
Malam ini aufar sudah sangat siap untuk datang kerumah sekar, untuk menjelaskan semua cerita tadi. Dan aufar juga ingin meminta maaf pada sekar dengan sangat tulus. Dengan langkah yg bahagia, aufar keluar dari kamar nya dan segera menuju ke garasi mobil. Pada saat aufar melewati ruang tengah, dia melihat rendra sedang membereskan barang-barang nya kedalam koper. Kamar rendra berada di bawah, dan baru kali ini pintu kamar nya terbuka, walaupun Cuma sedikit, tapi masih bisa terlihat jelas oleh aufar. Dia segera mendekati kamar rendra untuk mencari tau apa yg sedang dia lakukan sekarang.
Rendra sudah memikirkan segala nya dari kemarin, dan dia memutuskan untuk menetap di new York. Disana ada villa milik papa nya yg masih kosong, jadi dia memutuskan untuk mencoba mandiri tanpa bantuan dari papa nya.
“Maafin rendra pa, ma. Rendra mungkin belum bisa menjadi anak yg papa sama mama banggakan. Maafin rendra karena memilih untuk mengalah di keadaan yg seperti ini. Jujur ma, rendra juga nggak tau apa yg akan rendra lakukan setelah rendra sudah benar-benar kehilangan sekar. Rendra sangat mencintai sekar ma, tapi rendra lebih mencintai keutuhan keluarga kita. Rendra nggak ingin, jika hanya karena keegoisan rendra, akan menghancurkan keharmonisan keluarga kita selama ini. Walaupun sebenar nya, rendra juga nggak tau pasti apakah kalian benar-benar menyayangi rendra atau tidak sama sekali, tapi cinta nya rendra ke mama dan papa begitu besar, sehingga rendra nggak bisa melihat kurang nya kasih sayang dari mama sama papa. InsyaAllah rendra ikhlas melepas sekar untuk kak aufar, dan rendra percaya jika kak aufar bisa membahagiakan sekar. tolong sampaikan pesan rendra untuk kak aufar ya ma, bilang ke dia, tolong jaga sekar dengan baik, dan bahagiakan dia, sebagaimana kedua orang tua nya selalu membahagiakan nya.” Rendra menuliskan sebuah surat yg akan dia berikan kepada mama nya di saat selesai acara pernikahan nanti.
Setelah rendra menulis surat itu, dia letakkan di tumpukkan buku yg ada di atas meja nakas kamar nya. Lalu dia melihat pintu kamar nya terbuka, dia pun bergegas untuk segera menutup pintu nya dan mengunci nya. Untung saja, aufar tidak ketahuan saat sedang mengintip tadi.
“Dia mau apa ngemasi barang nya masuk ke koper? Bahkan dia juga menuliskan sebuah surat, surat itu di tujukan untuk siapa ya? kok gua jadi penasaran.” Gumam nya dalam hati.
***
Saat ini, aufar sudah berada di depan teras rumah nya sekar. Dia mendengar ada suara gelak tawa dari dalam rumah sekar.
“Suara siapa itu? Kok ada suara laki-laki?” aufar penasaran dengan siapa sekar tertawa bahagia seperti itu.
Flash back on..
“Assalamualikum ibu..ibu udah sampai di bandara belum? Sekar sudah di bandara ni bu, lagi nunggu ibu di tempat ruang tunggu pengunjung” ucap sekar saat menelfon ibu nya.
“Waalaikumsalam nak..ini ibu baru aja turun dari pesawat. Iya ibu kesana cari kamu ya..” kata ibu sedikit berteriak, karena di tempat kerumunan orang yg baru turun dari pesawat. Jadi suara sangat riuh terdengar.
“Oke bu..sekar tunggu..” ucap nya sambil menutup telfon nya.
Sekar sangat lah bahagia hari ini, karena akan bertemu dengan keluarga nya. Walaupun di acara makan siang tadi sangat lah kacau, tapi sekar tidak ingin terlihat sedih di depan kedua orang tuanya.
“Ibuu… Ayahh… Dek…” sekar langsung memanggil seluruh keluarga nya dengan suara yg sangat nyaring. Hehe sekar ada-ada aja.
“Kakak…” haris berlari ingin memeluk kakak nya yg dia rindukan selama ini.
“Dek..” sekar langsung memeluk adik nya itu dengan kuat. Rasanya empat bulan lebih itu sangat lah lama bagi nya.
“Haris rindu sama kakak.” Kata haris saat sedang memeluk kakak nya.
“Sama.. kakak juga rindu sama kamu dek..” sekar juga ikut membalas pelukan adik nya itu lebih kuat lagi.
“Ibu..ayah..” sekar memanggil orang tua nya dengan lirih, dan langsung memeluk mereka.
