Presdir ku Suami ku

Presdir ku Suami ku
Warga kampung gentar mengetahui kesuksesan sekar


__ADS_3

IHaris yg sedang selonjoran di kasur, sambil terus memfotokan setiap ruangan di kamar nya. Lalu dia memposting nya ke akun media social nya.


“Rumah baru kakak dan kakak ipar di Jakarta. InsyaAllah, kami juga menetap di sini. Terimakasih kakak ku sayang..” tulis nya di caption Instagram, yg otomatis terhubung ke akun Facebook nya. dan tak lupa dia juga posting di akun Wattsap nya.


Tiba-tiba masuk komentar dari beberapa orang teman haris. Ada yg merasa kagum dengan ruangan kamar haris yg elegant. Ada juga yg bilang kalau semua itu hasil pesugihan sekar selama ini di Jakarta. Karena tidak semua orang yg menyukai keluarga sekar. Dulu sekar bukan lah orang hebat, keluarga nya sangat sederhana. Bahkan ada beberapa orang yg tidak menyangka bahwa ayah sekar bisa mendapatkan menantu yg kaya raya.


Tapi haris tidak terlalu menanggapi komentar dari orang-orang yg menghujat keluarga mereka. Malahan dia semakin semangat memposting foto saat sedang bersama seluruh keluarga nya. Bahkan saat dia berfoto dengan keluarga mertua kakak nya juga dia post di akun instagram nya. Dan warga di kampung sekar sudah gentar dengan hanya melihat foto yg di post haris.


Tiwi selaku teman dekat sekar saat di kampung merasa bahagia melihat kesuksesan teman nya. Tiwi langsung meminta no WA sekar dari haris. Bahkan Reja yg melihat berita nya merasa benci dengan sekar.


***


Saat ini sekar sudah berada di depan kamar nya, dan bersiap membuka pintu kamar. Tiba-tiba aufar yg berada di balik pintu kamar langsung memeluk istri nya dari belakang. Sekar yg mendapat perlakuan itu terkejut karena suami nya yg tiba-tiba memeluk nya dari belakang.


“Mas, kamu ini bikin sekar terkejut aja.” ucap sekar sambil memegang tangan aufar yg menempel di perut nya.


“Kamu nggak mau ngucapin sesuatu gitu sama mas?” ucap nya sambil terus memeluk istri nya.


“Ngucapin apa mas?” tanya sekar dengan polos.


“Ih, kamu ini. Kan tadi mas udah membuat kamu bahagia dengan menghadirkan ayah dan ibu disini, dan untuk selama nya. Apa kamu nggak mau berterimakasih sama mas?” aufar memanyunkan bibir nya saat sekar menuntun nya kearah depan cermin, jadi terlihat jelas jika aufar saat ini sedang cemberut pada istri nya.


“Iya.. terimakasih ya mas, kamu baik banget..” ucap nya sambil tersenyum bahagia.


“Kalau gitu, malam ini mas dapat jatah dong.” Aufar membalikkan tubuh sekar agar berhadapan dengan nya.


“Hem.. dapat nggak ya?” ucap nya sambil berpura-pura sedang berfikir.


“Dapat dong sayang..tiang monas mas sudah terasa gatal ini pengen di garuk manja sama kamu..” aufar membujuk istri nya dengan rayuan maut nya.


“Tapi darah sekar masih keluar mas..kan kata dokter belum boleh.” Di raih nya tangan aufar sambil mengelus tangan nya.


“Ya ampun..sengsara banget si tiang monas mas ini.” Aufar mengeluh sambil memanyunkan bibir nya.


“Yg sabar ya mas.” Ucap sekar sambil tersenyum pada suami nya.


“Yaudah, mas mau makan gunung kamu aja lah.” Goda aufar sambil mengangkat tubuh istri nya ke tempat tidur.


Dan pada akhir nya mereka bermesra-mesraán di atas kasur. Aufar begitu rakus, sehingga sekar mendesah begitu keras. Tiba-tiba pada saat mereka sedang asyik-asyik nya, handphone sekar berbunyi dan itu membuat mereka berdua menoleh, sekar pun meminta aufar menghentikan aktifitas nya. Di raih nya hanphone yg ada di atas meja nakas, lalu menekan tombol hijau, belum lagi sempat sekar bicara dan bertanya siapa yg nelfon, tiba-tiba handphone nya di ambil paksa oleh aufar.


