
Aufar membantu sekar untuk beristirahat di dalam kamar hotel yg sudah di hias bak kamar pengantin. Saat mereka memasuki kamar nya, sekar dibuat kagum dengan hiasan indah yg penuh dengan bunga mawar dan bunga anggrek sebagai hiasan meja nakas nya. Aufar yg melihat begitu banyak hiasan bunga di atas kasur berwarna putih itu sudah biasa bagi nya. Dia tidak terlalu menanggapi ekspresi sekar yg sudah sah menjadi istri nya itu. Aufar langsung kearah lemari untuk mengambil kaos yg akan ia kenakan.
“Pak, ini kamar nya?” tanya sekar dengan polos.
“Ya, menurut kamu gimana? Apa kamu mau saya pindahkan ke kamar sebelah?” aufar sengaja memancing sekar untuk marah.
“Nggak perlu pak, saya rasa kamar ini lebih bagus” ucap sekar sambil menyunggingkan bibir nya keatas.
“Yaudah kalau gitu.” Jawab aufar dengan santai.
Aufar pun langsung merebahkan tubuh nya di atas kasur. Rasanya hari ini sangat lah melelahkan pikir nya. Sekar duduk di atas meja rias untuk membuka riasan yg menempel di kepala nya, tapi tidak membuka hijab nya. Aufar kembali berdiri saat dia melihat sekar sedang kesusahan membuka riasan kepala nya, jadi aufar berniat untuk membantu nya.
“Sini, biar saya bantu” aufar menawarkan pertolongan.
“Terimakasih pak..” jawab nya dengan gugup.
“Ini pasti berat ya?” tanya aufar sambil berusaha membuka nya.
Seperti nya ada yg menyangkut di bagian hijab depan nya. aufar pun tanpa ragu langsung berbalik arah menghadap wajah sekar dan sedikit berjongkok. Sekarang wajah mereka sangat berdekatan, sekar yg melihat aufar sudah di hadapan nya langsung merasa gugup dan malu. Aufar juga menyadari kalau istri nya saat ini sedang malu saat dia menatap sekar begitu jelas.
“Benar-benar cantik” ucap nya dalam hati, sambil terus membuka riasan sekar yg nyangkut di hijab nya.
“Sudah selesai..” aufar berdiri dengan gugup.
“Yaudah, mending kamu bersih-bersih dulu sana.” Permintaan aufar membuat sekar menjadi malu dan canggung.
“Tapi pak..” sekar ingin mengatakan bahwa dia masih malu jika harus berganti pakaian di depan suami baru nya itu.
“Tapi apa? Ohh, kalau mau berganti pakaian kan bisa di kamar mandi. Tapi kalau kamu mau ganti nya di depan saya juga nggak apa-apa, dengan senang hati.” aufar menggoda sekar sambil tersenyum manis.
“Ih, apaan sih pak..” sekar langsung membalikkan badan nya dengan perasaan malu.
“Yaudah pigi sana, masuk.” Aufar sengaja mengusir sekar, jangan sampek junior nya bangun karena melihat sekar yg begitu bergairah bagi bos junior nya itu.
__ADS_1
Setelah sekar membersihkan tubuh nya, dia pun berdiri di depan cermin. Hijab yg masih menempel indah di kepala, tidak ingin dia buka di hadapan aufar, walaupun sudah berstatus sebagai istri yg sah. Tapi tetap aja sekar masih belum terbiasa akan hal itu. Mungkin waktu itu aufar juga sudah melihat seluruh tubuh nya sekar, tapi kali ini rasa nya pasti berbeda.
Karena waktu sudah menunjukkan untuk sholat ashar, sekar juga sudah mengambil air wudhu setelah mandi tadi, jadi dia bersiap untuk sholat ashar.
“Pak, apakah bapak tidak berniat untuk mandi? Kan sudah sore juga, dan pasti rasanya sangat risih karena seharian berkeringat.” Sekar meminta aufar untuk membersihkan diri nya.
“Kamu ini, sudah sah menjadi istri saya pun manggil nya pak juga. Kan nggak enak di dengar orang-orang nanti. Dikira orang nanti saya bos kamu.” Sewot aufar karena sekar masih saja mamanggil nya dengan sebutan pak.
“Terus saya harus manggil apa sama bapak?” tanya nya dengan sewot.
“Ya apa gitu, kira-kira yg pantas buat saya.” Ucap nya sambil berjalan mengambil handuk di dalam lemari.
“Apa ya? kan nggak mungkin aku manggil dia sayang. Ihh ogah deh.” Ucap nya dalam hati sambil kegelian sendiri.
“Pokok nya selesai saya mandi nanti kalau kamu masih manggil saya pak, awas aja kamu ya.” ancam aufar dengan menunjuk jari telunjuk nya kearah sekar.
