka mata nya setelah Aufar membangun kan mereka.


"Sayang bangun, kita udah sampai" Aufar mengelus pipi sekar dengan lembut.


"Kita sudah sampai mas?" tanya Sekar seraya mengucek mata nya.


"Wik, bangun wik. Kita udah sampek nih" sekar mengguncang kaki tiwi agar tiwi bisa terbangun.


"Iya..!!". ucap tiwi sambil menggerak gerakkan badan nya.


"Ya ampun..pegel banget badan ku.." eluh tiwi sambil melihat kearah luar pesawat.


"Ini masih sore ya kak?" tanya nya lagi, sambil melihat jam tangan nyaa.


"Whatt? ini udah subuh sekar. Perasaan kita pigi nya kemarin pagi, tapi ini kok sore ya?" Mata tiwi melotot dengan sempurna, sambil mengemasi barang nya.


"Kalau disini masih jam 5 sore wik, karena perbedaan jam antara jakarta dan new York itu 12 jam. Dan hari nya lebih cepat jakarta dari pada di sini. Kalau menurut kita hari ini kan minggu, kalau disini itu masih hari sabtu. Paham?" Aufar menjelaskan, sekar dan tiwi manggut-manggut tanda nya mengerti sudah mengerti.


Sekar maupun tiwi selalu taat akan perintah allah. Bahkan di dalam pesawat pun mereka tetap melaksanakan sholat 5 waktu, walaupun sholat nya dengan cara duduk.


"Mas, lebih baik kita cari tempat penginapan terdekat dulu yaa, sebelum waktu ashar habis" sekar sudah mengetahui lebih dulu jika new York tidak ada mesjid ataupun mushola.


"Iya sayang.." Aufar tersenyum pada sekar dan mengelus pipi istri nya yg gemas itu.


Saat mereka sudah turun dari pesawat, tak lupa tiwi selalu berfoto setiap langkah nya di sepanjang bandara. Bahkan dia juga nggak lupa memvidiokan sekar yg bergandengan tangan dengan suami nya.


Tiba-tiba...


Bruughhh...!!!


"Awww.." tiwi mengeluh kesakitan karena dirinya terjatuh saat sedang membuat vidio.


"Maaf, saya buru-buru jadi nggak liat ada kamu di depan saya, maaf sekali lagi". Kata pria itu sambil memunguti barang nya yg terjatuh dan berlalu pergi begitu saja tanpa melihat siapa wanita yg sudah dia tabrak tadi.


"Dua kali loh...!!!" tiwi merasa kesal karena dia selalu saja bertabrakan dengan orang.


Tak lupa dia memunguti barang nya yg terjatuh tadi, lalu tak lupa dia mengambil handphone nya yg terjatuh tak jauh dari nya.


"Alhamdulillah masih hidup, untung aja nggak mati kamera nya" dengan sibuk nya dia memegang tas nya sambil memegang koper nya.


"Eh, tunggu. Perasaan tadi aku bawa buku novel yg tadi aku baca di pesawat, tapi ini kok nggak ada? kemana buku nya ya??" tiwi baru menyadari jika buku nya hilang.


"Sekar.." tiwi berteriak memanggil sekar, lalu berlari mengejar nya.


"Tiwi, kebiasaan deh kamu. Teriak-teriak kek gitu". sekar protes pada tiwi karena dia selalu berteriak saat sedang memanggil dirinya.

__ADS_1


"Maaf deh. Tapi ini loh, anu..." sangkin kan cemas nya, tiwi sampek bingung mau mulai dari mana bicara nya.


"Anu, anu apa..? ngomong yg jelas dong wik.." sekar menghentikan langkah nya sejenak, lalu melangkah lagi tanpa menghiraukan ucapan tiwi.


"Bu-buku aku hilang.." sekar sudah tau jika yg di maksud tiwi adalah buku novel kesayangan nya.


"Terus..? Yaudah lah beli lagi nanti.. Gitu aja kok susah". ucap sekar dengan enteng.


"Is kamu ini ya, masalah nya itu buku pemberian bapak ku dulu wik.. Dan ada foto di dalam buku itu, disana ada foto aku sama bapak, dan ada beberapa lembar uang yg ku selipkan di buku itu. Dan itu penting buat aku, kar" Tiwi takut jika foto nya bersama ayah nya yg sudah lama meninggal hilang, dan tidak ada kenang-kenangan apapun lagi.


"Kenapa kok bisa hilang..?" tanya Aufar sambil menatap tiwi dengan serius.


"Tadi itu ada yg nabrak aku sampek aku jatuh kak. Aku belum sempat liat wajah nya, dan memang aku liat ada beberapa buku punya nya yg terjatuh" tiwi mencoba mengingat kejadian tadi.


"Dan bisa jadi, dia mengira jika buku punya kamu itu, adalah buku dia juga" kata Aufar sambil berjalan kembali menggandeng tangan sekar.


"Tapi buku itu penting banget buat aku kak.. Gimana dong ini.." tiwi merasa dirinya frustasi karena kehilangan buku kesayangan nya.


"Yaudah, Insyaallah nanti buku nya pasti ketemu kok, kamu yg tenang ya, yg sabar.." ucap sekar seraya mengelus punggung tiwi untuk menguatkan nya.


"Hikss..!!" tiwi menangis sambil terus berjalan kearah mobil yg sudah di pesan oleh Aufar.


