
Sementara sekar menyusul suami nya ke kamar. Dia takut jika suami nya akan marah pada tiwi.
"Mas.." sekar menyapa Aufar dengan perasaan cemas.
"Hemm!" Aufar menjawab dengan cuek.
"Mas, aku minta maaf mengenai kejadian tadi"
"Aku nggak tau jika tiwi akan bereaksi berlebihan seperti tadi". sekar mencoba membujuk Aufar.
"Lupakan lah. Dia juga teman mu kan". Aufar mengganti pakaian nya dengan pakaian yg baru.
"Mas nggak marah pada nya kan?". tanya sekar memastikan.
"Mas juga nggak marah pada ku kan?".
"Hem".
"Mas..kok kamu jawab nya gitu sih..!!". sekar merasa jika suami nya masih marah pada nya.
"Jadi mas harus jawab apa?"
"Mass..." sekar merangkul lengan kekar suami nya dengan manja.
"Iya iya.. mas sudah tau lebih dulu mengenai tiwi, kan kamu yg banyak bicara tentang nya kemarin malam, apa kamu lupa? Hemm..?". Aufar mentoel-toel pipi istri nya yg menggemaskan itu.
"Mas..kamu ngerjain aku ya..?" sekar memukul dada bidang suami nya.
"Maaf ya sayang.." Aufar meraih bahu sekar dan memeluk nya dengan erat.
***
Bi sukar membawa tiwi ke kamar mandi belakang untuk membersihkan dirinya dulu.
Tiwi pun menurut. Bi sukar juga tak lupa membawakan baju handuk untuk nya.
Sekar dan juga Aufar turun bersama dan duduk di ruang keluarga menemui ayah dan ibu. Tiba-tiba tiwi berteriak memanggil sekar dari dalam kamar mandi. Semua nya kelihatan terkejut saat mendengar teriakan tiwi yg nyaring seperti bel lonceng sekolah.
"Ya ampun tu anak. Heran mas liat teman kamu itu". Aufar protes sambil merubah posisi duduk nya.
"Sabar ya mas..!!" sekar menyeringai pada Aufar dan berlari menghampiri tiwi.
"Ayah, apa sifat nya memang akan terus seperti itu?". Aufar seperti nya frustasi melihat tingkah tiwi yg suka sembarangan, pikir nya.
"Tiwi itu anak nya baik.. banget. Dia sering membantu ibu jika membutuhkan bantuan. Jadi ayah, ibu dan juga sekar tidak bisa membuat nya merasa sedih, walau dengan sifat nya yg seperti itu".
"Kita doakan saja, semoga dia bisa mendapatkan jodoh yg berbanting balik dari nya".
"Apa? Jodoh? Ah iya, gua bahkan hampir lupa jika tiwi akan gua jodohin dengan rendra. Ya tuhan, gimana nasip tu anak ya, kalau gua jodohin adik gua dengan tiwi yg bar-bar itu..!!". Aufar lantas membayangkan nasip adik nya nanti.
__ADS_1
"I-iya yah, semoga saja". Aufar menjawab dan di anggukkan oleh ayah.
***
Sekar menarik nafas nya setelah ia sampai di dalam kamar mandi tempat tiwi berada saat ini.
"Ya allah wik, kamu kenapa sih? selalu aja sperti itu, ayah sama ibu aku terkejut mendengar teriakan mu itu wik..". sekar protes pada tiwi.
"Maaf deh, ini nih kar, masa aku keluar dengan berpakaian begini? kan malu..!!". tiwi menyentuh tubuh nya sambil melihat lihat nya.
"Iya tapi kan nggak harus teriak seperti tadi wik. Yaudah sini ikut aku". Sekar menyuruh tiwi untuk mengikuti nya.
"Kita mau kemana Sekar?" tiwi bingung akan di bawa kemana oleh sahabat nya itu.
Tiwi menutupi kepala nya dengan baju basah yg sudah di peras nya tadi.
Sekar membawa tiwi masuk kedalam sebuah kamar yg di ujung bawah, hampir berdekatan dengan taman belakang. Kamar yg akan di tempati oleh tiwi termasuk kamar yg cukup luas.
"Sekarang ini adalah kamar kamu wik, dan di dalam lemari sana juga sudah ada beberapa baju yg bisa kamu pakai sehari-hari. Dan sekarang mending kamu ganti baju sekarang, setelah itu bergabung lah dengan kami di ruang keluarga". sekar menuntun tiwi untuk berganti pakaian di dalam kamar mandi yg ada di kamar itu.
"Sekar, makasih ya. Kamu baik banget sama aku, aku nggak tau gimana harus menebus semua kebaikan mu". Tiwi berterima kasih pada sekar, saat dia ingin melangkah keluar kamar.
"Sama-sama". sekar tersenyum pada tiwi, melihatkan tanda ketulusan nya pada tiwi.
Setelah itu sekar pun kembali ke ruang keluarga. Hari yg sudah mulai senja, mereka berkumpul sekedar ngobrol hangat kepada keluarga.
"Nak, gimana dengan adik kamu rendra? Apa dia sudah bisa di hubungi? Ini sudah sebulan adik kamu juga belum ada kasih kabar mengenai keberadaan nya". Ayah terlihat cemas dengan keadaan rendra, karena walau gimana pun, rendra juga sudah banyak sekali membantu anak nya, sekar.
"Tiwi? kenapa dia juga harus ikut nak?" tanya ayah.
