RA S001 : First Sight

RA S001 : First Sight
Chapter AB


__ADS_3


“Benarkah ....” Shalome berjalan mendekati Justin. Tanpa ragu dia meraih bagian depan pakaian Justin dan menariknya. Justin sedikit membungkukan tubuhnya. Menyamakan tinggi dengan wanita itu. Tindakan Shalome yang tak terduga tersebut, mengejutkan Justin. Jika saja gerak refleksi buruk, Justin pasti sudah kehilangan keseimbangan dan jatuh.


Sekilas, hanya sekilas Justin menangkap senyuman mencurigakan Shalome. Sebelumnya bisa mencari tahu makna dari senyuman tersebut. Sesuatu tak terduga sudah duluan terjadi.


“Kau sendiri yang memintanya,” bisik Shalome. Sampai .... Kembali, bibir kenyal keduanya bersentuhan.


Sebelum menarik diri, Shalome sempat-sempatnya menjilat bibir bawah Justin. “Ayo kita lakukan,” putus Shalome. Tak membiarkan Justin tersadar dari shock-nya.


Dengan sengaja Shalome menggoda Justin, dia membelai seringan bulu dada pria tampan tersebut. Diserang bertubi-tubi, tubuh Justin tambah kaku——membeku. Semuanya terjadi begitu cepat. Pria tampan itu masih mencerna apa yang sebenarnya telah terjadi.


“Apa sekarang kau sudah tidak tertarik lagi?” goda Shalome, karena Justin tak kunjung memberikan respon.


Justin tersadar, ketika Shalome melepas cengkeraman pada pakaiannya. Tak mau menyia-nyiakan kesempatan. Giliran Justin yang melangkah maju. Justin menarik tengkuk Shalome dan mencium penuh nafsu bibir hangat yang beberapa detik lalu membuatnya terbang ke langit ketujuh.


Justin melepas tautannya dari bibir Shalome yang sedikit bengkak karena ulahnya. “Setelah ini, jangan harap kau bisa lari dariku,” bisiknya sensual.


Justin menjilat cuping telinga Shalome, membuat wanita itu semakin terengah-engah. Belum selesai bernafas, Shalome tersentak ketika dengan dominannya Justin kembali menciumnya. Justin mengajak lidah Shalome bergulat, saling bertukar saliva. Tangan satunya bergerak, merapatkan tubuh Shalome dengannya. Mengumumkan secara terbuka, seberapa bergairahnya dia sekarang.


Shalome mendorong dada bidang Justin. “Berhenti.” Shalome terengah-engah. Terdengar erangan frustasi dari bibir sexy Justin.


“Tidak sekarang,” imbuhnya, mendapati Justin yang menatapnya lapar.


Tanpa ada maksud apa pun, Shalome mengusap lembut bibir Justin. Membersihkan saliva yang tertinggal. Tetapi Justin menahan tangan Shalome ketika Shalome hendak menariknya. “Lalu kapan?” Justin mengecup lembut tangan Shalome dan menempelkan di pipinya. Menyalurkan kehangatan dan perasaan mendamba yang amat besar.


“Kau benar-benar membuatku gila,” gerutu Justin. Shalome terkekeh mendengarnya. Dia juga geli karena Justin mulai usil. Dia menjilati telapak tangan Shalome.


Keesokan harinya, di Alexander Corporation's. Seorang pegawai perempuan datang sambil berlarian.

__ADS_1


“JA!!” teriaknya heboh.


“Ada JA! JA datang!” ulangnya lagi dengan nafas ngos-ngosan yang membuat rekan-rekannya dibuat kocar-kacir akan kedatangan boss mereka.


Semua tegang, tak ada yang berani bergerak dari meja masing-masing. Tak ada yang melakukan ritual wajib para pegawai perempuan yaitu, cuci mata. Tidak bernyali, walau sekedar untuk melirik sebentar wajah atasan mereka yang terkenal tampan.


Suasana masih sunyi, hingga pintu ruang kerja Justin tertutup. Bukan disebabkan oleh ketakutan akan sosok menakutkan Justin. Melainkan, wajah berseri-seri pria tersebut. Berbeda jauh dari ekspektasi. CEO dari Alexander Corporation's itu, justru terlihat sumringah. Tak ada jejak, bahwa beberapa hari lalu hampir semua karyawan kena murkanya.


Aneh, tetapi semua karyawan dapat bernafas lega. Bisa terlepas dari belenggu sosok menyeramkan Justin yang sukses menyiksa mereka hingga terbawa ke mimpi.


