RA S001 : First Sight

RA S001 : First Sight
Chapter B


__ADS_3

“Sial!? Siapa kalian!? Enyalah dari sini! Ini bukan urusan kalian!!” teriak pria muda seraya menerjang Justin. Mendapatkan sinyal bahaya, Justin dengan sigap menghindar dan balik membanting pria muda itu.


“Kurang ajar!!” murka pria muda itu seraya ingin bangkit dan balas menyerang Justin tapi sudah diatasi duluan oleh Charles. Diam-diam sejak tadi, tangannya sudah gatal ingin menghajar pria muda itu.


Justin memutari ranjang. Tapi sekali lagi, dia harus dikejutkan dengan satu fakta yang tidak pernah ia sangka sebelumnya. Wanita yang terbaring di ranjang bukanlah orang yang dia kenal. Itu artinya dia bukan tunangan-nya. Juga bukan wanita yang mau dia kasih pelajaran. Lalu siapa wanita itu?


Justin tersadar dari lamunannya, ketika bibir mungil wanita itu merintih. Wanita itu juga menggeliat tak nyaman, persis seperti cacing kepanasan. Mungkinkah ....


“Panas ....”


Obat perangsang.


Kelopak wanita itu terbuka. “Tolong ... ini sangat panas ....” lirihnya.

__ADS_1


“Aku sudah tidak menahannya lagi .... Aku tidak tahan lagi ....”


Untuk sekian detik, Justin terpaku. Dia terpesona dengan netra hitam milik wanita itu. Ini pertama kali Justin mendapati netra segelap itu dan kini tengah menatapnya sayu. Tubuh Justin seperti tersengat aliran listrik. Menyenangkan dan membuatnya tidak nyaman di saat bersamaan.


Apa karena di mengetahui arti dari tatap itu. Tatapan yang mengatakan bahwa dirinya sangat ingin disentuh bahkan dipuaskan olehnya. Justin pria normal, miliknya merespon rangsangan itu sebagai mana mestinya. Terbukti dari adiknya yang sudah bangun sedari tadi. Sebelum bisa merealisasikan mimpi erotisnya. Suara keras dari Charles membuyarkan semua fantasi kotor yang sedari tadi memenuhi otaknya.


Jam dinding sudah menunjukan pukul 2 dini hari. Tapi kedua mata tajam Justin belum bosan menatap wanita cantik yang sekarang sedang terlelap di atas ranjang king size miliknya. Entah bagaimana Justin memutuskan untuk membawa wanita yang tidak dia kenal itu ke rumahnya. Bahkan dia juga tanpa beban, membiarkan wanita asing itu berbaring di ranjangnya.


Justin memang seorang casanova. Tapi dia tidak pernah malakukan sex di atas ranjangnya. Karna dia merasa di dunia ini tidak ada wanita yang begitu terhormat untuk sekedar merasakan empuknya ranjang king size miliknya. Jangan melakukan sex di ranjang miliknya. Justin juga belum pernah sekali pun membawa wanita-wanita yang dia kencani ke rumahnya. Tapi pengecualian utuk wanita cantik yang masih terpejam itu. Entah mengapa, dia tak keberatan dengan keberadaan tubuh mungil itu di atas ranjangnya.


Pipi tirus putih mulus yang Justin tahu hanya dipolesi make up sederhana. Pengalaman seumur hidup Justin dengan berlusin-lusin makhluk yang bernama wanita membuatnya, memiliki kemampuan menilai mana wajah asli maupun palsu. Dia tahu jika wajah rupawan wanita yang dia bawa itu adalah cantik asli bukan buatan——hasil make up atau pun karya dokter di meja operasi.


Pandangan Justin turun ke arah bibir mungil dengan warna merah alami. Justin meneguk ludah karena bibir itu. Rasanya dia ingin mengecap dan ******* bibir itu.

__ADS_1


“Haaahhh ....” Justin menghela nafas.


Dia tidak mengira bibir wanita asing itu bisa memberikan pengaruh yang begitu besar padanya. Setelah pengalaman Justin dengan para wanita. Dia baru saja akan terangsang, jika sudah melakukan foreplay. Ini merupakan rekor baru. Dimana adiknya sudah berdiri tegak. Siap tempur hanya karena menatap bibir milik wanita asing yang bahkan dia sendiri sampai sekarang belum ketahui identitasnya.


”Aku perlu pelepasan,” gumamnya.


Terlepas dari berbagai pikiran mesumnya. Justin mengakui kecantikam wanita asing tersebut. Sejujurnya ini baru pertama kali, dia mendapati wanita yang begitu cantik dalam kesederhanaan. Justin berpikir begitu karena rata-rata para kaum hawa selalu menutupi wajah cantik mereka dengan berbagai merk make up maupun bedah plastik. Justin sampai dibuat heran. Dia jarang mendapati wanita yang merasa puas dengan wajah yang telah mereka terima dari sang pencipta. Apa segitu bermaknanya wajah cantik di kalangan para wanita.


Justin masih setia dengan kegiatannya. Mengamati setiap inchi dari tubuh wanita asing itu yang tetap memejamkan kedua matanya. Tak terusik sedikit pun dengan perlakuan Justin atau pun fantasi liar yang pria tampan itu tujukan padanya. Seketika Justin menggertakan giginya, saat mendapati bekas luka di kulit putih wanita asing itu.


💕💕💕


Ace Blue Charlotte

__ADS_1


23 Agustus 2020


__ADS_2