Presdir ku Suami ku

Presdir ku Suami ku
Pria misterius


__ADS_3

Tiwi masih mengumpat pria tadi dengan kesal. Dia nggak terima jika mendapat pelukan dari pria yg tak di kenal nya. Tanpa sadar tiwi melewati sekar dan Aufar yg tengah turun ke bawah.


"Loh wik, kamu udah turun duluan? Kamu ngapain disini?" sekar menyapa tiwi saat tiwi bersiap untuk naik ke atas.


"Loh itu, buku kamu udah ketemu. Nemu dimana?" lagi-lagi sekar bertanya dan tiwi hanya menampilkan wajah kesal nya pada sekar.


"Kamu kenapa sih wik, aneh banget deh..!!" sekar bingung melihat perubahan sikap tiwi. Kenapa dia harus semarah itu, pikir nya.


"Aku kesel sekar. Ini memang buku ku, orang yg menabrak ku tadi meminta ku untuk menemui nya disini, dan kamu tau, pria itu tampan, tapi aku nggak suka, dia judes kayak emak-emak" sekar mendengar penuturan dari tiwi langsung mengkerutkan alis nya.


"Dia menghubungi ku dari nomor telfon yg tertera di halaman belakang buku ini" sekarang sekar mengerti kenapa pria itu meminta nya bertemu disini.


"Oh.. terus kamu udah tau dong nama nya siapa..??" tanya sekar yg sok tau.


"Enggak. Tadi aja jantung aku mau copot rasanya, gimana mau tau nama nya". sekar pun manggut-manggut tanda nya mengerti.


"Pria misterius" ucap sekar sambil berjalan menuruni tangga menyusul suami nya.


"Sekar..kamu mau kemana?" tiwi sedikit berteriak saat melihat sekar pergi begitu saja.


"Mau makan. Ayo sini.." sekar mengajak tiwi makan bersama dengan nya.


"I'm coming...!!!" teriak tiwi sambil berlari mengejar sekar yg sudah jauh dari hadapan nya.


***


Sedangkan di salah satu kamar hotel, ada yg sedang tersenyum sendiri sambil menatap layar handphone nya.


"Cantik". kata itu yg keluar dari mulut pria tadi.


"Walaupun tidak secantik sekar". senyum nya tertampil dengan sangat indah.


Ya, pria tadi adalah rendra. Selama ini rendra menetap di jakarta, namun karena dia mempunyai pekerjaan yg baru dan mengharuskan nya untuk pergi bertemu klien di amerika, maka dia pun terpaksa terbang ke amerika.


Namun rendra sama sekali tidak mengetahui jika sekar dan Aufar juga pergi ke amerika. Begitu juga dengan Sekar yg tidak mengetahui jika mereka satu pesawat, bahkan satu tujuan.


Selama ini Aufar mengira jika adik nya, rendra tengah berada di amerika setelah kepergian nya dari rumah waktu itu. Jadi mereka memutuskan untuk menemui rendra saat mereka sudah sampai di amerika.


Namun siapa sangka jika pertemuan pertama tiwi dengan rendra yg di anggap nya tampan tapi sama seperti emak-emak membuat nya selalu kesel jika bertemu dengan nya lagi.


"Siapa tadi nama nya? Pratiwi Luthviana. Berasal dari planet mana tu anak, petakilan kek gitu". rendra menyeringai sambil mengingat pertemuan pertama nya dengan tiwi.


"Tapi aku suka" rendra merebahkan tubuh nya di kasur, dan tersenyum dengan merekah.


"Tadi seperti nya itu foto ayah nya. Novel lama tapi masih di simpan. Dan tadi, uang 500 ribu, tempat penyimpanan kok di buku". Ternyata rendra sudah melihat isi yg ada di dalam novel nya tiwi.

__ADS_1


Disela-sela lamunan nya, benda pipih yg diletakkan di atas meja nakas berbunyi dan memanggil tuan nya.


Kringg..


Rendra


"Hallo pak"..


Directur


"(....)...."


Rendra


"Apa..??"


Direktur


"(...)..."


Rendra


"Akan saya usahakan pak".


Directur


"(...)..."


Rendra


Rendra menarik nafas nya dengan berat. Entah apa yg di katakan directur pada nya, tapi seperti nya rendra kelihatan terkejut.


"Apa mungkin ini saat nya. Berarti mereka juga ada di sini, ya tuhan.." rendra memijat pelipis nya, lalu mengusap wajah nya dengan kasar.


