Presdir ku Suami ku

Presdir ku Suami ku
Gagal Gol


__ADS_3

“Hallo sayang..” dengan bahagia aufar menyapa istri nya dan mencium pipi kiri istri nya.


“Iss, apaan sih mas. Malu tau sama bi sur..” sekar yg mendadak dapat ciuman dari suami nya, langsung malu saat bi sur sempat melihat nya tadi.


“Ih, kenapa sih kamu. Di cium suami sendiri malu.” Ucap nya dengan sewot.


“Oh iya, tadi mas uda telfon dokter untuk memastikan keadaan kamu.” Aufar mengatakannya dengan sedikit semangat.


“Terus? Dokter bilang apa?” tanya sekar dengan penasaran.


“Dokter bilang…Fisik kamu sangat baik, dan kita bisa gitu-gitu sayang..” bisik nya pada sekar. Tapi sebenar nya dia sudah berbohong pada sekar.


“Iss, apaan sih mas gitu-gitu.” Pipi sekar langsung memerah karena malu.


“Seperti video yg dikirim teman mas tadi itu loh.” Aufar geram liat istri nya yg terlalu polos.


“Nanti itu di bicarakan, sekarang waktu nya makan.” Sekar langsung menghentikan obrolan nya dan mengambil nasi untuk suami nya.


“Tapi nanti kamu mau kan?? mau ya, mau..please..” aufar sudah seperti anak kecil yg memohon di kasih permen dari ibu nya.


“Auk ah mas. Sekar mau makan dulu.” Sekar menolak untuk menjawab nya, dan memilih untuk menyantap makanan nya.


“Iya deh, mas makan.” Dengan semangat 45 aufar memakan makanan yg dibuat bi sur untuk mereka. Karena pikir nya sebentar lagi aufar akan menyantap istri nya dengan rakus.


***


Setelah makan malam selesai, aufar langsung menuju ke kamar dan menunggu sekar yg dari tadi masih sibuk di dapur.


“Ya tuhan, lama banget sih dia..” aufar mondar mandir nggak menentu Karena dia sedang menunggu istri nya datang ke kamar.


Sudah hampir setengah jam sekar berada di dapur, karena dia ingin membantu meringankan pekerjaan bi sur. Setelah selesai membantu bi sur, sekar naik ke atas dan kembali ke kamar.


Sekar sebenar nya juga merasa sangat gugup saat ini. Walaupun dia sudah merasakan ganas nya aufar saat di kasur, tapi rasanya berbeda dari yg dulu. Mungkin kalau dulu dia seperti di paksa, tapi kalau sekarang dia harus benar-benar memantapkan hati nya agar ikhlas menerima suami nya.

__ADS_1


“Ya allah gimana ini..rasanya sangat gugup. Darah aku juga masih keluar, walaupun tinggal sedikit” Sekar melihat suami nya menyandarkan punggung nya diatas kasur. Dia pun mengambil handphone nya dan memberanikan dirinya untuk ikut duduk di atas kasur.


“Kamu udah selesai di dapur?” tanya aufar memastikan.


“Udah. Udah selesai.” Jawab sekar dengan gugup.


“Oh…baguslah.” Jawab aufar singkat.


“Sekar.” aufar memanggil nya dengan pelan sambil melirik kearah istri nya.


“Ya mas.” Sekar menjawab tanpa melihat aufar.


“Kamu tau nggak kenapa tadi siang mas mandi air dingin?” aufar memberitahukan alasan kenapa dia bersikap aneh siang tadi.


“Enggak.” Jawab nya singkat.


“Kamu kan tau mas itu seperti apa orang nya. dan selama mas nikah sama kamu, mas selalu berusaha untuk menahan hawa nafsu mas. Dan entah kenapa, setiap mas liat kamu tidur-tiduran tadi siang, tiang monas mas langsung berdiri tegak.” Aufar menceritakan maksud nya.


“Maksud mas, yg di maksud tiang monas itu adalah ini.” Aufar menarik nafas nya dengan dalam dan menunjukkan area sensitive nya.


“Ih mas, malu tau.” Sekar malu dan membuang wajah nya ke sebelah.


“Kamu malu kenapa? Kan mas suami kamu.” Aufar merubah posisi duduk nya dan mengahdap kearah sekar.


