Presdir ku Suami ku

Presdir ku Suami ku
Sebangku dengan nya


__ADS_3

Malam pun tiba, waktu nya untuk pergi ke bandara. Re1ndra hanya bisa mengikuti mereka dari belakang, karena dia nggak ingin membuat tiwi semakin membenci nya. Seperti nya dia harus menahan dulu untuk sementara waktu, sampai waktu nya benar-benar tepat.


Setelah mereka sudah berada di dalam pesawat, ternyata tiwi dan juga rendra kebetulan satu bangku. Hal yg tidak di duga oleh mereka. Awal nya tiwi lebih dulu menemukan bangku nya, setelah dia menyusun semua barang nya, dia pun langsung duduk.


Bangku yg di tempati sekar dan Aufar hanya berbeda 2 bangku. Tiwi duduk paling depan sebelah kanan, sedang kan sekar duduk di kursi no 3 sebelah kiri.


Lalu tiba-tiba pada saat sekar sedang mendengarkan music menggunakan headset sambil memejamkan mata nya, rendra pun datang. Namun dia masih belum menyadari jika orang yg tengah duduk disebelah nya adalah tiwi, karena rendra juga mendengarkan music menggunakan headset, lalu tidur seperti orang yg sedang kelelahan.


Sekar dan Aufar menyadari kedatangan rendra yg ternyata satu bangku dengan tiwi, mulut sekar sampai mengangak nggak percaya.


"Mas, apakah ini yg di namakan jodoh? Dari awal mereka bertemu pada saat di pesawat, lalu bertemu lagi, dan sekarang lihat, bahkan allah pun memberikan petunjuk pada mereka" begitu panjang penuturan dari sekar kepada suami nya.


"Semoga aja mereka memang benar-benar berjodoh yaa sayang." Aufar sudah mengetahui semua nya. Sekar sudah cerita semua nya pada Aufar perihal tiwi dan juga rendra.


"Aamiin.." sekar menengadahkan tangannya ke atas sambil mengaminkan doa suami nya.


***


"Auuww" tiwi mengeluh kesakitan saat merasa ada barang berat yg jatuh tepat di ujung kaki nya. Ternyata itu adalah termos air panas yg sengaja ia letakkan di dekat kaki nya. Namun tanpa sadar kaki nya sendiri lah yg menendang termos itu, sehingga membuat nya jatuh.


Rendra yg mendengar orang sebangku nya mengeluh kesakitan, dia pun langsung bangun dari tidur nya, dia melihat kaki orang itu, dan membantu mengelus kaki orang itu, ternyata seorang wanita, pikir nya. Tiwi yg merasa tak enak hati, langsung meminta pria itu untuk berhenti mengelus kaki nya.


"Maaf tuan, tolong jangan lakukan itu, saya sudah tidak apa-apa" tiwi bersuara dengan lembut.


"Suara itu??" rendra seperti nya mengenal suara itu. Lalu dia langsung menegakkan badan nya seperti semula. Dan...


"Kamuu!!!" tiwi sedikit berteriak saat tahu orang yg telah membantu nya adalah rendra.


"Kamu?" sahut rendra tak kalah terkejut nya seperti tiwi.

__ADS_1


"Ngapain kamu ngikuti aku?" tiwi langsung menuduh rendra yg tidak-tidak.


"Maaf, aku nggak tau kita ternyata sebangku. Kalau gitu aku aja yg pindah" ucap rendra yg nggak ingin membuat keributan di pesawat.


Rendra pun berdiri dan melihat tidak ada bangku yg kosong satu pun, lalu dia akan duduk dimana, pikir nya.


"Emm.. Maaf bangku nya nggak ada yg kosong" rendra bicara dengan sangat hati-hati.


Tiwi pun berdiri untuk memastikan apakah yg di katakan rendra adalah benar. Ternyata benar, tidak ada lagi bangku kosong. Nggak mungkin kan kalau dia harus mengusir rendra dari bangku nya.


"Yaudah deh, duduk sini aja. Tapi awas ya kalau sampai macam-macam !!!" ancaman tiwi membuat rendra senyum-senyum sendiri.


"Manis sekali dia" rendra tersenyum dalam hati.


Setelah itu, rendra pun mulai curi-curi pandang kearah tiwi. Rasanya dia ingin mengatakan jika kejadian itu bukan karena perbuatan nya.


"Tiwi, maafkan aku" Dia melihat tiwi belum merespon ucapan nya, lalu dia pun melanjutkan bicara nya.


