
Sekar pulang dengan wajah yg gembira. Pasal nya karena dia telah berhasil membujuk rendra untuk ikut pulang ke Indonesia.
Namun dia masih merasa penasaran dengan pertanyaan yg rendra ajukan tadi.
"Kenapa mas rendra nanya tentang tiwi ya?" sekar bertanya dalam hati sambil berjalan menuju koridor kamar hotel.
"Apa jangan-jangan berubah nya sikap tiwi karena mas rendra? Ah nggak mungkin. Mereka kan belum saling kenal" Sekar menerka-nerka perihal perubahan sikap tiwi kemarin.
Sekar nggak berani bertanya pada tiwi, karena dia tau bagaimana tiwi. Tiwi jika sedang merasa kesal, dia akan diam seribu bahasa, dan nggak ingin siapa pun tau masalah yg di hadapi nya. Termasuk orang terdekat nya sekali pun.
Maka dari itu sekar hanya bisa menunggu sampai tiwi benar-benar siap untuk cerita. Walaupun menunggu dengan waktu yg sedikit lama.
Tok..
Tok..
Tok..
"Tiwi.. boleh aku masuk?" sekar mengetuk pintu kamar tiwi dengan suara yg sedikit kuat. Karena kalau pelan, nggak akan kedengaran.
Ceklekk..
Tiwi pun membukakan pintu nya, dan mempersilahkan sekar untuk masuk kedalam kamar nya.
"Ada apa kar?" tanya tiwi sambil berjalan ke arah dapur. Karena dia ingin mengambil kan minuman untuk sekar.
"Tadi mas Aufar kasih kabar ke aku, katanya jadwal keberangkatan kita malam ini. Dia udah beli tiket nya wik. Tapi..." sekar langsung memasang wajah cemberut.
"Tapi apa?" tanya tiwi dengan ekspresi datar.
"Aku pingin beli oleh-oleh dulu buat keluarga. Tapi kondisi kamu lagi kurang sehat" sekar sedikit mengeluh karena tidak bisa menikmati jalan-jalan, bahkan kulineran di amerika.
"Yaudah aku temenin". ucap tiwi sambil tersenyum.
"Kamu serius wik? mau nemenin aku belanja?" tanya sekar tak percaya.
"Iya. Maaf ya, dari kemarin aku lagi bad mood" tiwi akhirnya menyadari akan perubahan sikap yg dia tunjukkan pada sekar, padahal itu bukan lah kesalahan sekar. Tapi begitulah tiwi, mudah kesal, tapi mudah juga untuk baik lagi.
"Iya nggak apa-apa.. aku akan tunggu, sampai kamu sudah siap mau cerita sama aku" ucap sekar seraya mengelus punggung tiwi dengan lembut.
"Makasih ya kar, udah selalu ngerti aku" di raih nya tangan sekar lalu di genggam nya sambil tersenyum.
"Oke aku siap-siap dulu ya..kita have fun hari ini, sebelum malam tiba". sekar berdiri dengan semangat, dan keluar dari kamar tiwi.
__ADS_1
Akhirnya mereka berdua pun pergi jalan-jalan membeli oleh-oleh untuk keluarga di Indonesia. Sekalian mereka juga tak lupa mengunjungi beberapa restaurant hanya untuk mencicipi beberapa makanan khas yg ada di amerika.
Dan kelihatan nya tiwi sangat menikmati moment itu, dia bahkan melakukan vidio call dengan keluarganya di kampung. Dan ada beberapa oleh-oleh juga yg akan ia bawa pulang ke kampung nanti.
"Oh iya kar, aku bangga sama kamu. Kamu bisa menikmati semua yg kamu inginkan sekarang, karena kamu mempunyai suami yg sangat hebat dan pekerja keras" saat ini mereka sedang berada di dalam sebuah mall ternama di amerika. Karena merasa lelah, mereka pun mampir di sebuah caffe yg ada di dalam mall itu.
Untung nya mereka nggak perlu repot-repot bawa tour guide, karena sekar sudah bisa berbahasa inggris berkat dia bekerja di perusahaan Aufar dulu. Dan tentunya kepintaran itu juga berkat rendra yg tak pernah lelah mengajari nya.
"Semua nya juga berkat doa kita selama ini sebagai istri" jawab sekar dengan senyum yg tulus.
"Andai aku bisa dapat suami seperti kak Aufar, mungkin aku juga akan bisa sama seperti kamu ya sekar" tiwi mulai berkhayal.
