
Aluna diantar oleh Raka pulang ke kontrakan nya, padahal Aluna sudah bersikeras untuk pulang sendiri naik ojek.
Aluna baru tahu bahwa Raka sangat keras kepala, sekali dia bilang akan mengantarkan pulang, maka harus.
Lihat lah wajah nya tak pernah hilang dari senyuman, sepanjang jalan dia tak melepaskan genggaman tangan nya dari ku.
"Raka berhenti disini saja, mobil mu gak cukup buat masuk" kata ku meminta Raka untuk berhenti.
Raka menuruti diriku, setelah mobil berhenti dia keluar dari mobil nya, "mungkin mau membukakan ku pintu saja" pikir ku.
ternyata benar dugaan Aluna Raka membukakan pintu untuk Aluna "Makasih ya ka" jawab ku lalu pergi dari hadapan Raka.
baru beberapa langkah Aluna berjalan, ia kembali membalikkan tubuh nya "lo kamu ngapain" tanya Aluna melihat Raka tepat di hadapan nya.
"mau mengantar mu apa lagi" balas Raka cuek.
"ya, ampun.. gak usah Raka... tinggal dikit lagi aku sudah sampai rumah" tolak Aluna.
"yasudah kan tinggal dikit lagi.. biar sekalian aku menyapa papa dan mam mu" ucap Raka langsung berjalan melewati Aluna.
gawat... kalau Raka mampir ke kontrakan, berarti dia pasti akan tahu keadaan papa, tidak... tidak boleh.
"Raka tunggu.." Aluna berlari mengejar Raka
"kenapa.." tanya Raka heran.
"enggak usah nganter aku, mending pulang aja,,, disini anak-anak nya nakal... nanti mobil kamu lecet dimainin mereka" kata ku memberikan alasan.
"masak,.." Aluna melihat Raka yang mulai berpikir, mencoba memengaruhi nya kembali.
"kemarin aja ada yang parkir mobil nya disitu.. balik-balik mobil nya udah baret.. sayang banget mobil mu masih mulus kalau lecet.." ucap Aluna meyakinkan Raka.
Melihat gelagat Aluna yang begitu gigih menahan nya untuk tak mengantar kan sampai kosan, membuat Raka menatap penuh selidik.
"apa yang kamu sembunyikan Aluna" bisik Raka dalam hati.
"begitukah, okey.. kamu gak papa kan jalan sendiri" putus Raka, mengikuti permainan Aluna
"gak papa aku udah biasa jalan dari sini.. yaudah sana pulang" Aluna mendorong pelan tubuh Raka menuju mobil nya.
"Aku pulang.. besok aku jemput lagi disini.." ucap Raka sambil membuka pintu mobil nya.
"siap... besok aku tunggu disini" Aluna tersenyum lebar.
Aluna baru masuk ke dalam gang kontrakan nya setelah memastikan mobil raka benar-benar tak terlihat lagi.
"huuhhh untung lah dia percaya" ucap Aluna lega.
__ADS_1
****
"assalamualaikum papa ku sayang" seperti biasa Aluna memasuki rumah dengan semangat dan ceria.
"aikum calam/ wa'alaikumsalam" balas pak suhe dan papa berbarengan.
"ihh kompak banget.. udah jadi sehati deh kalian" kata Aluna dengan gaya centil nya.
"Nak Aluna ini ada-ada saja.. oh iya nak.. Ryan tadi bilang titip salam sama kamu, maaf kata nya pulang ke jakarta nya gak pamitan dulu sama kamu" ucap pak suhe sambil membereskan barang nya hendak pulang.
"oh gitu.. tadi pagi udah pamitan sebenar nya pak waktu nganterin aku kekantor" jawab ku, sambil membersihkan mulut papa yang penuh remahan biskuit.
"yasudah kalau gitu,, bapak pamit dulu ya nak, assalamualaikum"
"wa'alaikumussalam, hati-hati pak"
setelah itu, Aluna kembali mengambil tisu membersih kan wajah, dan tempat tidur papa nya yang berserakan bekas biskuit.
tok tok tok..
"iya pak ada yang ketinggalan" ucap Aluna tanpa melihat ke arah pintu.
"ekhmm"
"iya pak masuk aja, kayak sama or..." Aluna tak sanggup melanjutkan ucapan nya saat melihat siapa yang datang.
