Presdir ku Suami ku

Presdir ku Suami ku
Ada apa dengan nya??


__ADS_3

Pagi ini sekar bangun lebih awal, karena semalaman dia nggak bisa tidur dengan nyenyak, dia terus memikirkan ucapan rendra kemarin. Dia bingung harus apa sekarang, dulu dia sempat menyukai bos nya, namun karena hal itu, dia juga nggak tau bagaimana dengan perasaan nya sekarang.


Saat sekar sedang membersihkan rumah nya, tiba-tiba perut sekar terasa mual, mungkin karena tadi malam sekar telat makan malam, jadi masuk angin. Dia coba untuk minum air hangat agar tidak mual. Sudah dua kali sekar mual dan memuntahkan isi perut nya ke wastafel, dan tiba-tiba sekar merasa pusing. Akhir nya dia memutuskan untuk istirahat sejenak sebelum lanjut beraktifitas lagi. Sekar memberanikan dirinya untuk menghubungi rendra, karena dia mau minta tolong pada rendra agar membeli obat untuk nya di apotik.


Tuuttt…Tuuttt.. (suara dering di telfon)


“Assalamualaikum sekar.. ada apa pagi-pagi nelfon mas?” rendra mengangkat telfon sekar dengan bahagia.


“Mas, boleh nggak sekar minta tolong sama mas?” Tanya sekar di telfon.


“Boleh dong..minta tolong apa?” Tanya rendra dengan penasaran.


“Minta tolong belikan obat di apotik mas, kayak nya sekar masuk angin deh mas, karena dari kemarin malam sekar selalu telat makan. Kepala sekar juga terasa sangat pusing sekali mas.” sekar memberitahukan kondisi nya dengan mantan kekasih nya itu.


“Tuh kan, kamu selalu aja seperti itu, padahal mas sering banget cerewetin kamu untuk nggak telat makan, nih malah suka telat makan, jadi nya masuk angin kan..” sebegitu perhatian nya rendra pada sekar, sehingga saat sekar mendengar ocehan dari rendra, tanpa ia sadari air mata nya menetes karena terharu.


“Iya, sekar janji mas, nggak akan telat makan lagi. tapi tolong sekar ya mas..” pinta nya dengan suara yg berat Karena menahan mual nya.


Uwweekkk…Uweekkk.. (suara muntahan)


“Sekar.. kamu kenapa? Kamu nggak apa-apa kan? sekar..” rendra memanggil sekar berulang-ulang, namun sayang hp sekar sengaja di tinggal begitu saja di atas tempat tidur, karena dia sudah tidak tahan ingin mengeluarkan isi perut nya itu.


“Oke, mas kesana sekarang ya..” ucap nya dengan menutup telfon nya, dan langsung bergegas keluar membelikan obat untuk sekar.


Setelah 15 menit rendra keluar rumah, dia pun sampai di depan apotik 24 jam. Rendra langsung bertanya kepada petugas apotik obat apa yg sesuai dengan yg sekar alami sekarang.


“Permisi mbak, saya mau beli obat masuk angin ada nggak ya mbak?” Tanya rendra dengan terburu-buru.


“Gejala nya seperti apa saja pak?” Tanya apoteker untuk memastikan jenis obat apa yg akan di berikannya.


“Seperti nya dia mual-mual gitu mbak, kira-kira sudah tiga kali dia mual, dan kepala nya terasa sangat pusing, bahkan sekarang sudah lemas banget mbak..” dia menjelaskan apa yg dirasakan sekar saat ini.


“Mohon maaf pak, apa orang yg bapak maksud sudah menikah?” Tanya apoteker.


“Memang nya kenapa mbak?” bukannya menjawab, rendra malah balik nanya lagi pada apoteker nya.


“Begini pak, jika orang yg bapak maksud sudah menikah, besar kemungkinan itu bukan lah sekedar masuk angin biasa, bisa jadi orang tersebut sedang mengandung, dan saat ini sedang mengalami Morning Sickness pak.” apoteker itu menjelaskan kondisi yg di maksud rendra barusan.

__ADS_1


“Apa itu morning sickness mbak?” Tanya rendra dengan penasaran.


