Presdir ku Suami ku

Presdir ku Suami ku
Perjodohan


__ADS_3

Sore guys


Part kali ini panjang banget ceritanya.. semoga kalian suka ya..๐Ÿ˜˜


Budayakan like sebelum membaca ya cuyung ๐Ÿค—


๐Ÿƒ


๐Ÿƒ


"Hai ma, pa.." brian menyapa kedua orang tua nya yg sedang berada di ruang keluarga.


"Oh, hai sayang.. Duh mama kangen deh sama kamu nak.. Gimana kerjaan kamu disana? Lancar nggak?" sahut mama langsung berdiri memeluk putra sulung nya dengan erat.


"Alhamdulillah lancar ma, itu semua juga berkat mama dan papa." Pak irawan langsung tersenyum melihat anak nya yg sukses memimpin perusahaan nya yg ada di jakarta.


"Tapi, papa jauh lebih bangga padamu nak. Kamu bisa menghandle semua kerjaan kamu" brian langsung menghampiri pak irawan dan memeluk nya.


"Tapi pa, dalam beberapa bulan ini ada karyawan yg best banget yg selalu membantu brian untuk menghandle semua kerjaan brian di kantor pa. Jadi bisa di bilang orang itu juga ikut andil dalam kesuksesan perusahaan kita pa.." brian duduk disebelah papa nya dan sesekali menyeruput kopi milik papa nya.


Brian memang selalu seperti itu, setiap papa nya sedang menikmati kopi, dia juga tidak sungkan untuk ikut menyipinya. Begitu hangat keluarga yg brian miliki. Namun sedikit berbeda dengan adik perempuan nya, karena adik nya itu kerap sekali suka merasa cemburu dengan kesuksesan kakak nya dan dia pun merasa jika hanya kakak nya saja lah yg selalu menjadi nomor satu di hati kedua orang tuanya, Padahal kedua nya di perlakukan sama.


"Oh ya? siapa orang itu nak? itu tanda nya dia bukan lah orang yg sembarangan" pak irawan bertanya dengan serius.


"Entah lah pa. Waktu dia mengajukan CV, brian melihat data nya bahwa dia hanya orang biasa, Tempat tinggal nya juga biasa. Waktu dia membantu kerjaan kantor, dia selalu memberikan hasil yg memuaskan, sejak itulah brian sedikit mencurigai dia dan menyuruh seseorang untuk mengikuti nya, tapi tetap nggak ada yg harus di curigai dari dia pa" brian menjelaskan dengan detail.


"Kalau gitu, kamu harus memberikan bonus lebih padanya. Dan minta dia untuk datang ke rumah kita, agar papa bisa lebih kenal dengan nya." ucap pak irawan dengan antusias.


"Baik lah pa. Dia juga baru pulang dari Amerika karena melakukan perjalanan bisnis nya. Dan tadi katanya dia minta cuti 2 hari pa. Yaudah brian izinkan." tutur brian sambil menyandarkan kepala nya di sofa.


***


Tujuan rendra saat ini hanya tiwi, tapi dia sedikit bingung karena lupa arah rumah tiwi. Namun dia nggak akan menyerah. Setelah keluar dari pesawat, rendra sengaja menyewa mobil untuk dia bawa kerumah tiwi, bahkan rendra pun tak sayang untuk mengeluarkan uang yg banyak untuk menyewa mobil itu.


Setelah 2 jam dia membawa mobil, namun rendra juga tak kunjung menemukan rumah tiwi. Sampai dia teringat pada sekar.


"Bodoh banget sih gue. Bisa-bisa nya nggak teringat dengan sekar." lantas rendra pun mengambil handphone nya di dalam saku jas nya.


๐ŸŒนMas Rendra


"Assalamualaikum sekar.. Maaf kalau mas mengganggu kamu, mas minta alamat rumah tiwi boleh nggak?" rendra bertanya tanpa basa basi.


๐ŸŒนSekar


"Waalaikum salam mas.. Boleh, sebentar ya biar sekar kirim di WA."


"Sudah mas, sudah sekar kirim alamat nya."

__ADS_1


๐ŸŒนMas Rendra


"Terimakasih banyak ya sekar. Doakan mas agar tiwi bisa menerima mas seutuhnya." rendra meminta sekar untuk mendoakan nya.


๐ŸŒนSekar


"Aamiin... semoga berjalan lancar ya mas.."


"Oh iya mas, nanti jangan lupa ya, titip salam Buat ibu dan bapak nya tiwi."


๐ŸŒนMas Rendra


"Baiklah, insyaallah mas akan sampaikan salam kamu. Assalamualaikum" pamit rendra.


๐ŸŒนSekar


"Waalaikum salam.."


***


"Kamu masih panggil dia mas?" Aufar datang dengan wajah yg datar namun penuh arti.


"Aku belum terbiasa panggil dia adik ipar sayang.." sekar berkata jujur.


"Ya kan bisa belajar." ketus Aufar.


"Yaudah, maafin aku ya.. Aku janji sama kamu, mulai besok aku akan panggil dia adik ipar." sekar mencoba merayu suami nya yg sedang cemburu.


"Iya deh, mulai saat ini aku nggak akan panggil dia mas lagi. Udah ya sayang ngambek nya.." bujuk sekar dengan bergelayut manja di lengan suami nya.


"Janji ya.." tanya nya membenarkan ucapan sekar.


"Iya, aku janji.." sekar menjawab sambil memeluk suami nya dengan erat.


"Yaudah yuk." Aufar bersiap untuk menggendong istri nya ala bridal.


"Mau kemana?" tanya sekar penasaran.


"Ke.. sini" Aufar pun membawa istri nya ke atas kasur.


"Sayang.. udah mau sore loh ini.." sekar berusaha menolak ajakan suami nya.


