Raluna

Raluna
Tangisan Rindu


__ADS_3

Aluna dan Raka sampai disebuah butik yang terpampang jelas namanya Keysa Boutique, "Kenapa sepertinya Keysa,, ahh mana mungkin Keysa punya butik dia saja tidak suka menggambar bagaimana mungkin bisa membuka butik sebesar ini" batin Aluna.


Raka keluar lebih dulu dengan cepat memutari mobil dan membukakan pintu untuk Aluna, "Ayo turun," titah Raka setelah membukakan pintu.


Sampai didalam butik Aluna dan Raka disambut dengan ramah oleh para pegawai yang ada disana.


"Dia ada didalam ruangannya kan," tanya Raka pda salah satu pegawai.


"Iya Tuan, Nona sudah menunggu Tuan dari tadi," jawab nya dengan kepala tertunduk.


"Ayo Aluna kita naik," ajak Raka dengan menggandeng tangan Aluna.


"Kau sudah sering datang kemari ya,, sepertinya mereka hapal sekali padamu," tanya Aluna heran melihat Raka sudah hapal betul ruangan butik ini.


"Tidak sering yang beberapa kali setelah butik ini dibuka, aku sering mampir untuk mengambil pesanan Bunda," balas Raka cuek dengan tetap melanjutkan langkahnya.


Ceklek tanpa mengetuk pintu Raka membuka pintu dihadapannya, "Sepertinya Raka sudah dekat dengan pemilik butik ini, lihat saja caranya masuk seperti orang yang sudah akrab."


"Oh bgaus kau bilang jam 8 pagi, aku memaksakan diriku bangun pagi untuk datang kesini, tapi kau malah datang jam..." Perkataannya terhenti saat melihat gadis yang keluar dari pinggung Raka.


"Aluna..."


Merasa namanya dipanggil Aluna mengalihkan pandangannya kedepan setelah sebelumnya ia menelisik dekorasi ruangan yang sangat cantik.


"Keysa.." pekik Aluna langsung menghempaskan tangan Raka bergerak cepat menghampiri Keysa.


Seperti teletabis mereka berdua berpelukan sambil menangis, Keysa tidak menyangka bisa bertemu dengan sahabat yang telah hilang bagai ditelan bumi.


"Aluna.. hikss aku sangat rindu kamu.. hiks kemana saja.. kenapa tidak mengabariku," Isak Keysa yang langsung pecah saat Aluna sudah berada didalam dekapannya.


"Maaf.. aku juga rindu kalian.. hikss."


"Khemm bisakah kalian sudahi nostalgianya.. aku ada rapat satu jam lagi.. jadi cepatlah ukur tubuh Aluna dan tunjukkan desain bajumu padanya," Raka tau mereka sekarang sedang melepas rindu tapi dia hari ini sangat sibuk, apalagi tadi Aluna membuatnya waktunya tinggal sedikiy karena menunggnya turun.

__ADS_1


"Hei kau ini tidak berperasaan sekali.. kalau mau pergi, pergi saja sana biarkan Aluna disini," marah Keysa merasa terganggu momen melepas rindunya.


"Tidak bisa Aluna harus ikut pulang denganku," kekeh Raka, dia tak mau ambil resiko Aluna kabur darinya.


"Kau ini benar-benar ya tidak pernah membuat hidupku tenang."


"Raka kamu pergilah kekantor aku juga ingin lebih lama disini," bujuk Aluna.


"Tidak, aku tidak mau mengambil resiko kau kabur," lelah berdiri Raka melangkah ke sofa dan duduk dengan nyaman disana.


"Jangan bilang kau mau menikahi sahabatku dengan paksa hah," tebak Keysa dengan berkacak pinggang memperlihatkan aura permusuhannya.


"Bukan memaksa hanya memastikan dia menikah denganku," ucap Raka santai sambil membuka majalah yang dia temukan di atas meja.


"Kau sungguh sudah tidak waras, Aluna jangan mau menikah dengannya, bilang padaku kalau kau tidak mau menikah dengannya aku akan membantumu."


Aluna tersenyum kaku dia sangat tertarik dengan tawaran Keysa tapi melihat Raka yang sekarang Aluna takut terjadi sesuatu pada sahabatnya itu.