“Morning Sickness itu biasa terjadi saat hamil, meskipun begitu, kondisi yg di alami seperti sekarang tidak hanya terjadi di pagi hari, tetapi bisa terjadi di siang, sore maupun malam hari pak.” apoteker menjelaskan dengan detail.


“Apa itu bahaya mbak?” Tanya nya lagi.


“Itu sama sekali tidak bahaya pak, hanya saja morning sickness yg di alami istri bapak agak sedikit mengganggu aktifitas istri bapak setiap hari nya. Dan bapak jangan khawatir, saya akan memberikan vitamin untuk istri bapak, agar tidak lagi merasa lemas setelah muntah-muntah.” petugas itu mengira bahwa yg di maksud rendra adalah istri nya.


“Begini mbak, karena kami baru menikah, saya nggak tau apakah istri saya bener hamil atau tidak, nah bagaimana cara nya agar saya bisa tau istri saya hamil atau tidak, mbak?” rendra terpaksa berbohong hanya untuk memastikan kondisi yg sebenar nya.


“Saya akan berikan alat tespack kehamilan, dan itu bisa istri bapak gunakan agar tau apakah istri bapak hamil atau tidak” ucap nya dengan jelas.


“Oh begitu ya mbak, oke berikan saya tespack kehamilan itu tiga mbak, sama sekalian vitamin nya juga ya mbak.” Ucap nya.


Setelah rendra selesai membeli obat untuk sekar, dia langsung menuju kerumah sekar untuk memberikan nya pada sekar. Tapi ada sedikit kegundahan dalam hati nya, karena mendengar penuturan dari apoteker itu kalau yg di alami sekar adalah kehamilan tahap awal.


“Ya allah.. apa yg harus aku lakukan sekarang? Bagaimana kalau ternyata sekar beneran hamil?” rendra mengusap wajah dengan kasar, dia seakan frustasi karena tidak bisa melindungi sekar lagi.


10 menit kemudian, rendra sudah sampai di depan rumah sekar. Saat ini hari sudah menunjukkan pukul 05.30 wib.


“Assalamualaikum..” rendra langsung masuk kedalam tanpa mengetuk pintu sekar terlebih dahulu. Karena di jalan tadi, rendra sudah meminta sekar agar tidak mengunci pintu nya.


“Mana mas obat nya” sekar menengadahkan telapak tangan nya untuk meminta obat nya pada rendraa.


“Hem, begini sekar. Pas mas ke apotik tadi, mas sudah menjelaskan keadaan kamu seperti apa, dan kata apoteker itu, kemungkinan besar kamu bukan masuk angin, melainkan..” ucapan rendra menggantung, kerena rasanya dia tidak tega untuk mengucapkan nya.


“Melainkan apa mas? Kalau ngomong yg jelas dong mas, sekar jadi bingung dengan ucapan mas barusan.” Sekar bingung apa sudah di katakan rendra pada nya.


“Kemungkinan besar kalau kamu sekarang sedang mengandung anak nya aufar.” Sangat terasa berat saat rendra mengucapkan kata itu. Tapi mau tidak mau, dia harus tetap mengatakannya dan bisa menerima nya dengan ikhlas.


“Apa!!! Kamu ngawur ya mas.” Jawab sekar dengan kesal. Dia pikir ucapan rendra hanya sebagai alasan, agar sekar bisa langsung memutuskan untuk menikah dengan aufar.


“Buat apa mas berbohong sama kamu sekar? Ini mas bawakan alat tespack kehamilan, dan coba kamu gunakan sekarang juga” rendra meminta sekar untuk menggunakan alat itu untuk memastikan apakah bener sekar sedang hamil atau nggak.


Dengan rasa ragu, sekar mengambil alat itu untuk dia coba. Rendra dengan setia menunggu hasil dari alat itu, dia mondar mandir kesana-kemari, rasa nya dia gelisah sekali saat apoteker itu mengira kalau yg di alami sekar bukan sekedar masuk angin biasa, melainkan kehamilan.


15 menit kemudian, sekar keluar dari kamar mandi, dan menghampiri rendra yg sudah menunggu nya. Raut wajah sekar sangat tidak bisa tergambarkan oleh rendra.

