Rainbow Of Destiny

Rainbow Of Destiny
Episode 13


__ADS_3

Tiba-tiba ponsel Ken bergetar dalam sakunya. Ia sangat berterima kasih, ada alasan kuat agar tidak jadi menyuapi sang Ibu. Video call dari Adiknya membuat Ken mengulas senyum senang.


“Hey hooo, Apa kabar anak-anak nakal?” sambutan mengejutkan datang dari Ken.


“Hey, berhenti menganggap kami anakmu Kak, kita hanya beda dua tahun oke,” protes anak ke dua.


“Dan aku, hanya selang tiga tahun dengan Kakak Bean” anak terakhir ikut melancarkan aksi protes.


“Aku sedang ingin merayakan kebahagiaan kita hari ini ayolah” tangkis Ken membuat kedua saudaranya kebingungan tentang apa yang sedang dirayakan Ken kali ini?


“Anggota baru keluarga kita. Dia Putra dari teman dekat Mom dan Dad. Kalian bisa bernafas lega sekarang, karena mulai sekarang Mom akan dijaga ketat Eros” kata Ken girang sambil mengarahkan kamera pada Aislin dan Eros tak ketinggalan, sosoknya juga harus terlihat eksis di kamera.


“Mmmm apa itu tidak berlebihan Ken?” sahut Bean mengerutkan kening sangsi. Tenaga ahli profesional saja memilih pergi dari rumah itu bagaimana anak muda seperti Eros sanggup menghadapi tingkah Ibunya yang super ajaib?


“Berlebihan? Maksudmu?”


“Ini tidakkah terlalu terburu-buru? Kau tahu betul sifat Mom, ayolah...,” Bean memberi kode halus agar Ken membatalkan keputusannya.


“Kau tahu, kelakuan Mom hari ini apa?! Jika tidak ada Eros, Mom akan menjadi gelandangan di jalanan lantaran lupa dimana rumahnya berada” penjelasan Ken ini terdengar seperti sebuah pengumuman bagi kedua Adiknya jika Ibu mereka sudah tidak bisa dibiarkan tinggal sendirian.


“Daniel. Menurutmu bagaimana? Kita ambil suara terbanyak saja. Tolong jangan perpanjang masalah oke,” tanya Bean meminta suara.


“Kau pekerja, dia pekerja dan aku pun demikian. Bahkan keluarga kalian juga punya kegiatan sepanjang jalan tol. Ada benarnya pendapat Kakak kita ini. Pria itu tadi siapa namanya?” jawab Daniel sebijak sana mungkin.


“Eros sayang,” geram Ken jengah harus menyebut ulang nama si Pria muda.


“Ya, Eros adalah solusi dari masalah kita semua. Kita selalu kalang kabut setiap kali Mom menghilang dari rumahnya. Berapa kali kita bolak balik mencari Mom? 15 kali dalam seminggu sekali” tambah Daniel sambil menggaruk kepalanya bukan karena gatal tapi gerah, ketika harus mengingat bagaimana mereka selama 7 jam keliling kota hanya untuk mencari si Wanita tua cantik itu.


Membayangkan...., harus mengulang lagi? Demi apa?!! Sangat tidak mau.


“Oke..., keputusan sudah dibuat. Selamat bergabung dalam keluarga ini Eros” sambung Bean tersenyum pada Eros yang berdiri tepat di samping Ken.


“Saya akan menjaga Grandma Aislin disela aktivitas saya. Sekali lagi terima kasih sudah diizinkan tinggal disini” kekeh Eros tak tahu harus bersikap bagaimana.


Beberapa jam kemudian, Ken Louis mengatakan akan kembali ke rumah keluarga kecilnya, setelah dirinya mengajak Eros berkeliling rumah sekaligus memberi tahu beberapa tempat khusus untuk mempermudah perawatan Aislin.


Suatu hari nanti kau akan lelah sendiri dan meninggalkanku.


“Dalam pikiranmu” sahut Eros, ketika mendengar Aislin membatin padahal Putra pertamanya baru saja melajukan mobil menjauh dari rumah Aislin.


“Untuk apa aku meninggalkanmu? Karena kau tua? Tidak masalah bagiku, lagi pula tubuh tua itu hanya berlaku ketika kau, menemui para manusia. Tapi, jika kita hanya berdua begini, kau kembali seperti pertama kita bertemu. Cantik, sekaligus mempesona”


Aku mencintaimu Eros batin Aislin sambil berdiri meninggalkan kursi roda.


