Rainbow Of Destiny

Rainbow Of Destiny
Psikhe


__ADS_3

“Kau bisa menyuruh mereka pergi?” bisik Aislin didekat Eros. Sang Dewa hanya menoleh menatap tajam Aislin.


“Kau takut? Bukankah belum lama ini kau ingin segera pergi ke akhirat?” kekeh Eros dengan enteng.


“Aku berubah pikiran. Tolong bawa mereka pergi sekarang. Kumohon...,” rengek Aislin.


“Selama kau bersamaku mereka tidak akan bisa menyentuhmu. Dengan kata lain manusia terkontrak sepertimu hanya milik Tuannya. Buatkan mereka minuman terenak disini. Cepatlah” kata Eros seolah dialah si tuan rumah.


“Ku dengar manusia disisimu telah membuat masalah. Dia menyebabkan kecelakaan beruntun dan membuat belasan orang yang harusnya hidup, malah mati. Kau tahu betapa sibuknya kami bukan?” geram sang Dewi sambil berbisik setelah memberi isyarat pada Eros untuk mendekat.


“Ayolah..., aku sudah mengirim jiwa mereka kembali ke raganya masing-masing. Bahkan sudah kuhapus memory buruk itu dari ingatan mereka”


“Eros!! Kau tahu apa yang sedang kau bicarakan!!” bentak si Dewi membuat Aislin terlonjak kaget.


“Kau telah mencampuri pekerjaan banyak Dewa, yang seharusnya tidak perlu kau tangani. Karena Gadis manusia kau telah membuat kami semua merasa tersinggung” tambah sang Dewi mengecilkan suaranya.


“Aku mengakui kali ini karena kecerobohanku, kalian semua marah padaku. Tapi katakan pada para Dewa yang lain kejadian ini tidak akan terulang lagi” tegas Eros.


“Sekali lagi ada kematian yang tidak sesuai dengan prosedur kami, maka kami akan segera mencarimu dan langsung memusnahkan Gadis itu.” Kata Dewa Thanatos tegas lalu menghilang bersama Dewi Thanatos.


“Eros...” telinga Eros menangkap seseorang memanggilnya. Ia menoleh meyakinkan diri bukan Aislin lah yang memanggilnya.


“Eros kau mengabaikan panggilan Ibumu?!” panggil orang itu lagi membuat Eros menghela nafas kesal. Begitu Eros menghilang, Aislin datang ke ruang tamu, mencari para Dewa tapi mereka hilang tanpa jejak.


Di rumah sang Ibu, akhirnya sang Dewa cinta berdiri menghadap. Mata mereka bertemu. Eros melihat ada segurat rasa kecewa melanda Ibunya yang cantik.


“Untuk kedua kalinya kau mengecewakanku. Kau..., membuat keributan karena manusia lagi?” tebakan sang Ibu sangatlah tepat. Eros tertawa sinis menanggapi pertanyaan Ibunya.


“Ya Ibu. Maafkan aku tidak bisa membungkam Dewa dan Dewi itu agar kau, tak perlu mengetahui kelakuanku di Dunia.” Sahut Eros malas menatap wajah Ibunya sendiri.


“Kau melakukan kontrak dengan manusia itu bukan gayamu. Bahkan kau, melindunginya dari hukuman juga bukan sifatmu” marah sang Ibu ingin jawaban bukan omong kosong.


“Ibu benar tidak tahu siapa dia? Kenapa aku..., sangat tertarik pada manusia ini? Ibu sungguh tidak mengetahuinya?”


“Aku tidak peduli padanya”


“Lalu kenapa Ibu memanggilku jika tidak peduli? Itu juga bukan sifat Ibu”


“Aku tidak mencoba untuk menyelidikinya. Itu kan, yang ingin kau dengar?” kata sang Ibu kesal.


“Ah, sayang sekali. Ini akan menjadi kejutan manis untukmu Ibu.” Kekeh Eros pada Dewi Afrodit.


“Pada dasarnya, karena perintah Ibu di masa lalu membuat Putra Ibu ini tetap konsisten jatuh cinta pada Wanita yang sama” tambah Eros membuat wajah Dewi Afrodit menegang hebat.


“Maksudmu dia...Psikhe?”


“Kau tidak mengenalinya tapi terus mengingat namanya. Mertua yang sangat manis” kekeh Eros menatap penuh tekanan pada Dewi Afrodit.


“Dia telah kehilangan keabadiannya sebagai Dewi setelah kau, meminta Dewa Zeus memberikannya keabadian sebagai seorang Dewi. Karena kesalahannya sendiri. Lalu sekarang dia kembali hidup sebagai manusia dan menggodamu?” jawab Dewi Afrodit lebih sinis.


