
Perkataan tiwi siang tadi, membuat sekar merasa gelisah. Setelah sekar dan tiwi pulang, ternyata Aufar sudah lebih dulu sampai di hotel. Sekar yg merasa sangat lelah, dia pun menjatuhkan tubuh nya di atas sofa. Aufar yg sedang asyik bermain dengan handphone nya, langsung duduk melihat istri nya yg sedang kelelahan.
"Capek banget kayak nya. Habis belanja apa aja sayang?" tanya Aufar seraya mengelus lembut rambut istri nya.
"Banyak banget deh pokok nya. Maaf ya sayang aku ngabisin duit kamu.." sekar merasa nggak enak hati dengan suami nya, karena sudah menghabiskan uang suami nya.
"Iya nggak apa-apa.. asalkan kamu bahagia, mas juga akan bahagia. Uang kan bisa di cari lagi, tapi kebahagiaan kamu susah untuk mas cari" ucap Aufar dengan tulus.
"Makasih ya mas.. kamu baik banget sama aku.. aku jadi terharu deh.." sekar pun memeluk suami nya dengan manja.
"Uluh-uluh.. istri mas manja banget.." Aufar juga memeluk sekar dengan mesrah.
"Oh iya mas, aku punya berita bahagia buat kamu.." sekar mendongak kan kepala nya kearah atas, agar dia bisa melihat wajah suami nya.
"Apa itu sayang?" sebenarnya dia hanya pura-pura tidak tahu.
"Mas rendra akhir nya mau ikut pulang bareng kita mas.." jauh dari dugaan nya. Melihat ekspresi Aufar yg sedikit mencemaskan, sekar jadi ciut.
"Kamu marah ya mas?" tanya sekar dengan hati-hati.
"Kenapa harus panggil mas? Hem?" Aufar memajukan wajah nya agar lebih mendekat dengan sekar.
"Mas nggak suka kamu panggil dia dengan sebutan mas" ada sedikit penekanan di akhir kata nya.
"Jadi aku harus panggil dia apa mas? dari awal aku kan manggil dia itu" dengan enteng nya dia menjawab itu. Nggak tau apa, kalau saat ini suami kamu itu sedang cemburu..
"Panggil dia dengan sebutan adik ipar, bisa kan sayang? bisa dong.." pinta Aufar sedikit memaksa.
"A-adik ipar mas?" tanya sekar lagi.
"Iya sayang.. Adik ipar. Kamu harus ingat itu. Aku nggak mau kamu panggil dia mas, karena panggilan itu hanya untuk suami kamu yg tampan ini..Oke sayang.." belum sempat lagi sekar menjawab, Aufar sudah lebih dulu menyantap bibir nya. Dasar aufar, bilang aja kamu cemburu.. hehehe
***
"Huft.. Ada apa lagi sekar meminta ku untuk bertemu dengan nya di lobby sore ini" ucap rendra di sela-sela dirinya tengah membereskan barang-barang yg akan di bawa nya.
__ADS_1
Jadi tadi sekar sudah meminta rendra untuk bertemu dengan nya lagi di lobby sore ini. Tujuan nya hanya satu, dia ingin mengetahui apakah benar hal yg sudah terjadi pada tiwi itu karena ulah nya, atau memang rendra hanya membantu nya.
"Mas, aku ke lobby bentar ya, ketemu sama adik ipar dulu, karena ada hal penting yg ingin aku tanyakan sama dia" sekar meminta izin pada Aufar.
"Hal penting apa yg ingin kamu bicarakan dengan nya lagi, sayang.." kelihatan nya Aufar nggak rela jika istri nya bertemu lagi dengan mantan kekasih nya itu.
"Nanti setelah masalah nya selesai, aku janji bakal cerita ke kamu mas" biarlah sekarang ini sekar memberikan janji pada Aufar, walaupun dia juga sudah berjanji pada tiwi nggak akan menceritakan nya pada Aufar. Tapi jika memang ini bukan lah kesalahan rendra, sah-sah aja dong kalau sekar menceritakan masalah itu pada suami nya.
"Yaudah mas izinkan, tapi janji nggak lama ya. Mas nggak suka kamu dekat-dekat terus sama dia" dia pun merangkul pinggang sekar dengan sedikit memaksa, berulang-ulang dia menciumi wajah sekar tanpa ampun.
"Mas.. aku risih kamu ciumi terus.. iya aku janji nggak akan lama. Yaudah aku pigi ya mas" sekar berusaha lepas dari suami nya, dan langsung pamit keluar kamar.
Sekar pun langsung pergi menemui rendra yg mungkin sudah lama menunggu nya. Akibat ulah suami nya, akhir nya dia datang nggak tepat waktu.
"Ekhem.. Mas rendra" sekar menyapa rendra yg saat ini sedang membelakangi nya.
Rendra pun langsung berbalik badan menghadap sekar.
"Maaf mas udah nunggu aku lama. Tadi aku izin dulu sama mas Aufar" sekar merasa tak enak hati pada rendra.
"Nggak apa-apa, mas ngerti kok" rendra menjawab dengan tersenyum.
Sekarang mereka sudah duduk di sofa yg ada di lobby. Dengan duduk yg sedikit berjarak.
"Jadi gini mas, aku penasaran kenapa kamu bertanya tentang tiwi? apa sebelum nya kalian pernah bertemu?" sekar tidak ingin menuduh rendra sebelum mengetahui kejadian sebenar nya. Karena dia yakin jika hanya rendra lah yg bisa menjelaskan nya.