“Aku merasakan hal itu sekarang”


“Beri aku kesempatan. Sebuah kesempatan untuk menebus waktu-waktu kita dulu yang pernah hilang. Aku akan memanfaatkan masa akhir hidupku untuk menikmati setiap hari denganmu” kata Aislin dalam suara dan wujud mudanya.


“Sejak aku menginjakkan kakiku ke rumahmu ini, maka sejak saat itulah kesempatan tersebut sudah terbuka. Maksudku,” jawab Eros sambil memeluk Aislin erat.


“Akulah yang memberi kesempatan pada diri sendiri untuk menebus waktu kita yang hilang. Lupakan perbedaan usia kita dan ayo kita melangkah bersama"


"Jika kau hanya bisa berlari kecil, aku akan mengimbangi. Lalu di lain waktu pun, jika kau tak bisa melangkah sejengkal pun, aku hanya akan disampingmu” tambah Eros tersenyum lega akhirnya Aislin mau mengakui isi hati pada Eros. Aislin hanya dapat tersenyum ketika perlahan, Eros melepaskan rengkuhan darinya.


“Sebentar lagi malam. Bersabarlah kita akan bersenang-senang setelah...”


“Pukul delapan malam? Kau mau membawaku kemana?”


“Hmm, bukankah anak muda suka sekali pergi ke gedung bioskop?”


“Tidak. Itu akan membuatku ingat pada Richard. Atau kau ingin aku terus mengingatnya sementara ada kau setiap hari disisiku?”


“Lupakan saja”

__ADS_1


“Aku merindukan bukit tempat dimana kau, berhasil menyelamatkanku”


“Ada banyak tempat indah di dunia ini sayang. Kenapa....”


“Karena aku ingin mengulang kebersamaan kita dulu, dan melanjutkan hidup bersamamu sepulang dari tempat itu” mendengar ungkapan hati Aislin kembali menggetarkan jiwa sang Dewa cinta. Ia hanya tersenyum tanpa kata hingga suara detak jam yang terus bergulir itu memenuhi seisi ruang tamu.


Drrrrrt


Drrrrrrrt


Eros merasakan ponselnya bergetar di dalam saku celananya. Ia menghela nafas panjang melihat nama siapa yang muncul di layar Android nya.


“Hallo,”


“Ya, hallo apa kau berada di samping Mom sekarang?”


“Ya, sebentar” jawab Eros, memberikan ponselnya pada Aislin.


“Siapa?” bisik Aislin


“si kecil Daniel” balas Eros ikut berbisik di telinga Aislin.


“Kau merindukan Mom? Belum lama tadi kita video call sayang,” jawab Aislin mendekatkan ponsel Eros ke telinganya.


“Mom? Kau benar Mom?” pertanyaan Daniel mendadak tersebut, mengingatkan Aislin bahwa suaranya pun telah berubah menyesuaikan bentuk fisiknya.


“Kau tidak mengenali suara Mommu sendiri? Anak nakal?!” bentak Aislin lembut berusaha setenang mungkin.


“Entah kenapa aku seperti mendengar suara Mom ketika aku masih sekolah dasar” kekeh Daniel kebingungan.


“Kau terlalu lama meninggalkan Mom. Dan terlalu sering bertemu dengan tunanganmu. Ku rasa hal itu sangat mempengaruhimu” kilah Aislin sambil melirik pada Eros sementara yang dilirik hanya menahan tawa melihat ekspresi ambigu di wajah Aislin muda.


“Ada kabar baik Mom, aku dan Ester hari ini ingin...mengajakmu makan malam, bersama, apa Mom mau meluangkan waktu?” tawar Daniel berkonsentrasi mengemudi, sesekali menoleh pada tunangannya Ester sambil menggenggam tangan sang Tunangan.


Jarang Daniel bisa menemuiku apa lagi, mengajak Ester. Tapi..., aku juga ingin berdua dengan Eros.


“Bisa kita lakukan besok pagi sayang? Malam ini Eros akan mengajak Mom pergi ke rumah seseorang”


“Eros mengajak Mom? Kalau dia ingin pergi ke rumah orang, kenapa tidak pergi sendiri saja? Lagi pula seharusnya dia menjaga Mom kan? Hey, ini hari pertamanya mengurus Mom dan dia sudah berani berkelakuan seperti ini?”


“Jangan marahi dia, Eros bergerak atas kemauan Mom”


“Artinya seseorang itu adalah orang yang Mom kenal baik?”


