
“Ya?” Derk sedikit terkejut dengan ucapan Sonny.
Pasalnya, demi menjaga keamanan mereka. Pria itu sangat menjaga kerahasian segala informasi dirinya dan keluarganya. Tempo lalu saja, mereka sempat kecolongan. Entah bagaimana jadinya, kalau saat itu Justin tidak menolong Shalome.
“Tapi ingat, sedikit saja! Setelah itu kamu terus pantau! Tindakan apa yang akan dia ambil. Setelah mendapatkan informasi itu.”
Jadi kalau sekarang, boss-nya ingin membiarkan seseorang mengetahui informasi tentang cucu perempuan satu-satunya. Bagaimana Derk tidak dibuat terkejut. Walaupun Justin sudah menolong Shalome. Tapi tidak yang tahu pasti. Mau Justin apakan semua informasi itu. Meski Derk, tidak berhak membantah perintah Sonny. Dia tetap tidak akan percaya begitu saja dengan Justin.
Sonny tersenyum saat layar handphonenya kini menampilkan nama cucu perempuannya.
“Grandpa!” teriakan keras Shalome membuka percakapan.
“Apa yang sebenarnya sedang coba Grandpa lakukan padaku?” Sonny masih tenang, menghadapi kekesalan Shalome.
“Ah, aku bisa gila jika terus begini,” gerutu Shalome.
“Grandpa.”
“Kenapa Grandpa diam?”
“Memang apa yang harus aku katakan?”
“Akh! Kali ini Grandpa menang. Aku mengaku kalah. Tapi ingat ini! Aku pastikan ini terakhir kalinya, aku mengalah. Ingat, ya! MENGALAH!!” tekan Shalome sebelum secara sepihak menutup telepon.
Sonny menghela nafas. Dia juga tak ingin bertindak sampai sejauh ini. Tapi dia tidak bisa terus-terusan membiarkan cucunya hidup bebas, sesuai keinginannya. Sonny harus mengambil tindakan tegas kepada Shalome. Itu demi keamanannya. Jika sekali lagi, terjadi sesuatu yang buruk pada cucunya. Niscaya, Sonny tidak bisa bertahan lagi. Dia kembali teringat sewaktu tiba-tiba mendapat pesan ancaman. Dan benar saja, Shalome hampir saja diperkosa.
Beberapa jam sebelum dimulainya pesta amal tahunan Valkyrie Group's. Di sebuah club malam, nampak Justin tengah duduk sendirian di sofa yang berada di pojok ruangan. Kalau tidak jeli, tak akan menyadari sosok Justin yang tampan di sana. Pria itu masih dengan setelan formalnya.
Seorang wanita sexy dengan pakaian minim berjalan mendekati Justin. “Justin, kenapa kamu duduk di sini sendirian? Ayo kita menari di lantai bawah,” ucapnya dengan gaya centil.
__ADS_1
“Tidak minat,” acuh Justin seraya meminum alkoholnya.
Buah dada wanita itu yang terlihat akan tumpah karena pakaian kurang bahan yang dia kenakan. Kali ini tidak menarik minat Justin barang sedikit pun.
“Ada apa? Kenapa kamu dingin banget?” Wanita itu tanpa rasa malu, duduk dipangkuan Justin.
“Kamu tidak merindukan aku?” bisik sensual wanita itu di samping telinga Justin. Kembali tak direspon oleh Justin. Wanita itu tak kehabisan akal. Dia dengan sengaja menggesekan milik Justin yang sedang tidur dengan pantat berisinya.
Sebenarnya Justin sedang tidak bernafsu. Jadi, dia membiarkan wanita itu terus berusaha keras menggodanya. Toh, itu juga terasa nikmat. Apalagi buah dada wanita itu yang empuk dan kelewat besar menempel pada dadanya yang masih terbalut kemeja. Setiap wanita itu menggesekan dada besarnya pada dada bidangnya. Justin bisa merasakan puncak dada wanita itu yang mulai mengeras.
“Aku kira hari ini kamu juga tidak akan datang, loh!? Seperti yang lainnya,” ucapnya pura-pura sendu seraya mengelus dada bidang Justin dengan gerakan abstrak.
“Lainnya?” Justin mulai tertarik dengan kalimat yang wanita itu katakan.
“Akhhh ....” Sebuah desahan lolos, saat Justin membelai seringan bulu paha dalam wanita yang duduk di pangkuannya itu.
“Iya. Semuanya pergi ke acara amal atau apa, 'lah itu. Aku tidak tahu,” ketus wanita itu saat Justin menghentikan kegiatannya membelai pahanya.
“Acara amal?” Justin menegak minuman alkoholnya.
“Iya. Kalau tidak salah itu .... Yang mengadakannnya itu, Valkyrie Group's.”
Ketika mendengar Valkyrie Group's disebut, Justin menatap wanita itu. “Ada apa? Kenapa kamu menatapku seperti itu?” kekeh wanita itu, seraya kembali membelai dada bidang dan lengan berotot Justin.
“Halo.” Justin mengangkat teleponnya.
“....”
“Bukan urusanmu.”
__ADS_1
“....”
“Cepat, katakan! Jangan membuang waktuku!”
“....”
“Sejak kapan, kau punya waktu mengurusi acara apa yang ku hadiri?” ejek Justin.
“....”
“Valkyrie Group's? Entah, sepertinya kemarin aku pernah dengar. Tap———”
“....”
“Apa kau waras!? Katakan sebenarnya, ada apa ini? Kenapa kau terus memarahi aku?”
“....”
“Iya. Tentu saja. Emangnya, apa alasannya aku sampai mengambil alih beberapa pekerjaanmu. Tentu saja agar kamu bisa lebih fokus melakukan penyelidikan yang ku suruh.”
“....”
Justin mulai fokus menyimak perkataan Charles. Lagi-lagi Valkyrie Group's. Respon tenang Justin. Tapi ketenangan itu berubah seketika saat mendengar kelanjutkan ucapan Charles.
“Apa!?” Tanpa peringatan Justin berdiri, membuat wanita yang sedari tadi duduk di pangkuannya terjatuh dengan memalukan. Untung saja, lantai dua sekarang sepi karena semua orang sedang sibuk menari di lantai satu.
💕💕💕
Ace Blue Charlotte
__ADS_1
27 Agustus 2020