RA S001 : First Sight

RA S001 : First Sight
Chapter W


__ADS_3

“Katakan! Apa sebenarnya yang sudah kau lakukan di belakangku?” Charles memicingkan matanya.


“Bukannya kemarin, kau makan malam bersama Presdir dan Nona Valkyrie? Apa yang telah terjadi? Tidak mungkin, jika kalian cuma makan malam bersama. Lalu tiba-tiba terjadi semua ini, tidak mungkin bila tak ada pemicunya.”


Charles heran dengan keterdiaman Justin yang tidak seperti biasanya. “Aku sedikit lepas kendali.”


Charles diam, menunggu kelanjutan kalimat yang akan Justin katakan.


Justin menatap Charles. “Aku menciumnya,” beber Justin.


“APA!?”


Charles menatap nyalang Justin. “Kau sudah gila!!” hardiknya.


“Tapi bagaimana bisa? Kau menciumnya di depan Kakeknya, begitu saja!?” tuduh Charles.


“Tidak. Apa aku segila itu.”


Justin menyandarkan punggungnya ke kursi kebesarannya. “Tadinya, aku mengira dia tidak akan semarah ini. Aku tidak menyangka dia membalas ciuman panasku dengan pembatalan kerjasama seperti ini.”


“Sekarang aku tahu rasanya ditolak mentah-mentah,” desahnya.


Charles terdiam. Semua amarahnya lenyap tak bersisa. Dia tidak sampai hati melampiaskan amarahnya pada Justin. Terlebih lagi dengan ekspresi Justin sekarang ini, persis orang yang telah kehilangan tujuan hidupnya.


Yah, mau gimana lagi. Charles tahu watak Justin. Sepanjang hidupnya, Justin tidak pernah ditolak mau pun tidak mendapatkan sesuatu yang dia inginkan. Tapi di dunia ini 'kan juga mengenal istilah 'kecuali'.


“Mungkin saja, dia adalah pengecualian untukmu,” ucap Charles.


“Te-tetap saja, kau salah.” Charles berusaha tidak iba pada Justin.

__ADS_1


Lanjutnya tegas, “jangan harap aku akan membantumu.” Charles merapikan jasnya. “Nona Valkyrie ini, benar-benar menakutkan. Kurang dari 1 x 24 jam, dia bisa membuat Alexander Corporation's kocar-kacir.”


Charles melangkah ke arah pintu. “Hii .... Aku tidak akan pernah mencari masalah dengannya,” tekadnya.


Charles berbalik. “Selesaikan segera dengan cara a.p.a p.u.n,” tekan pria itu.


“Cara apa pun.” Seringai Justin.


Semua kegalauan dan keresahan yang baru beberapa saat lalu dia rasakan, menguap tak bersisa. Tergantikan ekspresi Justin ketika dia berhadapan dengan koleganya yang licik.


Sekarang hanya ada seorang Justin Alexander, CEO Alexander Corporation's yang dikenal luas oleh para pembisnis sebagai pria yang memiliki seribu trik untuk menjatuhkan lawannya. Tatapan Justin pun sudah berganti dengan tatapan predator yang sudah siap menerkam mangsanya. Seolah-olah sosok Justin yang putus, tidak pernah ada.


Justin mencari handphone di saku jasnya. Menempelkan benda pipih itu setelah menekannya beberapa kali. “Halo.” Begitu terhubung, indera pendengaran Justin langsung dimanjakan dengan suara lembut nan merdu.


Seringain licik terbit di paras rupawan Justin. Juga ada api kemarahan di sana.. Api yang siap menghanguskan siapa pun yang mengganggunya.


💕💕💕


Monica masuk ke ruangan, berbarengan dengan Shalome menutup kesal sebuah panggilan. Kekesalan jelas tercetak di wajah cantiknya.


“Nona, semua proyek dengan Alexander Corporation's sudah di-cancel.” Suasana hati Shalome mendadak cerah.


Shalome menopang dagunya, menunggu kelanjutan perkataan Monica. “Kita akan mengalami sedikit kendala karena pemutusan kerjasama ini. Tapi tidak akan terlalu lama.”


“Bagaimana dengan pihak Alexander Corporation's?”


“Ini merupakan serangan telak untuk mereka. Sepertinya yang Anda tahu, mereka tidak memprediksi hal ini akan terjadi.” Shalome merespon puas apa yang Monica sampaikan.


Dia sudah memperhitungkan segalanya secara akurat. Awalnya Valkyrie Group's, memang juga akan terkena dampak dari pemutusan kerjasama dengan Alexander Corporation's. Bila sesuai rencana, itu hanya akan berlangsung sementara waktu. Menyusahkan memang, tapi sebanding dengan balas dendamnya.

__ADS_1


“Monica.” Shalome berdiri dan mengambil barang-barangnya. “Untuk beberapa hari, kau tidak perlu datang ke kantor.”


Lanjut Shalome, paham kalau Monica salah mengartikan ucapannya, “ambil cuti 3 atau 4 hari.”


“Saya baik-baik saja,” lega Monica.


“Karena itu.” Shalome berhenti di depan Monica. “Aku juga akan baik-baik saja.” Shalome tersenyum aneh.


“Aku juga aku pergi liburan,” tuturnya.


“Beristirahat, 'lah.”


“Saya———”


“Dengarkan ucapanku saja!” Shalome menepuk lembut bahu Monica. Bisiknya, “kau akan berterima kasih padaku nanti.”


Shalome melanjutkan langkahnya. “Toh, kau juga jarang mendapatkan keringanan seperti ini,” ucap Shalome sebelum keluar dari ruang kerjanya.


Sesampainya di kediaman Valkyrie, suasana hati Shalome langsung berubah 180°. Wanita itu tidak mengira akan melihat sosok yang amat dia benci di rumahnya.


“Nona, sudah pulang,” sapa sopan seorang pelayan kepada Shalome yang masih berdiri di dekat pintu.


Pelayan itu menelan ludah. Menyadari tatapan tajam Shalome dan ekspresi dingin wanita cantik itu. Siapa pun juga tahu kalau suasana hatinya sedang tidak baik. “Apa Nona akan ikut makan malam bersama?” tanya pelayan itu sambil memasang senyuman palsu.


💕💕💕


Ace Blue Charlotte


19 September 2020

__ADS_1


__ADS_2