
Bugh!
Satu pukulan lagi-lagi dilayangkan Aiden pada Spencer yang sudah tak berdaya di hadapannya. Pria malang itu kini terlihat sangat mengenaskan dengan luka lebam di beberapa sisi wajahnya dan juga darah segar yang mengalir dari hidung dan sudut bibirnya. Setelah pagi ini menerima berita dari pengawal-pengawal itu, Aiden langsung memanggil Spencer ke dalam ruangannya agar pria itu mempertanggungjawabkan perbuatannya. Dan saat Spencer telah muncul di hadapannya, raja arogan itu langsung melampiaskan seluruh amarah dan rasa kecewanya pada pria itu. Namun sebanyak apapun ia memukul Spencer dengan seluruh tenaganya, rasa marah dan kecewa itu tetap bergumul di dalam hatinya, menciptakan sebuah rasa sesak karena terkhianati. Bertahun-tahun ia menjadi raja dan selalu menumpas pengkhianat di kerajaanya, sekarang justru ia mendapatkan sebuah fakta menyakitkan jika pengawal setianya, yang telah ia anggap sebagai saudaranya sendiri yang telah mengkhianatinya. Pria itu telah mengkhianatinya dan juga seluruh rakyat Khronos hanya karena wanita licik bernama Gazelle. Pria itu telah diperalat oleh Gazelle dengan seluruh kalimat berbisanya.
"Apa yang akan kau jelaskan padaku sekarang?" tanya Aiden dingin dengan tatapan tajam menusuk kedua manik Spencer. Pria itu menunduk dalam sambil menahan sakit disekujur tubuhnya yang terluka. Ia tahu dan ia sadar jika ia salah, tapi ia tidak tahu bagaimana cara menjelaskannya pada Aiden. Ia terlalu malu untuk menjelaskannya pada Aiden. Semua ini terjadi karena kebodohannya yang terlalu mengagung-agungkan Gazelle, padahal jelas-jelas wanita itu telah menolaknya berkali-kali.
"Maafkan saya Yang Mulia, saya mengaku salah."
"Kau memang salah brengsek! Kau mengkhianati kepercayaanku!" teriak Aiden nyaring dan langsung menyerbu tubuh tak berdaya Spencer sambil mencengkeram kerah kemeja Spencer erat. Sesaat Spencer merasa sesak dan terbatuk-batuk dengan perlakuan Aiden padanya, tapi hal itu tidak berlangsung lama karena Aiden langsung menghempaskan tubuh tak berdaya itu ke arah tembok dan membenturkannya dengan keras di sana.
__ADS_1
"Bukankah aku sudah pernah memperingatkanmu untuk berhati-hati dengan perasaanmu, apa kau tidak memikirkan semua perkataanku? Kau benar-benar pria idiot! Sekarang pertanggungjawabkan semua kesalahanmu!" bentak Aiden lagi dengan murka. Pria itu kemudian mulai menyeringai jahat dibalik wajah piasnya yang dingin. Hukuman fisik tentu tidak akan sebanding untuk kesalahan yang begitu besar yang dilakukan oleh Spencer padanya. Ia harus memberikan hukuman yang benar-benar akan menyakiti Spencer dengan ganas. Dan menurutnya hanya satu hukuman yang benar-benar akan menghancurkan Spencer.
"Karena menurutku hukuman kematian terlalu mudah untukmu, maka aku akan memberikan hukuman yang benar-benar akan menyakitimu. Kau harus mencari Gazelle dan membunuhnya dengan tanganmu sendiri di hadapanku. Kurasa itu hukuman yang paling tepat untukmu Spencer, melihat wanita yang kau cintai mati ditanganmu sendiri, pasti akan sangat menyenangkan." seringai Aiden licik. Sedangkan Spencer langsung memucat tegang dengan hukuman yang diberikan oleh Aiden padanya. Hukuman itu benar-benar lebih mengerikan daripada sekedar hukuman mati. Lalu apa yang harus ia lakukan sekarang? Jelas-jelas Gazelle masih berada di istana ini, wanita itu masih menyamar sebagai pelayan. Aiden pasti akan segera mengetahui keberadaan Gazelle, karena semua penghuni istana dan seluruh rakyat Khronos juga ikut serta dalam pencarian Gazelle. Bahkan Aiden menawarkan imbalan yang sangat besar bagi mereka yang berhasil menangkap Gazelle dan menyerahkan padanya dalam keadaan hidup. Apakah ia sudah mengetahui berita ini?