Ketika mendekati waktu makan siang, datang pria kemayu. Semuanya menjulukinya sebagai ratu gosip. Itu karena gosip atau informasi apa pun yang tersebar dikalangan para karyawan bersumber darinya. Pria jangkung itu berjalan dengan gaya centil penuh percaya diri. Dimana itu menandakan kalau dia menemukan informasi terbaru dan sebentar lagi akan menjadi perbincangan hangat diantara para karyawan Alexander Corporation's.


“Kalian sudah lihat ekspresi bos hari ini?” Bukanya, tak ingin menutupi kesombongannya.


Tanpa menunggu komando, semuanya merapat. Bersiap mendengar gosip hangat. Toh, bohong bila ada yang berkata bahwa mereka tidak penasaran akan perubahan sikap dan suasana hati Justin.


“Cinta.”


Hening, tak ada yang berkomentar. Lalu .... “Valkyrie!?” celetuk keras seseorang. Merasa suaranya terlalu keras, dia buru-buru menutup mulutnya.


“Shalome Valkyrie, dia, 'kan orangnya?” lirihnya. Seketika semuanya paham. Tidak sedikit dari mereka tak bisa menutupi keterkejutannya


“Benar. Dia orangnya, calon Nyonya Alexander,” jelas ratu gosip.


Sedang asyik-asyiknya bergosip ria. Tiba-tiba pintu ruang kerja Justin terbuka. Sosok tampan Justin terlihat keluar dari sana. Tanpa menunggu instruksi, semua otomatis membubarkan diri. Kembali ke tempat masing-masing. Bersikap seolah-olah mereka sejak tadi sibuk bekerja.


Ketika Justin lewat, beberapa karyawan menyapanya. Dibalas anggukan dan senyuman olehnya, sembari melangkah dengan riangnya. Langka, apalagi Justin tertangkap basah mengecek penampilannya sebelumnya masuk ke dalam lift. Persis seperti orang yang sedang dimabuk asmara. Itu semua semakin terlihat jelas, karena Justin tidak mau repot-repot menutupinya.


Justin menyelesaikan semua pekerjaan. Lalu buru-buru turun ke lobby. Dia tak mempedulikan bahwa dirinya menjadi pusat perhatian para pegawai hotel.

__ADS_1


“Kau yang mau pergi kencan. Kenapa aku juga harus ikut repot?” gerutu Charles, tidak ditanggani Justin.


Beberapa meter dari tempat Justin dan Charles berdiri. Terlihat Shalome yang tengah asyik berbicara dengan seseorang yang sepantaran dengannya. Shalome dan wanita cantik tersebut saling menggoda satu sama lain. Seseorang yang juga kedua pria itu kenal. Dia adalah Izzie Vasquez.


Tapi, tunggu sebentar. Ternyata Shalome tidak hanya berbicara dengan Izzie. Di sana juga ada Ian Vasquez, kakak laki-laki Izzie. Mereka bertiga terlihat sangat akrab. Bahkan pria yang bernama Ian itu. Sesekali melakukan kontak fisik dengan Shalome. Anehnya, Shalome yang selama ini paling anti dengan namanya pria. Terlihat fine-fine saja tuh. Sikapnya saat ini, berbeda jauh saat bersama Justin.


“Apa ini?” tanya Justin tak percaya. Melihat pemandangan Shalome yang tertawa lepas bersama pasangan kakak beradik Vasquez.


Justin beralih menatap Charles yang berdiri di sampingnya. Belum sempat pria itu bersuara ....


“Jangan coba-coba!!” peringat Charles.


Justin mendengus. Cemburu. Marah. Kesal. Justin tidak bisa lagi mendeskripsikan apa yang sebenarnya dia rasakan, sekarang ini. Jujur, Justin tidak menyukai kedekatan Shalome dan Ian.


Tapi ekspresi jengkel pria itu lenyap seketika, ketika melihat wanita pujaannya datang mendekat.


“Maaf. Kami tadi terlalu asyik ngobrol.”


“Oh, tidak masalah. Aku bisa menunggu lebih lama lagi, kok. Asalkan untuk kamu. Apa, sih yang tidak bisa aku lakukan untukmu,” gombal Justin yang dibalas senyuman canggung oleh Shalome.


“Baiklah. Terima kasih atas pengertiannya.” Justin memberi Shalome senyuman termanis yang bisa dia buat.


“Sekarang, kita mau makan dimana?”


“Diam,” desis pelan Justin. Dia tahu kalau diam-diam di belakang, Charles menertawakan dirinya. Kalau di sana tidak ada Shalome. Pasti sekarang Justin sudah membuat perhitungan pada Charles. Lihat saja sekarang. Suara cekikan pria itu terdengar semakin jelas. Ingatkan Justin untuk menghajar Charles nanti. Seusai kencannya dengan Shalome.


💕💕💕


Ace Blue Charlotte

__ADS_1


19 Oktober 2020


__ADS_2