“Ya, sangat baik Daniel. Kami..., sangat jarang bertemu bahkan hampir tidak pernah lagi bertemu kalau Eros tidak mengizinkanku pergi. Si tua ini sangat kesepian sayang”


“Mom, ini Ester tunanganku. Jadwalnya sangat penuh dan baru ada waktu luang hari ini” rengek Daniel menahan kekesalan.


“Masih ada hari esok bukan? Maksudku, kita bertiga bisa merencanakan dilain hari. Tapi, bagaimana dengan Mom dan orang yang akan Mom temui malam ini? Kami sama-sama sudah tua. Bagaimana kalau aku batalkan pertemuan hari ini, keesokan harinya salah satu dari kami mati?”


“Mom!! Cabut kata-kata itu. Aku sangat membencinya” tiba-tiba Daniel mengerem mendadak mobilnya membuat Ester memekik kaget.


“Hallo, kalian baik-baik saja? Daniel?!” tanya Aislin panik mendengar suara mobil Daniel berdecit keras apa lagi, diiringi jeritan Ester di seberang sana.


“Baik. Kami baik-baik saja tenanglah Mom”


“Apa Mom benar-benar tidak ingin ikut?” bujuk Daniel.


“Maaf sayang,”


“Aku ingin bicara dengan Eros” tandas Daniel sambil menghela nafas kecewa bukan main.


Pukul delapan malam telah tiba. Aislin dikejutkan dengan pakaiannya yang tiba-tiba berubah menjadi sangat cantik.

__ADS_1


“Kau sudah siap?” senyum Eros mengulurkan tangan ke arah Aislin berada. Tanpa ragu Aislin menyambut uluran tangan Eros dan..., mereka sudah berada di bukit tempat pertama kali mereka bertemu dulu.


Remang-remang, sekaligus tenang menyambut kehadiran mereka berdua. Aislin sedikit kecewa tempat itu tak seindah seperti bayangannya. Lampu penerangan jalan tak menyala sebab seharian tadi, memang hujan terus mengguyur kota ini. Dua menit kemudian terdengar suara jangkrik bersahutan alunan suara ribuan jangkrik memeriahkan malam Aislin.


Kelakuan siapa lagi kalau bukan kekasihnya Eros? Aislin tersenyum menikmati alunan suara jangkrik, seraya menggenggam erat telapak tangan kiri Eros.


Suasana hatinya mulai membaik batin Eros tersenyum senang. Dewa cinta itu menjentikkan jari dan ribuan bintang di langit yang awalnya tak mau menampakkan diri kini berkilauan di angkasa sana.


“Keren” kekeh Aislin menatap langit kelam berselimutkan kerlap kerlip ribuan bintang.


“Ada kejutan yang lain. Tunggulah sebentar” balas Eros sebelum berkonsentrasi penuh menerawang hanya di kawasan sekitar bukit. Dalam pandangan Eros, ada sebuah truk pengangkut petasan berjalan melaju hanya melewati kawasan perbukitan. Eros tak menyia-nyiakan kesempatan emas di momen terindahnya bersama Aislin.


Anggap saja aku menyelamatkanmu bung, batin Eros membuka perlahan pintu truk yang terkunci dengan gembok besar. Ia menerbangkan semua petasan ke angkasa, menutup kembali pintu truk tak lupa menggemboknya kembali.


Eros mengumpulkan semua petasan tersebut dalam satu tempat, bergerombol di atas udara. Eros tersenyum kecil kembali menjentikkan jari.


Dwaaaaar


Dwar......


Psiiiiiiing....


Doooor


PsuuuuuuuuuZzz


Dor dor dor


Aislin menatap langit terpana melihat langit yang mulai nampak berwarna indah. Sementara itu, sang sopir truk tiba-tiba dihentikan oleh tiga polisi. Ketiganya ternyata sudah mengawasi sekaligus mengikuti kemana sang sopir pergi. Truknya di geledah, karena dicurigai membawa puluhan petasan disana, untuk dijual tanpa izin beredar.


Si sopir truk tak bisa berkutik meski ingin rasanya kabur sebelum di gelandang ke kantor polisi. Tapi apa daya kedua tangannya di cekal salah satu dari ke tiga polisi. Ia di paksa melangkah menuju pintu truk yang tergembok rapat. Pasrah....sekali lagi ia hanya dapat pasrah, membuka gembok sekaligus pintu truk.


“.......” lega....sekaligus panik menari-nari dalam benaknya. Truk itu kosong!!


