Raluna

Raluna
Curhat sama Papa


__ADS_3

Benar-benar melelahkan, Aku seperti maling yang harus bersembunyi, hari ini Aku bisa lolos bagaimana dengan besok, Apa Aku harus resign dari kantor??, ahh tidak itu adalah ide yang buruk.


Sangat susah mendapatkan pekerjaan sekarang apalagi hanya lulusan SMA, paling-paling Aku diterima sebagai OB, gaji sebagai OB tak akan cukup untuk mencukupi kebutuhan ku dan papa.


Tak terasa langkah ku telah sampai di depan pintu kontrakan, rasa nya begitu lelah, boleh kah Aku langsung merebahkan tubuh di kasur.


"Huuuhhh semangat Aluna.. Ayo pasang wajah ceria" ucap Aluna sambil menepuk kedua pipi nya.


"Assalamualaikum, yuhu papa ku yang ganteng anak gadis tercantik mu sudah pulang" kata ku pura-pura bersemangat, ya Aku sudah biasa seperti ini, bukan hanya sekali ini, "Ayo Aluna lakukan seperti biasanya" bisik Aluna dalam hati nya.


"Aikumcalam" jawab papa yang sudah memutar kepala nya melihat ke arah ku.


"Lo kok papa sendirian pak suhe mana?" tanya ku, sambil melihat sekeliling mencari keberadaan pak suhe.


"Ulang alusan ia adiii adaa nakk naaa uangg" dengan suara yang tak begitu jelas papa mengatakan nya.


Aku tentu mengerti apa yang pala ucap kan, awal nya memang sulit sampai rasanya Aku ingin menangis karena tak mengerti, namun seiring berjalan nya waktu Aku mulai paham apa yang papa katakan apa yang papa ingin kan.


"Kak Ryan pulang pa" kata ku bersemangat.


"Heeeh adii aluuu apeee" sahut papa dengan senyuman.


"Auuu anann antiikkk anna" sambung papa dengan tangan nya yang menunjuk ke luar.


"Ihh papa jangan dong, nanti kak Ryan pasti kesini kok jenguk papa" tolak ku, Aku tau papa mengharapkan ada hubungan antara aku dan kak Ryan, tapi Aku tak bisa kak Ryan sudah ku anggap kakak ku sendiri, Aku tak bisa menganggap nya lebih, lagi pula tak mungkin kak Ryan menyukai diri ku, dia bekerja di jakarta sebagai buruh di PT, tentulah bertemu dengan gadis yang lebih cantik dari ku.


"Aamuuu aaalaan amma iaaan aannti."


"Iya nanti Aku jalan sama kak Ryan beli sate di depan.. oke... sekarang yukk papa mandi dulu biar gak aseem" kata ku dan membopong papa ke kamar mandi.


"Auuu ugaaa aannndii iaal aanggi" suruh papa pada ku, setelah papa sudah selesai ku pakaikan pakaian.


"Ia ihh bawel deh papa" kata ku sambil berlalu pergi membersihkan diri.


****


"Assalamualaikum."


""Wa'alaikumussalam" Aku dan papa yang sedang menonton tv berbalik melihat kak Ryan berdiri di ambang pintu dengan tersenyum cerah.

__ADS_1


""Ehh kak, Ayo masuk sini" ucap ku mempersilahkan kak Ryan untuk masuk.


"Nih Aku bawain sate di depan, untuk kamu sama papa" ucap kak Ryan sambil menyodorkan 1 kantung plastik berisi sate.


"Wahh repot-repot nih kakak" kata ku basa basi mengambil kantung plastik dari tangan kak Ryan.


"Kakak duduk sini aja sama papa, Aku siapin ini dulu" sambungku.


""Gimana kabar nya om sehat" sekilas ku lihat kak Ryan mencium punggung tangan papa.


"Ehaaattt iaaan"


"Alhamdulillah kalau gitu, om suka nonton dangdut sekarang" tanya Ryan melihat tampilan layar tv.


"Unaaa ukaaa ataanyaa eaaak uaaat oggett" jawab papa Aluna dengan tersenyum.


"Hahaha unik anak om biasa nya sepantaran dia suka nya musik pok ini malah dangdut".


Aku yang melihat interaksi papa dan kak Ryan dari jauh, tersenyum hangat, apa nanti suami ku akan bisa seakrab itu dengan papa, apa dia akan menerima keadaan papa dan keluarga ku yang hancur ini.


