Presdir ku Suami ku

Presdir ku Suami ku
Bicara Dengan Nya


__ADS_3

Setelah mereka sampai di hotel, aufar sudah lebih dulu masuk kedalam kamar hotel milik nya, sedangkan tiwi berjalan kearah bagian informasi. Awal nya dia bingung bagaimana cara dia bertanya kepada staff hotel itu, lalu akhirnya dia membuka google translate, dan kata-kata nya di catat di buku tulis, lalu dia serahkan kepada staff hotel itu.


Staff itu seolah mengerti jika tiwi tidak bisa menggunakan bahasa inggris, lalu dia juga melakukan hal yg sama dan menyerahkan nya kepada tiwi.


"Thank you Mrs" ucap tiwi dengan ramah dan tersenyum.


"Ini artinya apa ya?" gumam tiwi sambil mengetik tulisan yg di berikan staff tadi.


"Tuan yg nona maksud juga nginap di hotel ini, beliau berada di kamar 280" tiwi menghela nafas nya dengan dalam, lalu melipat kertas itu dan meletakkan nya kedalam tas.


"Oke, kita akan bertemu sekali lagi mas" tiwi bergumam sambil berjalan kearah lift.


Mulut nya nggak berhenti komat kamit karena gugup. Jika ada yg mendengar jantung nya saat ini sama seperti orang yg sedang main dram.


"Huft, Bismillah.." tiwi menarik nafas nya dengan dalam dan bersiap menekan bel kamar nya.


Setelah menekan bel, tiwi membalikkan tubuh nya membelakangi pintu, karena dia merasa sangat gugup jika tiba-tiba orang itu membuka pintu.


Pintu terbuka.


"Maaf anda siapa?" tiwi memberanikan diri untuk memutar kan tubuh nya menghadap pria itu.


Pria itu tampak nya sangat tenang saat melihat kedatangan tiwi dan menunggu jawaban dari tiwi.


"Maaf kalau saya gang..." belum lagi sempurna tiwi bicara, pria itu langsung memotong pembicaraan nya.


"Masuk" pria itu meminta tiwi untuk masuk kedalam kamar nya.


"Apa..!! kamu jangan macam-macam ya" tiwi mengira jika dia akan di perkosa, lalu dengan berani nya tiwi mengancam pria itu.


"Saya nggak mau jika orang mengira kamu adalah cewe bookingan saya"


"Kalau tidak mau masuk nggak masalah. Selamat sore" pria tadi sudah bersiap ingin menutup pintu nya, namun segera di tahan oleh tiwi.


"Iya-iya aku masuk" tiwi menyargah ucapan pria itu.


"Ganteng tapi cerewet udah seperti emak-emak aja" gumam tiwi karena jengkel dengan sikap pria itu.


"Ngomong apa barusan? coba ulangi?" pria itu berhenti seketika saat mendengar ucapan tiwi yg terdengar jelas oleh nya.


"Ha? ngomong apa, nggak ada ngomong apa-apa" tiwi nggak mengakui ucapan nya tadi.


Tiwi pun masuk dan duduk di atas sofa. Dia melihat di sekeliling kamar nya, Semua nya tertata dengan sangat rapi, ada beberapa buku yg tersusun di atas meja nakas samping tempat tidur. Tiba-tiba tiwi di kaget kan oleh pria itu karena sudah lancang melihat semua isi kamar nya.


"Berapa uang yg sudah di kasih oleh bos mu itu" tiwi yg mendengar mengernyit kan alis nya, karena bingung dengan pertanyaan yg di lontarkan pria itu.

__ADS_1


"Apa? uang? Bos? apa sih yg kamu maksud itu. Aku sama sekali nggak ngerti" tiwi membuang wajah nya ke sembarangan arah.


"Presdir Sanjaya Grup, dia itu atasan mu kan?" Sekarang tiwi mengerti apa yg di maksud oleh pria itu.