"Gini ayah, Aufar dari awal sudah punya firasat mengenai keberadaan rendra dimana, dan kami kesana juga sambil berbulan madu. Lalu tiwi akan kami bawa karena kami punya rencana untuk menjodohkan tiwi dengan rendra. Jadi kemungkinan untuk beberapa minggu kami akan tetap berada disana, agar mereka bisa dekat. Dan kami juga akan meminta tiwi agar bisa membujuk rendra untuk kembali ke Indonesia. Yg kami butuhkan dari ayah dan juga ibu, agar bisa mendukung niat kami ini, yah".
"Kenapa kalian ingin menjodohkan tiwi dengan rendra?". Tanya ayah penasaran.
"Karena menurut kami, tiwi adalah orang yg cocok untuk mas rendra, ayah". Sekar yg tiba-tiba datang dan langsung duduk di samping suami nya.
"Apa kamu yakin, nak? Bagaimana jika rendra tidak menyukai nya? Melihat sikap tiwi yg seperti itu, ayah seperti nya kurang yakin". ucap ayah dengan cemas.
"Ayah tenang aja, sekar yakin jika mas rendra akan menyukai tiwi". Sekar meyakinkan ayah nya.
"Siapa yg menyukai ku sekar?". tanya tiwi yg tiba-tiba muncul dari belakang mereka.
"Oh, itu new York. Kamu suka kan sama negara new York?". sekar menjawab dengan gugup.
"New York yg di amerika itu kar?". tanya tiwi dengan antusias.
"Iya.. yg kamu dulu kepingin kesana". jawab sekat dengan semangat.
"Terus, apa hubungan nya dengan aku?". tiwi langsung bersikap biasa dan duduk di samping haris.
__ADS_1
"Hubungan nya.." ucapan sekar menggantung.
"Kita akan kesana minggu depan. Termasuk kamu juga akan ikut kesana". Aufar menyambung ucapan sekar.
"Haaa...??? Apa aku nggak salah dengar kar? Oppa korea ini ngajak aku ke New York? Mimpi apa aku kemarin ya..!!". Tiwi syok mendengar Aufar mengajak nya, dia pun berdiri dan bersiap ingin mendekati Aufar.
Aufar yg kaget melihat tiwi yg ingin mendekati nya langsung melompat kebelakang kursi, agar tidak terjadi kejadian seperti di kolam renang tadi.
"Stopp...!!!". Sekar meminta tiwi untuk berhenti agar tidak mendekati suami nya.
Tiwi yg mendengar ucapan sekar yg sedikit berteriak, dia pun langsung berhenti.
"Hehe maaf, kelepasan". tiwi cengengesan menjawab nya.
"Tiwi.. tiwi. Kamu itu selalu seperti itu. Suami aku itu tidak sama dengan haris. Kalau sama haris, mungkin kamu bisa sembarangan terhadap nya. Tapi tidak dengan suami ku, ngerti kamu?". sekar sedikit kesal dan menasehati tiwi.
"Iya, maaf.."
"Maafin tiwi ya oppa korea..Janji deh nggak gitu lagi". tiwi menunduk dan meminta maaf pada Aufar.
"Aku bukan oppa korea mu. Jadi berhenti lah memanggil ku oppa korea" Aufar kembali duduk di samping sekar.
"Jadi aku harus manggil nya apa dong?" tiwi bertanya karena takut salah manggil lagi.
"Hemm..?? Cocok nya apa ya sayang?" Aufar melirik ke arah istri nya.
"Panggil aja kak Aufar, aku juga panggil kak Aufar dengan sebutan itu". jawab haris dengan santai sambil memainkan game nya.
"Ah iya bener. Panggil saya itu, karena kamu juga nanti akan jadi..." belum selesai Aufar menyelesaikan kalimat nya, sekar langsung menutup mulut suami nya, agar tidak keceplosan.
"Jadi apa?". tanya tiwi dengan penasaran.
"Maksud suami aku, kamu kan juga akan jadi anggota di rumah ini. Dan kamu juga akan diberikan nya pekerjaan, ya kan sayang?" sekar menarik lengan suami nya dan sedikit melototkan mata nya saat melihat Aufar.
"Ha..?? I-iya.." jawab Aufar dengan gugup.
"Kamu serius sekar? Kak, bener aku akan diberikan pekerjaan di jakarta ini?". tiwi senang mendengar nya.
"I-Iya. Tapi nanti ya, setelah misi kita berhasil" tiwi mengkerut kan kening nya saat mendengar kata misi.
"Misi apaan? Emang kita mau ngerjain apa kak?" tanya tiwi kebingungan.
"Nanti kamu juga akan tau. Yg penting persiapkan diri kamu sebelum kita berangkat nanti" ucap Aufar, dan di iyakan oleh tiwi.
"Baik kalau gitu".
***
***Bagaimana pendapat kalian nih?? ada gk sih org yg suka ceroboh dalam segala hal? tadi nya author mikir, bakal bikin sosok tiwi ini bener2 buat orang bahagia, karena ulah nya yg kocak, trus ceroboh, dan terlalu bar-bar, namun tetap baik hati dong ya.. Dan tiba2 author jadi ingat salah satu artis indonesia yg hampir mirip dengan karakter tiwi. Kira2 dari kalian, ada gk sih yg bisa menebak siapa artis tersebut?
__ADS_1
Hayoo.. jangan lupa untuk terus dukung author yaaa😉 Di baca terus cerita nya, Di like yg banyak juga...terima kasih😘******