
Kurenggangkan tubuh ku ke kiri dan ke kanan untuk merilex kan otot karena terlalu lama duduk membuat laporan.
Sudah jam 5 sore, itu artinya jam kantor telah usai, ku rapih kan perlengkapan yang ada di meja, bersiap untuk kembali ke rumah.
"Ayo Lun balik..." Ajak Nola yang merupakan teman dekat ku di kantor.
"Iya La bentar, rapihin meja ku dulu.." sahut ku.
"Lun mampir di tempat makan yang baru bukak itu dulu yuk... Aku pengen makan disana, bentar aja, ya... ya... ya" pinta nya dengan memasang tampang lucu, mengedipkan mata nya dengan cepat.
"Okey dech,, tapi cepet ya makan nya" ucap ku, tak apa lah mampir sebentar sekalian membeli makan untuk papa.
Semenjak Aku bekerja disini Aku memperkerjakan orang untuk menemani papa di kontrakan untung lah Pak Suhe tetangga ku itu yang umur nya sudah mencapai 75 tahun lebih mau, jadi aku tak perlu khawatir lagi, apa kah pampers papa sudah penuh atau belum karena pak suhe siap menggantikan nya kecuali jika papa buang Air besar maka akan menunggu Aku pulang terlebih dahulu baru menggantinya.
Untuk itu biasa nya pagi-pagi Aku memaksa papa untuk mengeluarkan kotoran nya untuk mengantisipasi dia buang air besar ketika aku sedang bekerja.
"Emmmm Lun ternyata bener makanan disini enak" ucap Nola sambil menutup mata nya menikmati makanan yang ia pesan.
"Iya enak,, banget tapi harga nya juga lumayan" balas ku, bagi ku sekarang tak perlu makanan enak di lidah, cukup membuat perut ku kenyang bagi ku itu sudah enak, tapi tak apa jika sekali-kali seperti hari ini.
"Sekali-kali Lun makan enak,, jangan makan sayur asem sama orek mulu lo."
Aku hanya tersenyum menanggapi perkataan Nola, bahkan lauk itu sudah lebih baik dari pada saat dulu aku masih bekerja di rumah makan.
"Lun udah pesen satu di bungkus" sambung Nola lagi.
"Udah,, paling dikasih nya sekalian waktu kita bayar" jawab ku sambil menyeruput minuman di depan ku.
"Udah kan makan nya.. yuk balik" Nola berdiri hendak menuju meja kasir.
"Hari ini aku yang traktir" ia lalu merendahkan tubuh nya menuju telinga ku "soalnya Aku dilamar Radit" bisik nya lalu kabur sebelum Aku menjawab nya.
__ADS_1
Aku tersenyum senang mendengar berita itu, setelah sekian lama ia di tarik ulur oleh Radit, akhirnya ia mendapat kepastian yang jelas juga.
"Nih untuk papa ku yang ganteng aduhay seantero jakarta" canda Nola, dengan suasana hati yang bahagia.
"Kapan dilamar nya,, kok gak cerita sama Aku" protes ku sebal padanya.
"Semalem dia lamar Aku, belum secara resmi kepada kedua orang tua ku sih, baru ngomong mau ngajakin Aku nikah tahun ini, dia nya nanya Aku mau apa enggk,,,, ya udah jelas lah Aku gak bakal nolak hahahahaha" Nola terlihat sekali bahagia, saat menceritakan nya mata nya tampak berbinar.
"Terus kenapa baru cerita sekarang sama Aku" Aku menunjukkan wajah kesal ku pada nya, walaupun sebenar nya hanya pura-pura saja.
"Yeee... jangan salahin Aku dong, kamu kan tadi sibuk, pagi rapat, siang survey, terus lanjut buat laporan,,, kerja nya terlalu keras tapi gak naik-naik jabatan" keluh nya pada ku.
"Heheh iya.. ya uhhhh pokok nya selamat Aku seneng banget denger nya" ucap ku tulus memberikan selamat.
