Raluna

Raluna
Kecelakaan


__ADS_3

Asik bercerita membuat Aluna tidak sadar sekarang sudah pukul 5 lebih. Brakk pintu dibuka oleh Raka dengan kasar.


"Heh gak punya sopan santun banget sih, ketuk ngapa," amuk Keysa yang merasa kaget mendengar benturan pintu yang bertubrukan dengan dinding.


Tanpa memperdulikan Keysa, Raka berjalan cepat dan langsung memeluk Aluna


"Huhhh aku pikir kamu ngilang, kenapa telponku gak diangkat hmm."


"Aku tidak dengar ponselku bunyi," Aluna berkata jujur terlalu asik tertawa dengan Keysa dia tidak memegang handpone apalagi mendengar ponselnya berbunyi.


"Jangan lagi seperti itu, kau membuatku jantungan."


"Alah jantungan... sok banget kamu," Keysa masih mencak-mencak sambil membereskan barang-barangnya, dia juga berniat untuk pulang keapartemennya.


"Gak usah marah-marah mending lo samperin Alex dia udah nunggu dibawah," ucap Raka menyampaikan pesan dari sahabatnya untuk menyuruh Keysa turun.


"Alex.. kenapa dia tidak menelponku," gumam Keysa kecewa mengecek ponselnya tidak ada satupun panggilan dari Alex, jauh dilubuk hati Keysa, dia iri melihat betapa Raka takut kehilangan Aluna.


Sedangkan dirinya, entahlah dia tidak yakin hubungan ini akan berakhir kepelaminan, umur mereka sudah cukup untuk menikah tapi sekalipun Alex tidak pernah menyinggung soal pernikahan.


Sampai dibawah Aluna dan Keysa berpisah, "Inget nanti malem kita vidio call bareng Bella jangan di blokir lagi nomor kita, aku santet kalau kamu lakuin itu lagi," ancam Keysa, yang tentu saja hanya bercanda.


"Key," tegur Alex, dia tidak suka Keysa bicara yang tidak-tidak.


Sekejab Keysa langsung bungkam, dengan senyum yang dipaksakan.


"Yaudah aku balik dulu ya Lun," Keysa memeluk tubuh Aluna, lalu masuk kedalam mobil Alex, jangan bayangkan Alex akan membukakan pintu seperti yang dilakukan Raka didepan.


Setiap jalan dengan Alex dia selalu membuka pintu mobil sendiri, terkadang Keysa bertanya benarkah Alex mencintai dirinya, karena Keysa merasa ia seperti bukan wanita yang diperlakukan spesial oleh Alex.


***

__ADS_1


"Bagaimana tadi sudah pilih rancangan gaun yang mau dipakai nanti," tanya Raka memulai pembicaraan


"Sudah, Raka aku sungguh tidak menyangka Keysa bisa mendesain baju sebagus itu, setauku satu-satunya yang dia suka hanya berdandan," ucap Aluna yang merasa takjub saat pertama kali melihat hasil rancangan Keysa.


"Senang hari ini," tanya Raka lagi dengan sebelah tangan menggenggam tangan Aluna dan sebelahnya memegang stir didepannya.


"Sangat.. terima kasih ya, aku tidak menyangka bisa bertemu dengan Keysa lagi."


"Ahhh tapi aku baru tau kau sebegitu tergila-gilanya padaku," lanjut Aluna yang berniat menggoda Raka, "lihat aku akan balas menggodamu, memangnya cuman kamu saja yang bisa melakukan itu" bisik Aluna dalam hati.


"Hmm aku sangat tergila-gila padamu jadi jangan heran jika aku tidak akan melepaskanmu, apapun yang terjadi," diluar dugaan Aluna pikir Raka akan mengelak karena gengsi.


Bukannya Raka yang tergoda malah Aluna yang terperangah dan menunjukkan senyum malu-malunya.


"Dasar gombal," ucap Aluna memukul pelan lengan Raka.


"Lo kok gombal, kan kamu sudah buktikan sendiri dari cerita sahabatmu, seberapa gilanya aku mencari dirimu."


"Oh iya Ka, kau sudah pastikan aku benar-benar Dira.. karena sampai sekarang seberapa keras aku mengingat, rasanya dari kecil nama panggilanku Aluna, aku juga merasa belum pernah bertemu denganmu waktu kecil.. pertama kali kita bertemu saat most SMA dulu." tanya Aluna yang memastikan bahwa dia benar gadis Dira yang dicari Raka.