"Aku berdo'a agar Kamu mendapatkan suami yg jauh lebih baik dari suami ku nanti, aamiin.." sekar selalu tulus jika sudah mengucapkan sesuatu.
"Semoga yaa..aamiin.." tiwi tak mau kalah semangat nya mendo'akan dirinya sendiri.
"Oh iya, aku juga punya kabar gembira wik" ucap sekar dengan semangat.
"Kabar gembira apa?" tanya tiwi dengan penasaran.
"Mas rendra akhir nya bersedia untuk ikut pulang sama kita.. Tadi aku sengaja menemui nya di kantor, nggak banyak sih yg di bicarakan, tapi lumayan lah. Setidaknya aku bisa melihat wajah teduh nya lagi"
Tiwi mendengar rendra akan ikut dengan mereka langsung syok sampai rasanya tenggorokan nya serasa tercekik.
"Iyaa.. tapi ada yg aneh sama mas rendra. Dia bertanya tentang kamu wik. Apa kalian sudah saling kenal?" tanya sekar sedikit menyelidik.
"Enggak. Aku nggak kenal sama dia" sekar melihat ada kebohongan yg di tunjukkan tiwi.
"Aku harap, jika kalian sudah saling mengenal, kalian akan menjadi pasangan yg serasi. Karena aku yakin, jika mas rendra itu adalah jodoh yg tepat buat kamu wik". tiwi langsung tersedak saat mendengar ucapan sekar.
Uhuk.. Uhukk!!!
"Apa kamu bilang? dia adalah jodoh yg tepat buat aku?" tiwi menyeringai dan membuat nafas dengan kasar.
"Kamu belum mengetahui tentang mas rendra wik. Jika kamu sudah mengetahui tentang nya, maka aku jamin kalau kamu bakal jatuh cinta sama dia" sekar masih saja meyakinkan tiwi agar bisa lebih dekat dengan rendra.
"Aku udah tau kok siapa dia, bagaimana perangai nya. Dan aku rasa dia bukan jodoh yg tepat buat aku" tanpa sadar, tiwi terpancing dengan ucapan sekar, dan akhirnya membuat tiwi terpaksa mengaku pada sekar.
"Akhirnya ya wik" sekar pun menyeringai mendengar pengakuan tiwi barusan.
"Maksud aku tadi... aku cuma masih ingin sendiri aja kar, jadi kamu nggak perlu repot-repot jodohin aku sama dia" alibi tiwi agar tidak membuat sekar curiga. Namun sayang, sekar sudah bisa menebak semuanya.
"Sekarang aku ngerti hal apa yg bikin kamu berubah dari kemarin. Aku harap kamu bisa cerita sama aku wik. Aku janji nggak akan bilang ke siapa pun, termasuk mas Aufar". sekar sedikit memelankan nada bicara nya pada tiwi.
__ADS_1
"Aku nggak ingin kamu sedih karena salah satu anggota keluarga aku bikin kamu kecewa. Jadi tolong cerita ke aku wik, hal apa yg sudah dilakukan mas rendra ke kamu, sehingga kamu bisa merasa sesedih ini dan sekecewa ini pada nya" mendengar itu, tiwi langsung menarik nafas nya dengan berat dan membuang nya dengan kasar.
"Aku nggak tau apakah ini hanya pemikiran ku aja, atau memang benar dia seperti itu kar" tiwi pun memulai cerita nya.
"Pertama kali aku bertemu dengan nya sewaktu aku ikut suami kamu ke kantor. Dan disaat itu dia nyamar. karena dia tau salah satu orang yg hadir di kantor itu adalah suami kamu. Mungkin dia nggak ingin bertemu dengan suami kamu kar, tapi pada akhirnya penyamaran nya pun terbongkar, dan setelah rapat selesai, suami kamu berusaha membujuk nya untuk pulang kerumah. Namun dia tetap pada pendirian nya, dia nggak ingin kembali ke rumah" tiwi memberi jeda.
"Dan disaat itu pula aku baru sadar jika pria misterius yg pernah aku ceritakan ke kamu itu adalah dia, rendra. Dan ternyata dia adalah adik nya suami kamu, seandainya aku cerita ke kamu lebih dulu mengenai pria misterius itu, mungkin kalian jadi lebih mudah untuk mencari nya. Maafin aku sekar.." Tiwi merasa bersalah lalu menundukkan kepala nya kebawah.
"Nggak apa-apa.. mungkin ini sebuah kebetulan, Lalu?" sekar meminta tiwi untuk melanjutkan ceritanya lagi.
