
"Raka.." Aluna berbicara sambil menangis dengan tangan menunjuk ke pintu di mana tubub Bunda Raka sudah menghilang.
sebenar nya Raka ingin tertawa dengan drama ini tapi melihat Aluna yang masih menangis ia jadi tak tega untuk menertawakan.
"suttt.. sudah jangan nangis lagi" Raka sudah berada dihadapan Aluna dan memeluk Aluna berusaha menenangkan.
setelah beberapa menit Aluna dapat menguasai dirinya plakk.. plakk, Aluna memukul dengan keras perut Raka yang ada di depan nya.
"aww kenapa sih yang.." tanya Raka heran.
"yang.. yang.. kenapa coba tadi gak bantuin aku ngomong malah diem aja liatin" sungut Aluna yang merasa kesal.
"hehehe ya mau bagaimana lagi Aku dan Bunda satu visi dan misi harus saling mendukung" ucap Raka sambik terkekeh geli.
"Raka please aku gak bisa papa masih butuh Aku.. Aku gak bisa nikah sama kamu sekarang" ucap Aluna yang mulai terlihat kalut kagi..
Raka berlutut dihadapan Aluna.. "dengar Aluna Aku mohon jangan buat Aku seperti laki-laki pengecut yang tidak mau menerima mu apa ada nya" tatapan Raka begitu dalam berusaha meruntuhkan ego Aluna.
"Raka.. Aku harus mengurus papa waktu ku akan banyak terbagi untuk nya Raka.. coba menengertilah"
"kenapa kamu selalu berpikir bahwa Aku juga tidak ada disana untuk mengurus papa mu.. Aku mohon Aluna berikan Aku kesempatan.. hmmm Aku mohon" nada suara raka sangat lirih.
Aluna terdiam.. jujur menikah dengan Raka adalah impian nya dari dulu.. tapi dengan keadaan sekarang ia tidak yakin Raka akan bahagia dengan nya.
"Aku mohon Aluna please terima Aku.." ucap Raka lagi sambil mengecup berkali-kali punggung tangan Aluna.
Aluna sungguh bingung dengan keadaan ini.. lama Aluna berpikir dengan keras hingga ego nya mukai runtuh,, benar tidak ada salah nya bukan memulai mencoba kehidupan yang baru bersama Raka.
dengan pelan Aluna mengangguk kan kepala tanya setuju "apa maksud nya Aluna.. Aku mohon katakan jawaban nya iya bukan" ucap Raka yang mulai histeris.
"ya Ayo kita coba" putus Aluna dengan berbicara pelan.
"terima kasih sayang.. terima kasih" Raka mendekap dengan erat Aluna, berkali-kali mengecup puncak kepala nya.
*****
__ADS_1
brakkk pintu ruang kerja hanung di buka dengan kasar oleh Diana "sayangg.. sayangg coba tebak berita apa yang ku bawa" Diana masuk keruangan suami nya dengan penuh antusias.
"sayang.. apa kau tidak bisa membuka pintu nya pelan-pelan.. bagaimana jika Aku jantungan" kesal Hanung pada istri nya.
"wahhh kamu sudah menakui dirimu sudah tua ya?" ledek diana pada suami nya.
"ck berita apa yang kau bawa hmm" Hanung berusaha mengalihkan candaan Diana dan beranjak duduk diatas meja dekat dengan istri nya.
"kau tahu.. kau siap kan dulu mental mu ya nanti kamu jantungan hahahaha" Hanung memicingkan mata nya,, untung saja ia sangat mencintai wanita ini.
"Ayolah katakan.." Hanung mengecul pipi Diana berulang kali.
"ihh Diam dulu.." kesal Diana pada suami nya yang main sosor saja.
"pelit sekali.. Aku hanya minta asupan vitamin pipi saja bukan yang lain-lain nya"
plakk "jangan me**m ini dikantor" ucap diana kesal dengan tingkah suami nya.
"yasudah katakan kenapa kesini, pagi-pagi sekali sayang" tanya suami nya yang kembali duduk di kursi kebesaran nya.
