
Sudah tiga hari berlalu. Sejak kejadian malam itu, sekar dan aufar kembali berbaikan. Mereka mengurus segala persiapan pernikahan nya berdua. Ayah dan ibu juga akhirnya sudah mengetahui keadaan yg di alami sekar, ibu menangis dan terpukul, ayah juga terkena serangan jantung waktu itu. Tapi Alhamdulillah langsung bisa tertolong, karena aufar langsung membawa nya kerumah sakit, dan baru tadi malam ayah sudah bisa di perbolehkan dokter untuk pulang kerumah.
Dan di hari ini, acara pernikahan sekar dan aufar akan dilaksanakan di hotel milik Kelurga Sanjaya. Sebenarnya sekar tidak ingin pesta yg terlalu mewah, tapi ini adalah permintaan aufar. Dia ingin menunjukkan pada dunia, jika dia akan menikah dengan seorang wanita yg luar biasa. Dan dia juga akan mengumumkan pada semua tamu yg hadir, jika 30% saham yg dimiliki aufar, akan diserahkan pada sekar.
“Kamu sudah siap sayang?” tanya ibu dengan tersenyum hangat.
“Hem.. InsyaAllah sekar sudah siap bu.” Jawab nya dengan lesuh.
“Mau jadi pengantin hebat kok ya cemberut gitu wajah nya, senyum dong nak..” ucap ibu sambil memegang dagu sekar.
“Bu.. sekar nggak tau, apakah sekar bisa bahagia atau tidak. Karena di hati sekar masih ada kegundahan. Sekar memikirkan bagaimana nasip mas rendra setelah melihat sekar menikah dengan kakak nya sendiri, bu. Mas rendra sudah banyak sekali membantu sekar, membantu kita.. rasanya sekar belum siap, jika harus satu atap dengan nya nanti bu.” Sekar merasa sedih karena dia masih memikirkan rendra.
“Sekar.. yg nama nya Rezeky, jodoh, maut, itu semua sudah menjadi garis tangan Allah. Jadi sebisa mungkin pun kamu untuk menolak pernikahan ini, namun jika Allah sudah berkehendak, maka kamu nggak akan bisa menghindar nya.” Ibu mencoba memberi nasihat pada sekar.
“Sekar tau bu. Tapi, jujur sekar juga belum siap jika harus menikah dengan pak aufar dengan terpaksa seperti ini. Sekar juga punya impian menikah, sekar ingin menikah dengan laki-laki yg sangat mencintai sekar, dan sekar juga mencintai nya bu. Tapi pak aufar belum tentu dia mencintai sekar, dia hanya melakukan kewajiban nya untuk bertanggung jawab atas kehamilan sekar ini bu..” ucap sekar dengan putus asa.
“Yaudah, kamu sekarang nggak usah sedih lagi, ibu yakin kok kalau nak aufar itu bisa menjadi suami yg baik buat kamu, menjadi ayah yg baik juga buat anak kamu nanti.. ayah sama ibu Cuma bisa mendoakan yg terbaik buat kamu nak.. dan tinggal kamu yg menjalan kan nya seperti apa. Jika kamu mampu melayani suami kamu dengan baik, maka hasil nya pun baik. Tapi jika kamu melayani suami mu dengan buruk, maka hasilnya pun juga akan buruk. Kamu harus ingat itu, nak..” pesan ibu pada sekar.
“Baiklah bu, sekar akan ingat pesan dari ibu. Makasih ya bu, karena sudah bisa menerima kekurangan sekar, terimakasih karena ibu sama ayah sudah bisa menerima pak aufar.” Ucap sekar sambil memegang jemari ibu nya, dan memeluknya dengan erat.
Saat sekar dan keluarga sudah siap untuk berangkat, ternyata supir pribadi aufar sudah menunggu mereka diluar.
“Selamat pagi nyonya, silahkan masuk.” Ucap supir sambil menundukkan kepala nya kebawah.