"Dan setelah kembali ke hotel, aku coba bertanya pada staff hotel, apakah di hotel itu ada yg bernama rendra. Dan ternyata ada. Karena aku yakin jika dia juga berada di hotel itu."
"Tunggu, dari mana kamu bisa yakin kalau rendra juga menginap di hotel itu, wik?" sekar menaikkan alis nya sebelah.
"Karena dia mengembalikan buku aku tepat di loby hotel itu, dan aku juga nggak tau bisa seyakin itu kalau dia juga tinggal di situ, dan ternyata dugaan ku benar kan?"
"Terus, terus??" sekar semakin penasaran di buat nya.
"Terus setelah aku tau dia juga tinggal di situ, aku coba datangi ke kamar nya. Dan benar, dia tinggal disana. Awal nya aku hanya ingin membantu kalian untuk membujuk nya pulang, tapi ternyata dia mengira kalau aku simpanan baru suami kamu. Aku nggak tau kenapa dia bisa berfikir seperti itu terhadap aku. Tapi yg jelas, aku berusaha sabar menerima ucapan kasar nya itu"
"Dan keesokan hari nya, pagi-pagi sekali aku ngikutin dia jogging. Awal nya nggak ketahuan, terus mendadak aku kehilangan jejak nya, sampai lelah aku mencari nya, ada rasa takut menghantui ku, karena kebetulan hp ku ketinggalan di kamar, dan aku nggak tau arah pulang, mau bertanya ke orang-orang yg ada disana, tapi mereka nggak mengerti bahasa ku. Aku nangis kar, aku nangis karena kebodohan ku" tiwi berusaha menahan air mata nya agar tidak keluar.
"Aku terus berjalan, semua orang melihat aku dengan jijik karena hijab ini. Orang-orang disini menjelekkan hijab kita kar, tapi aku nggak peduli. Aku terus berjalan untuk bisa menemukan dia. Tapi.." tiwi pun akhirnya menangis karena merasa dirinya sudah terhina. Sekar hanya bisa mengelus punggung tiwi dengan lembut.
"Aku di culik sama beberapa preman. Aku nggak tau aku di bawa kemana oleh mereka. Setelah aku sadar, aku melihat tempat nya yg sangat kumuh dan berantakan. Jujur pada saat itu aku merasa sangat takut, tangan aku di ikat, mulut aku di tutup, hanya air mata yg keluar, dan dada ku yg terasa sesak"
"Aku mencoba untuk melawan, tapi mereka menampar ku dengan sangat kuat. Setelah itu aku nggak tau apa yg terjadi pada ku. Tiba-tiba aku tersadar dan aku tertidur di sebuah kamar, dan setelah bangun aku baru menyadari jika kamar itu adalah kamar nya rendra. Aku marah karena aku melihat hijab ku yg sudah berantakan. Aku mencari kebaradaan nya, lalu aku manampar nya dan aku membenci nya kar, aku benci sama dia sekar. Dia selalu mengelak jika itu bukan lah karena perlakuan dia. Tapi aku nggak percaya padanya sekar. Semua laki-laki itu sama, dia bajingan sekar, aku benci sama dia" tiwi menangis sejadi-jadinya. Dia nggak perduli jika semua orang tengah memperhatikan nya saat ini.
"Yaudah kamu tenang kan diri kamu dulu yaa.. nanti aku coba bicara padanya, jika memang ternyata dia salah, aku janji, aku juga akan membenci nya. Tapi jika dia tidak bersalah, apakah kamu bersedia memaafkan nya?" sekar bertanya dengan hati-hati.
"Aku nggak tau harus jawab apa. Yg jelas aku masih belum bisa menerima kejadian kemarin, dan aku nggak mau mendengar nama nya dulu, kar. Aku mohon.." tiwi memohon agar sekar bisa memahami keadaan nya saat ini.
"Baik lah kalau itu mau kamu wik, untuk sementara aku akan ikutin keinginan kamu" ucap sekar seraya mengelus punggung tiwi dengan lembut.
Setelah itu, mereka pun kembali ke hotel ingin bersiap-siap untuk pulang ke Indonesia.
Yuhuuu... author update lagi untuk kalian 💜💜
jangan lupa di like yg banyak ya..
Di share ke grup mana pun juga boleh..😉
Di jadikan favorit, biar bisa tau update terbaru dari Ani Yura..
__ADS_1
Terimakasih banyak semua nya..🤗🤗