"kenapa bisa.." ucap Aluna syok
bergantian Aluna melihat papa nya yang terbaring dan Raka yang beridiri di ambang pintu
"Aku enggak dipersilahkan masuk"
"hah.. "
melihat Aluna yang kebingungan Raka melepas sepatu nya dan masuk kedalam tanpa izin dari sang pemilik rumah.
"assalamualaikum om saya pacar nya Aluna" ucap Raka sambil mencium punggung tangan Agung
Aluna melototkan mata nya mendengar perkataan Raka.
"aaa papa ini temen kantor Aluna.. dia memang suka bercanda" kilah Aluna meluruskan, bisa gawat ini, bisa-bisa papa nya kembali merengek untuk nya cepat menikah.
Raka kecewa mendengar penuturan Aluna "teman jadi dia hanya dianggap teman, apa Aluna sudah tak.mencintai nya lagi" tanya Raka dalam hati.
"emen antol.. udu ulu.. aci.. ium" ucap papa Aluna.
Apa karena ini Aluna melarang nya datang ke sini, menutupi keadaan dirinya yang seperti ini, tapi kenapa apa menurut nya aku akan pergi melihat papa nya yang terbaring tak berdaya serta rumah kontrakan yang bahkan kamar nya lebih besar dari ini.
__ADS_1
"gak usah pa.. dia cuman ngambil barang nya yang kebawa sama Aluna.. ia kan" tanya Aluna dengan senyum memohon.
Raka membalas dengan senyum jahil nya "kau pikir aku akan menyerah.. lihat Aluna aku akan memperjuang kan mu sekarang" bisik Raka dalam hati.
"enggk om.. saya cuman mau mampir silaturahmi sama om" bantah Raka yang kini ikut duduk berselonjor disebelah papa Aluna.
"amaa apaa" kening Raka berkenyit bingung tak mengerti.
"papa tanya nama mu siapa" translit Aluna dengan wajah yang masam.
"ohhh saya Raka om temen Aluna dari SMA.. om tau gak Aluna dulu pas sma suka banget sama saya.. terus om dia tiap hari kasih kotak makan sama saya hahahaha" Raka tertawa dengan senang sementara Aluna sudah kesal ingin sekali menyeret orang ini keluar dari rumah nya.
"unaa uka aka... " tanya pak agung dengan mata yang berbinar.
"iya om sangat suka.. sampai sekarang juga begitu" Raka berucap dengan pede nya.
akhirnya dua laki-laki itu tenggelam bercerita meski sesekali Raka menatap Aluna karena tak mengerti apa yang dikatakan oleh papa Aluna.
sudah satu jam mereka mengobrol tanpa berniat untuk berhenti "ekmm Raka mending kamu pulang, udah sore papah harus mandi" usir ku pada Raka.
"ohh begitu... kalau begitu Ayo"
Aluna pikir Ayo nya Raka adalah mengantar nya pulang, Aluna berdiri dan mengambil langkah keluar sedangkan Raka berdiri dan langsung mencoba membangunkan papa Aluna.
"kamu mau kemana" tanya Raka heran.
"lo kamu ngapain, kata nya mau pulang" balas Aluna dengan berkacak pinggang.
"siapa yang bilang mau pulang,, cepat kamu siapkan baju-baju papa" titah Raka dengan membopong tubuh papa nya kekamar mandi.
Aluna kembali bengong, apa-apaan ini, papa.. sejak kapan Raka memanggil papa Aluna dengan papa.. apa Aluna salah dengar.
"aaaaaa kenapa harus begini" Aluna menutup wajah nya dengan kedua telapak tangan nya.
ia sungguh tak suka situasi ini, setelah ini Aluna yakin Raka pasti akan menatap nya dengan tatapan kasihan.
"hiks.. hiks.. " tak terasa isak itu keluar dari bibir Aluna.
"hei kamu kenapa" Raka menepuk punggung Aluna khawatir mendengar suara tangis Aluna.
"Aku mohon pergi Raka.. Aku gak bisa... pergi Raka.." ucap Aluna berulang-ulang.
Raka terhenyak apa keputusan nya menyakiti Aluna tapi kenapa.. ia tak merasa mengambil keputusan yang salah
"Aluna Aku.."
"Aku mohon Raka pergi"ucap Aluna lagi
__ADS_1