"kau tahu aku tadi ke kantor Raka untuk membawakan nya sarapan.."
"isss jangan dipotong dulu.." kesal diana
"okey.. okey lanjut kan" ucap Hanung mengalah dari pada nanti istri nya ngambek dan jatah nya tak akan bisa ia ambil.
"kau tahu saat sampai di kantor Raka tidak ada kata Alex ia ada di apartemen nya jadi aku putuskan untuk pergi ke apartemen nya" Diana berhenti menarik nafas nya banyak-banyak.
"Aku sangat cemas takut-takut anak nakal kita itu sakit,, dan kau tahu apa yang aku temukan di apartemen Raka" tanya Diana, belum juga suami nya menjawab ia sudah melanjutkan perkataan nya.
"Aku menemukan seorang gadis cantik di apartemen anak kita aaaaa aku sungguh bahagia kau tahu itu kan anak kita tidak gay sayang" mata Diana sudah berkaca-kaca saat mengatakan kata gay.
"kau serius.. sudah pastikan itu kekasih nya" tanya Hanung yang mulai antusias, ia juga sangat bahagia mendengar berita ini, sudah lama ia cemas memikirkan nasib Raka, apalagi Raka adalah anak nya satu-satu nya jika dia gay maka siapa yang akan meneruskan semua bisnis nya
"ck kau tahu sendiri anak mu itu tidak mungkin membawa gadis yang tidak spesial kedalam apartemen nya bahkan kau tahu gadis itu diizin kan memakai dapur nya Raka" Diana menceritakan apa yang dilihat nya di apartemen Raka.
__ADS_1
Lalu Diana mulai cekikikan tertawa sendiri hingga membuat Hanung mengernyit kening nya heran "kenapa kamu ini tertawa sendiri seperti itu" tanya Hanung heran.
"kau tahu hahahaha... ini sangat lucu" Diana rasanya tak sanggup menceritalan kejadian ini pada suami nya.
"Aku membuat drama.. dan berkat drama ku besok kita akan pergi menemui orang tua gadis itu" Diana sudah tersenyum dengan cerah ia sungguh bahagia hari ini.
***
Raka dan Aluna tidak jadi bekerja Raka memutuskan untuk membawa Aluna pulang sekaligus ia ingin melakukan pendekatan dengan calon papa mertua nya.
sepanjang jalan tidak ada yang membuka suara Aluna masih sibuk dengan pikiran nya sendiri, sedangkan Raka sekali-kali iya melirik ke arah Aluna, memandang Aluna yang betah melihat ke luar jendela.
"kita sudah sampai Ayo" ucap Raka menghentikan lamunan Aluna.
setelah menarik nafas panjang barulah Aluna turun dari mobil Raka.
"assalamualaikum" ucap Aluna ketika sampai di kontrakan nya.
"wa'alaikumussalam" tunggu kenapa suara ini begitu banyak.
Aluna menengakkan kepala nya melihat siapa orang yang berkunjung kerumah nya.
"kak Ryan.." Aluna mengucapkan nya dengan ekspresi sumringah
"haii.. tumben pulang jam segini" tanya Rian yang heran melihat Aluna pulang di siang hari.
"hehehe ia.."
"khemm" suara Raka dari belakang menyadarkan Aluna bahwa dia tidak pulang sendiri kali ini.
mendadak suasana menjadi canggung "ohh kamj bawa teman lun" tanya Ryan lagi.
"ehh iya kak ini kenalkan" belum sempat Aluna memperkenalkan diri nya Raka sudah lebih dulu menyingkirkan tubub Aluna kesamping.
"kenalkan Aku calon suami nya Aluna" ucap Axel dengan tegas dan tatapan tajam tak suka mengarah pada Ryan...
__ADS_1
"uhuuuk" pak Suhe yang sedang meminum kopi nya tersedak kaget mendengar pernyataan Raka.
tangan Raka masih menggantung belum juga di sambut oleh Ryan ia terlalu syok mendengar bahwa Raka adalah calon suami nya Aluna.