Setelah mereka semua sudah sampai di rumah sekar, haris yg sangat merasa kelelahan, dia pun segera membaringkan tubuh nya di atas kasur empuk nya kakak nya. Sedangkan ibu dan ayah sudah bersiap ingin menanyakan siapa calon suami dari anak nya itu.
“Sekar, sini duduk disamping ayah.” Kata ayah sambil menepuk sofa yg ada di sebelah nya.
“Iya yah.” Jawab sekar dengan tersenyum.
“Kamu bilang, kamu mau cerita sama ayah, dan sekarang ayah mau dengar cerita kamu nak.” Ayah berkata dengan begitu lembut pada sekar.
“Nanti aja ya yah, ayah kan lagi capek.. Lebih baik ayah istirahat dulu, besok kalau ayah sudah enakan, sekar pasti cerita kok sama ayah..” pinta sekar pada ayah nya. Sebenar nya sekar masih belum siap untuk menceritakan masalah yg dia hadapi saat ini.
“Ayah mengerti, sebenar nya kamu belum siap kan untuk cerita ke ayah?” ucap ayah dengan tersenyum hangat pada putri kesayangan nya itu.
__ADS_1
“Bukan begitu ayah..” ucap nya dengan frustasi.
“Tidak apa-apa kok nak, jika kamu belum siap, ayah akan tunggu sampai kamu siap.” Ucap ayah sambil menggenggam jemari sekar dan menepuk-nepuk nya dengan lembut.
Lalu sekar dan keluarga nya saling bercengkrama, tertawa bersama saat ibu menceritakan orang-orang yg ada di kampung mereka itu. Kata ibu semua orang yg ada di kampung merasa iri melihat ayah sama ibu bisa makan dengan enak, dan punya pakaian bagus. Semua itu berkat pemberian dari sekar, sekar bekerja keras untuk bisa membahagiakan keluarganya di kampung.
Lalu tiba-tiba ada terdengar suara ketukan pintu. Suara itu membuat sekar semakin merinding, karena yg ketuk pintu itu pasti aufar. Apa yg akan di katakan nya pada ayah sama ibu nanti?
Flash back off..
Tok..tok.tok..
“Iyaa sebentar..” ucap sekar dari dalam.
Saat sekar membukakan pintu, dia benar-benar terkejut karena yg datang benar aufar. Lalu sekar berusaha ingin menyembunyikan nya dari ayah dan ibu nya. Tapi sayang, ayah sudah lebih dulu datang dan bersiap membukakan pintu itu dengan lebar.
“Kamu?” ucap nya sambil melototkan matanya pada aufar.
“Sekar..” sapa nya sambil tersenyum.
“Siapa nak? Suruh masuk dong..” kata ayah sambil melihat siapa tamu yg datang di jam malam begini.
“Oh, silahkan masuk nak.” Ayah meminta aufar untuk masuk ke dalam.
“Selamat malam pak, bu..” aufar tidak mengucapkan assalamualaikum pada orang tuanya. Sekar langsung tepuk jidat.
“Jadi, anak ini siapa? Kok datang di jam malam begini? Dan datang nya kerumah seorang gadis lagi, kira-kira ada keperluan apa nak?” tanya ayah mengintrogasi.
“Saya.. Aufar Rafello Sanjaya pak, bu. Saya..calon suami dari sekar pak.” Aufar memperkenal kan dirinya pada kedua orang tua sekar.
“Oh.. jadi kamu yg akan menjadi calon suami anak saya?”ucap ayah memperjelas.
“Iya pak..” jawab aufar dengan gugup.
“Ya tuhan, ternyata memperkenalkan diri sama calon mertua lebih berat dari pada berhadapan dengan banyak nya client gua.” Gumam aufar sambil menunduk.
“Kenapa dia datang disaat yg tidak tepat sih!!” ucap sekar dalam hati sambil melirik sinis kearah aufar.
“Ayah, beliau adalah kakak kandung dari mas rendra.” Akhirnya sekar mengatakan kebenaran nya pada ayah.
“Kenapa bisa begitu?” tanya ayah memastikan.
“Nak, maaf ya kalau misalkan kami sidikit terlalu banyak tanya, karena kami hanya punya anak gadis satu, jadi kami tidak ingin anak kami gagal dalam membina rumah tangga nya nanti.” Kata ibu karena dia sedikit takut akan kemarahan suami nya.
“Nggak apa-apa bu, saya juga sudah memaklumi nya kok..” ucap aufar dengan tulus.
“Iss sok lembut, dasar carmuk!!” gumam sekar sambil menyunggingkan bibir nya keatas.
“Maaf sebelum nya pak, bu. Sekar tadi nya bekerja sama saya sebagai sekretaris pribadi saya di kantor. Saya juga tau kok hubungan antara adik saya dan sekar seperti apa. Tapi, karena ada suatu keadaan yg memaksakan kami harus menikah secepatnya.” Aufar ingin mengatakan kebenaran nya pada orang tua sekar.