“Loh, bapak ini siapa ya?” tanya sekar dengan bingung.
“Saya supir pribadi nya pak aufar. Dan saya diperintahkan oleh nya untuk menjemput ibu dan mengantarkan ibu dan sekeluarga ke Hotel Sanjaya. Mari masuk bu..” kata supir dengan ramah.
“Kok dia nggak ada ngomong ya sama aku?” gumam nya dalam hati
Tidak butuh waktu lama, sekar dan keluarga nya sudah sampai di dalam hotel. Supir tadi pun membawa sekar dan keluarga nya masuk kedalam kamar hotel yg sudah disediakan oleh aufar sebelum nya. Di kamar itu sudah ada kedua orang tua aufar dan rendra juga ada disana. Keluarga sekar di sambut hangat oleh papa dan mama nya aufar. Sebelum acara di mulai, kedua keluarga saling bercengkrama. Dan rendra juga tidak ingin melewatkan moment terakhir nya bertemu dengan sekar. Rendra pun menghampiri sekar, karena dia ingin memastikan keadaan nya saat ini bagaimana.
“Sekar..” sapa rendra dengan lembut.
“Mas.” Jawab sekar dengan gugup.
“Gimana keadaan kamu?” tanya rendra sambil memainkan handphone nya.
“Alhamdulillah baik mas, mas gimana kabar nya?” tanya sekar sambil melihat rendra.
“Alhamdulillah mas juga baik kok. Gimana bayi kamu? Apa kamu masih mual?” sebegitu perhatian nya rendra pada sekar. padahal selama beberapa hari terakhir, aufar bahkan nggak pernah menanyakan kondisi bayi kandung nya yg ada di perut sekar.
“Mas rendra begitu memperhatikan aku selama ini, berbeda jauh dengan dia. bahkan dia sama sekali nggak memperhatikan aku disaat aku sedang mual.” Ucap sekar dalam hati.
“Hey, kamu kenapa? Kenapa malah melamun? Kamu oke kan?” terlihat jelas dari raut wajah nya yg sedang mengkhawatirkan sekar.
__ADS_1
“Nggak apa-apa kok mas. Bayi sekar juga baik. Doain sekar ya mas..” ucap nya pada rendra.
“Mas selalu mendoakan kamu, sekar. Mas akan selalu mendoakan yg terbaik untuk kamu. Kamu harus banyak senyum dong, biar baby nya juga ikutan happy liat mama nya happy.” Ucap rendra dengan tersenyum pada sekar.
“Terimakasih mas” jawab nya sambil tersenyum.
Di sela-sela pembicaraan mereka, pelayan hotel memanggil seluruh anggota keluarga untuk hadir di acara, terkecuali sekar. sekar belum di perbolehkan untuk ikut hadir di dalam acara, karena sekar akan menunggu sampai aufar selesai mengucapkan ijab kobul.
Tiba-tiba indri datang menghampiri sekar di dalam kamar hotel.
“Sekar.” disaat sekar sedang merasa gugup, tiba-tiba terdengar suara wanita yg memanggil nya, dan suara itu seperti tidak asing bagi nya.
“Indri?” sekar terkejut saat melihat indri berada di hadapan nya saat ini.
“Kamu kok ada disini?” tanya sekar dengan bingung.
“Boleh gue masuk?” tanya indri pada sekar.
“Iya, boleh.” Sekar mempersilahkan indri untuk masuk kedalam kamar nya.
“Gimana kabar lo?” tanya nya lagi.
“Alhamdulillah baik ndri.” Jawab sekar sambil tersenyum pada indri.
“Bisa-bisa nya lo nggak ngabarin gue kar. Lo nggak anggap gua ada ya..” indri protes pada sekar karena tidak memberitahukan tentang pernikahan nya.
“Oh iya, kamu kok bisa tau aku disini?” tanya sekar dengan penasaran.