"Maaf ya Rendra Putra Sanjaya, aku ini bukan pegawai dari kak Aufar. Kedatangan ku kesini hanya ingin mengajak mu bicara dengan baik-baik. Dan aku kesini juga tanpa sepengatahuan dia. Kenapa bisa-bisa nya kamu berasumsi yg tidak benar" Rendra langsung menarik nafas nya dengan dalam.


"Lantas, untuk apa kamu hadir di acara rapat tadi kalau bukan kamu itu adalah pegawai dia" Rendra masih berfikir jika tiwi lah yg tengah berbohong saat ini.


"Begini ya Pak Rendra, saya ini bukan pegawai beliau, tapi calon pegawai. Aku Pratiwi Luthviana, sahabat sekar dari kampung. Aku senang jika sekar tidak jadi menikah dengan anda, karena melihat sikap anda yg terlalu sombong dan selalu berfikiran buruk terhadap seseorang" Sekar memberi jeda pada ucapan nya.


"Dan aku bersyukur, karena sekar menikah dengan kak Aufar, dia baik walaupun terkadang ngeselin. Tapi setidaknya nggak kayak kamu, dasar sombong" tiwi merasa sangat kesal dengan rendra, dia pun langsung melengos pergi begitu saja, tanpa menghiraukan ekspresi Rendra padanya seperti apa.


"Siapa dia berani banget melawan gua, dasar cewe aneh" dia langsung merebahkan tubuh nya di atas kasur.


"Huft! Sebenarnya rendra kangen sama mama, kangen juga sama papa. Tapi maaf ma, rendra nggak bisa kembali lagi kesana. Sudah terlalu banyak luka yg kalian berikan pada rendra"


"Hingga akhirnya rendra memutuskan untuk menyerah, agar mama dan papa bisa bahagia tanpa rendra. Maafkan rendra ma, pa.." ucap nya sambil mengelus wajah orang tua nya di foto.


"Tapi, kenapa cewe tadi berani banget ngomong gitu ke gua ya?"


"Apa dia bilang? dia bilang sekar beruntung dapatin kakak gua? nggak kebalik ya! Seharusnya yg lebih beruntung itu dia, karena mendapatkan istri secantik, dan Sholihah seperti sekar.


***


Di kamar, Aufar datang dengan wajah lesuh. Sekar yg sedang gelongsoran sambil bermain dengan handphone nya melihat kedatangan Aufar langsung menyambut nya dengan hangat.


"Kamu kenapa mas?" sekar mendekat kearah suami nya yg tengah duduk di atas sofa.


"Ternyata rekan bisnis mas itu adalah Rendra" Aufar memijat pelipis nya.


"Ha? maksud mas gimana?" sekar merasa jika suami nya sedang membohongi nya.


"Rendra selama ini tinggal di jakarta, dan dia bekerja disalah satu perusahaan di jakarta. Dan tadi di ruangan rapat, dia menyamar agar mas tidak mengenali nya. Namun, setelah seseorang memanggil nama nya, mas langsung menyadari jika itu adalah Rendra. Setelah rapat selesai, mas menegur nya dan meminta nya pulang. Tapi dia tetap nggak mau, mas bingung sayang. karena mamah juga masih saja menyebut nama nya dan menunggu nya untuk pulang"


"Apa yg harus mas lakukan sekarang?" Aufar mengusap kasar wajah nya.


"Kamu yg sabar mas" sekar mengelus punggung suami nya dengan lembut.


"Kamu cari tau aja dulu dia tinggal dimana mas. Nanti setelah kamu tau tempat tinggal nya, kita datangi dia"


"Jika mas izinkan, sekar mau bicara dengan nya dan membujuk nya agar pulang ke rumah" sekar menggigit bibir bawah nya, karena takut Aufar akan marah dengan permintaan nya yg konyol itu.


"Apa kamu bilang? kamu mau menemui dia secara pribadi gitu?" Aufar bangkit dari duduk nya dan merasa semakin kesal dengan permintaan istri nya.


