Presdir ku Suami ku

Presdir ku Suami ku
Pulang Bersama


__ADS_3

Waktu berlalu dengan cepat, sekar dan juga Aufar sudah lebih dulu pulang dan meninggalkan tiwi yg masih tertidur di kamar tamu. Tadi nya sekar sudah membangunkan tiwi, namun tiwi belum juga bangun dari tidur nya. Dengan terpaksa sekar meminta rendra untuk mengantar nya pulang nanti.


"Mas, nanti tolong antarkan tiwi pulang ya.. Kasian juga, dia masih capek mungkin. Ini alamat nya mas" sekar memberikan secarik kertas pada rendra.


"Insyaallah, mas akan antar tiwi pulang. Kamu hati-hati ya.." sahut rendra dengan tersenyum.


"Iya mas, assalamualaikum.." sekar pun berpamitan pada rendra. Nggak lama di susul oleh Aufar dan merangkul pinggang istri nya di hadapan rendra.


2 Jam kemudian..


"Hoaammm..." tiwi bangun dan menguap, seolah dia masih ngantuk.


"Kok cerah banget hari nya? Ya allah jam berapa ini?" tiwi terkejut lalu melihat jam di meja nakas.


"Sekar.." tiwi teringat pada sekar, sebenarnya dia takut jika sekar sudah pulang lebih dulu.


Rendra menunggu tiwi di depan pintu kamar tiwi, seakan tau jika tiwi sudah terbangun.


Ceklek.. (suara pintu terbuka)


Tiwi membuka pintu kamar dengan tergesah-gesah. Dia terkejut saat melihat rendra sudah ada di depan pintu kamar nya.


"Astagfirullah alazim.. ngagetin orang aja deh" tiwi meraba dada nya karena kaget.


Rendra hanya tersenyum manis di depan tiwi.


"Kenapa senyum-senyum? Ada yg salah?" sahut tiwi protes.


"Nggak ada. Lain kali kalau mau keluar jangan terburu-buru, sampai lupa sama kerudung" sindir Rendra sambil melihat tiwi yg lupa memakai hijab nya.


Tiwi pun spontan langsung menutup pintu nya kembali.


"Ya allah.. Astagfirullah, maafkan hamba ya allah.. hamba lupa.." tiwi berdoa di balik pintu, tapi masih terdengar oleh rendra.


Rendra pun kembali tersenyum melihat tingkah tiwi yg menurut nya menggemaskan.


"Hai kamu, pria sombong. Sekar dimana?" tanya tiwi dari balik pintu kamar nya. tiwi pun gengsi memanggil Rendra dengan sebutan nama atau mas.


Rendra diam tak menjawab.


"Hai kamu!! Dengar aku tidak!!" tiwi berteriak memanggil rendra yg tak menjawab pertanyaan barusan.


"Maaf nona, aku bukan pria sombong. Dan cara mu bertanya dengan kasar, aku juga nggak suka" sahut rendra dengan santai.


"Lalu aku harus panggil apa! Kan memang bener kalau kamu itu pria sombong, pria jutek dan pria aneh yg pernah aku temui" jawab tiwi sambil memakai hijab yg di ambil nya tadi.


"Kalau gitu kamu panggil aku mas aja, simple kan?" jawab rendra dengan santai.


Ceklek.. (Suara pintu terbuka)


"Apa? aku panggil kamu mas? Hah! nggak salah?" tiwi menyeringai mendengar pernyataan dari Rendra.


Rendra menggeleng sambil tersenyum. Membuat tiwi semakin geram.


"Terserah sama anda tuan sombong!" hardik tiwi pada Rendra.


Tiwi Berjalan keluar kamar sambil memanggil sekar.

__ADS_1


"Sekar... Sekar.. Kamu dimana?" tiwi berjalan melewati rendra yg masih mematung di depan kamar nya.


"Sekar sudah pulang 2 jam yg lalu" teriak rendra pada tiwi.


Tiwi seakan tak percaya dengan ucapan Rendra, dia pun terus berjalan menyusuri setiap sudut rumah, namun masih juga tidak menemukan sekar.


"Di kasih tau kok nggak percaya" rendra menyunggingkan bibir nya.


"Om... Saya mau tanya, sekar sama kak Aufar dimana om?" tiwi bertanya pada pak sanjaya saat berpapasan dengan nya.


Pak sanjaya tersenyum.


"Sekar sudah lebih dulu pulang kerumah, nak.." ucap pak sanjaya.


"Kenapa sekar nggak bangunin tiwi om.. Terus nanti tiwi pulang nya sama siapa?" tanya sekar dengan senduh.


"Tadi sekar berpesan pada rendra untuk mengantar kamu pulang" sahut om sanjaya.


"Habis nya, kamu di bangunin susah banget sih.. Tapi nggak masalah, kan masih ada rendra yg bisa ngantar kamu. Atau kamu mau tidur disini? om dengan senang hati menerima kamu nak tiwi.." seru pak sanjaya.


Tiwi yg mendengar nya hanya bisa tersenyum kikuk.


"Apa? aku tinggal disini? oh tidak tidak tidak!! bisa gila aku ketemu dia terus" bisik tiwi dengan aksi protes nya.


"Pakek di antar dia segala lagi. Ya allah, cobaan apa lah engkau berikan pada hamba.." gumam tiwi dalam hati.


"Makasih om atas tawaran nya, walaupun nggak akan mungkin saya tinggal disini. Lebih baik saya pulang kerumah sekar aja ya om..Jauh lebih baik om.." tolak tiwi sambil cengar cengir.