“Sebenarnya suami gue teman dekat nya calon suami lo. Makanya kemarin itu gue sedikit agak sinis liat calon lo itu. Karena calon lo nggak pernah ngasih tau ke gue keberadaan suami gue dimana, padahal dia tau. Dan gue selalu marah sama dia, tapi gue belum pernah liat dia secara langsung, dan baru kemarin itu gue baru liat dia.” indri menjelaskan masalah nya pada sekar.
“Jadi, kamu bertanya sama dia hanya melalui telfon, gitu?” tanya sekar memastikan.
“Iya. Itu sebab nya waktu gue liat dia, gue kesel. Tapi mungkin dia nggak tau gue siapa, karena pasti gue nggak penting buat dia, hahaha” di saat indri sedang kesel pun, sempat-sempat nya dia tertawa.
***
Ijab qobul pun akan segera dilaksanakan, mempelai pria sudah hadir di meja akad nikah, ayah sekar juga sudah duduk di hadapan aufar. Semua tamu juga sudah hadir untuk menyaksikan pernikahan dari presdir mereka. Ada yg bahagia, ada juga yg kecewa, bahkan sampai ada yg ingin menyelakai sekar. Rata-rata mereka semua tidak menyukai sekar, karena sekar sudah berani merebut presdir dari tangan mereka. Yg menyukai sekar hanya sebagian orang saja, termasuk para pelayan yg ada di perusahan Sanjaya Grup.
“Perhatian para hadirin semua, hari ini kita akan menyaksikan acara yg sangat penting buat kita para penggemar dari presdir Sanjaya Grup. Saya yakin, para wanita-wanita yg ada di sini pasti sangat menderita, karena ternyata presdir tampan yg sudah menjadi dambaan kalian akan menikah dalam waktu beberapa detik lagi. Dan saya harap agar kalian tidak membuat keributan di acara yg sakral ini ya para ladies…” Seorang presenter yg kocak, bikin aufar jadi malu-malu kucing dan grogi.
“Yaudah pak penghulu, waktu dan tempat, saya persilahkan. Dan jangan lama-lama ya pak, saya juga ingin melihat mempelai wanita nya pak, hehehe” kata presenter dengan begurau.
“Wooooo” semua tamu bersorak pada presenter nya. Ada yg tertawa, ada juga yg kesel.
“Baiklah, kita mulai saja acara nya ya.. sebelum nya, saya ingin bertanya kepada Mempelai pria, bagaimana pemahaman anda mengenai pernikahan? Bisa tolong di jawab nak?” tanya penghulu pada presdir.
__ADS_1
“Em.. Pernikahan itu bagi saya sekali seumur hidup. Dan setahu saya di dalam pernikahan, harus ada yg nama nya kepercayaan, kejujuran, saling menghargai satu sama lain.” Aufar menjawab sesuai dengan apa yg dia tau.
“Lalu, bagaimana cara kamu menyikapi jika terjadi konflik antara kamu dan calon istri kamu nanti?” tanya penghulu lagi.
“Ya harus saling terbuka, jujur dan percaya, jika semua itu ada, kemungkinan terjadi nya konflik itu 30%.” Dengan lugas nya aufar menjawab semua pertanyaan dari penghulu.
“Apakah setelah menikah, kamu akan mencintainya? Menyanyangi nya nak?” tanya penghulu.
“Sudah pasti saya akan mencintai istri saya.” Dengan percaya diri aufar menjawab pertanyaan penghulu.
“Alhamdulillah, jika kamu bersedia mencintai istri kamu. Tapi kamu bukan hanya sekedar mencintai nya saja. Kamu harus menyayangi nya sama seperti kedua orang tuanya yg mencintai dan menyayangi istri mu. Jangan pernah sia-siakan istri mu nanti ya ndok, jaga dia dan rawat istri mu, seperti kamu menjaga ibu mu dan merawat ibu mu. Ridho istri mu, ridho nya allah juga. Jika kamu pelit pada istri mu, maka allah juga akan pelit sama kamu. Ingat itu ya ndok..” penghulu memberikan nasihat pada aufar.