“Ibu, jangan sekali lagi kau jatuhkan kutukan padanya. Karena satu permintaanmu itu Putramu jatuh hati padanya. Jika kau mengulanginya lagi, mungkin Putramu yang akan merasakan kutukanmu yang panjang” ancam Eros geram lalu meninggalkan Ibunya begitu saja.

__ADS_1


Eros terbang dari langit menuju bumi, sambil mengingat masa lalunya dengan Aislin sebagai Psikhe.


Dahulu, Dewi Afrodit adalah Dewi Kecantikan yang dipuja-puja tapi tiba-tiba muncullah seorang manusia yang kecantikannya mampu menyaingi kecantikan Dewi Afrodit. Karena kecantikan Psikhe, pemujaan terhadap Dewi Afrodit dihentikan sebab manusia menganggap Psikhe adalah jelmaan Dewi Kecantikan.


Seperti biasa, Afrodit yang tidak mau terkalahkan meminta Putranya Eros untuk membereskan rivalnya. ia memerintahkan Eros, membuat Putri Psikhe jatuh cinta pada Pria terjelek. Lalu Eros datang ke kediaman Psikhe untuk memenuhi perintah tapi disana, untuk pertama kalinya, Eros terpesona oleh kecantikan seorang manusia.


Ketika ia mencoba membidik anak panahnya, Eros tidak fokus karena silau akan kecantikan buruannya. Akibatnya, panah itu menggores bagian tubuh Eros dan mengenai Psikhe. Alhasil, Eroslah yang jatuh cinta pada Psikhe. Suatu hari, Afrodit curiga karena belum ada kabar sedikit pun tentang Psikhe yang jatuh cinta pada Laki-laki mana pun dari bulan ke bulan. Akhirnya Afrodit menjatuhkan kutukan agar Pria mana pun, tidak mau untuk melamarnya.


Beberapa tahun berlalu, dan Psikhe tak kunjung menikah juga sementara usianya sudah cukup matang untuk menikah. Maka orang tua Psikhe yang mulai cemas, meminta nasehat kepada Orakel. Dan di saat yang sama, Eros mengubah dirinya menjadi Cupid, lalu menghembuskan sebuah gambaran pada Orakel. Dengan berbekal pengetahuan, Orakel akhirnya ia berkata kepada kedua orang tua sang Putri bahwa Psikhe tidak ditakdirkan menikah dengan seorang manusia, melainkan menikah dengan makhluk yang mendiami sebuah gunung.


Dalam perjalanannya, Psikhe merasa takut. Datanglah Zefiros Dewa Angin Barat. Zefiros membawa Psikhe ke sebuah hutan yang indah. Cupid dan Psikhe hidup bahagia di dalamnya meski Eros tak mengizinkan Psikhe untuk melihat wajahnya, dengan alasan jika Psikhe melihat wajahnya, kebahagiaan mereka akan segera berakhir.


Beberapa bulan kemudian, Psikhe membawa saudari-saudarinya datang karena rindu yang mendalam. Ia menceritakan kebahagiaannya tinggal disana. Karena mereka iri dengan kebahagiaan Psikhe, akhirnya saudari-saudari Psikhe mengatur sebuah siasat, untuk memisahkan Psikhe dengan Cupid.


Mereka memanas-manasi Psikhe untuk mencoba mencari tahu identitas Suaminya. Dan..., ketika malam tiba..., Psikhe bergerak sesuai rencana saudari-saudarinya ia membawa lentera dan sebuah belati. Saat Cupid datang, ia segera menyalakan lentera.


Ia terkejut Cupid adalah Suaminya sialnya lagi, ia tak sengaja menjatuhkan minyak dari lentera itu, ke badan Cupid! Sang Suami marah besar, lalu meninggalkan Psikhe yang hanya mampu menangisi setiap perbuatannya.


Psikhe kemudian menjelajahi Yunani demi bertemu Cupid. Begitu para saudari Psikhe mengetahui Suaminya adalah Dewa, mereka berbondong-bondong pergi ke bukit berbatu dengan harapan di bawa ke Istana oleh Dewa.


Zefiros yang mengetahui kejahatan mereka, membawa mereka ke sebuah jurang dan menjatuhkan seluruhnya ke dalam jurang.


Lamunan Eros berakhir ketika ia telah tiba di Bumi. Ia langsung menampakkan diri dihadapan Aislin.


“Kau sudah kembali? Habiskan semua minuman itu. Kau, membuatku menyediakan minuman untuk mereka, tapi kau malah pergi bersama mereka tanpa pamit” marah Aislin sambil memainkan remote control.


“Kau tahu kenapa mereka datang?” jawab Eros berdehem sejenak setelah meminum segelas jus jeruk, membuat perhatian Gadis itu tertuju padanya.


