Queen Of Time

Queen Of Time
King Aiden and Queen Calistha (Fifty Seven)


__ADS_3

            Calistha menatap Tiffany di depannya dengan perasaan bersalah. Ada setitik rasa iba dan dorongan untuk mengeluarkan Tiffany dari dalam sel tahanannya, tapi mengingat bagaimana sikap Tiffany ketika wanita itu bebas membuat Calistha bergidik ngeri dan sekuat tenaga menahan dorongan untuk merengek pada Aiden dan membiarkan Tiffany hidup bebas di luar penjara.


            "Apa kau sudah puas menatap saudara kandungmu?" tanya Aiden datar sambil bersandar pada ujung jeruji besi milik Tiffany yang berkarat. Calistha kemudian menolehkan kepalanya ke arah Aiden sambil menggelengkan kepalanya pelan.


            "Aku sebenarnya merasa iba pada Tiffany, bagaimanapun juga kami adalah saudara. Tapi, aku tidak bisa mengeluarkannya dari sini. Aku takut ia akan membuat rencana jahat jika aku mengeluarkannya dari sini. Jadi, ia memang lebih baik berada di sini." ucap Calistha nanar sambil memandang wajah Tiffany sendu. Saat ini Tiffany sedang bersandar pada tembok penjara sambil memejamkan matanya damai. Entah sebenarnya apa yang sedang Tiffany lakukan saat Aiden menghentikan waktu di sekitar Khronos, yang jelas Tiffany lebih terlihat seperti sedang tertidur.


            "Mungkin kau bisa mendekatinya perlahan-lahan setelah ini. Penyebab semua sikap jahatnya adalah


karena aku menghancurkan kerajaan Diamond dan membunuh kekasihnya. Jujur aku mengaku salah, tapi saat itu aku memang harus melakukannya. Jadi, kau bisa memberinya perhatian sedikit demi sedikit dan membangun keyakinan jika kau adalah adik kandungnya yang memperhatikannya. Selain itu kau juga harus meyakinkan Tiffany jika kau bukan penyebab dari kehancuran kerajaan Kairos, semua itu adalah murni dari kesalahan kedua orangtua kalian." jelas Aiden memberi nasihat. Calistha mengangguk paham sambil menatap Tiffany dalam sebelum ia memutuskan untuk pergi menemui Max.


            "Ayo, sekarang kita harus menemui Max." ajak Calistha ceria yang langsung dibalas Aiden dengan dengusan. Rupanya pria itu masih merasa kesal dan cemburu dengan Max, meskipun Calistha jelas-jelas telah memilihnya saat ini.


            "Kau terlihat sangat bahagia." sindir Aiden sakarstik. Calistha tersenyum lebar pada Aiden sambil menganggukan kepalanya semangat.


            "Aku memang sedang bahagia sekarang. Ini adalah saatnya untuk meminta maaf pada Max dan juga Gazelle. Kira-kira apa yang akan kau lakukan pada Max?"


            Aiden menoleh bingung sambil mengernyitkan dahinya heran.


            "Aku? Mungkin aku akan membunuhnya jika ia berani menggodamu dan mengajakmu untuk melarikan diri dari kerajaanku."


Dug

__ADS_1


             Refleks Calistha langsung menyikut pinggang Aiden sambil menatap pria itu galak.


            "Ck, jangan sekali-sekali kau menggunakan cara itu untuk menyakiti Max, dia pria yang baik. Bagaimana jika kau kembalikan saja kerajaan Hora padanya? Bukankah kau sudah memiliki banyak kerajaan jajahan? Berikan Max kerajaanya kembali dan sedikit prajuritmu untuk membantunya membangun kerajaanya, dan nanti kalian bisa saling bekerjasama satu sama lain. Bagaimana?" tanya Calistha berbinar-binar. Sedangkan Aiden langsung mendengus tidak suka pada ide Calistha. Lagipula ia sama sekali tidak berencana untuk menyerahkan Hora pada raja lemah seperti Max. Dan ia juga tidak yakin dengan cara Max memimpin kerajaan nantinya, mengingat ia begitu mudah terluka dan dikalahkan saat peperangan beberapa waktu yang lalu.


            "Aku tidak bisa melakukannya, apa yang sudah kuambil tidak dapat kukembalikan lagi. Lagipula aku sama sekali tidak yakin dengangaya kepemimpinan Max, karena dia bukan jenis pria yang tangguh. Bahkan ia juga tidak bisa melindungimu dari ibunya yang bermulut pedas itu."


            "Lalu apa bedanya kau dengan ratu Hora, kau juga sama-sama bermulut pedas." cibir Calistha kesal. Merasa tidak terima dengan cibiran Calistha, Aiden langsung menarik tangan Calistha dan membuat tubuh wanita itu menabrak tubuh tegapnya dengan keras.


            "Tentu saja aku berbeda, karena aku dapat melindungimu dan memperlakukanmu dengan baik." bisik


Aiden menggoda dan langsung ******* bibir Calistha mesra. Calistha pun refleks langsung mengalungkan lengannya pada leher Aiden sambil membalas setiap ******* yang dilakukan oleh Aiden padanya. Rasanya ia begitu merindukan jenis ciuman ini, ia sudah lama tidak melakukannya dengan Aiden.


