RA S001 : First Sight

RA S001 : First Sight
Chapter K


__ADS_3

“Nada, mengenai undangan pesta amal Valkyrie Group's. Apa———”


“Sesuai permintaan Anda sebelumnya. Saya mengkonfirmasi, kalau Anda sibuk dan tidak bisa datang.” Justin dan Charles melongo tak percaya, atas penjelasan Nada.


“Saya baru saja akan melakukannya sekarang. Kemarin saya terlalu sibuk dan lupa memberi konfirmasi kepada pihak Valkyrie Group's.” Nada menatap heran Justin dan Charles yang melotot padanya.


“WAAHHHH ....” Charles membuka mulutnya lebar.


“Sekarang dimana undangan itu?” tanya Justin to the point. Walaupun heran, Nada tetap memberikan undangan yang Justin maksud. Dengan cepat Justin membuka dan membaca isi undangan tersebut.


“Benar-benar, tidak bisa aku percaya. Seumur hidupku, baru pertama kali ini seseorang melupakan sesuatu justru membawa berkah.”


Hal pertama yang Justin cari adalah waktu undangannya. Ketemu, dia melihat arloji mewah di pergelangan tangannya.


“Masih ada waktu,” gumam Justin yang tentu saja masih bisa didengar Charles.


“Memang kapan?” tanya Charles ingin tahu.


“Pukul 19.00. Ayo kita masih harus melakukan banyak hal,” ucap Justin dengan santainya seraya keluar duluan. Tidak mempedulikan Charles yang membeku tak percaya dengan apa yang baru saja dia dengar.


Handphone Charles berbunyi. Di sana tertera nama Justin. Pria itu menatap bergantian layar handphonenya dan jam dinding yang terpasang di sana. Begitu diangkat. Telinga Charles sudah disambut teriakan keras lawan bicaranya. Dia masih setia mendengarkan Justin sambil menatap jam dinding yang menunjukan pukul 17.10. Itu artinya, dalam waktu kurang dari 2 jam. Justin akan melakukan segala cara untuk bisa pergi ke acara amal yang diadakan oleh Valkyrie Group's. Di sini, juga berarti Charles akan dibuat repot olehnya.


Lobby J.A Hotel sudah mulai ramai. Meski banyak dari para tamu undangan, sudah datang beberapa hari sebelum hari H. Tapi masih terlihat banyak mobil yang keluar masuk kawasan J.A Hotel——salah satu anak perusahan yang tergabung dalam Alexander Corporation's.


Setiap kali Valkyrie Group's mengadakan acara, selalu saja sukses dan mengundang banyak tamu dari kalangan atas. Apalagi, Valkyrie Group's adalah salah satu perusahan yang berjalan di bidang maskapai penerbangan dan manufaktur. Tentu saja tidak perlu diragukan lagi berapa jumlah aset kekayaan yang mereka miliki.

__ADS_1


Walaupun begitu. Tidak banyak orang yang mengetahuinya. Valkyrie Group's sangat tertutup. Berkebalikan dengan perusahan-perusahaan besar lain yang cenderung terbuka tentang informasi perusahan mereka. Atau pun informasi kehidupan pribadi mereka. Tak banyak informasi yang bisa orang ketahui tentang Valkyrie Group's. Kendati begitu, Valkyrie Group's adalah salah satu perusahan raksasa di Kota Louisiana.


Karena minimnya informasi. Pada setiap pesta atau acara yang diselenggarakan oleh Valkyrie Group's menjadi sesuatu yang dinanti-nanti oleh orang-orang kalangan atas. Mau pun media yang berbaris antri, bersaing untuk meliput juga memberitakan kabar terbaru dari Valkyrie Group's. Perusahan besar yang kata para reporter, untuk mendapatkan satu berita saja, bisa mempertaruhkan nyawa mereka.


Beralih ke ballroom yang sudah didesain sedemikian rupa, untuk kesuksesan acara amal tahunan Valkyrie Group's. Sebagian besar para tamu sudah datang.


“Bagaimana? Apa ada masalah?”


“Sejauh ini, hanya ada masalah-masalah kecil. Semua bisa saya kendalikan. Anda tidak perlu turun tangan sendiri.”


Sesekali Shalome tersenyum, menyapa para tamu undangan. Tapi juga tak mengurangi konsentrasinya dalam menyimak laporan yang Monica sampaikan.


“Bagus,” sumringah Shalome.


“Pada arah jam 12, ada Presdir dan Nyonya Margaret.”


“Semoga tidak ada masalah,” lirihnya, ketika Sonny memberinya dua acungan jempol dan jangan lupakan senyuman lebar yang senantiasa menghiasi wajah keriputnya, semenjak kedatangannya tadi.


“Apa di sini tidak terlalu dingin?” Monica mengernyit bingung mendengar pertanyaan Shalome.


Shalome menatap Monica. “Monica, suruh seseorang untuk menaikan suhu ruangan.”


“Sayangnya, kita tidak bisa melakukan hal itu.”


“Kenapa?”

__ADS_1


Monica menggeser tablet-nya. “Saya mendapat keluhan dari beberapa tamu undangan.”


“Keluhan?”


“Banyak dari mereka mengeluh kepanasan dan meminta suhu ruangan untuk diturunkan.” Monica tersenyum profesional.


“Begitu, 'kah!?” ketus Shalome. Monica mengangguk, mengiyakan.


“Kalau begitu, tidak ada keluhan lain. Kenyamanan para tamu undangan adalah prioritas,” sarkastis Shalome.


Shalome menyibak rambut panjangnya ke bahu sebelah kiri. Semakin memperlihatkan punggung mulusnya yang terekspos karena gaun yang dikenakan Shalome memang terbuka di beberapa bagian tertentu.


“Saya akan meminta bagian catering, agar menambah jumlah minuman dingin untuk para tamu undangan.”


“Apa saya perlu menyuruh seseorang untuk membawakan mantel untuk Anda?”


“Kau bercanda!?” lirih Shalome sambil tersenyum ke arah beberapa tamu yang berjalan melewatinya.


“Atau Anda mau ganti gaun, sekarang? Jika cepat.” Monica melihat arlojinya. “Kita masih punya waktu sebelum acaranya dimulai———”


“Cukup!”


“Hentikan semua saran mustahilmu!”


💕💕💕

__ADS_1


Ace Blue Charlotte


30 Agustus 2020


__ADS_2