“Ada perlu apa nelfon istri saya?” aufar bertanya sambil terus memeluk istri nya yg sudah tidak memakai pakaian tidur nya.


“Maaf mas, apa benar ini no nya sekar?” tanya si penelefon yg di seberang sana.


“Iya, dia istri saya. Anda siapa nelfon istri saya selarut ini?” tanya aufar dengan santai.

__ADS_1


“Apa? Dia bilang nelfon selarut ini? Ini kan masih jam 8. Cemburuan banget sih suami nya sekar.” penelfon itu protes sambil mengkerutkan kening nya.


“Saya Tiwi mas, teman dekat nya sekar yg di kampung. Apa boleh saya bicara ?dengan sekar sekarang mas?” tanya tiwi melalui telfon. Ya, yg nelfon itu tiwi, setelah dia mendapatkan no sekar dari haris, dia langsung menghubungi sekar, tanpa tau kalau siapa saja yg menelfon sekar pasti akan di introgasi oleh suami nya.


“Apa? Tiwi? Oh, istri saya sudah tidur” sahut nya dengan asal.


“Mas, sekar belum tidur loh..kesini kan handphone sekar, mas” sambung sekar, dan terdengar oleh tiwi.


“Ya gusti, istri belum tidur, dibilang udah tidur. Over banget jadi suami. Tapi sweet sih memang, jadi pengen ikutan nikah” gumam tiwi sambil menjauhkan handphone nya dari telinga.


“Yaudah, nih handphone nya. tapi jangan lama-lama ya sayang. Terus kamu ngomong nya disini aja.” ucap nya sambil terus memeluk istri nya dari depan.


“Iya..” jawab nya dengan lembut.


“Assamualaikum tiwi..” sapa sekar dari telfon.


“Waalaikumsalam sekar.. apa kabar kamu kar? Udah lama banget aku nggak ada dengar kabar kamu. Kamu sombong sama aku.” Tiwi mengeluh, karena mereka tidak pernah komunikasi lagi semenjak sekar berada di Jakarta.


“Maaf ya tiwi, bukannya sombong, tapi memang aku belum ada waktu aja buat hubungi kamu.” Ucap nya dengan jujur.


“Terus itu beneran suami kamu sekar?” tanya tiwi penasaran.


“Iya. Dia suami aku, baru juga seminggu.” Sekar menjawab pertanyaan tiwi sambil merasa kegelian karena aufar masih menciumi leher belakang sekar.


“Mas, udah dulu. Nanti di sambung lagi, ni sekar lagi nelfon bentar mas..” sekar menutup telfon dengan tangan nya, agar tiwi tidak bisa mendengar apa yg sekar bicarakan pada suami nya.


“Eh, iya tiwi. Kamu datang dong kesini.. aku kangen kamu loh wik.” Sekar meminta tiwi untuk datang ke Jakarta mengunjungi sekar.


“Gimana aku mau kesana, buat ongkos aja aku nggak punya sekar. kamu dong yg kesini.. oh iya, beberapa hari ini, aku nggak pernah lihat orang tua kamu sama adik kamu dirumah.” tiwi bertanya karena sudah hampir 2 minggu lebih dia tidak melihat orang tua sekar berada di rumah.


“Oh, iya. Ibu, ayah sama haris udah tinggal bersama ku sekarang. Dan gimana kalau aku ongkosin kamu ke Jakarta? Kamu mau kan datang kesini.” Ucap sekar dengan semangat.


“Gimana ya? nanti suami kamu marah lagi, atau nggak suka aku datang kerumah kamu. Aku jadi nggak enak sama suami kamu nanti.” Tiwi bukan lah orang yg suka meninggi, dia juga sama seperti sekar.


“Tunggu ya, aku tanya suami aku dulu.” Sekar memberi jeda pada obrolan nya pada tiwi, dan bertanya pada suami nya.


“Mas, kalau teman sekar datang kerumah kita, nggak apa-apa kan mas?” dengan ragu, sekar bertanya.


“Kalau cewe mas izinin.” Ucap aufar dengan pelan.