__ADS_1
“Yah, bu, lebih baik ayah sama ibu istirahat dulu ke kamar, besok aja kita lanjut kan bicara nya yah..” sekar tidak ingin ayah nya tau saat ini juga, karena pasti ayah akan terkena serangan jantung jika mendadak mengetahui masalah nya dengan aufar.
“Tapi ibu mau mendengar cerita dari calon menantu ibu dulu sekar. Silahkan di teruskan aja nak aufar cerita nya gimana tadi?” tanya ibu dengan penasaran.
Sekar langsng menyilangkan kedua tangan nya sambil melihat aufar, agar aufar tidak mengatakan hal buruk ini pada orang tua nya, karena sekar tau kalau ayah nya saat ini sudah mulai sakit-sakitan, jadi khawatir jika ayah mendengar kejadian yg menimpa anak nya membuat ayah nya hilang kendali dan pingsan, bahkan mungkin bisa masuk rumah sakit.
“Hem, maaf bu sebelum nya, seperti nya saya ada janji mendadak malam ini bersama anggota saya. Lain waktu kita bisa cerita lagi. lebih baik bapak sama ibu istirahat aja dulu, kelihatan nya bapak juga sudah capek kan..” aufar sengaja berpura-pura ingin pergi, padahal dia hanya mengikuti apa yg sekar katakan barusan padanya.
“Hahh iya juga ya yah..lebih baik kita istirahat dulu malam ini, besok kan masih ada waktu luang untuk kita bertanya pada sekar.” ibu menarik nafas nya dan meminta suami nya agar segera beristirahat.
Setelah ayah dan ibu pergi ke kamar untuk beristirahat, sekar langsung menyerbu aufar dengan meninju tangan aufar.
“Iss, dasar carmukk!! Enak aja kamu mau carmuk sama orang tua saya.” Sekar kesal dan meninju abis tangan kekar nya aufar.
“Hey, hey, hey.. apaan sih kamu sekar, main tinju-tinju tangan saya segala. Itu lagi carmuk, apaan tu carmuk. Kamu itu kalau mau menghina saya yg jelas, jangan pakai bahasa alien segala. Aneh kamu.” Aufar berusaha menghentikan sekar yg terus memukul tangan nya.
“Kamu nggak tau carmuk? Hahaha.. dasar kampungan. Carmuk aja nggak tau.” Sekar malah semakin mengejek aufar.
“Apa? Kamu bilang saya kampungan? Hohoho…saya yg kampungan atau kamu yg kampungan. Dasar aneh. Cantik-cantik kok aneh.” Sahut aufar yg nggak kalah kesel nya dari sekar.
“Sini, sini, sini..” sekar langsung menarik paksa aufar untuk keluar dari rumah nya.
“Hey, pelan dong kalau mau narik saya. Wanita nggak punya perasaan!” teriak aufar sambil terus melirik sekar dengan sinis.
“Kamu ini ya pak, enak aja mau langsung cerita ke ayah sama ibu saya tentang kita. Ayah saya itu sudah sakit-sakitan, kalau tiba-tiba ayah saya mendadak kena serangan jantung gimana? Bapak bisa tanggung jawab?” sekar sedikit berteriak sambil meletakkan kedua tangan nya di pinggang, dan mata nya yg melotot melihat aufar.
“Ya tinggal di bawa aja ke rumah sakit, gitu aja kok susah.” Sewot aufar.
Plettaakk!
“Aww, sakit tau!” aufar mengeluh kesakitan karena sekar menjitak kening nya dengan kuat.
“Kalau ngomong itu jangan seenak jidat bapak. Kalau ayah saya mening..” sekar langsung menghentikan ucapan nya.
“Husstt, Kamu itu, kalau ngomong sembarangan aja, ucapan itu doa.” Ucap aufar dengan sedikit pelan.
“Ya makanya jangan buat saya emosi dong..” sewot sekar.
“Iya, iya sorry deh. Habis nya kamu luan sih yg cari gara-gara sama saya. Jadi cewe tu yg kalem, ni mah nggak, galak pisan eeuuyyy..” sahut aufar dengan mengejek sekar.
Sekar pun diam dan tidak melanjutkan aksi protes nya pada aufar. Kalau di pikir-pikir, mereka ini lucu ya, kadang baik, kadang kasar, kadang saling mengejek, ehh baikan lagi.
*****
***Yuk hayukk yukk, langsung di jadikan pav di pav story novel kamu ya kakak kakak cantikk🥰🥰
Jangan lupa di like yg banyak...
Ada yg mau request gk nih, kira2 peran untuk Aufar sama sekar seperti apa? apa kita bikin ala2 drakor aja gitu, biar makin seruu..😊 gimana nih menurut kalian***???
__ADS_1