Rainbow Of Destiny

Rainbow Of Destiny
Episode 16


__ADS_3

Aislin mengerutkan kening ia berpikir berulang kali. Haruskah waktu mereka hentikan? Hanya agar mereka bisa berbulan madu?


“Kau tidak ingin aku melakukannya?”


“Pasti ada cara lain. Aku sedang berpikir” gumam Aislin seolah sedang menjawab diri sendiri.


“Bagaimana kalau aku memberi tahumu solusi lainnya? Masih mau mendengar?” tawar Eros menyunggingkan senyuman indahnya. Ya, karena ketiga Putranya tidak tinggal bersama mereka, Eros sangat leluasa merubah diri kewujud aslinya.


“Kuharap ini benar-benar solusi yang kuharapkan” jawab Aislin mencoba mengalah.


“Nanti tengah malam, kita akan menjelajah waktu. Dimana kau, dan aku, tidak akan perlu menghentikan waktu”


“Jelaskan lebih detail aku belum begitu memahami maksudmu”


“Bukankah kau ingin tahu, bagaimana diriku menghadapi dunia tanpamu?” pertanyaan Eros membuat Aislin tertegun.


Deg!!


“Kita akan pergi ke masa depan?”


“Tidak. Kita akan pergi ke masa lalu, dimana Aislin Bell Wilunark muda, meninggalkan Dewa Eros untuk menikahi seorang Richard Louis” tambah Eros yang membuat sorotan mata sendu Aislin semakin mendalam.


“Aku tidak menyalahkan dirimu yang sempat melupakanku. Karena jika aku mau, niscaya aku akan menyingkirkan Richard sebelum dia berniat menikahimu” Eros mengucapkan hal ini sambil mengusap lembut kepala Wanitanya.


Waktu berjalan dan terus berjalan. Malam ini, Aislin kembali terlihat muda sesuai dengan janji Dewa Gazleil. Eros mengajak Aislin menuju masa lalu, di detik-detik Aislin mulai melupakan Eros. Aislin melihat dan mendengar langsung pembicaraan antara Eros dan dua Dewa lainnya. Hati Aislin terasa tercubit begitu mengetahui pilihan Eros yang menginginkan Aislin tetap meneruskan impiannya menjadi super model. Kini dia malah melihat Eros sedang memakan coklat yang seharusnya di makan Aislin. Karena keputusan Eros itulah, sang Dewa cinta akhirnya tidur panjang.


“Kau membiarkanku mencintai Richard bahkan menikahinya sementara kau memilih tidur panjang? Aku tidak pernah memintamu melakukan semua itu. Kenapa? Kenapa kamu tidak menanyakan pendapatku sebelum melakukan hal bodoh?” protes Aislin merasa sangat bersalah.


“Saat kau meninggalkan dunia ini, aku akan melakukan hal yang sama. Ketika kau terlahir ke dunia ini, dan mulai beranjak dewasa, maka aku akan datang mencarimu. Jadi lupakan kecemasanmu selamanya”


“Kalau bisa, aku berharap tidak pernah terlahir lagi” jawaban Aislin membuat Eros menarik lengannya.


“Jangan pernah berdoa semacam itu lagi” tegas Eros kesal.


“Untuk apa lahir lagi, dan lagi, kalau aku akan terus mencintai sosok yang sama, tapi tak pernah bisa memilikinya sepanjang hidupku? Justru yang kudapatkan hanya orang lain” Aislin mencoba melepaskan diri dari cengkeraman Eros meskipun gagal, setidaknya ia telah berusaha.


“Apa yang kau inginkan serius?”


“Apa kau, Dewa cinta bisa mengabulkan keinginanku?”


“Sayangnya hal ini bukan wewenangku. Itu adalah wewenang Dewa lain” jawab Eros seraya memeluk erat Aislin.


“Aku tidak pernah meminta dilahirkan kembali. Katakan saja pada Dewa itu”


“namanya Dewa Gazleil. Dia yang mengatur seluruh kehidupan dimuka bumi ini” Eros melepaskan pelukannya, lalu membalik tubuh Aislin agar menghadap padanya.

__ADS_1


“Sebelum kau meminta, pikirkan sekali lagi. Kau punya banyak kesempatan untuk menggapai impianmu di kehidupanmu selanjutnya” nasihat Eros tidak menyurutkan keinginan Aislin.


