Presdir ku Suami ku

Presdir ku Suami ku
Meminta izin pada dokter


__ADS_3

Hari sudah malam, dan waktu nya untuk makan malam bersama dengan sang istri yg sedang ngambek. Sekar benar-benar sedang ngambek dengan suami nya, sampai-sampai dia tidak ingin makan malam bersama dengan suami nya, dan memilih makan di kamar setelah suami nya selesai makan nanti.


Bi sur memanggil aufar di kamar nya, dan memberitahukan bahwa makan malam sudah selesai. Aufar tadi nya tidak ingin menjawab panggilan dari bi sur. Tapi dia teringat dengan ucapan sekar, dan akhir nya aufar membuka pintu kamar dan bicara dengan ramah. Hal itu sontak membuat bi sur terkejut sekaligus senang liat tuan nya sangat baik pada nya.


“Tuan, makan malam sudah siap. Tuan sama nyonya bisa langsung makan sekarang.” Bi sur gugup saat memanggil aufar dan sekar.


“Iya bi, terimakasih. Sebentar lagi saya turun ke bawah.” Aufar membuka pintu dan berkata dengan sangat ramah pada bi sur.


“I-Iya tuan, sama-sama.” jawab bi sur dengan gugup.


Bi sur pun langsung pergi dari kamar tuan nya. Aufar langsung menutup pintu kamar nya dan mengetuk pintu kamar sebelah yg dia yakin bahwa istri nya juga pasti ada disana.


“Sekar.. kita makan malam dulu yuk..” aufar mengetuk pintu dengan pelan sambil menyandarkan lengan kanan nya di pintu, dan menyilangkan kan kaki kanan nya ke kaki sebelah nya.


“Sekar.. udah dong jangan ngambek. Wanita itu bukan siapa-siapa kok..dia itu Cuma gambar biasa doang.. teman aku itu orang nya jail, jadi kamu jangan terlalu menanggapinya. Ayolah sayang keluar, nanti kamu bisa sakit kalau nggak makan..” di dengar nya sekar tidak menjawab, aufar langsung membuat alasan agar istri nya mau membukakan pintu nya.


“Kamu aja duluan makan. Aku malas makan sama kamu mas.” Sahut sekar dari dalam kamar.


“Yaudah, kalau kamu nggak mau makan, mas juga nggak mau makan. Lebih baik mas masuk lagi ke kamar.” Aufar langsung berjalan kearah kamar nya lagi.


Sekar melihat aufar dari lubang pintu, dan melihat apakah suami nya itu benar balik ke kamar nya atau hanya pura-pura aja. Dan ternyata setelah di lihat, aufar benar-benar pergi ke Kamar nya lagi.


“Aku kira dia Cuma bisanya mengancam doang, ternyata dia benaran masuk ke kamar. Bagus deh.” Sekar tidak terlalu menghiraukan suami nya yg nggak makan. Dan balik ke atas kasur sambil main handphone.

__ADS_1


“Iss, nambah pikiran orang aja deh. Tinggal makan aja pun susah. Dasar playboy cap buaya. Manusia yg nggak pernah peka!” sekar sebenarnya nggak tega jika harus membiarkan suami nya nggak makan. Akhirnya dia mengalah dan berjalan menghampiri suami nya di kamar mereka.


Saat sekar menerobos masuk kedalam kamar, dia di kagetkan oleh suami nya yg sedang berganti celana. Sontak membuat nya berteriak.. Aufar yg merasa malu melihat istri nya berteriak langsung mengejar nya dan menutup mulut istri nya. Tanpa sadar, celana yg mau di pakai aufar belum sempat terpakai, dan sekarang kondisi nya hanya menggunakan ****** ***** doang. Sekar yg melihat nya langsung menutup mata nya.


“Aaaaa!!!” sekar berteriak sambil menunjuk arah sensitif suami nya.


“Hey, jangan teriak..” aufar mengejar sekar dan menutup mulut nya. dia melihat mata sekar yg masih melotot dan menunjuk kearah bawah tubuh nya. lalu dia melihat kearah bawah, ternyata aufar belum memakai celana nya. Aufar yg menyadari nya langsung menggeser sekar dan menutup pintu dan mengunci nya, takut jika pelayan dirumah datang ke kamar mereka.


“Kamu ini, teriak-teriak kayak gitu.” Aufar melepaskan tangan nya dari mulut istri nya.


