RA S001 : First Sight

RA S001 : First Sight
Chapter O


__ADS_3

“Jadi, dia hanya menginginkan hadiah yang langsung aku pilih sendiri?”


Shalome melihat-lihat daftar hadiah mewah yang sudah Monica siapkan, sebelumnya. Hadiah yang nantinya akan diberikan pada orang yang menjadi donatur paling banyak menyumbang kemarin malam. Meski aneh. Shalome tetap memilih hadiah untuk donatur misterius itu.


Kenapa aneh. Biasanya pada setiap tahun. Orang yang menjadi donatur terbanyak akan diberikan kehormatan untuk bermitra dengan Valkyrie Group's selama setahun penuh. Sampai kontranya berakhir pada saat acara amal tahunan Valkyrie Group's, berikutnya kembali diselenggarakan. Valkyrie Group's adalah perusahan besar yang sangat tertutup dan paling berpotensial dalam menghasilkan keuntungan. Disebabkan oleh hal ini 'lah. Pada acara amal tahunan Valkyrie Group's di hari pertama. Banyak orang berlomba-lomba mengeluarkan sebanyak mungkin uang mereka. Bermitra dengan Valkyrie Group's adalah sesuatu yang sangat menggiurkan untuk dilewatkan begitu saja.


Jadi tidak salah. Bila Shalome berpikiran, donatur tersebut adalah orang bodoh yang membuang kesempatan emas di depan mata seolah-olah itu sampah yang tidak berharga. Shalome benar-benar dibuat tidak sabar untuk bertemu dengannya. Dia ingin tahu, sekaya apa orang yang menjadi donatur terbanyak tahun ini. Sehebat apa dia, sampai berani menyuruh Shalome untuk memilih sendiri hadiah yang nanti akan diberikan padanya.


“Tidak,” tolak langsung Shalome.


Bibir bawah Monica sudah berkedut. Dia masih tak habis pikir. Bagaimana bisa di dunia ini, ada seseorang yang mampu memutuskan suatu hal yang sangat penting dalam hitungan detik.


“Kenapa harus aku? Dia minta aku untuk langsung memilih hadiah, okey. Nggak masalah. Tapi ....”


“Dia ingin aku menyerahkan langsung hadiahnya?” ujar Shalome tak percaya. Ternyata di dunia ini, masih ada orang bodoh yang begitu berani memerintahnya.


“Nona, tetap harus melakukanya. Presdir sudah menyetujuinya.” Tak ada komentar. Shalome hanya menggemertakan giginya. Seusai acara amal tahunan ini, Shalome harus benar-benar membalas kakeknya.


Dengan memasang ekspresi suram, Shalome menatap bergantian gaun-gaun yang paling dia benci. Berjam-jam sudah berlalu. Belum ada gaun yang menurutnya bagus dan cocok untuk dia kenakan.


“Tidak.”


Sang perancang busana memberi tanda pada orangnya untuk menunjukan gaun selanjutnya.

__ADS_1


“No!” tolak langsung Shalome.


“Jangan!” tegas Shalome.


“Tidak mau.”


Penolakan dan penolakan, terus diberikan Shalome. Mengabaikan betapa indah dan cantiknya gaun-gaun yang dia tolak. Tidak peduli Monica yang sudah mulai kesal, dikarenakan Shalome sudah menolak puluhan gaun. Tak tanggung-tanggung, gaun yang Shalome tolak adalah gaun limited editions. Satu-satunya di dunia, hasil rancangan dari seorang desainer ternama yang sekarang masih betah memasang senyuman ramah. Sabar meladeni Shalome yang cueknya tidak ketulungan.


“Kau gila!! Kau ingin aku memakai itu!?” Shalome menatap dingin Monica yang memasang senyuman paksa.


“Ini adalah gaun terakhir.”


“Kalau gitu, kenapa kamu tidak sekalian saja menyuruhku bugil,” sarkastisnya.


“Apa?”


“Tidak ada lagi gaun yang tersisa. Semuanya sudah Anda tolak tanpa alasan.”


“Itu karena semuanya jelek. Kau tahu seleraku tinggi, 'kan,” celetuk Shalome percaya diri.


“Tetap saja. Anda harus berhenti menolak gaun-gaun yang akan diperlihatkan nanti!” tekan Monica yang masih tersenyum lebar. Berusaha keras, mentolerir sifat semena-mena Shalome.


“Nona bisa meringankan pekerjaan saya. Jadi, pilih saja satu dari puluhan gaun ini!” sambungnya, seraya memberi tanda pada desiner untuk segera mengeluarkan gaun selanjutnya.

__ADS_1


Sama seperti sebelumnya. Shalome masih tetap menolak gaun-gaun yang diperlihatkan padanya.


“Tunggu!” cegah Shalome tiba-tiba.


Dia mengamati sebentar gaun berwarna putih tulang yang terlihat sederhana. “Aku pilih gaun ini,” yakin Shalome.


Monica memasang ekspresi datar. Sia-sia dia menyortir gaun-gaun paling mewah dan indah. Ujung-ujungnya, pilihan Shalome jatuh pada gaun simple. Amat simple malahan dibandingkan gaun lainnya. Tanpa dia ketahui, Shalome tidak memiliki alasan khusus memilih gaun berwarna putih tulang tersebut. Gaun itu adalah gaun paling tertutup yang sejauh ini bisa dia ditemukan dari banyaknya gaun yang sedari tadi ditunjukan padanya.


Nanti di pesta, pasti akan ada banyak orang terutama para kaum adam. Shalome tidak menyukai gaun yang terbuka di sana-sini. Dia tidak mau mengumbar tubuhnya ke sembarang pria.


Kurang dari satu jam lagi. Pesta amal tahunan Valkyrie Group's akan dimulai. Shalome tengah mengamati pantulan dirinya di cermin. Tidak ada yang salah pada dirinya. Justru gadis cantik itu terlihat sempurna dalam balutan gaun berwarna hitam. Namun itulah yang membuat Shalome tambah kesal.


Tok tok tok


Monica masih betah mengetuk pintu kamar Shalome. “Nona,” panggil Monica yang diabaikan oleh Shalome.


“Apa semuanya baik-baik saja?”


Shalome masih diam, tak menjawab pertanyaan Monica atau pun berniat untuk membukakan pintu untuknya.


💕💕💕


Ace Blue Charlotte

__ADS_1


03 September 2020


__ADS_2