"Hehehe.. ada-ada aja kamu nak.. Yaudah kalau gitu kamu siap-siap gih, itu rendra udah nunggu kamu di mobil" seru pak sanjaya, karena dia sudah diberikan kode oleh rendra.


Dengan langkah malas, tiwi berjalan keluar rumah, saat tadi dia sudah mengemas pakaian nya di kamar.


Tok ..


Tok ..


Tok ..


Tiwi mengetuk kaca jendela mobil rendra. Bukan nya membukakan pintu, rendra hanya membukakan kaca jendela nya aja.


"Ada apa?" tanya rendra sambil menyandarkan kepala nya di kursi kemudi.


"Manusia nggak peka!!!" upat tiwi dengan kesal.


Tiwi pun berjalan keluar pagar rumah rendra. Rendra mengumpat kebodohan nya. Dia pun turun dari mobil dan mengejar tiwi yg sudah lebih dulu keluar dari kawasan rumah nya.


"Tiwi.." teriak rendra memanggil tiwi.


Yg di panggil sama sekali tidak menjawab.


"Tiwi, maafkan aku" rendra berhasil meraih pergelangan tangan tiwi, lalu menarik nya.


"Mau kamu apa sih ndra? Bisa nggak, nggak usah sok peduli sama aku! nggak usah permainkan aku!" hardik tiwi pada rendra.


"Iya aku minta maaf jika aku banyak salah sama kamu. Maksud aku bukan seperti itu tadi, aku hanya ingin buat lelucon aja ke kamu, mana tau kamu bisa terhibur. Tapi ternyata nggak. Maafin aku yaa..." ucap rendra sambil menatap kedua mata tiwi dengan perasaan bersalah.


Bukan nya menjawab, tiwi malah pergi begitu saja tanpa menghiraukan rendra yg sedang menunggu jawaban tiwi.

__ADS_1


"Wik..." sapa rendra sedikit teriak.


"Sebesar itukah rasa benci kamu terhadap aku? Nggak bisa kah kamu dengan ikhlas memaafkan aku wik?" rendra mulai mengeluarkan unek-unek nya.


Tiwi berhenti di tempat, lalu membalikkan tubuh nya kearah rendra.


"Mungkin kalau kamu berada di posisi aku, aku yakin kamu juga bakal lakuin hal itu" jawab tiwi dengan mata yg berkaca-kaca.


"Lalu, kamu nggak mau maafin aku?" tanya rendra yg merasa tertekan saat melihat tiwi meneteskan air matanya.


Tiwi menarik nafas nya dengan berat.


"Aku akan maafin semua kesalahan kamu, dengan satu syarat" ucap tiwi.


"Syarat? apa syarat nya?" tanya rendra yg sudah Penasaran.


"Jauhi aku!!" tiwi menjawab dengan lugas.


Rendra menyeringai, dia merasa permintaan tiwi adalah hal yg konyol dan nggak akan mungkin dia setujui.


"Nggak. Aku sudah berjanji pada diriku sendiri, bahkan padamu, aku akan menikahi mu dan menjadikan mu istri yg sangat aku cintai." rendra mengatakan dengan tulus.


Sesaat tiwi terbuai dengan kata-kata yg di ucapkan rendra untuk nya.


"Aku tidak sepenuhnya percaya pada setiap kata-kata mu itu. Karena sebelum aku, kamu bahkan sangat mencintai wanita lain. Lalu bagaimana kamu bisa buktikan ke aku jika cinta mu terhadap wanita itu sudah benar-benar tiada?" tiwi teringat jika rendra sangat mencintai sekar.


"Itu hanya masa lalu wik. Dan masa depan aku hanya pada mu. Dan aku akan buktikan itu semua". seru rendra dengan optimis.


Tiwi hanya diam dan tidak lagi menjawab.


"Oke, kamu tunggu disini, aku akan ambil mobil dan mengantar mu pulang. Kamu janji nggak akan kemana-mana ya.." pinta rendra yg sedikit memaksa tiwi.


Tanpa sadar, senyum tiwi tertampil di bibir merah nya.


"Laki-laki keras kepala. Bagaimana bisa dia buktikan itu semua sama aku?" tiwi menyeringai.


Dengan cepat, mobil rendra sudah sampai di hadapan tiwi berdiri.


"Ayo naik" ajak rendra sambil membukakan pintu mobil untuk tiwi.


Tiwi pun masuk dengan cepat dan tanpa melihat kearah rendra.


"Oh iya, mumpung ini sudah siang, gimana kalau kita cari makan dulu?" seru rendra sambil melirik kearah tiwi.


"Nggak perlu. Aku bisa makan dirumah bersama sekar nanti" tolak tiwi tanpa melihat kearah rendra.


Rendra pun menarik nafas nya dengan berat.


...πŸƒπŸƒπŸƒ...


Hallo guys.. Ani Yura kembali lagi.. maaf seribu maaf ya kalau author jarang sekali update..


Oh iya, untuk beberapa bab kedepan, mungkin author akan nulis cerita tentang rendra dan juga tiwi.


Yg menantikan cerita sekar dan Aufar harap bersabar dulu yaa...😌


Jangan lupa di like, komen, jadikan favorit, di vote yg banyak, kasih hadiah yg banyak juga ya readers ku sayangπŸ€—πŸ€—πŸ˜˜πŸ˜˜

__ADS_1


__ADS_2