"Nggak apa-apa dong.."


"Biar nanti sekalian mandi bareng.." bisik Aufar di telinga sekar, dan itu membuat nya merasa geli. Dan.. terjadilah pertempuran di antara mereka. Sorry deh ya, author skip aja adegan panas mereka..


***

__ADS_1


"Pak berhenti di sini.." tiwi berhenti tepat di depan jalan arah mau ke rumah nya.


Tiwi pun berjalan menyeret koper nya. Ada banyak sekali hadiah yg di bawa nya untuk keluarga tercinta.


"Eh nak tiwi, kamu udah pulang wik? eh gimana di jakarta, enak nggak?" tanya salah satu ibu yg kebetulan papasan dengan tiwi.


"Alhamdulillah enak bu.." tiwi pun menjawab dengan sopan.


"Saya dengar, kamu nginap dirumah sekar ya? terus saya lihat di wa anak saya, rumah sekar besar, apa bener wik? Emang suami nya sekar kerja apa sih?" begitu banyak pertanyaan yg ajukan ibu tadi pada tiwi.


"Alhamdulillah rumah nya nyaman bu. Baik kalau gitu, saya permisi ya bu.. Ayah saya sudah menunggu dari tadi." tiwi melanjutkan jalan nya, dan tidak menghiraukan pertanyaan dari ibu tadi. Tiwi hanya nggak mau jika para tetangga menggosipkan sekar.


...๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐Ÿƒ...


"Assalamualaikum..."


"Bunda.. Ayah.. tiwi pulang.." tiwi langsung melenggang masuk ke dalam rumah. Dilihat nya ruang tamu sepi, dia mencoba mencari bunda nya ke kamar.


"Bunda.. bunda dimana?" di tekan nya engsel pintu kamar, namun bunda nya juga tidak ada disana.


"Kemana ya bunda? kalau memang nggak ada dirumah, pasti pintu nya di kunci" ia merogoh kantong nya dan mengambil handphone nya untuk menghubungi ayah nya.


Sambil terus berjalan kearah dapur, tiwi mendengar pembicaraan ayah dan bunda nya di halaman belakang.


"Yah, apa tiwi mau di jodohkan dengan anak nya teman ayah itu? bunda khawatir jika tiwi akan menolak nya nanti." tanya bunda dengan cemas.


"Mau gimana lagi bun, itu jalan satu-satunya untuk kita bisa melindungi tiwi dari rentenir itu. Ayah tau ini adalah kesalahan ayah, karena telah berhutang pada rentenir itu, tapi ayah juga nggak nyangka jika dia meminta bayaran nya dengan menukarkan tiwi menjadi istri nya. Jelas ayah nggak akan bisa terima itu bun.." ucap ayah dengan sendu karena merasa bersalah pada istri dan anak nya.


"Tapi hal ini jangan sampek tiwi mengetahui nya yah, ayah kan tau bagaimana anak kita. Bunda nggak ingin jika tiwi merasa kasihan pada kita, bunda ingin dia bahagia yah. Bahagia bersama orang yg tepat." ucap bunda dengan penuh keyakinan.


"Ayah janji bun, jika tiwi menerima perjodohan ini, tiwi akan bahagia. Karena ayah tau seperti apa teman ayah itu. Dan lagian tiwi dan juga brian juga pernah saling kenal dulu saat waktu kecil. Hanya saja mereka sudah saling tidak mengenal setelah berpisah dulu."


"Pokok nya ibu tenang aja ya.. insyaallah perjodohan ini berjalan lancar." ucap ayah penuh keyakinan.


Disamping itu, tiwi mendengar semua pembicaraan orang tuanya. Hati nya pun merasa begitu sakit, betapa jahat nya dia karena sama sekali tidak mengetahui kesusahan orang tuanya. Tentu dia merasa bersalah, tapi apakah harus dia menerima perjodohan ini? Apa dengan cara itu ayah dan bunda nya merasa bahagia? Atau, apa tidak ada jalan yg lain?


"Assalamualaikum bunda.. ayah.." tiwi menyapa kedua orang tuanya di halaman belakang. Sontak membuat keduanya terkejut. Apa tiwi mendengar semuanya tadi?


"Waalaikum salam nak.. akhirnya kamu pulang juga.. bunda rindu sekali sama kamu.." bunda nya pun segera memeluk tiwi dengan erat.


"Tiwi juga rindu sama bunda.. bunda sama ayah sehatkan?" tanya sekar setelah bunda nya melepas pelukan nya dari tiwi.


"Alhamdulillah kami sehat nak.. gimana sekar dan keluarga nya? apa semua nya baik sama kamu?" tanya ayah dengan antusias.


"Alhamdulillah yah, mereka semua baik banget sama tiwi"


"Oh iya, tiwi hampir aja lupa. Tadi pagi tiwi baru nyampek dari amerika bun, sekar dan suaminya ngajak tiwi ke amerika. Dan mereka membelikan begitu banyak oleh-oleh buat ayah sama bunda." ayah yg tadi nya kelihatan murung akhir nya sedikit tersenyum melihat anak nya bahagia.

__ADS_1


Tiwi pun dengan semangat menunjukkan semua isi hadiah yg dia bawa. Bunda ikut tersenyum senang melihat anak nya begitu bahagia. Tiwi pun menceritakan semua yg dilakukan nya saat berada di jakarta. Betapa beruntung nya dia mempunyai sahabat seperti sekar. Ayah dan bunda pun sangat berterima kasih pada sekar dan keluarga nya, karena sudah menerima dan menjaga tiwi dengan baik.


Maaf ya guys udah lama banget lapak ini berdebu karena gk ada tulisan2 baru ๐Ÿ˜ author nya lagi sibuk banget soal nya.. hehe..


__ADS_2