RA S001 : First Sight

RA S001 : First Sight
Chapter Q


__ADS_3

“Ada apa ini?” smirk Katana.


“Jangan mulai lagi,” peringat Shalome merespon tatapan jahil Katana.


“Kau yakin baru tahu?” Katana melihat sekilas ke arah Justin. “Tapi ... kayanya tidak dengan orang di sana, tuh!?”


Shalome diam. Tak merespon perkataan Katana. Dia tidak paham maksud Katana. Sekali pun Shalome mengerti. Dipastikan dia juga tidak akan dengan mudah memberikan jawaban.


“Dia lajang. Kamu juga lajang,” ucap Rennei.


“Tepat!” sahut Katana cepat.


Shalome yang benar-benar tidak tahu arah pembicaraan keduanya hanya menatap Rennei dan Katana dalam diam.


“Kau akan tahu sebentar lagi,” imbuh Katana.


“Apa?”


Tanpa Shalome sadari, Justin tengah berjalan ke arahnya. Rennei yang peka, justru sudah pergi duluan. Disusul Katana yang baru melenggang pergi saat Justin hampir tiba.


“Da .... Aku tunggu kabar baiknya.” Katana melambaikan tangannya. Dengan cepat dia menghilang dari pandangan Shalome.


“Nona Arskoning dan Nona Ackerman tipikal orang yang peka.” Shalome mendengar sebuah suara berat dan maskulin dari arah belakang.


Shalome berbalik. Tapi hanya menatap datar pria tampan yang tak lain adalah Justin. Itu pun hanya beberapa detik saja. Justin tertawa kecil karena diabaikan Shalome.


“Sangat disayangkan, mereka pergi sebelum kami sempat berkenalan.” Justin berjalan semakin mendekat ke Shalome dan berdiri di sampingnya.


“Sepertinya begitu,” respon Shalome dingin.


“Di luar dugaan. Ternyata Anda mengenal banyak orang.”


Shalome menatap tidak suka Justin.


“Jangan salah paham. Saya dengar dari Presdir Valkyrie, Anda memiliki kepribadian yang sangat tertutup. Saya hanya terkejut saja. Ternyata Anda memiliki banyak teman,” jelas Justin cepat.

__ADS_1


“Itu bukan urusan Anda,” timpal Shalome tak suka. Shalome paling tidak suka dikomentari oleh orang yang tidak dia kenal. Justin mengetahui betul hal itu.


Keduanya diam. Tak ada yang bersuara. Sebenarnya, Justin masih ingin lebih banyak ngobrol dengan Shalome. Tapi dia tahu itu tidak akan mudah. Bila dilihat dari respon dingin Shalome.


Baru beberapa menit sudah, keduanya tetap berdiri berdampingan tanpa berbicara. Itu pun tidak terlalu menempel. Tapi respon heboh diperlihatkan secara terang-terangan oleh para tamu undangan.


“Apa mereka pasangan kekasih?”


“Mereka terlihat cocok!?”


“Apa mereka sedang berkencan?”


“Mereka terlihat sangat serasi. Sangat disayangkan kalau mereka bukan pasangan.”


“Apa ini alasan, pesta tahun ini tidak diadakan di hotel biasanya?”


“Kalau begitu. Itu artinya mereka beneran serius.”


Justin melirik Shalome. Berbeda dengan Justin, Shalome justru terlihat sudah jengah dengan semua omongan dan tatapan ingin tahu para tamu undangan.


“Apa Valkyrie Group's dan Alexander Corporation's sedang membicarakan perjodohan?”


“Ini benar-benar luar biasa!? Jika mereka beneran dalam tahap pembicaraan perjodohan.”


“Sepertinya, itu benar.”


“Valkyrie Group's itu sangat tertutup. Tapi Nona Valkyrie yang biasanya tidak pernah datang ke pesta. Justru datang dengan tampilan heboh.”


“Dia juga yang memberikan langsung hadiah pada pendonasi terbanyak. Tidak mungkin bila tidak ada maksud tersembunyi.”


Justin  asyik dengan dunianya sendiri. Masa bodoh dengan omongan orang lain. Dia tidak mempedulikan sedikit pun sekitarnya.


Justin tersenyum, untuk pertama kalinya. Ada seseorang yang tidak senang berdekatan mau pun disandingkan bersamanya. Shalome bukan hanya mengabaikannya. Dia bahkan tidak mengenalinya. Mengingat itu, membuat suasana hati Justin hangat. Apalagi bisa melihat jelas dari dekat wajah cantik Shalome.


“Menyebalkan,” gerutu Shalome. Justin yang mendengarnya, tersenyum di balik gelasnya.

__ADS_1


“Kapan mereka akan berhenti ikut campur urusan orang lain!?” decak pelan Shalome.


Dari sudut mana pun. Justin tak bisa menemukan cacat pada diri wanita yang berdiri di sampingnya itu.


“Dasar pengosip murahan,” cemooh Shalome.


Justin tak mau repot-repot menutupi suasana hatinya. Shalome yang tengah jengkel, nampak lucu dimatanya. Pemandangan Justin yang tersenyum sambil menatap Shalome juga disaksikan oleh para tamu undangan.


“Dasar,”


Sudah tidak tahan lagi, Shalome melangkah keluar. Sebelum keluar, dia meletakan kasar gelas yang sudah kosong setengah ke meja. Justin menatap penuh minat Shalome. Sejak tadi kedua netranya setia mengikuti Shalome sampai tubuhnya tidak nampak lagi.


“Nona,” panggil Monica.


“Kenapa Nona pergi dari pesta tanpa bilang pada siapa pun?”


Shalome memutar kedua bola matanya malas. Lagi-lagi asisten pribadinya itu bisa menemukannya.


“Apa Nona tidak ingin ditemukan siapa pun!?” tuduh Monica.


Benar. Shalome benar-benar ingin mengiyakan pertanyaan dari Monica. Tapi tidak.


“Ada apa?”


Semenyebalkannya Monica. Dia hanya akan mau repot-repot mencari Shalome yang tengah ingin menyendiri. Kalau ada hal emergency.


“Terjadi masalah pada rapat rutin pemegang saham utama yang diadakan hari ini.”


Rencananya, seusai acara amal tahunan Valkyrie Group's kemarin, Shalome dijadwalkan mengikuti rapat rutin pemegang saham utama. Itu adalah rapat penting. Selama ini, Shalome sendirilah yang memimpin rapat tersebut.


Shalome memijat keningnya. Dia tidak mengira akan terjadi masalah. Dia tidak mengira kalau sekali saja ia tidak memimpin rapat tersebut akan timbul masalah seperti sekarang.


“Hubungi tim perencanaan! Minta mereka menyiapkan beberapa opsi rencana. Suruh mereka untuk menyiapkan laporannya paling telat dua hari dari sekarang. Katakan juga untuk memperkirakan semua kemungkinan kerugian yang akan kita terima!”


💕💕💕

__ADS_1


Ace Blue Charlotte


04 September 2020


__ADS_2