Karena ada ketakutan dalam diri Aluna bagaimana jika dia bukan Dira, Raka pasti akan kembali bersikap dingin seperti dulu, Aluna tidak mau lagi merasakan sakit hati... jika dulu Aluna sudah mempersiapkan hatinya karena sudah tau Raka menolak kehadirannya.


Beda dengan sekarang, perlakuan Raka membuat Aluna begitu menaruh harapan, dan Aluna tidak ingin dihempaskan saat dia sudah merasa masuk kedalam genggaman Raka.


"Tidak usah ingat-ingat lagi, sekarang yang perlu kau tahu, satu-satunya wanita yang kucintai hanya Aluna..tidak ada yang lain," Raka berkata dengan lancar, menatap Aluna sebentat dengan tatapan dalam lalu kembali fokus kedepan.


"Kau yakin... bagaimana jika aku bukan Dira apa kau akan meninggalkanku," guman Aluna yang mengatakan ketakutannya.


"Kau Dira Aluna,, kau Diraku," batin Raka, dengan tatapan lurus kedepan.


"Apa perkataanku tadi kurang meyakinkanmu, aku akan tetap mencintaimu meski kamu bukan Dira sekalipun," ucap Raka penuh keyakinan.

__ADS_1


Aluna mendengar janji yang diucapkan Raka tersenyum dengan lebar, ketakutan Aluna menguar begitu saja mendengar kata-kata penuh keyakinan yang Raka lontarkan.


"Raka nanti mampir ke Alfa*** dulu ya ada sesuatu yang ingin kubeli," pinta Aluna yang tidak mengatakan bahwa dia akan membeli pembalut, sebentar lagi adalah tanggal datang bulan Aluna, sebenarnya dirumahnya sudah ada stock berhubung dia sedang ditawan oleh Raka tanpa membawa apapun, terpaksa Aluna membeli kembali pembalut.


"Mau beli apa, biar kusuruh Alex yang membelikannya," sahut Raka santai karena dia sudah ingin cepat-cepat sampai rumah untuk membersihkan diri, tubuhnya sudah lengket Raka sudah merasa tidak nyaman memakai bajunya.


Aluna melotot, "Eh tidak aku saja, kita berhenti di Alf*** dekat rumahmu saja, tidak perlu menyuruh aku janji hanya sebentar tidak perlu menyuruh Alex," tolak Aluna langsung, mau ditaruh dimana wajah Aluna jika menyuruh Alex membelikan barang pribada wanita.


Tidak mau berdebat dengan Aluna, akhirnya Raka mengangguk tanda dia setuju.


"Ayo.." Raka mengajak Aluna turun.


"Ehh tidak usah, biar aku saja, aku janji hanya sebentat, kau tunggu saja disini," jawab Aluna cepat.


"Baiklah, jangan lama, 10 menit kau tidak keluar dari sana aku akan menjemputmu."


"Ia,, cerewet sekali kau ini," Aluna langsung turun dengan membawa dompetnya saja.


Kebetulan parkiran sedang penuh sehingga Raka parkir di sebrang toko itu, pandangan Raka tidak pernah lepas dari Aluna, sampai Aluna benar-benar masuk kedalam barulah Raka mengecek ponselnya sebentar dan kembali mengawasi pintu toko itu.


Setelah mendapatkan yang dia inginkan Aluna langsung membayar kekasir dengan cepat, agar Raka tidak perlu menjemputnya kemari.


"Terima kasih ya mba," ucap Aluna setelah membayar, tiba dipintu luar Aluna melambaikan tangannya pada Raka yang menunggu dimobil dengan kaca terbuka.


Raka membalasnya dengan senyuman.


melihat jalanan sepi dengan yakin Aluna melangkah ke mobil dimana Raka memarkirkan mobilnya.


Raka melotot saat ia menengok kesamping dari arah kanan ada mobil yang bergerak dengan cepat, "Aluna awas," teriak Raka dengan cepat membuka mobil dan berlari kearah Aluna.


Brakkk bunyi benturan keras membuat Raka memejamkan matanya, terlambat dia terlambat menyelamatkan Aluna.

__ADS_1


__ADS_2