__ADS_1


“Bagaimana hasil nya?” rendra langsung menghampiri sekar dan memegang kedua bahu nya, dari raut wajah nya terlihat kekhawatiran yg sangat mendalam terhadap sekar.


“Mas..” ucap nya dengan lirih, dia nggak sanggup untuk melihat wajah rendra.


“Kenapa? Bagaimana hasil nya sekar?” rendra bertanya lagi dengan nada cemas, karena dia melihat mata sekar yg sudah berkaca-kaca.


“Ini mas.” Sekar memberikan alat tespack itu pada rendra.


“Garis dua, tanda nya apa? Mas sama sekali tidak mengerti sekar.” Dia melihat alat itu dengan tanda garis dua, namun dia tidak mengerti maksud dari tanda itu.


“Itu tanda nya, saat ini sekar sedang hamil mas..” sekar sudah tidak bisa menahan tangis nya lagi. dia bingung apakah ini tangisan bahagia atau tangisan kesedihan.


“Apa?” bak petir yg sedang menyambar dirinya, begitu pula yg dia rasakan sekarang.


Rendra langsung memeluk sekar dengan erat. Dia mencoba untuk menguatkan sekar, mencoba membuat nya tetap tenang. Padahal yg dirasakan rendra saat ini jauh lebih terpukul dengan melihat hasil kehamilan itu. Hati rendra serasa hancur, karena sudah gagal menjaga sekar, walau pada akhir nya sekar akan menikah dengan kakak nya, tapi rasa kekecewaan yg rendra rasakan saat ini sangat terlihat jelas. Tapi dia berusaha untuk tetap tenang dalam menghadapi kenyataan ini. Agar sekar tidak merasa stress dengan apa yg sudah terjadi padanya.


“Bagaimana ini mas?” sekar bertanya pada rendra, seakan dia tidak tau apa yg harus dia lakukan sekarang.


“Kamu tenang ya, dalam waktu dekat ini kak aufar melamar kamu, dan kamu bilang aja sama dia tentang kondisi kamu sekarang, insyaAllah dia pasti bahagia mendengar berita ini. Kamu harus yakin itu sekar..” rendra mencoba berkata dengan lembut pada sekar, agar dia tidak memikirkan hal-hal yg buruk.


“Bagaimana jika dia tidak menerima bayi ini mas?” sekar melepaskan pelukan nya dari rendra, dan menatap mata rendra dengan teduh.


“Itu tidak akan terjadi sekar. Dia yg sudah menciptakan masalah, dia juga yg harus bertanggung jawab atas masalah yg sudah terjadi. Dan mas jamin, dia pasti akan menerima bayi kamu. Karena dia adalah ayah dari bayi ini.” Ucap nya dengan tegas.


“Mas, sekar mau minta sesuatu sama mas, boleh?” Tanya sekar pada rendra.


“Apa?” jawab rendra dengan lembut.


“Jika pak aufar tidak mau mengakui bayi ini, apakah mas bersedia untuk menjadi ayah dari bayi ini?” Tanya sekar dengan serius.


“Kamu bicara apa sih sekar? Tidak mungkin jika dia tidak menerima bayi ini” dalam hati nya sangat ingin menjadi suami dan ayah dari bayi yg di kandung sekar, tapi dia tidak boleh egois, karena bayi ini masih punya ayah yg seharus nya menjadi ayah nya.


“Jika dia tetap tidak mau mengakui nya, bagaimana mas?” sekar bertanya lagi, untuk memastikan jawaban dari rendra apa.


“Mas akan nikahi kamu, dan menjadi ayah dari bayi ini. Mas akan menjaga kamu sebisa nya mas, mas akan bahagiakan kamu semampu nya mas. Cuma itu yg bisa mas lakukan untuk kamu.” Rendra mengatakan nya dengan sangat tulus.


“Terimakasih mas..” sekar memeluk rendra dengan sangat erat.

__ADS_1


***hy readers yg budiman...gimana nih, seru gk sih cerita nya?? maafin author yg masih belajar meniti masa depan ya...eaakkkk🤭


jgn lupa di like loh..di baca dengan tenang ya para readers ku semuaa🤗🤗***


__ADS_2