RA S001 : First Sight

RA S001 : First Sight
First Sight | ALBUM 001 Chapter A


__ADS_3

Hingar bingar lautan manusia memenuhi setiap sudut club malam terbesar di Kota Louisiana. Tidak peduli usia, jenis kelamin atau pun profesi. Bahkan status istri atau suami orang tak dapat mencegah mereka dari mencari kesenangan sesaat.


Tujuannya juga beragam. Ada yang sekedar melepas penat dari rutinitas sehari-hari yang monoton dan tak ada habisnya. Ada yang datang dengan tujuan melepas stress yang telah menumpuk. Bahkan ada segelintir orang yang datang untuk melarikan diri dari pahitnya kehidupan dan kenyataan. Namun kebanyakan orang yang datang memiliki satu tujuan utama yaitu, bersenang-senang.


“Aku sudah melakukan semua permintaanmu.”


Mendengar perkataan pria yang merupakan tangan kanannya. Sebuah seringain muncul di wajah tampan Justin. Ekspresi yang sanggup memikat para kaum hawa. Tapi sangat ditakuti oleh semua lawan bisnisnya.


Justin meneguk minumannya untuk terakhir kalinya. “Ayo kita sapa tunangan cantikku.”


Charles——sang tangan kanan hanya meneguk ludah, melihat senyuman janggal Justin yang sialnya semakin menambah kadar ketampanan pria gila itu. Dia juga tahu betul akan makna sebenarnya dari kata sapa yang tadi Justin ucapkan. Kata sapa yang keluar dari bibir sexy Justin, memiliki arti yang tidak baik untuk siapa pun orang yang ingin dia sapa saat ini.


Tak membutuhkan waktu yang lama. Keduanya sudah berada di lantai 5——lantai VVIP. Tempat orang berduit untuk menghabiskan malam panas mereka tanpa perlu berdesak-desakan dengan orang lain. Denting lift berbunyi. Justin melangkah dengan gagahnya. Charles juga tak ketinggalan. Dia mengekor tepat di belakangnya. Kedua pria tampan dan gagah itu melewati lorong panjang dan sepi yang diapit pintu kamar pada sisi kanan-kirinya.

__ADS_1


Justin berhenti di depan pintu bernomor 1237. Pria itu menatap sebentar pintu krem di depannya. Lalu tanpa aba-aba, dia langsung mendorong handle pintu. Tanpa menggunakan tenaga yang besar, pintu terbuka dan keduanya langsung disuguhi perpaduan suara erotis manusia beda jenis kelamin.


Dengan mata tertutup pun semua orang akan berpikir hal yang sama. Juga berlaku untuk pria dewasa dan matang seperti Justin Alexander. Pemilik Alexander Corporation's, perusahaan besar yang hampir bergerak di semua bidang industri. Dia adalah salah satu orang yang berkuasa di Kota Louisiana.


Untuk ukuran seorang Justin yang seumur hidupnya di kelilingi wanita. Dalam sekali tebak, dia tahu aktivitas yang sedang dilakukan kedua penghuni kamar itu. Sesuatu yang merupakan salah satu kegiatan yang Justin gandrungi.


“Baby, kenapa kamu menutup mata?”


“Tatap aku! Lihat apa yang sedang kita lakukan! Bukan, 'kah kamu menikmatinya!?” Suara berat dan serak seorang pria, terdengar menggema di kamar suite room. Sayup-sayup juga terdengar rintihan dan desahan sexy seorang wanita.


“Wah, dia benar-benar pandai menyiksa-nya!?” celetuk Justin senang.


Prok prok prok

__ADS_1


Suara tepuk tangan Justin mengintrupsi kegiatan intim penghuni kamar.


“Siapa kalian? Apa yang kalian lakukan di sini!?” Pria penghuni kamar menatap kesal, dua pria yang memasuki kamarnya tanpa izin. Dia kesal, kegiatannya diganggu Justin dan Charles.


Bukannya menjawab, Justin justru terpaku pada benda di tangan pria muda yang ia kira sebagai pria sewaan yang telah Charles atur sebelumnya. Justin tidak mengira kalau suara yang tadi dia kira tepukan atau hal tak senonoh lainnya. Ternyata itu adalah suara cambuk yang mengenai kulit. Lalu ... suara-suara erotis yang tadi dia dengar, juga tidak seperti yang ia pikirkan.


“Shit,” umpat Charles yang berada di belakang Justin. Pria itu tak menyangka bahwa pria sewaan yang dia bayar melakukan kekerasan pada tunangan Justin. Dia memang brengsek tapi memukul wanita bukanlah sesuatu yang akan ia lakukan. Jika keadaan tidak sangat mendesak. Dan itu mustahil.


Justin ikut melihat ke arah yang sama dengan Charles. Seorang wanita tengah terbaring. Di kulit putih nan mulus kakinya. Terdapat banyak tanda kemerahan yang memanjang. Persis bekas luka sabetan sesuatu. Tidak, lebih tepatnya itu memang bekas luka cambukan. Apalagi wanita itu hanya memakai hot pants. Membuat luka-luka itu terlihat semakin jelas karena tidak ada penghalang saat cambuk mengenai kulitnya.


💕💕💕


Ace Blue Charlotte

__ADS_1


22 Agustus 2020


__ADS_2