“Terimakasih ya mas..” jawab nya sambil mencium pipi suami nya.


“Tuh kan wi, suami aku ngizinin kok..tapi kamu datang sendirian aja yah..Nanti aku kirimi foto tiket pesawat nya.” ucap nya


“Loh, kamu benaran mau ongkosin aku sekar?” tanya tiwi dengan penasaran.

__ADS_1


“Iya, beneran.” Jawab sekar meyakinkan tiwi bahwa ucapan nya barusan adalah benar adanya.


“Makasih ya sekar.. nanti aku izin sama ibu aku dulu. Yaudah kita tutup dulu ya telfon nya, maaf ya kalau udah ganggu kalian yg sedang…anu anu.” Ucap tiwi sambil tertawa geli


“Ha? Iya. Sama-sama tiwi.” Jawab nya sambil melongo.


Setelah menutup telfon nya, sekar protes pada suami nya, karena gara-gara ulah nya sekar jadi malu pada tiwi. Tiwi juga bukan anak kecil lagi, pikir nya. Jadi, mustahil dia tidak mengerti dengan apa yg sedang dilakukan suami nya tadi.


“Mas..gara-gara kamu kan sekar jadi malu sama tiwi.” Sekar protes pada suami nya.


“Loh, kok gara-gara mas sih? Emang nya mas salah apa, sayang?” tanya aufar yg tak terima di tuduh oleh istri nya.


“Mungkin suara mas yg terlalu vulgar itu terdengar oleh tiwi. Sekar kan malu mas..” jawaban sekar membuat aufar tertawa terbahak-bahak.


“Hahaha kamu lucu banget sih sayang..”


“Iss, kok mas malah ketawa sih!” sekar kesal liat suami nya yg banyak tingkah.


“Udah deh, gosah di lanjutkan aksi protes nya. Lagian wajar aja sayang, dia kan juga sudah dewasa, mungkin dia juga punya kekasih.” Ucap aufar dengan santai.


“Dia itu nggak pernah pacaran mas, sama seperti sekar dulu..” sekar mengatakan nya sambil meletakkan handphone nya kembali ke atas meja nakas.


“Orang nya cantik nggak kayak kamu?” aufar bertanya dengan serius.


“Dia itu orang nya manis, lucu, baik, dan sedikit petakilan. Tapi anak nya seru mas.” Ucap sekar sambil membayangkan wajah tiwi dalam pikiran nya.


“Gimana kalau kita jodohkan dia dengan rendra? Bisa jadi rendra akan lebih mudah move on dari kamu. Terus dia nggak kabur-kaburan lagi kek gini. Bikin mamah sama papa jadi cemas.” aufar sungguh-sungguh berniat ingin menjodohkan tiwi dengan adik nya.


“Mas bercanda ya?” tanya sekar memastikan.


“Mas serius. Emang kenapa? Oh, atau kamu nggak rela kalau mas rendra kamu itu jadi milik orang lain, iya? Bilang aja kalau memang iya.” Aufar cemburu saat sekar bertanya tadi. Lalu dia langsung melepaskan pelukan nya dari sekar.


“Bukan mas, bukan gitu maksud sekar. Tapi apa nanti mas rendra akan setuju jika di jodohkan dengan tiwi?” Sekar nggak yakin jika harus terang-terangan pada rendra ingin menjodohkan nya dengan tiwi.


“Ya diam-diam aja. Nanti pas kita mau liburan ke New York, kita ajak dia. Terus..ada deh..” ucap aufar dengan santai.


“Terus apa mas?” tanya sekar penasaran.


“Nanti kamu juga akan tau kok sayang. Yaudah yuk kita tidur.” Ajak aufar yg langsung menangkap istri nya untuk masuk kedalam pelukannya.


***Nanti akan ada moment di saat tiwi bertemu dengan rendra. kira-kira apakah mereka akan bisa bersatu? apakah tiwi berhasil membawa rendra pulang ke Indonesia?


Pada penasaran kan???


Rendra sebenarnya jauh lebih agresif dari pada Aufar loh ternyata..

__ADS_1


Hayo..jangan lupa di boom like ya cerita nya.. di jadiin pavorite jg dong😚Di share ke yg lain juga yaaa😘😘😘***


__ADS_2