"Makasih Lun pokok nya kalau Aku lamaran Kamu harus dateng" titah nya pada ku.
"Siap bos" jawab ku langsung.
Sampai dirumah Aku seperti biasanya disambut dengan papa yang terbaring di kasur dengan Pak suhe yang menonton televisi kecil yang Aku beli agar papa tak terlalu bosan.
"Assalamualaikum" ucap ku untuk menyadarkan mereka bahwa Aku sudah pulang.
"Wa'alaikumussalam, Sudah pulang Nak.. kalau begitu bapak permisi dulu" pamit nya pada ku.
"Iya pak, terimakasih ya pak, oh iya ini makanan untuk bapak" tadi ku putus kan untuk membeli satu lagi untuk pak suhe.
"Terimakasih ya nak, bapak pulang" ucap nya dan berlalu hilang dibalik pintu.
"Tenang jangan cemburu, ini Aluna bawa juga kok buat papa ku yang ganteng ini" kata ku dengan mengangkat plastik berisi makanan.
"Jadi mau mandi dulu apa makan dulu" tanya ku pada papa.
__ADS_1
"Anndi ulu" Aku bersyukur papa sudah sedikit jelas berbicara juga sudah bisa mengangkat tangan kanan nya, jadi ketika mandi Aku hanya menaruh nya di kursi kayu dan dia mandi sendiri, sebenar nya Aku tak tega tapi papa bersikeras dia ingin mandi sendiri.
"Okey siap bos" kata ku, menaruh tas dan bersiap membopong papa ke kamar mandi.
Setelah selesai mandi dan makan Aku menonton tv bersama papa, fokus ku terusik saat baju ku seperti tertarik "kenapa pa, mau berak atau mau minum" tanya ku.
Papa menggelengkan kepalanya "terus kenapa" tanya ku bingung.
"Ma a a af" ucap papa terbata-bata.
"Kenapa kok minta maaf sama Aluna" tanya ku lagi.
Ku lihat air mata papa perlahan turun "maa aaf" ulang nya lagi.
Ku genggam erat tangan nya lalu ku cium "pa, papa gak perlu minta maaf sama Aluna, Aluna gak papa, tapi papa harus janji semangat untuk sembuh,, cuman papa yang Aluna punya,, jadi papa harus percaya dan semangat kalau papa bisa sembuh ya" ucap Aluna dengan mata yang berkaca-kaca.
Pak Agung papa Aluna mengangguk kan kepala nya.
"Nah gitu dong nurut sama anak, kalau udah sembuh kan nanti bisa nikah lagi,, ehh pa tetangga kita kan ada tuh yang janda nah nanti papa nikahin dia aja hahahaha" canda ku untuk mencair kan suasana yang tadi sempat haru.
Ku lihat bibir papa tertari sedikit tanda dia menikmati guyonan dari ku.
Malam itu kami habis kan dengan Aku yang menceritakan cerita-cerita humor dan ditemani dengan suara televisi yang sebenar nya tak kami tonton.
Saat papa telah tertidur Aku memandangi wajah nya tak apa pa Aku hidup seperti ini asal papa masib ada di samping ku.
Aku akan bertahan karena papa adalah penyemangat ku sekarang, setelah mama yang meninggal kan kita entah kemana.
semenjak ia pergi Aku tak tahu bagaimana kabar nya, terkadang diam-diam sesekali rindu itu datang pada ku, aku rindu melihat wajah nya tapi rasa rindu itu langsung menguar saat mengingat dengan tega nya ia meninggal kan papa yang sedang tak sadar kan diri.
Aku tak tahu apa yang merubah sifat mama ku yang dulu penyabar dan sangat mencintai keluarga nya, entah siapa yang mempengaruhi dirinya untuk bekerja dan tak lagi mengurusi keluarga, aahhh entahlah Aku tak perduli lagi, pasti mama sekarang sudah bahagia dengan keluarga baru nya.
__ADS_1
Sekarang Aku hanya fokus pada papa mencari cara bagaimana ia bisa sembuh seperti sebelum nya.