“Ih, tau nya ngancam doang.” Jawab sekar dengan sewot.
“Jangan lupa nanti sekalian ambil wudhu nya ya..karena sudah mau masuk waktu ashar, habis mandi kan bisa langsung sholat” Teriak sekar.
“Jadi kamu sudah ambil wudhu ya?” aufar kembali lagi ingin menggoda sekar. Dia pun jadi berniat ingin mengganggu sekar.
Aufar berjalan dengan pelan menghampiri sekar yg ingin memakai mukena.
“Pak, bapak mau apa kesini? Kan tadi bapak sudah masuk kamar mandi.” Sekar terkejut saat aufar ingin mendekati nya.
“Pak, jangan dekat-dekat pak..” kali ini sekar malah semakin ketakutan jika aufar menyentuh nya, karena akan membuat wudhu nya menjadi batal.
“Paakkk!!! Jangan sentuh saya..” aufar yg jail ingin menyentuh lengan sekar dengan jari telunjuk nya, sontak membuat sekar berteriak keras.
“Hahaha” bukan nya berhenti, aufar malah semakin bersemangat mengganggu sekar.
“Pak..Jangan..” sekar berteriak sambil berlari menghindar aufar yg ingin menyentuh nya.
__ADS_1
“Hahaha sini kamu..” aufar juga balik mengejar sekar yg berlari menghindarinya.
Maka terjadi lah kejar-kejaran diantara mereka. Saat sekar berjalan mundur dengan pelan, sambil memohon pada aufar agar tidak mengejar nya lagi, tiba-tiba kaki sekar tersandung meja saat menghindar dari tangkapan aufar, aufar melihat sekar yg hampir terjatuh, langsung menangkap nya, tapi sayang saat menangkap sekar, kaki nya terpleset dan akhir nya mereka berdua pun terjatuh. Tatapan mereka berdua bertemu dengan sangat dekat, hembusan nafas sekar juga sangat terasa di wajah tampan aufar. Aufar merasa sangat tenang saat menatap wajah istri nya dari dekat. Sekar merasa malu karena di tatap oleh aufar begitu dalam. Dan bahkan dia juga bisa merasakan benda yg di bawah perut nya seperti ada yg mengeras, sekar langsung menutup mata nya.
Aufar mendekatkan bibir nya kearah bibir nya sekar. Saat sudah sangat dekat, tiba-tiba aufar berdiri dan mengomel pada sekar.
“Ih, kamu ini. Pakek nutup mata segala, kamu kira saya selera liat kamu.” Aufar gengsi untuk mengakui bahwa dia bahkan sangat nafsu saat melihat bibir sekar tadi.
“Gara-gara kamu ya, wudhu saya jadi batal. Sudah sana, saya mau ambil wudhu lagi.” sekar lebih marah karena aufar sudah membatalkan wudhu nya.
Aufar yg mendengar ocehan istri nya itu langsung senyum-senyum sendiri. Saat ini sekar sedang berada di kamar mandi untuk mengambil wudhu lagi. Tiba-tiba perut sekar terasa kram, dia langsung kesakitan karena perut nya terasa sangat sakit.
“Aww!!” sekar berteriak dari dalam kamar mandi. Aufar yg mendengar nya langsung bergegas ke kamar mandi untuk melihat apa yg terjadi pada sekar.
“Sekar, kamu kenapa?” tanya aufar dengan panik.
“Pak, perut saya sakit sekali..” sekar mengeluh sambil memegang perut nya. Tanpa minta izin dari sekar, aufar langsung menggendong istri nya untuk di letakkan nya di atas kasur.
“Mana yg sakit?” dengan panik, aufar langsung menyentuh perut sekar.
“Yg ini pak, saya nggak tau kenapa bisa sakit.” Sekar menunjukkan perut nya yg sakit.
“Apa karena jatuh tadi?” tanya aufar memastikan.
“Ya allah pak, bayi kita..mungkin dia kesakitan karena tadi bapak juga menimpa saya. Gimana ini pak?” sekar langsung teringat bahwa dia sedang mengandung.
“Ya tuhan..kenapa bisa aku nggak teringat kesitu..maafin saya ya sekar, saya yg salah, saya nggak sadar kalau ada anak kita di perut kamu..maafin saya ya sekar..” aufar memegang jemari sekar, sambil menundukkan kepala nya dan meminta maaf pada sekar.
“Yaudah pak nggak apa-apa, nama nya juga nggak sengaja.” Sekar langsung memaafkan suami nya.
“Aww!! Sakit sekali pak..” sekar meraung kesakitan.
“Yaudah, sekarang kita ke rumah sakit aja.” Aufar langsung menggendong sekar dan membawa nya kerumah sakit.
__ADS_1