Presdir ku Suami ku

Presdir ku Suami ku
Pulang Kampung II


__ADS_3

Setelah mendengar cerita dari sekar, tiwi tampak berfikir untuk merubah sikap nya pada rendra. Sebenarnya selama ini, dia juga merasa tidak enak dengan rendra, karena sikap nya yg terlalu egois dan arogant.


"Apa aku terlambat?" tiwi menatap dirinya di cermin sambil menyisir rambut nya yg panjang.


"Gimana kalau dia sudah sangat kecewa dengan sikap ku selama ini?"


"Kenapa dia nggak wa aku ya? atau aku aja yg wa dia? Ah nggak deh, ntar dia ngira aku wanita murahan lagi" tiwi merasa gelisah karena nggak biasa nya rendra nggak mengirim pesan pada nya.


"Tapi, hari ini aku akan balik ke kampung, ntah sampai kapan aku juga nggak tau. Yaudah lah, setelah balik dari kampung aku akan bicara dengan nya" tiwi mengikat rambut nya dan memakai hijab nya kembali.


Ruang Keluarga..


"Wik, kamu kapan balik kesini lagi nak?" Ibu sekar bertanya sambil membuatkan makanan buat tiwi untuk di perjalanan nanti.


"Entah lah bu. Tiwi juga nggak tau balik nya kapan" tiwi menjawab dengan lesuh.


"Kenapa kamu lesuh wik? bukan nya kamu harus senang ya karena kamu akan bertemu dengan bunda sama ayah kamu?" tanya sekar yg tiba-tiba muncul di sela-sela percakapan mereka.


"Ya bahagia lah, masa enggak. Tapi perasaan aku kok nggak enak ya kar?"


"Nggak enak gimana? jangan mikir yg aneh-aneh deh wik"


"Tapi kar, kamu janji ya jangan kasih tau ke rendra tentang keberangkatan aku"


"Insyaallah kalau nggak khilaf, hehe..." canda sekar.


"Ih kamu mah gitu.." tiwi langsung kesel dengar candaan sekar.


"Iya deh iya.. Aku janji nggak akan bilang ke dia. Itu pun kalau suami ku nggak dengar ya.." bisik sekar, membuat tiwi mengkerut kan kening nya.


"Maksud nya?" tanya tiwi dengan polos.


"Kamu tau kan kedekatan antara suami ku dengan mas rendra gimana sekarang? Nah, tadi aku sempat dengar pembicaraan mereka wik. Inti nya suami aku akan memberitahukan segala informasi tentang kamu ke rendra" sekar menjelaskan apa yg telah di dengar nya tadi.


"Terus sekarang, kak Aufar tau nggak tentang keberangkatan aku hari ini?" tanya tiwi dengan penasaran.


"Hemm... aku nggak jamin. Karena dia kan masih disini, mungkin aja dia tau." tutur sekar dengan santai.

__ADS_1


"Ih sekarrr !!! kamu kalau ngomong yg bener dong.. aku nggak mau kalau sampai rendra tau tentang ini.. gimana dong?" ucap tiwi dengan panik.


"Udah, nyantai aja. Aku yakin, kalau mas rendra tau kamu pulang ke kampung, pasti dia akan pergi juga. Karena aku tau betul gimana dia"


"Dan sebenarnya kamu harus bahagia wik, dia itu termasuk pria yg bertanggung jawab atas apa pun". ucap sekar sambil mengingat kenangan masa lalu nya dengan rendra.


"Sotoy lu kar. Bilang aja supaya aku nerima dia dengan lapang dada. Nggak bisa !! kan aku belum jalani, kok jadi kamu kayak nya yg ngebet-ngebet pengen aku nikah sama dia" tiwi merasa kesal dengan pernyataan sekar tadi.


"Gini ya wik. Memang aku sama mas rendra menjalin hubungan nggak begitu lama. Tapi, sejauh aku kenal dia, dia itu adalah pria yg sangat bertanggung jawab dengan wanita yg dia sayangi. Dan aku udah pernah di posisi itu. Kamu nggak akan ngerti gimana posisi aku waktu itu, wik." ucap sekar dengan raut wajah yg nggak bisa di artikan.


"Maaf ya, kalau mungkin di saat kamu susah dulu aku nggak ada di samping kamu sekar.. aku tau kamu wanita yg kuat, dan kayak nya aku semakin yakin untuk nerima dia. Tapi gimana dengan orang tua nya? apa mereka merestui aku untuk jadi menantu nya?" ucap tiwi dengan pesimis.


