
..."Dia pergi tanpa mengucap salam perpisahan, tanpa meninggal kan jejak dimana dia berada, dan dia pergi dengan membawa satu ruang hingga kini terasa hampa"...
.............
Sudah hampir satu bulan gadis yang selalu mengejar ku tak menampakkan wajah nya di hadapan ku, Apa dia sudah menyerah mendapat kan hati ku.
Bukan kah ini yang aku ingin kan, ia tak lagi mengganggu hari-hari ku, tapi kenapa seperti ada ruang yang kosong dalam hati ku.
Aku sengaja izin keluar saat jam pelajaran berlangsung, ku lewati kelas nya, lama aku mencari keberadaan diri nya tapi tak ada bangku yang biasa nya ia tempat sudah tergantikan dengan Keysa.
Seketika rasa cemas itu menyelusup ke dalam hati ku "apa dia sedang sakit" tanya ku dalam hati.
Aku kembali ke kelas dengan hampa harapan ku untuk melihat wajah Aluna sirna, kenapa dia seperti hilang begitu saja, Aku ingat terakhir bertemu dengan nya keadaan baik-baik saja, dia memberikan senyum ceria seperti biasanya sebelum aku pulang.
Ahhhh Rasa nya kepala ku akan pecah memikirkan Aluna, aku tak mengerti dengan diri ku sendiri, bukan kah aku yang selalu menyuruh nya untuk pergi, tapi kenapa malah aku sendiri yang uring-uringan saat dia benar-benar pergi.
Apa aku menyukai nya?? tidak, tidak mungkin itu terjadi hati ku hanya untuk Dara, gadis kecil ku yang manis.
"Raka" bisik zico sambil menyenggol lengan ku.
"Hmm.. apa" jawab ku.
"Dari tadi, pak Ahmad nanya lo" lanjut zico.
"Raka, ngelamunin apa kamu pagi-pagi begini, sampai dari tadi saya tanya, bengong kayak orang kesurupan" ucap pak tono dengan nada marah.
" Kalau memang kamu tidak suka dengan pelajaran saya silahkan keluar dari kelas saya" lanjut pak Ahmad.
"Emmm bukan begitu pak, saya gak enak badan pak, maaf" ya Tuhan maaf aku berbohong hari ini.
"Kamu sakit, ya sudah pergi saja ke UKS istirahat, pantas kamu ini tak seperti biasa nya yang langsung cepat menjawab saat ada pertanyaan" sahut pak Ahmad, dengan nada yang sudah seperti biasanya.
"Eeenggg gak usah pak saya masih sanggup untuk ikut pelajaran" tolak ku dengan menggaruk tengkuk ku yang tak gatal.
" Ya sudah, kalau begitu.. nah kamu Alex ganti kan Raka kerjakan soal di depan" titah pak Ahmad.
__ADS_1
Dari gestur mulut Alex aku bisa menebak "Sialan lo" kata itu lah yang alex tujukan pada ku.
Aku dan zico sudah terkikik geli melihat wajah tersiksa teman ku itu, maaf ya lex kau ku koraban kan dulu hahahaha.
Saat istirahat tiba aku langsung terburu-buru kekantin pertanyaan ini harus aku tau jawaban nya.
"Woyy ka elah buruh-buru banget tunggu napa" teriak zico dibelakang.
"Ngapa tu anak kayak gak pernah makan aja buru-burh banget" sambung zico.
"Entah gue juga heran akhir-akhir ini dia aneh, semenjak Aluna gak pernah ngerecokin dia lagi" jawab Alex.
"Ehh iya ya kemana tu anak gak pernah muncul biasanya pagi-pagi sudah setor muka ke kita" ucap zico yang ternyata baru sadar tentang Aluna.
"Elah kemana aja lo baru sadar, kayak nya nih ya si Raka baru sadar dia suka sama Aluna setelah Aluna gak munculin muka lagi depan dia."
"Raka memang aneh sih disukain sama cewek cantik kayak Aluna nolak eh orang nya gak ada dicariin" cibir zico.
"Yaudah yuk susulin Raka" ucap Alex, sambil melangkah kelaur menuju kantin.