Dwaaaaaar....


Psuuuuuuuu...


Dar dar dar.....


Keheningan dari penyergapan tanpa hasil itu terusik oleh gegap gempita langit yang riuh akan petasan. Tiga polisi saling menatap satu sama lain. Siapa oknum yang menyalakan petasan dalam jumlah sebanyak itu?! Mereka meminta maaf, sekaligus buru-buru mencari si pembuat onar.


“Sayang, ngomong-ngomong....dari mana asal petasan itu?” tanya Aislin masih menikmati malam romantisnya bersama Eros.


“Aku menyelamatkan seseorang, dan inilah balas budinya padaku” sahut Eros riang. Tiba-tiba mereka menghilang, sebelum ketiga polisi tersebut sempat melihat keberadaan mereka.


Aislin terkejut mendapati dirinya sedang terduduk, di tempat yang gelap. Ia hampir saja berdiri sekaligus protes, tapi tiba-tiba sebuah layar berpendar dan memunculkan gambar sebuah film sedang diputar.


Bioskop? Ck. Padahal tadi baru seru-serunya kan, pertunjukkan petasannya juga belum berakhir. Kenapa, sudah melewati waktu bertahun-tahun tapi kelakuan seenak jidatnya itu, masih saja belum berubah?! Keluhan Aislin dalam benaknya itu sontak hanya membuat Eros menahan tawa. Eros menggapai punggung tangan Aislin lembut sambil akan membisikkan sesuatu.


“Selama aku tak bisa melihatmu karena kau selalu bersama bedebah itu, aku menghabiskan masa suramku dengan menonton film disini. Waktu itu aku berpikir seandainya kau berada disini. Apa aku tak boleh mewujudkannya sekarang?” bisik Eros jelas sedang berbohong. Aislin tentu kini sedang terenyuh dengan kebohongan yang dibuat-buat Eros.


“Dasar tukang tipu. Jelas-jelas dia merenda mimpi dalam beberapa tahun karena memakan sendiri coklat yang kita berikan” gerutu Dewa Gazleil berbisik pada Dewa Thanatos, seraya melemparkan tiga butir pop corn ke arah Eros. Merasakan ada seseorang yang melemparinya sesuatu, Eros menoleh ke belakang dan mendapati dua Dewa karibnya itu sedang mengawasinya.


Kerjaan kalian sedang kosong huh? Dasar pengganggu desis kata hati Eros sedang berbicara pada dua Dewa yang duduk tak jauh dibelakangnya.


Ia menggertakkan gigi merasa terusik saat kedua Dewa itu hanya meringis sambil melambaikan tangan padanya. Eros balas meringis sekaligus melambaikan tangannya, ketika dengan sengaja, ia melemparkan seluruh pop corn yang berada di tangan Gazleil ke wajah tampan sang Dewa kehidupan itu.


“Hentikan berbuat kekacauan. Aku sedang akan bekerja” tegur Thanatos pada Gazleil. Dua jam berlalu, lampu kembali menyala benderang. Semua orang bersiap-siap beranjak menuruni anak tangga kecuali seorang Pria, yang berada tepat disamping Aislin. Eros melirik kearah ruh yang dicabut dari jazadnya oleh Thanatos.


Lakukan pekerjaanmu tanpa menakuti Aislin. Pinta Eros ketika tatapannya dialihkan pada Thanatos.


“Apa dia baik-baik saja? Wajahnya pucat” bisik Aislin pada Eros. Sementara sang Dewa cinta masih berkonsentrasi berkomunikasi dengan Thanatos yang sengaja tidak ingin memperlihatkan diri pada Aislin dan manusia lainnya.

__ADS_1


“Biarkan petugas yang membangunkannya. Ayo kita keluar sekarang” jawab Eros buru-buru menggandeng Aislin, melalui seorang mayat dan menuruni anak tangga demi anak tangga. Sesampainya di lantai bawah, keduanya akan melalui pintu dimana dua orang penjaga sedang berbicara serius pada seorang penjaga lainnya melalui Walkie talkie.


“Panggilkan ambulance sekarang. Ada yang meninggal disini” kata petugas yang mencoba membangunkan si Pria tidur. Pembicaraan tersebut, terdengar langsung oleh Aislin saat bergegas melewati pintu keluar. Hanya beberapa jengkal dari pintu keluar, kaki Aislin mulai melemas. Rasa takut tiba-tiba menjalar di sekujur tubuhnya.


__ADS_2