“Celana kamu mana? Pakai dulu sana.” Sekar menyuruh aufar memakai celana nya sambil terus menutup matanya.


“Biarin aja kamu lihat. Kan kamu istri aku..” bukan nya di pakai aufar malah senyum-senyum sumringah di depan sekar.


Sekar yg tidak bisa menahan tubuh nya saat ditarik aufar, terjatuh ke pelukan suami nya. Dengan tiba-tiba sekar merasa jantung nya sekarang lagi main dram di dalam. Sekar menelan saliva nya dengan berat. Tiang monas punya suami nya juga sudah berdiri dengan tegak, aufar yg berhasil merangkul istri nya itu langsung mengambil kesempatan untuk bersiap mencium istri nya. Sekar menyadari bahwa ada yg sudah menegang di area bawah, dia langsung ingin melepaskan tubuhnya dari pelukan aufar. Tapi aufar malah semakin menahan tubuh sekar.


“Biarkan seperti ini dulu. Mas mohon..” aufar menatap wajah sekar dengan dalam.


“Mas, nanti ada yg liat, aku malu..” sekar mencoba membuat alasan agar lepas dari pelukan suami nya.


“Nggak akan ada yg liat. Kamar nya udah mas kunci tadi.” Aufar menatap bibir sekar, dan rasanya dia sudah tidak sabar untuk ******* nya.


“Tadi mas mau makan kan? yaudah ayo kita makan.” Sekar masih berusaha melepaskan diri nya dari pelukan aufar.

__ADS_1


“Apa kamu masih marah sama mas?” tanya aufar memastikan.


“Enggak. Sekar udah nggak marah, asal mas lepasin sekar.” pinta nya.


“Mas akan lepasin kamu, asal kamu janji nanti malam tidur di kamar ini.” Aufar rasanya sudah sangat tidak bisa menahan nya, tapi apalah daya, merayu sekar bukan lah seperti merayu wanita lain.


“Em,, iya sekar janji.” Akhir nya sekar mau di ajak tidur sekamar.


Aufar pun langsung melepaskan pelukan nya, lalu tersenyum dan bilang terima kasih. Sekar langsung keluar kamar dengan perasaan malu dan sekaligus bahagia karena aufar sudah mulai sedikit memperhatikannya. Aufar juga langsung memakai celana nya dan bersiap turun untuk makan malam bersama istri nya. Tapi tiba-tiba aufar teringat sama pesan dokter kemarin, dia pun langsung menelphone dokter untuk meminta izin agar bisa menyentuh istri nya malam ini, rasanya dia sudah tidak sabar lagi.


“Hallo dok, Saya Aufar Rafello Sanjaya.” Sapa nya melalui telephone.


“Oh, iya bapak suami nya bu sekar?” tanya dokter memastikan.


“Iya dok. Begini dok, dokter kan tau ya, tidak ada suami yg bisa menahan nafsu nya jika sedang bersama istri nya dalam satu tempat tidur. Nah, kemarin kan dokter melarang saya untuk tidak menyentuh istri saya selama sebulan. Tapi dok, rasanya saya nggak bisa menahan nya dok.. bisa kan dok kalau misalkan malam ini saya menyentuh istri saya dok..please dong dok..boleh kan dok?” tanya aufar dengan frustasi.


“Ya ampun pak, saya mengerti kok dengan kegelisahan yg bapak rasakan saat ini. Ya sebenar nya semua itu tergantung dari fisik istri bapak. Tapi seharusnya memang minimal dalam waktu 2-3 minggu pasca keguguran belum di perbolehkan untuk berhubungan sexual, karena takut akan menyebabkan infeksi pada rahim istri bapak. Karena kondisi leher rahim masih terbuka lebar untuk mengeluarkan sisa janin yg gugur.” Dokter menjelaskan dengan detail sambil tersenyum di sebrang sana.


“Begitu ya dok? Baiklah dok kalau begitu. Terimakasih banyak sudah memberitahukan informasi ini. Selamat malam dokter.” Aufar langsung pamit pada dokter itu dan menutup telfon nya. Dia berjalan kearah dapur untuk makan malam bersama istri nya.


***Seru nggak nih...😁 ojo baper sama mereka yoo...


jangan lupa like yg banyak ya para readers ku tersayang...

__ADS_1


di vote juga yg banyak***...


__ADS_2