            "Hmm, lebih baik kau segera melepaskanku sebelum kau semakin tidak bisa mengendalikan dirimu." peringat Calistha sambil meronta pelan dari kungkungan tubuh Aiden. Pria itu dengan mudah langsung melepaskan Calistha begitu saja dan kembali melanjutkan langkahnya menuju taman belakang. Saat ini suasana diantara mereka benar-benar mendukung untuk melakukan hal yang lebih, sehingga Aiden sendiri merasa cukup was-was jika ia akan lepas kendali seperti yang terjadi di dalam mimpi Calistha.


            "Aku bosan, sangat bosan. Tapi pengorbananku ini tidak sebanding dengan apa yang akan kudapatkan ketika kau membuka matamu nanti, jadi itu tidak masalah untukku."


            Diam-diam Calistha menatap wajah Aiden dengan perasaan haru. Ia merasa menjadi wanita yang paling beruntung di dunia karena mendapatkan Aiden sebagai pasangannya. Meskipun semua kebahagiaan ini tidak ia dapatkan dengan mudah, tapi ia cukup bersyukur dengan semua masalah yang terjadi padanya selama ini. Secara tidak langsung masalah-masalah itu mendewasakannya dan membuatnya memahami makna hidup sesungguhnya.


            "Kita sepertinya terlalu cepat, Max dan Gazelle belum tiba di sini."


            Calistha melongokan kepalanya kesana kemari sambil mencari-cari keberadaan Max dan Gazelle yang

__ADS_1


mungkin saja telah tiba disekitar area istana, tapi sepertinya apa yang dikatakan oleh Aiden memang benar, mereka datang terlalu cepat ke sana sehingga Gazelle dan Max masih berada di tempat yang lain.


            "Kita harus memundurkan waktunya sedikit lebih lama."


Tak


            Aiden menjentikan jari tangannya cepat dan seketika area disekitar mereka menjadi berjalan lebih cepat dan setelahnya kembali tenang.


            "Max!" teriak Calistha girang dan langsung memeluk Max erat. Aiden yang melihat tingkah berlebihan Calistha hanya mampu memandang malas sambil mendengus kesal. Untung saja saat ia sedang menghentikan waktu yang terjadi disekitar mereka, jika tidak, mungkin ia akan menyeret Calistha pergi sejauh-jauhnya dari Max.


            "Oh, aku sangat merindukan Max. Aiden, bolehkah aku menemui Max saat semuanya telah kembali normal?"


            "Tidak, kau hanya boleh bertemu Max saat aku sedang bersamamu, aku tidak ingin kejadian kau kabur dari istanaku terulang kembali." jawab Aiden ketus. Calistha langsung mengerucutkan bibirnya kesal sambil menginja kaki Aiden gemas. Namun hal itu tidak berpengaruh apapun pada Aiden karena Aiden menggunakan alas kaki tebal khas seorang raja.


            "Jadi kau takut aku akan pergi meninggalkanmu? Dasar kekanakan!" cibir Calistha kesal.


            "Bukankah itu bentuk refleksi dari sikapmu sendiri, kau wanita kekanakn yang manja. Lebih baik aku mengekorimu kemanapun kau pergi agar aku bisa mengawasi setiap kelakukan ajaibmu yang merepotkan itu." balas Aiden tak kalah kejam. Dalam sekejap kedua manusia itu langsung terlibat dalam adu mulut yang sengit. Baik Calistha maupun Aiden, mereka berdua sama-sama tidak ingin mengalah dan ingin tetap mempertahankan argumen mereka masing-masing. Akhirnya Aiden yang merasa jengah langsung menarik Calistha ke dalam pelukannya dan membungkam bibir wanita itu dengan bibir tipisnya yang lembut.


            "Hmm, aku ingin menghentikan waktu ini sedikit lebih lama." erang Aiden di sela-sela ciuman mereka yang panas. Calistha kemudian mendorong tubuh Aiden keras saat ia merasakan pasokan udara di dalam paru-parunya mulai menipis.


            "Hoshh.. hossh, apa maksudmu?" tanya Calistha dengan nafas memburu. Aiden dengan jahil mendekatkan wajahnya ke arah Calistha dan mencium bibir mungil yang sedikit terbuka itu dengan gemas.

__ADS_1


            "Kupikir ini sangat menyenangkan, kau dan aku, kita berdua dalam satu tempat yang tidak memiliki sistem perputaran waktu. Kita bisa melakukan percintaan panas tanpa ada seorangpun yang mengganggu kita." bisik Aiden jahil. Pipi Calistha tiba-tiba langsung bersemu merah dan ia segera mengejar Aiden yang telah berlari cukup jauh untuk menghindari teriakan dan amukan darinya.


            "Aiden!!! Selesaikan dulu semua urusanmu, dasar pria cabul!" teriak Calistha heboh sambil terus mengejar Aiden yang telah berlari cukup jauh memasuki istana.


__ADS_2