“Aku ingin bersamamu. Dan aku sangat yakin di kehidupanku yang sekarang dan selanjutnya satu-satunya yang aku inginkan adalah dirimu”


“Bukankah salah satu Dewa itu menyarankanmu memberiku sebatang coklat? Apakah masih ada sisanya?” tambah Aislin namun dijawab gelengan kepala Eros.


“Sebenarnya aku sangat menginginkanmu menjadi Dewi. Dengan begitu, kita tak akan terpisahkan. Tapi bukankah manusia tidak akan mudah membuang setiap hubungan yang telah terlanjur terjalin? Maksudku bagaimana hubunganmu dengan anak-anakmu?” kini Eros mengunci pandangan Aislin.


Ia ingin melihat adakah sorot mata keraguan, setelah Wanita tersebut mendengar tentang nasib anak-anaknya?


“Apa menjadi Dewi berarti harus membuang setiap hubungan kita di dunia?”


“Ya. Karena posisimu adalah Istri dari Dewa. Kau mendapatkan keabadianmu, karena menikahi Dewa. Jadi setiap hubunganmu di dunia harus dihapuskan”


“Sekarang kita Suami dan Istri kenapa aku masih belum mendapatkan keabadian seperti apa katamu tadi?”


“Pernikahan kita di dunia ini tidaklah dianggap sah di tempatku tinggal” kekeh Eros sambil mengacak-acak rambut Wanita paling dicintainya itu.


“Ayo kita pulang dan pikirkan baik-baik. Aku tidak akan memaksamu untuk terus bersamaku jika itu hanya akan mengikatmu karena artinya, aku hanya bisa memberimu penderitaan dengan ikatan tersebut. Tidak ada seorang Mom yang rela membuang anak-anaknya” tawar Eros, mengulurkan tangan pada Aislin, membawa sang Istri kembali ke masa kini.


Sudah tiga jam berlalu semenjak Eros membawanya pulang ke rumah. Lampu bahkan sudah dipadamkan tapi mata dan pikiran tak bisa diistirahatkan. Aislin terus terngiang dimana ia harus segera memilih.


“Tidurlah. Manusia butuh istirahat” tegur Eros, yang duduk di samping Aislin. Mendengar Eros menyadari dirinya belum juga tidur, spontan Aislin berbalik badan menghadap Eros.


“Maaf membuatmu merasa tidak nyaman” desis Eros, merebahkan diri di atas tempat tidur lalu memeluk Aislin lebih erat dari biasanya.


“Hmm? Apa Dewa tidak pernah tidur?”


“Kami tidak punya kebutuhan semacam itu”


“Aku merasa..., kau mencemaskan sesuatu. Apa itu tentangku?” akhirnya Aislin membuka suara yang sedari tadi ingin ia tanyakan. Eros menghela nafas, lalu mengecup kepala Aislin begitu lama, dan terasa mendalam.


“Ya. Dan aku sangat lelah terus memperdebatkan masalah ini denganmu karena pasti tidak akan ada habisnya. Cobalah tidur” jawab Eros, meminta Aislin memejamkan mata. Aislin menuruti perintah Eros tanpa bertanya lebih.


“Sesuai keinginanmu, aku akan menjalankan kehidupanku disampingmu sampai akhir. Maaf membuatmu menunggu terlalu lama baik dulu, maupun di kehidupan yang akan datang” kata Aislin sambil memejamkan mata.


Sialnya, justru ketika mata lentik itu menutup, air mata Aislin langsung mengalir bebas tanpa hambatan. Eros diam tertegun hanya bisa menahan diri untuk tidak menghapus air mata atau memeluk Aislin sekali lagi. Ya, agar Aislin memiliki keteguhan hati untuk melanjutkan hidup tanpa merisaukan hal remeh temeh bagi Eros.


Ia tidak ingin melemahkan Aislin nya dan itu harus. Eros meniupkan angin semilir ke daerah mata Aislin agar Wanita itu benar-benar terlelap.


“Kau masih belum bisa menenangkan hatinya?”


“Gazleil? Akhir-akhir ini bukankah kau terlalu sering mengunjungiku?” sindiran Eros ini justru membuat Dewa Gazleil menyunggingkan senyuman geli.


“Menyerahlah saja atau kau hanya akan memberinya penderitaan. Aku mendengar belum lama ini Aislin mengucapkan doa yang seharusnya tidak boleh diucapkan oleh manusia mana pun. Karenamu, dia jadi tidak ingin dilahirkan kembali”

__ADS_1


“Satu hal lagi. Dia menginginkan bulan madu tapi kau membawanya kemasa lalu? Kau ini Dewa seharusnya kau paham betul akibat ulahmu ini. Manusia itu begitu rapuh. Kau, harus lebih berhati-hati bagaimana jika mendadak Aislin tidak memiliki semangat hidup lagi? Akibatnya, umur Aislin akan lebih pendek dari seharusnya!!” marah Gazleil kesal.