"Oke. Mari kita bertemu dan bersaing dalam hal bisnis, kak". rendra menyeringai saat tau bahwa klien yg akan bertemu dengan nya adalah Presdir Sanjaya Grup, tidak lain dia adalah kakak nya sendiri.


***


Tiwi yg saat ini sedang makan bersama dengan sekar dan Aufar, tiba-tiba dia teringat akan pria tadi.


"Sebenarnya dia siapa sih". gumam nya sambil menekan-nekan sendok makan nya ke piring.


"Apa? dia siapa wik?" yg di ucapkan tiwi tadi ternyata masih terdengar jelas oleh sekar.


"Ha! Oh bukan apa-apa" jawab tiwi sambil menggaruk tengkuk nya yg tidak gatal.

__ADS_1


"Kamu yakin?" sekar memastikan jika yg di dengar nya tadi itu tidak lah salah, namun tiwi hanya menjawab dengan menganggukkan kepala nya.


"Baik lah kalau gitu. Tapi kalau ada apa-apa jangan sungkan untuk cerita ke aku ya wik" sekar menggenggam sebelah tangan tiwi.


"Iyaa, pasti aku akan cerita kok" tiwi menampilkan senyum nya dengan manis.


Ting.. (pesan masuk)


Pria Misterius


"Cewek petakilan, cewek aneh"


Tiwi melihat isi pesan dari pria misterius, semakin membuat nya kesal tak menentu. Lantas dia langsung menghentikan makan nya dan membalas pesan pria misterius itu.


Pratiwi Luthviana


"Apa..? Kamu bilang aku apa? cewek petakilan? awas aja lo ya..!!" tiwi tak henti-hentinya mengumpat saat mengetik pesan yg akan dia kirim kan ke pria misterius itu.


Rendra yg membaca pesan dari tiwi terus saja tersenyum senang, karena dia berhasil membuat seorang tiwi marah dan kesal padanya.


"Dasar cewek aneh..!!" rendra masih saja nggak bisa menahan senyum nya, sampai akhirnya dia tertawa lepas.


Dua menit kemudian, dia baru menyadari tindakan nya yg menurut nya ini konyol. Selama dia pergi dari hidup sekar, tidak pernah sekali pun dia tersenyum bahagia seperti sekarang ini. Dan tiwi berhasil membuat nya tersenyum bahkan tertawa bahagia.


"Apa ini? kenapa aku bisa tertawa bahagia kek gini?" gumam rendra sambil duduk kembali dan menunrunkan kedua kaki nya di lantai.


***


"Wik, kamu kenapa sih?" sekar rupanya dari tadi selalu memperhatikan tiwi yg seperti nya kelihatan kesel saat menatap handphone nya.


"Ini nih, cowo emak-emak satu ni, enak aja dia bilang aku cewe petakilan, emang dia siapa coba..!! Kesel aku..!!" tiwi terus mengomel seraya meletakkan handphone nya sedikit menghentak.


"Awas lo, awal nya saling benci, tau-tau nya nanti jadi bucin. Kami juga gitu dulu, ya kan sayang" sekar menatap Aufar dan mengangguk tanda setuju.


"Udah ah, dari pada kita sibuk ngurusin pria misterius itu, mending kita masuk ke kamar masing-masing, terus tidur" Aufar bersiap ingin beranjak dari tempat duduk nya, dan menggenggam tangan sekar agar mengikutinya.


"Ihh, kelen mah enak, habis ini bisa berduaan dalam kamar. Aku sendiri, memang ya nasip jomblo begini amat" tiwi berguman seraya bangkit dari tempat duduk nya, namun sayang Aufar maupun sekar mendengar ucapan tiwi walaupun suara nya sangat pelan.


"Kamu tenang aja wik, dalam waktu dekat ini kamu pasti nggak sendirian lagi kok". ucap Aufar sambil berjalan santai meninggalkan tiwi yg masih terbengong karena mendengar ucapan Aufar tadi.


"Hah..!! Omong kosong. Semoga saja" dia memanyunkan bibir nya ke atas, lalu menggoyangkan bahu nya sebelah.


***Nah, gimana ya nanti pertemuan selanjutnya??.


Tapi di bab setelah ini, author akan membahas tentang sekar dan Aufar saat berada di dalam kamar..

__ADS_1


Pada penasaran gk nih?? Yuk ah di like dulu cerita nya, jangan lupa berikan komentar yg menarik ya😉 biar author makin semangat lagi update nya..💪🏻***


__ADS_2