“Apa ada hubungannya denganku?”


“Mereka...ingin aku mati sekarang?” bisik Aislin pelan-pelan takut Dewa Thanatos dan Dewi Ker tiba-tiba datang hanya karena Aislin sedang menggosipkan mereka.


“Tidak. Mereka akan membakarmu sampai habis jika kau melakukan hal yang membahayakan nyawa orang sekali lagi” kata Eros meletakkan gelas ke atas nampan.


“Kau bilang selama kita dalam kontrak, aku akan aman”


“Untuk sekarang aman karena aku bisa mengatasi kemarahan mereka. Tapi lain kali, aku tidak bisa menolongmu lagi”


“Tunggu. Kau bilang itu hanya ilusi ciptaanmu. Jadi aku tidak perlu merasa berdosa. Benar itu ilusi? Jika benar, kenapa mereka marah?” Eros tidak mengira Aislin sekritis itu.


Ia tidak ingin berdebat dengan kekuatannya, Eros menyentuh ubun-ubun Aislin dan membuatnya melupakan kata-katanya barusan bahkan, melupakan Dewa dan Dewi, yang datang menyambangi rumah kontrakannya.


“Kau melupakan kue bolu panggangmu. Kalau tidak cepat, bolu panggangmu akan gosong” kata Eros setelah Aislin benar-benar lupa.


“Ya ampun!!” pekik Aislin bergegas ke dapur. Eros cukup menjentikkan jari, dan muncullah kue bolu panggang yang lezat di dalam microwave.


“Kau harus datang ke 4Soul Plaza jam dua belas siang besok. Bagaimanapun, kau sudah menandatangani kontrak sebagai model Galeriku” siul Eros melayangkan sendok yang terletak di atas piring.


“Gunakan kekuatanmu untuk hal bermanfaat saja Eros. Aku tadi baru selesai merebus telur. Tolong kupas kulitnya” sahut Aislin menaikkan suaranya.


“Berani-beraninya kau memerintah Dewa melakukan hal yang biasa dilakukan manusia” protes Eros meletakkan kembali sendok keatas piring.

__ADS_1


“Kalau begitu jangan menggangguku saat sedang di dapur. Bukannya kau Desainer? Lakukan saja keahlianmu itu sekarang” omel Aislin kesal. Tak ada suara? Aislin menoleh ke belakang dan ternyata Eros sudah sedari tadi menghilang karena pengang mendengar omelan Aislin.


Jam dua belas siang keesokan harinya telah tiba, Aislin sudah siap sedia di dalam ruang para model. Aislin segera bersiap berganti pakaian dibantu oleh dua asisten hanya untuk mengenakan satu kostum saja. Karena tema gaun kali ini adalah “Pesona Dewi”. Aislin tidak mengira akan menggunakan gaun Yunani kuno padahal dia hanya membayangkan, busana modifikasi.


pakaian Yunani Bizantium mempunyai ciri khas ringan dan longgar, yang akan di kenakan Aislin, adalah kain terbuat dari linen. Menggunakan teknik draper, dengan kain kelebihan, dilipat atas dan disisipkan dengan bros yang memiliki nilai estetika.


Pakaian tradisional Yunani identik dengan rok lipit putih atau "foustanella" yang panjangnya mencapai lutut, pakaian ini bentuk dasarnya adalah "chiton," atau tunik longgar khas Yunani Kuno yang dililitkan pada pinggang. Daya tarik lain pada gaun Aislin, terlihat jelas dengan banyak volume pada tubuh bagian bawah, atau super tight-fitting pada area atas.


Efek keduanya bisa diperkuat dengan menggunakan kombinasi 2 bahan berbeda. Penambahan bahan kaku seperti mikado dan renda, tak hanya bakal menonjolkan sisi feminim, namun juga kekuatan seorang Wanita.


“Psikhe....” telinga Aislin mendengar begitu jelas Eros sedang mengucapkan nama seseorang. Ia menoleh kekiri dan ke kanan bahkan kini dia berbalik badan ke depan dan kebelakang tapi...Eros tidak ada di sana.


“Psikhe? Siapa dia?” gumam Aislin pelan.


“Kau tahu temanya kali inikan? Pesona Dewi! dan, Tuan Edward Jorgie, membuatkan dua gaun khusus untukmu. Dalam mitologi Yunani Kuno, ada kisah yang termasyur"


"Yah, walaupun semua model disini akan menggunakan gaun Dewi, tapi yang paling fenomenal adalah dua gaunmu yang akan ditampilkan nanti.” Kata orang yang masih saja sibuk mengaitkan kain yang satu ke ujung kain lainnya dengan sabar.


“Ah ya, semua gaun para model selain mu, menggunakan gaun modifikasi. Tapi khususmu, Edward Jorgie lebih suka model kuno” tambah yang satunya penuh kekaguman.