“Iya, sekar malu mas.” Sekar masih menundukkan wajah nya kebawah.


“Sekar, mas kan udah pernah bilang, kalau mas mau berubah demi kamu dan calon bayi kita. Tapi ternyata tuhan lebih menyayangi bayi kita. Itu tanda nya kita harus cetak yg baru lagi, biar ada bayi kedua di perut kamu. Kamu mau kan?” tanya aufar dengan pelan sambil menggenggam kedua tangan sekar.


“Tapi mas..” saat sekar ingin melanjutkan ucapan nya, aufar langsung menutup mulut sekar dengan jari telunjuk nya.


“Sssttt!! Mas mohon sekar, apa kamu tega menyakiti tiang monas mas?” aufar memanyukan bibir nya saat memohon pada istri nya.


“Enggak..” jawab nya asal.

__ADS_1


“Yaudah ayukk..” ajak nya dengan nada yg manja. Sekar langsung menganggukkan kepala nya yg berarti setuju. Aufar pun langsung tersenyum.


Aufar mendekatkan bibir nya ke bibir sekar, dengan pelan dia mencium bibir sekar. perlahan dia ******* bibir manis istri nya. Sekar yg sudah merasa lelah dengan penolakan nya selama ini, berusaha menerima aufar sebagai suami nya. Dia pun membalas ciuman dari suami nya itu. Aufar yg menyadari bahwa istri nya sudah menerima nya langsung menjatuhkan tubuh sekar di atas kasur.


“Terimakasih karena kamu sudah mau menerima mas kembali. Mas sayang sama kamu, sekar.” aufar memberi jeda pada ciuman nya dan mengatakan perasaan nya pada sekar.


“Iya mas, sekar akan terima mas apa adanya.” Jawab nya. aufar pun melanjutkan ciuman nya kembali.


Aufar mematikan lampu kamar, dan menghidupkan lampu yg ada di meja nekas nya. Tiba-tiba sekar menghentikan aufar yg hendak menyentuh tubuh nya.


“Mas, lebih baik kita berdoa terlebih dahulu, agar kita diberikan allah anak yg sholih dan sholiha.” Aufar lupa karena dia memiliki istri yg mengerti agama.


“Yaudah, kamu yg tuntun mas ya..” ucap nya karena setuju. Mereka pun duduk dan berdoa bersama.


“Bismillahirrahmanirrahim.. Allahumma janibnasyaithanna wa janibnisyathanamarazaqna.”


“Artinya, Dengan nama Allah. Ya Allah, jauhkanlah kami dari gangguan syaitan dan jauhkanlah syaitan dari rezeki (bayi) yg akan engkau anugrahkan pada kami.” Sekar selesai berdoa.


Dan akhir nya mereka melakukan for play sebelum mencetak gol. Dan disaat aufar ingin mencetak gol, tiba-tiba sekar menolak, karena ragu.


“Mas, maafin sekar. Kayak nya sekar belum siap mas, darah sekar juga masih keluar walaupun tinggal sedikit. Besok sekar tanya langsung aja sama dokter ya mas.” Sekar tiba-tiba menolak saat aufar sudah ingin mencapai ******* nya.


“Sayang, tiang monas mas rasanya sudah hampir mencapai ******* nya loh..lah kalau nggak di gol kan gimana? Nanti bisa sakit tiang monas nya sayang..” aufar memelas pada sekar.


“Yaudah sini sekar bantu keluarin.” Sekar membantu aufar untuk mengeluarkan hasrat nya, dia menggunakan tangan dan menggosok-gosok nya dengan kencang, sehingga suami nya mencapai *******, walaupun rasanya tidak seenak saat langsung masuk ke gawang.


Aufar kini tergulai lemas di kasur karena tidak mendapat servis plus-plus dari istri nya. Namun dia bisa apa? Karena dari tadi dia juga sudah membohongi istri nya agar dia bisa menunaikan nafsu nya.


“Hemm, kapan sih kamu bisa sembuh total pasca keguguran kemarin?” tanya aufar dengan frustasi.


“Sabar ya mas. Nanti kalau sudah pulih, pasti sekar bilang kok.” Sekar mencoba menenangkan suami nya agar tidak merasa bersedih.


Jangan lupa di like yg banyak..di vote, di kasih hadiah jugaa..oke sayang...🤗

__ADS_1


__ADS_2