“Baik pak..” jawab aufar sambil mengangguk tanda mengerti.
“Oke, baik kita mulai sekarang. Bismillahirahmanirrahim…”
“Saya nikah kan dan kawin kan anak kandung saya Sekar Pratiwi Binti Hermansyah, dengan mahar nya 500.000.000 di bayar TUNAI” saat ayah mengucapkan itu, tanpa sadar air mata nya pun menetes.
“Saya Terima nikah dan kawin nya Sekar Pratiwi Binti Hermansyah dengan mahar tersebut di bayar TUNAI” aufar mengucapkan ijab qobul dengan sekali nafas.
SAH!!
SAH!!
“Alhamdulillahirabbil al aamiin..” sorak semua tamu yg ada sedang menyaksikan.
Setelah ijab qobul selesai diucapkan, serangkaian doa juga sudah di wakilkan oleh penghulu. Sekar pun di perbolehkan untuk masuk kedalam acara. Aufar yg melihat sekar di dandani bak ratu sehari itu langsung terpanah dan tidak berkedip sama sekali.
“Wawww!! Cantik nya luar biasa. Nggak nyesal gua nikahi dia.” Gumam aufar saat melihat sekar yg sedang berjalan kearah nya.
Rendra yg melihat sekar juga tidak bisa mengedipkan mata nya. Saat sekar sudah duduk di samping aufar, penghulu nya pun langsung memimpin acara nikah nya.
“Jadi untuk mempelai wanita, kamu harus bersyukur karena ijab qobul yg dilakukan oleh suami mu lancar dengan satu nafas. Dan suami kamu juga berharap agar kamu bisa menjadi istri yg sholiha, menjadi istri yg taat terhadap suami. Sebesar apapun masalah yg kamu hadapi di dalam rumah tangga kamu nanti, maka cobalah untuk terus taat pada suami mu. Jika engkau melakukan perintah nya tanpa membantah, maka kamu termasuk hamba allah yg akan menjadi penghuni syurga firdaus. Aamiin yaa…tapi dilihat dulu, perintah nya baik atau tidak, jika baik maka lakukan lah yg terbaik, tapi jika perintah nya yg bisa menjerumuskan mu kedalam neraka, maka allah tidak akan membenci mu jika kamu melepas nya.” Penghulu memberikan nasihat kepada sekar.
“InsyaAllah..” jawab sekar sambil tersenyum.
***
Akhir nya acara ijab qobul selesai. Aufar dan sekar di tuntun kearah kursi pelaminan yg sangat megah. Disana banyak sekali tamu dan rekan bisnis nya aufar. Semua nya mengucapkan selamat kepada mereka, ada yg minta foto bareng, ada yg bernyanyi dengan bahagia, ada juga yg sedang terbakar api yg cemburi sw, tapi mereka hanya haters yg menang mulut doang, jadi masih aman.. Aufar juga mengumumkan kepada seluruh tamu undangan nya kalau asset yg dimiliki aufar saat ini akan diberikan kepada sekar sebesar 30%.
Setelah hampir sore, segenap rangkaian pesta sudah berakhir. Dan kebetulan sekar dan juga aufar juga sudah sangat kelelahan. Jadi aufar memutuskan untuk membawa sekar untuk beristirahat didalam kamar lebih dulu.
“Ma, pa.. aufar bawa sekar ke kamar dulu ya. Kasian sekar, kelihatannya dia capek ma..” aufar pamit kepada mama nya untuk membawa sekar ke kamar lebih dulu.
“Oh iya nak nggak apa-apa” mama menyetujui usulan aufar.
__ADS_1
“Oh iya bu Dinda, alangkah baik nya kita juga ikutan beristirahat dulu sebelum masuk waktu maghrib. Nanti setelah maghrib kita akan makan malam bersama disini. Gimana ibu, pak?” mama winda menawarkan orang tua sekar untuk beristirahat sejenak.
“Baik lah bu kalau begitu.” Jawab ibu sekar.