"Aku bersumpah wik, aku nggak ngelakuin apa pun ke kamu. Aku bisa jamin jika kamu sebenarnya masih suci. Dan aku nggak akan biarkan kehormatan kamu di renggut oleh orang asing" sekali lagi rendra bicara, namun tiwi sama sekali tidak merespon, dia pun mulai curiga, lalu mengecek tiwi apakah dia sudah tidur atau belum. Dan ternyata...


"Lucu sekali. Gue bahkan ngomong sendiri. Dasar cewek aneh. Lo adalah cewe aneh, cewek resek yg pernah gue kenal. Semoga setelah beberapa hari kedepan, kamu bersedia memaafkan aku. Itu adalah harapan terbesar ku sekarang" rendra berkata sambil terus menatap tiwi yg sedang terlelap dalam tidur nya.


Tapi dugaan rendra salah, tiwi sengaja tidak merespon, karena dia merasa malas menanggapi nya. Tapi pengakuan rendra tadi membuat nya tersenyum dalam hati. Dia nggak menyangka jika tuduhan nya terhadap rendra semua nya keliru. Dalam hati nya merasa bahagia karena ternyata sebesar itu kebaikan yg di miliki dalam diri rendra.


Tiwi nggak ingin terlalu cepat untuk memaafkan rendra sekarang, karena tiwi ingin lihat sebesar apa perjuangan rendra untuk meminta maaf pada nya.


***


Waktu pun sudah menunjukkan pukul 05.00 pagi. Alarm yg selalu menjadi andalan nya setiap hari berbunyi dengan sangat keras. Otomatis hal itu membuat seluruh penumpang pada kaget dan terbangun karena kebisingan, termasuk juga rendra.

__ADS_1


"Aaa.. Iya-iya aku bangun. Berisik banget sih kamu cul.." seperti biasanya tiwi selalu mengigau saat mendengar suara alarm nya.


Tapi tiba-tiba.. 1 menit kemudian, dia terkejut karena semua penumpang melihat nya begitu menohok. Rendra yg duduk di sebelah nya hanya menggelengkan kepala nya. Mungkin itu adalah salah satu kebiasaan buruk tiwi, tapi dia merasa jika hal itu adalah hal yg sangat menarik.


"Eh, ma'af ya.." tiwi merasa malu dan meminta maaf pada semua penumpang.


Semua penumpang tidak merespon perkataan tiwi. Namun rendra masih saja terus tersenyum melihat tingkah tiwi yg lucu. Sedangkan sekar sudah biasa melihat kebiasaan yg tiwi lakukan.


"Malu banget aku.. Lu sih cul, entah apa bunyi di sini. Lagian aku juga sih yg salah, lupa matikan alarm pagi, jadi gini kann!!.." tiwi terus mengomel pada jam alarm nya, sambil memukul-mukul pelan jam itu.


"Minggir dulu deh" tiwi mengusir rendra. Entah apa yg akan dilakukan nya, rendra nggak tau.


Tiwi pun pergi ke toilet untuk mengambil wudhu. Tiwi menyapa sekar saat melewati nya, dan bertanya apakah sekar sudah sholat subuh atau belum, dan sekar menjawab sudah.


Setelah selesai mengambil wudhu, tiwi pun kembali ke tempat duduk nya. Tapi sebelum dia duduk, tiwi mengusir rendra kembali.


"Ekhem, bisa keluar dulu?" ucap tiwi dengan acuh.


"Bisa" rendra pun berdiri dan mempersilahkan tiwi untuk duduk.


Tiwi pun bersiap mengambil mukena nya, dan hal itu membuat rendra tak berhenti menatap tiwi dengan perasaan kagum, sekaligus bangga.


"Ternyata dia mau sholat. Sholiha sekali dia.. sama seperti sekar, walaupun sifat nya berbeda, tapi mereka sama-sama wanita yg baik, sholiha dan rajin. Gue suka liat nya" rendra berkata dalam hati.


Setelah selesai melakukan sholat, seperti biasanya tiwi langsung mempersiapkan teh chamomile untuk dia minum. Dia percaya jika minum teh itu di pagi hari bisa membuat pikiran nya lebih fresh, dan lebih bersemangat melakukan berbagai aktifitas, bahkan bisa membuat mood nya lebih baik seperti biasanya.


Rendra bingung melihat apa saja yg tengah dilakukan tiwi, sungguh menarik untuk menjadi bahan tontonan nya sepagi ini.


Setelah menyeduh teh chamomile, tiwi pun langsung menyiapkan roti lapis untuk menjadi sarapan nya pagi ini. walaupun mungkin ini masih jam 6 lewat.

__ADS_1


__ADS_2