“Dia memang suka sekali menyiksaku, jadi tidak heran mendengar hal itu” jawab Aislin enteng.


“Ini kehormatan besar untuk model baru sepertimu. Jika kau menjelek-jelekan Edward lagi, kupukul kau!” bentak yang sedang berjongkok.


“Edward Jorgie selalu memajang gambar dua gaun rancangannya di atas meja bahkan ia membingkainya. Saat kami bertanya, kenapa dia hanya menggambar tapi tidak pernah menciptakan gaun itu dengan tangannya? Edward berkata akan menunggu waktu dimana pemiliknya akan datang menemuinya"


"Ada satu rahasia lagi soal dua gaun yang akan kau tampilkan ini. Edward meyakini, dalam mitologi Yunani, gaun rancangannya itu digunakan seorang Dewi yang terkenal akan kecantikannya. Dia adalah Dewi Psikhe Istri dari Dewa Cinta bernama Eros alias Cupid. Ah..., betapa manisnya Edward....,” puji yang sibuk membantu Aislin pada bagian pinggangnya.


“Apa? Eros punya Istri?!”


“Hey, kau tidak pernah membaca atau menonton film-film zaman Yunani Kuno? Cupid punya seorang Istri bahkan anak” kekeh Wanita yang berjongkok di hadapan Aislin.


Demi apa?! Selama ini Eros tidak pernah mengatakan memiliki Istri bahkan Anak. Kenapa juga dia sibuk terus mengikutiku? Mau dikemanakan Anak dan Istrinya? Kata hati Aislin kesal luar biasa.


“Selesai. Cepat ke balik panggung” perintah Olivia setelah berdiri dan menyelesaikan tugasnya serapi mungkin.


Aislin bergerak menuju ke balik panggung memperhatikan seluruh kostum model. Kini Aislin ditempatkan pada urutan terakhir di setiap sesi siang ini. Ketika giliran dirinya, Eros menatap Aislin dengan mata berbinar. Ia membuat rambut depan Aislin di bagian kanan, dikepang kecil lalu dililitkan dengan rambut di belakangnya menggunakan jepit rambut yang berbentuk ranting kayu.


“Ini baru Psikhe” senyum Eros mengagumi kecantikan Aislin.


“Kau sengaja membuatku tampak seperti Psikhe? Sosok yang bahkan belum pernah kulihat sebelumnya?” tanya Aislin sinis. Eros tampak bingung tapi kini ia harus profesional karena penonton kini telah menunggu penampilan Aislin.


Eros memberi kode agar Gadis itu segera naik ke atas panggung. Semua hadirin di 4Soul Plazza seolah tersihir oleh kecantikan alami Aislin. Tak sedikit pandangan mata terus mengikuti kemana Gadis itu melenggang. Ia berputar dan berjalan dengan sangat anggun. Bahkan setiap pergerakannya selalu dibidik oleh puluhan blitz kamera.


“Aku tidak sabar melihatmu menggunakan satu kostum terakhir” pekik Olivia menggamit lengan Aislin menuju ruang ganti model.


“Kenapa kau sangat menyukai gaun terakhir ini?” tanya Aislin penasaran. Olivia dan Carmen hanya tersenyum, melepas kostum awal Aislin tanpa kata.


“Ini adalah Karagouna. Para Wanita Yunani mengenakan gaun ini di hari pernikahan mereka” jawab Carmen enteng setelah memasangkan gaun tersebut ke tubuh Aislin.


Karagouna adalah kostum wanita terkenal dari Thessaly Yunani Tengah. Busana Karagouna adalah gaun pengantin, dengan warna-warna cerah melambangkan kekayaan lembah Thessaly. Nama busana tersebut berasal dari gerakan kepala Wanita karena kostum yang berat dan perhiasan mereka.

__ADS_1


Busana ini terdiri dari pakaian dalam yang merupakan gaun putih, dengan tepi pinggiran hitam tebal, mantel wol dengan jumbai buatan di tepi lengan dan bordir di hemline, mantel tanpa lengan berwarna putih, sayias dengan pinggiran dihiasi, pendek wol merah kaya rompi bordir, dan ban lengan beludru dengan warna-warni di bagian tepinya.


Di sekitar pinggang memakai celemek merah dengan ban–ban berupa sulaman benang emas dan di bagian kepala memakai kerudung bordir putih dibungkus dan memutar di sekitar kepala serta dihiasi dengan koin emas di dahi. Fitur khas dari kostum ini, melambangkan kekayaan mempelai Wanita, dengan banyak baris rantai koin yang dikenakan di dada. Apron ini juga dihiasi dengan bros dan sepotong rantai emas.


__ADS_2