Pertanyaan itu terus menggema di benak Spencer sambil membayangkan bagaimana ekspresi wajah penuh kebencian Gazelle setelah mengetahui berita mengenai dirinya yang disayembarakan oleh pria yang sangat dicintainya. Dalam kekalutan hatinya yang rumit, tiba-tiba Spencer menyadari satu hal, mereka berdua adalah orang yang sama. Orang yang sama-sama bodoh dan hanya diperalat oleh cinta. Ya, mereka berdua sama-sama bodoh karena terlalu dibutakan oleh cinta mereka yang konyol. Spencer dengan rasa cintanya pada Gazelle, dan Gazelle dengan rasa cintanya pada Aiden. Andai saja merelakan adalah sesuatu yang mudah, maka ia dan Gazelle tidak akan berakhir seperti ini. Rasanya ia sekarang semakin malu pada dirinya sendiri karena ia pernah menasehati Gazelle untuk merelakan Aiden dan melepaskan Aiden, sedangkan dirinya, sebagai pelaku yang mengatakan hal itu juga tidak bisa melakukannya dan justru mengkhianati kerajaannya demi wanita yang dicintainya. Lalu apa bedanya ia dengan Gazelle?
"Yang Mulia, sesuatu terjadi pada Yang Mulia Calistha." Tiba-tiba Yuri berseru panik dari ambang pintu sambil meremas-remas tangannya gugup. Aiden yang awalnya sedang bersandar di atas singgasananya yang nyaman, langsung melompat turun dari kursi yang ia duduki untuk melihat bagaimana kondisi Calistha saat ini. Belum genap satu jam ia mengijinkan Calistha untuk keluar dari kamarnya, tapi wanita itu sudah membuat jantungnya kembali berdetak cepat karena terlalu mengkhawatirkannya.
"Yyyang Mulia berada di dalam kamar lamanya." ucap Yuri susah payah. Aiden kemudian langsung melesat pergi untuk melihat Calistha di dalam kamarnya. Berbagai macam pikiran buruk hadir silih berganti di dalam kepalanya, menciptakan sebuah gelombang menyakitkan yang terasa begitu menyiksa. Rasa sesal karena telah mengijinkan Calistha untuk keluar dari kamarnya langsung menghinggapi hatinya ketika ia menyadari kesalahannya itu. Andai saja ia tidak mengijinkan Calistha keluar dari kamarnya, pasti wanita itu akan tetap baik-baik saja. Calistha pasti tidak akan terluka karena perbuatan orang-orang jahat yang memiliki dendam padanya. Ck, mengapa sulit sekali baginya untuk menghindari malapetaka? Mengapa sulit sekali untuk melindungi wanitanya? Mengapa sulit sekali untuk menjaga wanita yang dicintainya?
__ADS_1
"Apa yang terjadi padanya?" tanya Aiden langsung ketika ia tiba di dalam kamar Calistha. Kamar itu tampak begitu ramai dengan beberapa dayang dan pelayan. Tapi ketika Aiden datang, mereka semua langsung menyingkir dengan sendirinya dan memberikan jalan untuk Aiden agar dapat melihat kondisi Calistha lebih dekat.
"Yang Mulia Calistha saat ini sedang mengandung."
Mengandung
Aiden langsung mematung di tempat sambil memejamkan matanya frustrasi. Akhirnya apa yang ditakutkan
terjadi. Calistha benar-benar mengandung anaknya. Lalu apa yang harus ia lakukan sekarang?
__ADS_1
Sedangkan Gazelle dan Tiffany yang berada di dalam kerumunan itu langsung terbelalak kaget sambil menatap satu sama lain. Senyum licik langsung tercipta di wajah Gazelle sambil berbisik pelan tanpa kata pada Tiffany yang berjarak lima meter di sampingnya.
“Calistha dan bayinya harus mati!”