
Kembali ke masa sekarang.
”Halo.”
Setelah berkali-kali dihubungi. Akhirnya panggilannya tersambung.
Akhirnya, bedebah ini mengangkat juga teleponku!? batin Charles.
“Dimana kau sekarang? Nada bilang, hari kamu membatalkan meeting penting!? Kau tahu, bagaimana frustasinya aku menyelesaikan semua ulahmu!!”
“Bukan urusanmu.”
“Katakan, dimana kau sekarang? Aku akan langsung kesana. Ada yang harus aku katakan langsung padamu.” Charles sudah tidak ingin menutupi kekesalannya. Dia tidak peduli kalau yang sedang berbicara dengannya sekarang, selain adalah adik sepupunya. Juga merupakan boss-nya.
“Cepat, katakan! Jangan membuang waktuku!” Nada perintah terdengar dari balik telepon.
Benar-benar, ya. Tenang-tenang Charles! Kau harus tenang saat menghadapi si gila satu ini! Sugesti Charles dalam hati.
Setelah tenang, Charles baru ingat. Karena marah, dia sampai melupakan tujuan utama, sejak tadi terus menghubungi Justin.
“Apa baru-baru ini kau mendapat undangan pesta amal dari perusahan lain? Jika iya, kamu harus datang ke acara amal itu!”
“Sejak kapan, kau punya waktu mengurusi acara apa yang ku hadiri?” ejek Justin.
“Valkyrie Group's akan segera menyelenggarakan pesta amal tahunan. Sekali lagi aku tanya, apa kamu menerima undangannya atau tidak?” Charles masih berusaha berbicara dengan kepala dingin. Dengan sabar dia menjelaskan kepada Justin.
“Valkyrie Group's? Entah, sepertinya kemarin aku pernah dengar. Tap———”
“Ediot!! Kau pasti sudah menolaknya. Kau ini benar-benar ....” potong Charles yang tahu kelanjutan kalimat yang mau dikatakan Justin.
“Apa kau waras!? Katakan sebenarnya ada apa ini? Kenapa kau terus memarahi aku seperti ini?”
__ADS_1
“Sebenarnya, apa kau masih menginginkan informasi tentang wanita itu?”
“Iya, tentu saja!! Memangnya, apa alasannya aku sampai mengambil alih beberapa pekerjaanmu. Tentu saja agar kamu bisa lebih fokus melakukan penyelidikan yang ku suruh.”
See, dia begitu ingin tahu tentang wanita itu. Tapi kenapa dia bisa sebodoh itu, pikir Charles.
“Aku baru saja mendapatkan informasi. Wanita itu bernama Shalome Valkyrie. Dia adalah cucu tunggal dari Presdir Valkyrie Group's,” lanjut Charles yang tahu, kalau Justin belum menyadari kebodohan apa yang sudah dia perbuat.
“Apa!?” Tanpa peringatan Justin berdiri, membuat wanita yang sedari tadi duduk di pangkuannya terjatuh dengan memalukan. Untung saja, lantai dua sepi karena semua orang sedang sibuk menari di lantai satu.
“Kau diundang, 'kan. Sekarang, katakan dimana undangannya? Pasti kau sudah baca dan diundangannya tertulis tanggal berapa? Kalau tidak salah, acaranya itu akhir bulan ini.”
Cukup lama tak ada suara dari seberang telepon.
“Justin! Justin! Kamu masih di sana, 'kan? Charles melihat layar handphonenya, mengecek sambungan telepon. Dia masih terhubung dengan Justin.
“Charles.” Akhirnya ada suara terdengar dari balik telepon.
“Kau yakin?”
“Ya. Tunggu, jangan bilang kamu sudah ....” Charles tak sempat menyelesaikan ucapannya. Justin sudah keburu memutus sambungan telepon mereka.
Tidak terasa, sudah 30 menit berlalu. Sudah selama itu pula, Justin dan Charles mengobrak-abrik seisi ruang kerja CEO. Namun benda yang sedang mereka cari, tak juga kunjung ditemukan.
“Kau taruh dimana undang itu?”
“Kita sudah lama mencari. Tapi masih belum ketemu,” gerutu Charles untuk kesekian kalinya.
“Kau yakin meletakan di sini? Mungkin kau lupa dan membawa undangannya pulang ke rumah. Karena merasa undangan itu amat berharga.” Charles menjatuhkan bokongnya di sofa.
“Tidak,” sanggah Justin cepat.
__ADS_1
Kalau Justin mengetahui dari awal akan seperti ini jadinya. Justin pasti akan membawa pulang undangan itu dengan senang hati. Bahkan kalau diperlukan. Dia akan membawa kemana pun undang itu. Tapi sudah terlambat. Justin sendiri tidak mengetahui seberapa penting undangan itu. Kini dia menyesali keputusan bodohnya.
“Daripada terus mengerutu. Lebih baik kau membantuku mencari,” decak Justin, masih berusaha mencari undangan dari Valkyrie Group's.
Dengan malas, Charles beranjak. “Kalau saja ada Nada di sini ... tunggu!”
“Apa kau sudah coba tanya Nada?” tanya Charles seolah tersadar akan sesuatu.
“Belum,” jawab polos Justin.
“Akh!!” pekiknya. Ketika paham maksud Charles. Bersamaan dengan itu. Pintu dibuka oleh seseorang. Dia adalah ....
“NADA,” panggil nyaring keduanya kompak.
“Ya.”
Tanpa babibu. Charles langsung menghampiri Nada dan memeluknya erat.
“Syukurlah, kau di sini. Entah apa yang akan terjadi kalau kamu tidak di sini. Pasti, si bodoh ini akan mencincangku jadi kecil-kecil,” beo Charles mendramalisir.
“Maaf, tapi ada apa ini, ya?” heran Nada, melihat ruang kerja atasannya berantakan.
Justin berjalan mendekati keduanya. Menarik paksa Charles, sampai pelukannya pada Nada terlepas. Charles yang tidak menyangka akan diperlakukan begitu, hampir saja terjungkal ke belakang.
“Nada, mengenai undangan pesta amal Valkyrie Group's. Apa———”
💕💕💕
Ace Blue Charlotte
30 Agustus 2020
__ADS_1