Nggak butuh lama, akhirnya mereka sampai di sebuah hotel yg bernama Homewood suites by Hilton Newburgh yg berada tidak jauh dari Bandara Internasional Stewart. Sekar, aufar maupun tiwi membersihkan dirinya dulu, lalu sholat subuh berjemaah.


"Pak, tiwi minta maaf pak.. karena udah lalai menjaga buku yg bapak kasih ke tiwi, bahkan foto itu juga ikutan hilang.. Maafkan tiwi pak.." tiwi duduk di ujung tempat tidur sambil menangis.


"Eh, bentar. Tadi rekaman nya masih hidup, dan bisa jadi..." Dia pun berniat untuk melihat isi vidio yg di rekam nya tadi.


"I-ini kan pria yg ku tabrak di dalam pesawat tadi. Jadi ternyata yg nabrak aku di bandara tadi dia..?? apa mungkin buku aku juga sama dia ya..? Tapi kenapa dia nggak menghubungi aku. Jelas-jelas di halaman pertama buku itu tercatat no handphone ku". tiwi bergumam sambil menakutkan kedua alis nya.


Tiba-tiba terdengar bunyi sebuah pesan masuk di handphone tiwi. Dia langsung meraih benda pipih milik nya yg masih nyaman di dalam tas nya.


"Siapa ini? kenapa nggak ada foto nya?" dengan penasaran, dia membuka wa nya dan melihat ada pesan masuk dari seseorang yg tak di kenal.


(+628 1265...)


"Aku ingin berjodoh dengan seseorang yg sangat mencintaiku. Karena aku hanya akan menyerahkan seluruh hidup ku untuk nya dan bersama nya"


"Apa?? I-ini kan tulisan ku yg ada di buku itu..


( Wiwik )


"Mas, tolong kembalikan buku saya"


( +628 1265...)

__ADS_1


"Kita ketemuan di restauran Hilton Newburgh"


"Loh bukan nya itu nama hotel yg disini ya?" Guman tiwi.


(+628 1265...)


"Jam 7, jangan telat"


"Hahh..!! Enak aja dia bikin perintah sesuka hati nya. Emang dia siapa..!! Ganteng tapi judes..!!" tiwi menyeringai sambil mengomel menatap handphone nya.


Satu jam kemudian, tiwi pun turun ke bawah hotel, dan mencari pria yg telah meminta nya ke restauran yg ada di hotel tersebut.


"Duh, ini gimana sih nyari nya. Aku juga nggak bisa bahasa inggris. Piye toh iki.." tiwi menggaruk tengkuk yg tidak gatal, sambil celingak celinguk melihat keberadaan pria itu.


"Hallo Mrs, good evening.. Can I help you, Mrs?" pelayan hotel menyapa tiwi dengan ramah.


"Ee..Gini mister, saya mau ketemu dengan seorang pria, katanya tempat nya disini". tiwi berbicara sambil memperagakan gaya nya, agar pelayan amerika itu ngerti maksud tiwi apa.


"Who is he?" tampak nya pelayan itu sedikit mengerti apa yg di maksud tiwi tadi.


"Excuse me" tiwi langsung menoleh ke belakang untuk melihat siapa yg barusan bicara dan dia langsung melongo saat melihat pria itu. Hampir saja jantung nya nggak copot di tempat nya.


Pelayan tadi pun pergi setelah pamit dengan tiwi, tapi karena tiwi masih syok berat, dia pun tidak mendengar lagi jika pelayan itu pamit padanya.


"Ka-kamuu..!!" tiwi menelan ludah nya dengan berat.


Pria tadi mendekati tiwi dan menyerahkan buku milik nya. Tiwi yg masih melongo, nggak sadar jika pria itu sudah berada tepat di hadapan nya sekarang. Jarak di antara mereka bisa di katakan hanya sejengkal, mata mereka beradu saling tatap.


"Heyy, kamu dengar saya ngomong?" ucap pria itu sambil memetik jari nya sampai bunyi. Dah sontak membuat tiwi kaget dan hampir saja terjatuh karena dia tiba-tiba mundur dari hadapan pria itu.


Dengan sigap, pria tadi langsung merangkul pinggang kecil tiwi dan menarik nya agar berdiri dengan sempurna. Namun lagi-lagi tiwi mendapatkan hal yg tak terduga, tiwi bukan nya berdiri, malah dia memeluk pria itu karena tangan pria itu menarik nya sedikit kuat.


"Ya allah, ya allah, ya allah.. maafkan hamba ya allah, hamba sudah melakukan zina". tiwi bergumam sambil melepaskan pelukan nya dari pria itu, lalu mundur dan menundukkan pandangan nya kebawah.


"Apa? Zina? Hey, aku nggak ada ngapa-ngapain kamu kan? kenapa kamu bilang ini zina? Aneh..!!". protes pria itu.


"Maaf, jika tadi saya sudah lancang memeluk badan mas, tapi sumpah saya nggak sengaja mas" tiwi meminta maaf pada pria itu, padahal sudah jelas jika tadi bukan lah salah nya.


"Yaudah nih buku kamu. Lain kali hati-hati. Saya permisi". pria itu menyerahkan buku milik tiwi lalu pamit dan pergi begitu saja.


***


***Siapa ya pria itu? ada yg tau nggak nih siapa pria nya??


Hayoo tinggal kan jejak di kolom komentar yaa...😉***

__ADS_1


__ADS_2