RA S001 : First Sight

RA S001 : First Sight
Chapter C


__ADS_3

“Sialan,” umpat Justin.


Ingatan Justin kembali ke saat dimana, dia mendapati wanita asing itu tengah terbaring tak berdaya di ranjang di salah satu kamar VVIP club malam dengan posisi mengangkang. Ketika Justin mendekat ke arah wanita itu. Mata pria itu dibuat terbelalak tak percaya karena kedua tangan wanita asing itu diborgol dengan kepala ranjang. Meski Justin menemukan wanita itu masih dalam keadaan berpakaian lengkap. Tapi sisi kemanusiaannya berteriak marah atas perlakuan biadab itu.


Posisi yang membuat pria mana pun langsung ingin menerkam si wanita saat itu pula, tidak terkecuali juga untuk Justin. Pada akhirnya, logikanya masih waras. Walau ingin, dia tidak sampai setega itu untuk bersenang-senang di atas penderitaan wanita asing tersebut.


Harus Justin akui, dia sempat tergoda. Ya, wanita itu dalam posisi seperti budak sex. Justin mengutuk siapa pun pelakunya. Dia tak habis pikir bagaimana bisa ada orang yang tega memperlakukan wanita secantik itu dengan amat kejam begitu. Padahal jika orang itu memberikan padanya. Dengan senang hati Justin tentu saja akan merimanya. Di atas ranjangnya.


“Ada apa denganku? Kenapa aku bisa semarah ini!?”


Ngomong-ngomong. Posisi wanita itu memang terlihat mengairahkan. Justin tidak menampik itu. Peluh yang membasahi dahi dan beberapa sisi wajah wanita itu membuatnya terlihat menggairahkan. Apalagi wanita itu juga melakukan gerakan-gerakan yang mengundang lawan jenis untuk segera bergabung ke ranjang bersamanya. Desahan, rintihan dan sejenisnya juga mengalun lembut dan indah dari bibir mungilnya. Yang tidak kalah penting adalah kaki yang terbuka lebar. Terpampang di depan mata siap dimasuki. Sungguh jika saat itu tidak ada berbagai luka di kulit putih wanita asing itu. Niscaya Justin sekarang pasti sedang memompa penuh semangat, tubuhnya mungil wanita itu.


Tanpa sadar Justin mengelus lembut pergelangan tangan wanita asing itu. Tepat pada bekas luka yang disebabkan oleh gesekan besi dingin borgol dengan kulit lembutnya. Akibat perlakuan spontan dari Justin, sebuah lenguhan meluncur pelan dari bibir mungil wanita itu. Justin dibuat terpaku karenanya. Jujur, sekarang dia tidak bermaksud untuk melakukan hal-hal mesum.


“Berhentilah menatapnya! Atau dia akan ketakutan mendapati tatapan mesummu itu.”


Justin menatap tajam Charles. Pria yang merupakan tangan kanannya itu berjalan mendekati Justin tanpa beban sedikit pun.

__ADS_1


”Jika aku tidak datang, entah apa yang sudah kamu lakukan pada wanita malang itu,” imbuh Charles, mengabaikan tatapan tajam Justin.


“Hey, jangan sok suci gitu! Aku tahu makna dari tatapan itu.”


Skakmat. Justin tidak bisa mengelak lagi. Tangan kanan yang sialnya juga kakak sepupunya itu tahu betul luar dalam dari dirinya.


“Apa yang kau dapatkan?” ucap Justin mulai serius.


“Karena itulah sekarang aku di sini,” gerutu Charles, seraya pura-pura menguap. Kendati aslinya dia memang lelah.


Sejak kembali dari club malam dan melakukan perintah dari bos yang juga merangkak sebagi sepupunya itu. Charles langsung menyelidiki apa yang sebenarnya terjadi dengan wanita yang berstatus sebagai tunangan Justin. Lalu Charles juga mendapatkan tambahan pekerjaan yaitu, mencari tahu identitas dan peristiwa yang menimpa wanita asing yang kini masih betah menutup mata. Tak terusik sedikit pun dengan keberadaan dua pria berbahaya di dekatnya.


“Tunanganmu, ternyata menyewa kamar di Bluesky Hotel dan masih di sana. Mungkin baru akan check out beberapa jam lagi. Tunanganmu tidak curiga sedikit pun. Dia bahkan sangat agresif sampai membuat kualahan pria sewaan yang aku bayar.” Kedua alis Justin terangkat. Tidak terkejut sedikit pun atas penjelasan Charles tentang Giselle. Wanita yang berstatus sebagai tunangannya. Tapi itu tidak akan lama lagi.


“Hotel?”


“Kalau melakukan di kamar club. Tunanganmu khawatir bila ada orang yang mengenali dia dan memberitahumu.” Justin mengangguk paham. Wajar jika wanita busuk yang berstatus sebagai tunangan-nya itu berpikir begitu. Toh club itu milik kenalannya.

__ADS_1


Justin menyeringai. “Ternyata wanita busuk itu tak sebodoh yang terlihat,” hina Justin. Tapi ....


“Apa?” tanya polos Charles yang tiba-tiba ditatap tajam oleh Justin.


“Berhentilah memanggilnya tunanganku!” desis tajam Justin.


“Kenapa? Dia memang tunanganmu, 'kan? Dari tadi juga aku memanggilnya tunanganmu bukan tunanganku,” ucap Charles polos, masih tidak mengetahui kesalahan yang sudah diperbuatnya. Lebih tepatnya, Charles tak merasa telah melalukan sebuah kesalahan.


“Itu terdengar sama saja di telingaku.”


“Jika aku tidak memanggil dia tunanganmu!? Terus kau suruh aku panggil apa dia? Bukan, 'kah kamu melarang aku menyebut namanya!?”


“Meski pun begitu .... Tetap saja, sekarang dia bukan, 'lah siapa pun bagiku! Di antara kami tidak ada hubungan apa pun! Ingat itu!!”


💕💕💕


Ace Blue Charlotte

__ADS_1


25 Agustus 2020


__ADS_2