"Keysa, Bella" sapa Raka.
Respon kedua nya sangat tidak bersahabat setelah melihat Raka yang memanggil mereka langsung membuang wajah tak membalas sapaan Raka.
"Aluna dimana" tanya Raka langsung to the poin.
"Ngapain lo tanya tanyain Aluna, seneng kan sekarang Aluna gk pernah gangguin lo lagi" jawab keyra dengan sinis.
"Huuhhhh.. bisa gak jawab aja Aluna sakit" tanya Raka lagi.
"Mau Aluna sakit kek.. kemana kek bukan urusan lo... huss huss pergi lo sana.. enek tau gak liat muka lo yang sok kegantengan" usir Keyra, memang keyra paling tak suka dengan Raka, karen Keyra merasa Raka sudah keterlaluan menyakiti hati Aluna, kalau memang ia tak suka pada Aluna tak perlu mengatakan kata-kata kejam yang Keyra sendiri mendengar nya sakit hati apalagi Aluna.
"Keyy udah jangan marah-marah... maaf ya Raka kita juga gak tau keyra dimana, kita kerumah nya juga gak ada, rumah nya udah dijual,, ponsel nya juga gak aktif" ucap bella dengan mata yang sudah berkaca-kaca.
"Apaan sih lo Bel ngapain juga cerita sama dia, diq juga gak akan perduli sama Aluna.. malahan pasti dia seneng Aluna gak ganggu dia lagi" ucap keyra ketus.
__ADS_1
"Raka Aluna ada ngasih kabar sama kamu gak" tanya bella, berharap Aluna menghubungi Raka.
diam-diam keyra juga berharap Aluna setidak nya menghubungi Raka agar ia bisa merasa tenang setelah mendengar kabar dari sahabat nya.
sayang nya, Raka menggelengkan kepala nya dengan pelan tanda bahwa harapan mereka sia-sia.
"Hiksss... hiksss bell Aluna hikss dimana" tangis bela yang sudah di tahan sejak Raka menanyakan keberadaan Aluna pecah tak bisa lagi ia tahan.
"Sutttsss.. udah ya jangan nangis mungkin Aluna lagi ikut saudara nya,," ucap Keyra berusaha menenang kan Bella.
Raka hanya diam mematung "dimana kamu Lun kenapa kamu pergi dengan cara seperti ini, setidak nya kamu memberikan salam perpisahan pada semua orang" bisik Raka dalam hati.
"woyy ka ngapain lo bengong kayak orang bego disini" zico datang disusul dengan Alex dibelakang nya.
Raka hanya diam tak menjawab, lalu pergi meninggalkan area kantin. ia hanya melangkah tak tahu tujuan akan kemana, pikiran nya saat ini penuh dengan satu nama ALUNA.
"Lo apain temen gue sampe kayak orang kesambet gitu" tanya zico pada keyra.
"Mana gue tau temen lo kenapa.. bukan urusan gue udah sana susulin temen lo yang sok kecakepan itu huss... husss.. pergi sana"
"Ihhhh dede keyra.. jangan marah-marah gitu ah ntar tambah cantik gimana hayoo.. kalau babang zico jatuh cinta tanggung jawab lo ya hahahaha" zico dan Alex ber tos ria tertawa atas gombalan nya sendiri.
"Sarap lo ya.. ayuk bel kita pergi aja dari sini, udara disini udah gak bagus sudah banyak virus saraf" ajak keyra pada bella.
"Ehh kalau mau pergi sendiri aja bella cantik tinghalin disini sama kita" sahut zico kembali menggoda.
Pletak kali ini Alex memukul kepala zico lumayan kuat.
"Aww.. lo apa-apa an sih lex"
"Gak usah ganggu lagi.. ayo kita susul Raka" ajak alex.
"Kalian disini aja habisin makanan nya dulu" Alex langsung pergi tak mengindahkan panggilan zico dibelakang nya.
Setelah kepergian mereka bella tampak tersenyum dengan mata yang berbinar melihat punggung Alex yang sepertinya akan nyaman untuk nya bersandar.
__ADS_1