“Meski semangat hidupnya menghilang tapi dia akan tetap bertahan karena ada aku disisinya”


“Aku yang berwenang mencabut nyawanya. Perlu ku ingatkan jika kau, lupa siapa aku Eros” potong Dewa Thanatos yang tiba-tiba muncul di samping Dewa Gazleil.


“Ini bukan waktunya. Kau tidak bisa mempercepat kematiannya” Eros mengingatkan dengan sorotan mata mengancam.


“Jiwanya yang tidak ingin hidup. Aku kemari karena jiwanya sedang memanggil namaku Eros. Nama kematian” tegas Thanatos sekali lagi.


“Atau kau ingin aku yang mencabut nyawanya? Mewakilimu Thanatos?” tiba-tiba Ker datang tak jauh dari tempat Aislin tertidur pulas.


“Kenapa kalian tiba-tiba datang kemari? Jelaskan agar aku mudah memahami?!”


“Aku kesini karena batu kehidupannya hampir sepenuhnya redup. Kau tahu kenapa kan?” balas Gazleil selaku Dewa kehidupan.


“Jika Gazleil mengetahui ada kehidupan yang akan berakhir, maka semesta akan memberi tahu siapa manusia yang akan kuakhiri hidupnya dengan selembut mungkin. Karena Aislin manusia yang baik seumur hidupnya” sambung Thanatos selaku Dewa kematian lembut.


“Sementara aku kemari karena merasakan Thanatos mendapat rintangan darimu” sang Dewa kematian yang menyakitkan Ker, mengakhiri.


“Dia sudah berjanji padaku. Baru saja dia berjanji menjalankan hidup dengan bahagia sampai akhir bersamaku. Kalian pasti bergurau. Kalau dia sudah mengucapkan janji itu artinya dia ingin meneruskan hidup untuk bisa terus bersamaku” Eros bersikeras.


“Bukankah sudah jelas banyak manusia seperti Aislin? Lain dimulut, lain di hati. Mereka hanya akan jujur pada diri mereka sendiri bukan pada orang yang mereka cintai. Karena itu menyakitkan” sahut Dewa Gazleil yang tiba-tiba sudah duduk di sebelah Aislin.


“Maaf Eros. Aku tidak bisa menunda kali ini karena sudah lama dia berulang kali mengucapkan doa tidak ingin terlahir kembali, maka ia harus menerima hukumannya sekarang” lirih Thanatos tak enak hati.


“Dengan satu syarat”


“Katakan”


“Di kehidupannya yang baru, aku akan menjadi satu-satunya jodoh Aislin” Eros mengajukan persyaratan yang dianggap tak mungkin bagi semesta.


“Itu hal paling mustahil untuk ku kabulkan. Ada manusia yang lebih berhak atas dirinya dimasa depan. Bahkan kau sendiri sudah memakluminya dahulu” protes sang Dewa kehidupan.


“Aku berubah pikiran. Aku ingin memiliki Aislin seutuhnya. Seluruh waktunya, seluruh hidupnya, adalah milikku” Eros meralat seenak hati membuat para Dewa dihadapannya tertawa terbahak-bahak.


“Kami mempersatukan kalian saat ini sudah merupakan bukti kemurahan hati kami Eros. Jangan menginginkan hal lebih dari itu karena tidak akan bisa” Dewa Gazleil berteriak murka hingga bumi pun berguncang hebat. Maka Dewa yang lain mencoba menenangkan.


“Bukankah kau pernah menawariku untuk menjadikannya seorang Dewi?” sahut Eros bersikeras.


“Itu sebelum Aislin memiliki hubungan tapi kau, membiarkan hubungan itu terjalin kuat” tandas Gazleil sangat tegas.


“Artinya, aku bisa membuatnya menjadi Dewi ketika dia telah menginjak masa Remaja”


“Dia harus menjadi Dewi atas kemauannya sendiri. Menjadi Istri dari Dewa tidaklah mudah. Bagaimana seorang manusia remaja bisa memikul tanggung jawab besar? Kau akan menikahinya bukan main rumah-rumahan!” bentak Dewa Ker merasa ikut kesal melihat betapa keras kepalanya si Dewa cinta.

__ADS_1


__ADS_2