RA S001 : First Sight

RA S001 : First Sight
Chapter I


__ADS_3

Dua belas jam, sebelum penyelenggaraan acara amal tahunan Valkyrie Group's. Lagi-lagi Charles datang dengan tangan kosong.


Entah sudah berapa hari Charles dibuat kerja rodi oleh Justin. Ya, tanpa disuruh pun. Charles pasti akan dengan senang hati mencari tahu informasi tentang wanita yang tempo hari dia dan Justin tolong. Dia tidak munafik. Jujur saja, dia tertarik padanya. Charles berpikir, mubazir wanita secantik itu disia-sia begitu saja.


Kini juga ada alasan tambahan. Seumur hidup, tidak ada informasi di dunia ini yang tidak bisa dia cari tahu. Tapi berbeda dengan wanita itu. Dia tak menemukan apa pun, bahkan sekedar nama. Itu saja sudah cukup untuk menjadi alasan. Seolah-olah pria itu baru saja menemukan tujuan hidupnya. Charles merasa tertantang. Sesuatu yang sengaja disembunyikan. Justru akan lebih memancing rasa ingin tahu kita. Itulah yang Charles rasakan.


Justin pun enggan menyerah mencari tahu identitas wanita yang dia tolong. Tapi, Charles sudah terlihat putus asa. Sampai detik ini, pria itu belum menemukan titik terang. Selain itu, Charles juga menelantarkan semua pekerjaannya, demi mencari informasi tentang wanita yang tempo hari mereka berdua tolong.


Untuk beberapa saat keduanya terdiam, sibuk dengan pikiran masing-masing. Saat ini mereka sedang berada di ruang kerja Justin.


“Ah,” pekik Justin tiba-tiba.


Charles melihat Justin yang beranjak dari tempat duduknya. Lalu pergi ke balik meja kerjanya dan membuka sebuah laci. Charles masih mengamati Justin dalam diam. Sampai akhirnya Justin kembali dengan membawa sesuatu yang tadi dia ambil dari laci meja kerjanya.


“Apa ini?” tanya Charles saat Justin meletakan sebuah kartu nama di depannya.


“Kartu nama,” jawab Justin polos.


Charles memutar bola mata jengah. “Anak kecil juga tahu. Kalau ini kartu nama. Yang aku maksud itu ....”


Charles mengambil kartu nama itu. “Kamu ingin aku melakukan apa pada kartu nama ini?”


Di sana tertulis nama direktur dari sebuah bank terkenal dan besar di Kota Louisiana.

__ADS_1


“Dari mana kau mendapatkan kartu nama ini?” heran Charles. Pasalnya, di kartu nama tersebut tertulis jelas Vasquez Bank. Aneh rasanya, jika Justin yang merupakan pemilik J.A Bank menyimpan uang di bank saingannya.


“Kau tidak mencurinya, 'kan?”


“Ada tuduhan tidak masuk akal lagi?” Justin menatap tajam Charles.


Charles nyengir kuda. “Ya, kali bisa aja kamu dapet ini karena mengancam seseorang atau dengan cara lain. Siapa tahu?” kilah Charles.


“Apa jangan-jangan, kamu ada main dengan adik si brengsek itu!?”


“Tidak.”


“Terus?”


“Selidiki saja! Kenapa harus banyak tanya?” kesal Justin dengan sifat keingintahuan Charles yang kadang bikin kesal orang lain.


“Aku harus bersiap untuk segala kemungkinan yang akan terjadi nanti,” ucap Charles sambil menatap Justin serius.


“Tidak! Aku bilang tidak! Berapa kali lagi, harus ku katakan? Aku tidak sedang berkencang dengan siapa pun.” Charles masih menatap Justin dengan tatapan tidak percaya.


“Tidak adik dari si brengsek atau pun perempuan lain,” tandas Justin kesal pada Charles yang masih meragukan status hubungannya dengan adik dari pimpinan Vasquez Bank.


“Lalu?” Charles masih belum menyerah.

__ADS_1


“Perempuan itu yang memberikannya padaku,” jawab Justin pada akhirnya.


“Perempuan itu? Apa ....” Charles buru-buru mengambil kembali kartu nama yang tadi dia letakan di atas meja.


“Tentu saja, ini pemberiannya. Memang dari mana lagi aku bisa mendapatkan kartu nama itu. Sekali pun dunia kiamat, tidak mungkin aku meminta kartu nama itu dari si brengsek Vasquez.”


“Tunggu! Tunggu-tunggu, dulu!” Charles berdiri.


“Kenapa kamu baru kasih tahu aku sekarang?” Charles memiringkan kepalanya.


“Ya, itu ....” Justin tidak mungkin. Bila tidak menyadari senyuman aneh Charles.


“Biasanya, 'kan kamu jago menemukan informasi tanpa bantuan dariku,” kelit Justin. Masih berusaha bersikap tenang di hadapan Charles yang sepertinya, sudah emosi.


Charles beberapa kali menarik nafas panjang dan menghembuskan dengan perlahan. Berusaha meredakan amarahnya.


“Apa rencanamu sekarang?”


“Tentu saja pergi ke sini.” Charles mengangkat kartu nama itu dan sedikit mengoyangkannya.


“Memang apalagi?” ucap Charles sebelum hilang di balik pintu ruangan kerja CEO.


💕💕💕

__ADS_1


Ace Blue Charlotte


29 Agustus 2020


__ADS_2