"Aku juga nggak tau masalah itu. Tapi yg aku tau, orang tua mereka baik, dan nggak memandang tinggi nya derajat seseorang. Jadi kamu tenang aja.." sekar tersenyum sambil mengelus punggung tiwi dengan lembut.


"Emm... kamu memang sahabat aku yg paaalingg baik deh pokok nya. Do'ain aku cepat pulang kesini ya kar, biar aku bisa secepatnya nya mengatakan hal ini pada rendra" tiwi memeluk sekar dengan sangat erat.


"Yaudah yuk kita berangkat". ajak sekar sambil berdiri dari duduk nya.


"Kamu nganterin aku ke bandara? terus nanti kalau kak Aufar tau gimana?" tiwi melebarkan bola mata nya menatap sekar.


"Udah, aman.."


Flash Back On..


"Mas, ada yg mau aku omongin ke kamu" sekar duduk di sebelah Aufar yg sedang membaca majalah.


"Mau ngomong apa sayang? kok kayak nya serius banget, hem?" Aufar meletakkan majalah nya di atas meja.


"Jadi gini mas, tiwi hari ini terpaksa pulang ke kampung" ucap sekar sambil merangkul lengan kekar suami nya.


"Loh, kenapa? apa disana ada masalah?" tanya Aufar dengan kaget.


"Aku juga kurang tau mas. Tapi yg aku dengar dari tiwi tadi, ayah nya tetap minta tiwi pulang siang ini juga"


"Katanya sih, nanti malam ada tamu penting yg akan datang kerumah. Dan ayah nya mau, jika tiwi juga harus berada di pertemuan itu" tutur sekar.


"Kok kayak nya ada yg aneh ya sayang?" ucap Aufar.

__ADS_1


"Aneh gimana mas?" tanya sekar dengan polos.


"Kamu tau nggak? biasanya kalau memang yg kamu bilang tadi itu benar, itu tandanya tiwi mau di jodohkan dengan pilihan ayah nya. Makanya tiwi harus ikut hadir di pertemuan malam ini. Gimana menurut kamu sayang? Mas benar kan?" ucap Aufar dengan serius.


"Eh, iya juga ya mas. Trus gimana dong mas? padahal tadi aku lihat tiwi udah mau membuka hati nya untuk rendra. Kita harus lakuin sesuatu nih mas. Aku nggak mau kalau tiwi menikah dengan pria yg tidak tepat" sekar mulai merasa panik.


"Kamu yg tenang sayang.. mas yakin kalau tiwi adalah wanita yg bijak. Dia nggak akan menerima perjodohan itu tanpa dasar cinta. Mas yakin itu." Aufar mencoba menenangkan sekar agar tidak berfikir yg negatif.


"Udah, sekarang kamu ke tiwi, gih. Biar urusan ini mas yg akan atur semuanya. Kamu do'ain aja yg baik-baik ya sayang.." Aufar mengelus kepala sekar dengan lembut, sambil mencium kening istri nya dengan mesrah.


Flash Back Off..


Kringgg


Kringgg


.


.


"Iya hallo kak.. Ada apa?" rendra menjawab telfon dari Aufar.


"Ndra, gue mau bilang kalau sekarang tiwi sedang menuju bandara. Dia disuruh pulang sama orang tua nya, karena akan ada jamuan makan malam yg penting dirumah nya. Menurut gue sebaiknya lo nyusul dia, kalau lo nggak mau kehilangan dia" ucap Aufar. Lalu nggak lama, telfon pun di matikan.


Tutt..


Tutt..


Tutt..


Rendra tampak berfikir sebelum memutuskan sesuatu.


"Jamuan penting? Apa itu berarti tiwi akan di jodohkan?" rendra mencoba menerka-nerka.


"Oke, aku akan ikut bersama mu tiwi. Tunggu aku!!" gumam nya, sambil berjalan kearah lemari.


🍃🍃🍃

__ADS_1


Maaf guys, author udah lama banget gk update cerita nya. Jangan kesal ya sama author yaa.. 😊😊


Jangan lupa di Like, coment, vote Sebanyak banyak nya. Di beri gift yg banyak, author malah semakin cinta sama Kalian 💜💜


__ADS_2