RA S001 : First Sight

RA S001 : First Sight
Chapter P


__ADS_3

“Saya akan meminta kunci cadangan ke pihak hotel. Kalau Nona tidak keluar dalam hitungan kelima,” ancam Monica.


Shalome menghela nafas. Dia mendengar Monica mulai berhitung. Walau enggan, Shalome tidak bisa mengabaikan ancaman dari Monica.


KLEK


Pintu terbuka.


“Kita harus segera ke tempat pesta.” Monica menatap senang wajah cantik Shalome. Mengabaikan ekspresi tidak enak yang paras rupawan itu tunjukan.


“Anda terlihat cantik malam ini,” puji Monica, sesaat setelah keduanya masuk ke lift.


Shalome diam, tak ingin berkomentar. Sekali lagi Shalome melirik refleksi dirinya pada pintu lift.


Keduanya tiba tepat waktu di tempat pesta. Kehadiran Shalome langsung jadi pusat perhatian para tamu undangan. Gaun hitam tipis yang melekat pas pada tubuh indahnya. Mencetak jelas setiap lekuk tubuhnya. Memberikan kesan berisi pada bagian-bagian tertentu di badan Shalome. Warna hitam dari gaun, kontras dengan kulit putihnya, membuat siapa pun yang melihat penampilan Shalome malam hari ini. Dibuat tak bisa memalingkan pandangan mereka dari sosok yang cantik dan menawan. Khususnya para kaum adam yang terang-terangan mengamati setiap ichi tubuh Shalome. Seolah-olah sedang menelanjanginya.


“Kau benar-benar beruntung,” cibir Charles yang mengakui kecantikan Shalome, khususnya pada malam hari ini.


“Aku tahu,” sombong Justin seraya menyesap anggurnya dan tidak melepas sedikit pun pandangan dari Shalome yang berjalan dengan anggunnya. Melewati semua orang dengan wajah dingin dan  pandangan lurus ke depan. Menuju ke arahnya. Tapi pandangan dari mayoritas pria yang terang-terangan memuja penampilan sempurna Shalome, mulai membuat Justin gerah sendiri.


“Apa-apaan ini? Kau datang terlambat dan berjalan kemari begitu saja dengan ekspresi wajah seperti ini?” decak Sonny tepat ketika Shalome berhenti beberapa langkah di depannya.


“Apa ini sikap seorang Valkyrie?”

__ADS_1


Shalome memutar bola matanya malas. “Bagaimana Grandpa bisa mengatakan aku terlambat?” Shalome menatap lurus tersangka utama yang berhasil memaksa dirinya untuk datang ke pesta. Sekaligus orang yang menukar gaun putih pilihannya, dengan gaun hitam terbuka yang sekarang sedang dia pakai.


“Aku datang tepat waktu. Bahkan pestanya juga belum dimulai. Lalu, aku harus bagaimana? Apa aku harus membalas pujian orang-orang atau ....” Shalome memasang senyuman palsu.


“Haruskah aku meladeni para pria yang terang-terangan menatap lapar padaku,” jelas Shalome.


Shalome menatap lurus, tepat pada kedua mata Sonny. “Ada apa dengan ekspresi wajahku?” Shalome langsung memasang ekspresi datar.


“Itu karena pesta tidak mungkin dimulai tanpa kehadiran Tuan Rumah,” timpal Sonny tak mau kalah.


“Di sini, 'kan ada Grandpa.” Sonny berdehem dan memalingkan muka dari Shalome.


“Memang apa yang Grandpa harapkan? Setelah berhasil memaksaku datang ke sini?” lanjut Shalome dingin.


“Maaf atas ketidak sopanan Shalome. Dari dulu dia memang begitu,” ramah Sonny pada pria tampan dalam setelan mewah sama dengan para tamu pria lainnya.


Shalome mengalihkan pandangannya. Dia baru menyadari Sonny sedang bersama orang lain.


“Wajar untuk wanita secantik Nona Valkyrie, bersikap semaunya.”


Pandangan mereka bertemu. Justin tersenyum kecil, sedangkan Shalome hanya diam. Tidak tahu harus bagaimana, menyikapi senyuman pria tampan itu.


Di tengah-tengah pesta, Katana dan Rennei menghampiri Shalome yang malam ini menjadi bintang di pesta.

__ADS_1


“Di luar perkiraan. Kamu datang,” ujar Rennei.


“Aku kira, kamu akan sama seperti tahun-tahun sebelumnya,” lontar Katana.


Shalome tidak pernah datang menghadiri pesta apa pun. Bahkan untuk pesta yang diadakan oleh keluarga mau pun perusahannya sendiri. Setelah hadir di acara amal tahunan Valkyrie, pada hari pertama. Biasanya Shalome akan selalu pulang duluan.


“Sebelumnya iya,” cuek Shalome seraya menyesap anggurnya.


“Sebelumnya?” heran Katana sambil menatap Shalome yang sedang melihat ke arah lain.


Rennei ikut melihat ke arah yang sama. “Aku baru tahu Valkyrie Group's dan Alexander Corporation's sedekat itu?” Rennei melihat Justin dan Sonny berbincang akrab.


“Ya. Sejak kapan? Aku juga baru tahu,” setuju Katana yang ikutan memandang ke arah Sonny dan Justin.


”Aku pun baru tahu beberapa jam lalu,” timpal Shalome, masih menatap datar Sonny yang asyik ngobrol dengan Justin dan beberapa tamu lainnya.


Tepat pada saat itu Justin melihat ke arah ketiganya. Lalu tersenyum yang tentu saja dibalas oleh Katana dan Rennei, untuk menjaga kesopanan. Tapi berbeda dengan Shalome. Dia justru memalingkan muka. Sikap Shalome tersebut justru mengundang tawa kecil dari Justin. Hal itu tak luput dari pengamatan keduanya.


Shalome yang kehabisan anggur. Memanggil seorang pelayan. Di sisi lain, setelah Justin menangkap basah Shalome, Rennei dan Katana yang tengah memandanganya. Tetapi pria itu tetap melihat ke arah yang sama. Otomatis Rennei dan Katana mengikuti arah pandangnya. Ternyata sedari tadi, seseorang yang sedang Justin lihat tak lain adalah Shalome. Tak jauh dari mereka, Shalome tengah mengambil minuman lagi.


“Ada apa ini?” smirk Katana.


💕💕💕

__ADS_1


Ace Blue Charlotte


04 September 2020


__ADS_2