Aahhh apa yang Aku pikirkan ini, ku bawa piring berisi sate beserta nasi untuk kami makan bersama.


"Ayokk kaka makan,, mau segimana nasi nya" ucap ku sambil memegang piring dan sendok nasi.


"Aku gak usah Lun,, udah makan tadi disana,, Aku juga cuman bentar kok mau jengukin papa mu aja"


"Ini juga Aku udah mau balik" lanjut nya.


"Kok buru-buru banget kak" tanya ku heran karena biasa nya kak Ryan jika mampir paling sebentar setengah jam berada dirumah.


"Iya nih Lun, badan kakak masih pegel bawa motor dari jakarta kesini" jelas nya pada ku.


"Ohh, kirain kenapa" ucap ku lagi.


"Yaudah kakak pulang ya, tidur nya jangan malem-malem, ahh satu kagi kalau mau dangdutan besok malem aja sama kakak hahaha" goda kak Ryan pada ku.


Aku hanya nyengir malu, ini pasti ulah papa nya, pantas saja tadi mereka tertawa bahagia, rupanya mentertawakan diriku.


Setelah kak Ryan tak terlihat lagi Aku beralih manatap papah yang sudah terkikik geli, "Ehmmm bagus jadi tadi ngetawain Aku heh" kata ku sambil melotot galak

__ADS_1


"Ata ian unaa uniii" ucap papa sambil tersenyum senang.


Aku langsung duduk memegang tangan papa "pa Aku tau papa pengen Aku sama kak Ryan punya hubungan kan" tanya ku dengan menatap mata papa


"Eeehhh" jawab papa dengan mata yang berbinar.


"Gak bisa ya pa, cuman kita berdua aja Aku dan papa" tanya ku lagi.


Papa langsung menarik tangan nya dari ku, dan merubah ekspresi nya menjadi murung.


"Pah dengerin Aluna dulu, kak Ryan belum tentu suka sama Aluna, Aluna gak mau papah terlalu berharap sama kak Ryan" ucap ku dengan kembali memegang tanga papah.


"Anaaa apah.. anaaa apah" papah tiba-tiba histeris dan menangis.


"Bukan.. semua bukan karena papah, papah tau Aluna bahagia hidup bersama papah, dulu Aluna sering berontak Aluna kurang ajar sama papah karena Aluna pengen kalian memperlakukan Aluna seperti Aluna kecil, Aluna pengen perhatian dari papah, Aluna cuman butuh waktu papa sebentar."


"Tapi sekarang lihat kita berdua bisa dekat lagi, Aluna bisa peluk papa, papa jadi makin sering usap kepala Aluna, memang terlihat biasa tapi buat Aluna itu lebih berharga dari pada hidup mewah seperti dulu tapi Aluna merasa kesepian" lanjut Aluna dengam mengecup tangan papa nya berulang kali.


Papa Aluna menangis mendengar isi hati anak nya, dia menyesal dulu dia punya segala nya uang, anak, istri, kesehatan, dia menyia-nyia kan semuanya dia terlalu sibuk dengan bisnis-bisnis nya dan tidak menyadari anak nya membutuhkan waktu nya walau pun hanya sebentar.


"Aapin apa aa" Papa Aluna mengusap lembut kepala nya.


"Papa gak perlu minta maaf semua udah lewat pah, yang terpenting sekarang papah ada bareng Aku itu udah cukup buat Aluna."


"Kalaupun Aluna kembali ke masa lalu Aluna akan buat pilihan yang sama, Aluna akan tetap pilih papa" ucap Aluna dengan tersenyum dan mengusap air mata papa nya.


"Aappaa auuu annuu ikaah" ucap papa lagi.


"Aluna akan nikah, Aluna janji, tapi papah juga harus janji sama Aluna kalau papah harus sembuh."


"Karena Aluna ingin papah yang menjabat tangan calon suami Aluna bukan orang lain" lanjut Aluna penuh harap.


"Aapaaa auuu emmbuhh."


"Okeyyy kita udah janji ya, siniin jari kelingking nya."


"Nah kita udah janji, Aku akan nikah kalau papah udah sembuh."


Malam itu aku dan papah mengikat janji, maski Aku tak tahu apakah janji itu bisa terwujud.

__ADS_1


__ADS_2