"Jadi kamu minta ketemu sama mas hanya untuk bertanya itu?" Sekar hanya mengangguk membenarkan. Rendra menarik nafas nya dengan berat.
"Oke, mas akan cerita semua nya sama kamu. Tapi kamu jangan memberitahukan hal ini pada kak Aufar yaa.. Mas hanya nggak ingin dia berfikir yg buruk tentang kami"
"Mas ketemu tiwi pertama kali, saat sedang meeting. Mas lihat dia, dan mas berfikir jika tiwi adalah sekretaris pribadi kak Aufar yg baru"
"Lalu yg kedua, mas ketemu dia saat di parkiran"
"Ketiga, mas ketemu dia saat dia datang ke kamar tempat mas tinggal saat ini. Tentu mas nggak nyangka. Awal nya dia datang karena niat nya baik ingin membujuk mas agar pulang ke Indonesia. Tapi pada saat itu, mas masih merasa kesal dengan semua perlakuan kak Aufar terhadap wanita. Mas menyalahkan nya, dan menuduh nya yg tidak-tidak"
__ADS_1
"Lalu dia marah. Dan mas baru menyadari jika apa yg mas ucapkan ke dia itu salah. Nggak seharusnya mas menuduh dia tanpa bukti apa pun. Nggak berapa lama, dia pergi begitu aja"
"Besok nya dia kembali datangi mas, dengan alasan yg nggak masuk akal. Dia mengikuti mas saat jogging. Tapi mas kesal sama dia, untuk apa dia harus ngikutin mas, lalu mas tinggali dia di taman sana. Mas berfikir jika dia nggak akan berani beranjak dari tempat itu tanpa ada nya mas. Ternyata mas salah, dia mungkin pergi mencari mas kemana-mana"
"Mas akui kalau mas udah salah dalam hal itu. Akhirnya mas terus mencari nya, dan bertanya pada orang-orang yg sedang berada disana, dan mereka bilang kalau tiwi berjalan kearah tempat yg banyak brandalan nya. Disitu mas langsung cemas, khawatir jika terjadi hal yg buruk pada tiwi. Dan ternyata benar, saat mas masuk kedalam, mas lihat beberapa orang sedang berusaha membuka pakaian tiwi"
"Ya allah.. tiwi.." sekar langsung menangis mendengar pengakuan rendra.
"Untung mas datang tepat waktu. Mas berkelahi sama mereka yg jumlah nya 4 orang. Disaat mereka sudah pergi, mas berusaha memakaikan hijab tiwi lagi, tapi mas nggak ngerti, jadi hijab nya hanya mas pakai ngasal aja. Dan pada saat mas ingin mengancingkan baju tiwi, mas tutup mata mas sambil terus beristighfar dan meminta maaf pada allah, karena secara tidak langsung mas sudah melakukan dosa"
"Setelah itu, mas gendong tiwi dan membawa nya ke hotel. Tapi mas bingung harus membawa nya kemana, pada akhir nya mas bawa dia ke kamar mas. Setelah itu mas tinggali dia untuk mandi. Setelah mas mandi, mas lihat tiwi belum juga sadar, mas lanjuti untuk membuatkan teh hangat buat tiwi. Tapi tiba-tiba dia datang menampar mas, dan dia berfikir jika itu semua karena perbuatan mas. Mas berusaha meyakinkan dia, jika itu bukan karena mas. Dan kondisi tiwi juga masih suci, sekar. Tapi dia udah terlanjur kecewa dan marah pada mas"
"Malam nya mas ketemu dia lagi, mas coba bicara pada nya, tapi percuma, dia sama sekali nggak ingin mendengar penjelasan dari mas"
"Dan sekarang mas bingung karena pasti dia berfikir jika dia sudah tidak lagi suci karena mas. Gimana cara mas untuk meyakinkan dia, bahwa kondisi dia sangat baik, tidak terjadi apa pun padanya".
Panjang lebar rendra menjelaskan pada sekar. Tapi sekar malah ikutan sedih dan terluka dengan apa sudah terjadi pada sahabat nya itu.
"Kalau gitu, mas harus terus buktikan ke dia jika itu bukan lah kesalahan mas. Dan tiwi juga baik-baik aja, nggak ada yg terluka di dirinya. Mas harus buktikan itu ke dia" sekar sekarang sudah mengerti apa yg sudah terjadi.
"Mas janji, mas akan lakukan apa pun agar dia kembali percaya sama mas"
"Yaudah mas, aku harap mas tidak akan mengecewakan tiwi lagi ya..Kasian dia mas"
"Mas janji sama kamu sekar" jawab rendra dengan tegas.
Setelah pembicaraan itu selesai, sekar maupun rendra kembali ke kamar masing-masing.
Tanpa mereka sadari, Aufar sudah mendengar semua nya. Aufar lagi-lagi di buat bangga oleh rendra. Karena rendra sudah berhasil menjadi pria yg baik untuk setiap orang di dekat nya. Bahkan dia mampu menjaga kehormatan seorang gadis. Mungkin jika pria itu adalah dia, sudah habis tiwi di embat nya.
Setelah di lihat pembicaraan itu sudah selesai, dia pun cepat-cepat kembali ke kamar sebelum sekar mengetahui nya.
Jangan lupa di like ya sayang😘
Di share ke grup mana pun...
__ADS_1
Jangan lupa di kasih reward juga ya untuk ceritanya🥰
Author sayang kalian...💜💜💜