"Mas, cobalah mengerti.. Mas rendra marah sama kamu dan juga keluarga kita karena dia merasa sudah di kecewakan dan di asingkan. Dan bahkan mas rendra selalu menganggap kamu itu masih sama seperti dulu mas. Jadi aku hanya ingin menjelaskan dengan nya dengan perlahan, hanya itu mas" sekar memegang tangan Aufar dan mengatakan nya dengan sungguh-sungguh.

__ADS_1


"Apa kamu yakin jika setelah kamu bicara dengan nya, dia akan pulang kerumah?" sekar tampak nya berfikir.


"Insyaallah jika kita yakin sama kuasa Allah, semua itu bisa aja terjadi mas. Karena yg mampu membolak balikkan hati manusia hanya lah allah mas, jadi lebih baik kita banyak berdoa dan memohon kepada allah" sekar merangkul lengan kekar suami nya.


"Semoga saja itu terjadi ya sayang" Aufar menyandarkan kepala nya ke Kepala sekar.


***


"Heran deh aku liat cowo itu, apa sih mau nya dia. Di baikin salah, di bujuk salah. Tapi aku nggak boleh nyerah. Aku akan berusaha agar dia mau pulang ke rumah kak Aufar"


"Apa yg harus aku lakukan selanjutnya yaa" tiwi mondar mandir sambil memikirkan rencana selanjutnya.


"Aha..!! aku tau!" tiwi menyeringai sambil menganggukkan kepala nya berulang-ulang.


Keesokkan pagi nya, tiwi sudah lebih dulu keluar kamar secara diam-diam, agar sekar dan Aufar tidak melihat kepergian nya.


"Di pagi hari begini, kira-kira itu emak-emak jogging nggak ya? Tauk deh, yg penting aku harus mastiin jadwal dia pagi ini kemana" tiwi terus berjalan, dan menaiki lift.


***


"Ngapain ya hari ini? acara lounching produk nya 2 hari lagi, bosan juga kalau nggak keluar. Lebih baik gue jogging ke taman" Rendra tengah bersiap-siap, lalu dia mengambil jaket hoodie nya, dan memakai headset di telinga nya, agar dia bisa lebih santai menikmati udara pagi hari di amerika.


Saat dia membuka pintu kamar, tiwi yg sedang berada tepat di depan kamar rendra langsung gelagapan karena takut dirinya ketahuan oleh Rendra. Akhirnya dia membalikkan tubuh nya dan berpura-pura mencari kamar seseorang.


Rendra sempat terkejut karena melihat wanita berjilbab mondar-mandir di depan pintu kamar orang. Pasal nya jarang sekali ada wanita berjilbab yg tinggal di amerika, tapi dia nggak berfikir jika wanita itu adalah tiwi.


"Maaf, mbak mau cari siapa ya?" tiwi yg merasa jika dirinya yg di panggil, langsung memejamkan kedua matanya, dan menggigit bibir bawah nya lalu bersiap untuk membalikkan tubuh nya.


1


2


3


"Kamu..? Ngapain kamu disini, mau jadi penguntit?" tiwi langsung berjalan dengan perlahan sambil cengar-cengir mendekat kearah rendra.


"Tadi aku nggak sengaja salah kamar, aku kira kamar ku, ternyata bukan. Hehe...!!" tiwi menggoyang goyangkan pinggang nya karena merasa malu sudah ketahuan bohong.


"Sepagi ini, kamu bisa salah cari kamar? Mustahil" rendra langsung pergi meninggalkan tiwi yg masih setia menggoyangkan pinggang nya.


"Ya kenapa rupanya jika sepagi ini aku bisa salah kamar..!! Nggak ada urusan nya juga kan sama kamu" tiwi berlari mengejar rendra yg sudah lebih dulu berjalan melewati nya. Namun rendra hanya diam dan tidak menjawab lagi.


Saat rendra masuk ke dalam lift, tiwi pun juga ikut masuk. Rendra seakan tau jika tiwi sedang mengikuti nya secara diam-diam. Tapi dia diam saja, karena tidak ingin mood nya jelek pagi ini.


Semoga kalian suka dengan cerita nya yaa...😉😉

__ADS_1


Jangan lupa di like dan komen ya kakak cantik..


__ADS_2