
“Halo, Mom,” sapa hangat Shalome.
“Apa kamu sudah sampai?”
“Iya. Ini aku baru saja sampai hotel,” terang Shalome.
“Okey, jaga dirimu baik-baik, ya! Jangan telat makan! Jaga kesehatan! Dan katakan pada Monica untuk tidak membiarkanmu bekerja terus!”
“Iya, iya. Aku tahu. Mommy, tidak usah khawatir. Aku pasti akan baik-baik saja.”
Di seberang telepon, terdengar helaan nafas Margaret.
“Apa Mommy lupa berapa bodyguard yang pria tua itu kirim?” lanjut Shalome.
“Shalome,” peringat Margaret pada ketidaksopanan Shalome pada ayah mertuanya.
“Sorry, Mom. Nggak lagi, deh.” Shalome mengangguk saat Monica datang bersama seorang desainer.
“Udah dulu, Mom. See you,” tutup Shalome.
Sudah dua hari ini, Shalome disibukan dengan persiapan pesta amal Valkyrie Group's. Gadis cantik itu dibuat kalang kelabut oleh sang kakek yang tiba-tiba mengatakan hotel, tempat penyelenggaraan pesta amal diubah. Demi kelancaran acara pada hari H. Akhirnya, Shalome harus turun tangan sendiri untuk mempersiapkan segala keperluan untuk acara nanti.
Pemandangan di Alexander Corporation's hari ini pun, tak jauh berbeda dengan beberapa hari lalu. Kesuraman masih melingkupi wajah Justin yang juga berdampak pada adrenalin semua pegawai Alexander Corporation's.
Pintu ruangan CEO diketuk. Setelah mendapat izin dari pemilik ruangan, muncul wanita berpakain formal bernama Nada. Dia adalah sekretaris pribadi Justin.
Nada melangkah masuk dan berhenti selangkah di depan meja kerja Justin. Meja yang belakangan ini selalu berantakan. Banyak pekerjaan yang tertunda karena mood Justin yang selalu buruk, sejak kepergian wanita yang pernah dia tolong. Juga masalah pintu rumahnya yang dirusak oleh para pria bar-bar bawah wanita itu. Tapi yang membuat Justin lebih kesal lagi, adalah fakta kalau dia tidak bisa melupakan sosok wanita itu. Dengan alasan itulah, Justin meminta Charles menyelidiki informasi terkait wanita itu. Sekali lagi, hanya buang-buang waktu. Sampai sekarang Justin belum mendapatkan laporan apa pun dari sepupunya itu.
“Sir, lima belas menit lagi Anda harus menghadiri rapat direksi.” Nada menyampaikan jadwal boss-nya.
__ADS_1
Justin menyimak semua perkataan Nada seraya masih menggeluti berkas-berkas yang menggunung.
Nada menggeser tablet-nya. “Anda diundang ke acara amal tahunan Valkyrie Group's, besok lusa.”
Justin mengangkat kepala, menatap Nada. Dia menghela nafas. Lagi-lagi acara yang tidak penting.
“Pihak Valkyrie Group's, meminta Anda untuk segera mengkonfirmasi undangan tersebut.” Nada menatap balik Justin.
“Saya terlebih dahulu bertanya kepada Anda karena ini undangan dari perusahan besar,” jelas Nada profesional.
“Apa Anda akan datang, memenuhi undangan?”
“Tidak. Lain kali kalau ada undangan tidak penting seperti ini. Apalagi acara-acara yang ada embel-embel amalnya. Langsung tolak saja!”
Justin tahu betul. Acara amal, tidak peduli perusahan mana pun yang menjadi penyelenggaranya. Pada hakekat hanyalah acara sampah yang dihadiri para konglomerat dan pengusaha sukses untuk mencari relasi. Lebih parahnya lagi. Acara amal tak jarang hanya menjadi ajang pamer atau memperlihatkan image murah hati pemilik perusahaan pada khalayak umum. Singkatnya itu cuma omong kosong.
“Apa sudah ada kabar dari Charles?”
Sementara itu di ruang baca, Sonny tengah menikmati quality tima-nya. Perhatian pria paruh baya itu teralihkan ketika terdengar nada dering dari handphonenya. Di layar tertera nama bawahannya.
“Halo.”
“Presdir, saya sudah melaksanakan semua perintah Anda.”
“Bagus. Bagaimana responnya?”
“Itu .... Sepertinya tidak sesuai dengan yang kita harapakan.”
Sonny mengernyitkan alisnya. Bingung dengan ucapan bawahannya. Dia yakin dengan pengamatannya.
__ADS_1
“Saya mendapat informasi sampai sekarang, dia belum mengkonfirmasikan kedatangannya pada acara amal tahunan Valkyrie Group's.”
“Benarkah?”
“Benar, Presdir.”
“Mengejutkan,” kekeh Sonny.
Sonny mengetukkan jari telunjuknya di meja. Apa selama ini dia sudah salah menilai seorang Justin Alexander.
“Tidak mungkin orang itu tidak tertarik pada cucuku.”
“Jika memang itu benar. Tidak mungkin sampai sekarang, pihak Alexander Corporation's masih belum mengkonfirmasikan kedatangan mereka,” jelas bawahan Sonny masuk akal.
“Tapi, anehnya ... mereka masih tetap mencari informasi tentang Nona. Apa yang harus saya lakukan, Presdir?”
Sonny termenung. Aneh. Dia bingung. Sebenarnya apa yang Justin inginkan. Jika dia terus mencari informasi tentang Shalome. Kenapa dia mengabaikan undangan yang diberikan perusahannya. Jangan-jangan, dia ....
“Derk, kau masih di sana?”
“Ya, Presdir. Saya masih di sini,” jawab cepat orang di seberang telepon.
“Biarkan mereka mendapatkan sedikit informasi tentang kita. Terutama yang berhubungan dengan Shalome.”
“Ya?”
💕💕💕
Ace Blue Charlotte
__ADS_1
26 Agustus 2020