Tapi memang Keysa dan Raka tidak pernah akur bukannya takut malah balik menantang Raka, "Heh kau pikir aku takut padamu hah, kau tidak ingat dulu kau menolak Aluna terang-terangan."


"Key sudah jangan diteruskan kau tidak akan menanh darinya," lerai Aluna tidak ingin keadaannya makin memanas.


Aluna menghampiri Raka dan bicara baik-baik padanya, "Raka aku sangat merindukan Keysa, boleh ya aku disini.. aku janji tidak akan kabur lagi pula mau kabur kemana aku papahku saja ada padamu kan?" bujuk Aluna dengan tatapan memohon.


Raka tidak menjawab dia hanya diam berpikir apakah ucapan Aluna bisa dipercaya.


"Raka kalau kau tidak percaya tempatkan saja pengawalmu disini untuk memastikan akut tidak kabur, hemm.. Raka ayolah katakan ia.. hmm," Aluna menggoyangkan tangan Raka seperti anak kecil merengek pada Ayahnya.


Melihat tingkah Aluna Raka menarik ujung bibirnya, "Baiklah aku setuju.." ucap Raka dengan membelai sayang pipi Aluna.


"Astaga kalian pikir ini tempat syuting film romantis hah," kesal Keysa melihat adegan romantis yang mengotori matanya.


"Bilang saja kau iri karena Alex tidak romantis sepertiku," sindir Raka sambil berdiri bersiap-siap pergi dari sana.

__ADS_1


"Kau.." tunjuk Keysa yang semakin marah, ia kesal karena apa yang diucapkan Raka benar Alex terlalu dingin padanya bahkan Keysa ragu jika sebenarnya Alex mencintainya.


"Sudah Key.. dan kau Raka cepat pergilah," usir Aluna tidak ingin suasana semakin keruh, Raka dan Keysa semenjak SMA memang selalu bertengkar apalagi jika Raka sudah menghina Aluna Keysa yang akan lebih dulu adu mulut dengan Raka tidak perduli Raka anak pemilik sekolah.


"Aku pergi.. ingat aku hanya memberimu waktu sampai jam 5 sore tidak lebih... nanti aku sendiri yang akan menjemputmu disini."


"Ia ya Tuhan kau takut sekali aku kabur.. sana pergi."


Cup sebelum pergi Raka meninggalkan kecupannya di kening Aluna.


"Tidak perlu menjemputnya disini aku yang akan mengantar Aluna pulang," tolak Keysa lagi yang tidak sadar memancing amarah Raka lagi.


"Jika aku bilang aku yang akan menjemputnya maka aku yang akan menjemput." ucap Raka kembali mengeluarkan nada tajamnya.


"Heh kau itu baru calon suaminya,, tidak usah mengekang Aluna seperti itu," sungut Keysa tak kalah tajam.


"Oh ya Tuhan jika seperti ini terus dia bisa gila," pikir Aluna yang sudah kesal melihat dua orang didepannya masih betah adu mulut.


"Cukup.." teriak Aluna membuat Raka dan Keysa membungkam mulutnya masing-masing.


"Kau Raka pergila.. jemput aku jam lima.. aku pusing melihat kalian bertengkar seperti anak kecil," kesal Aluna yang sudah mulai terbawa emosi.


"Jangan galak-galak sayang cukup temanmu itu saja yang galak kau jangan okey.." cup Raka mencuri kecupan dari Aluna sebelum benar-benar pergi dari sana.


Mendapat perlakuan manis seperti itu pipi Aluna merona merah.


"Berani sekali kau bilang aku galah hah," rutuk Keysa yang tidak didengar lagi oleh Raka.


"Sudah tidak usah marah-marah lagi kemari peluk aku lagi... aku masih kangen," Aluna merentnagkan tangannya bersiap menerima pelukan Keysa.


"Aku juga," lirih Keysa dengan mata yang berkaca-kaca, tanpa menunggu lagi Keysa langsung masuk kedalam dekapan sahabatnya.


Aluna pikir ia tidak akan bertemu lagi dengan Keysa, mengingat ia sendiri yang memutuskan komunikasi diantara mereka, pagi itu Keysa lupa akan tugas yang diberikan Raka padanya Keysa terlalu senang menemukan sahabat yang telah lama dia cari.

__ADS_1


__ADS_2