Raluna

Raluna
Jangan Jadi Monster Untukku


__ADS_3

setelah seminggu mengurung dirinya didalam kamar, Raka akhirnya keluar dengan tergesa-gesa berangkat ke kantor dengan harapan bisa bertemu dengan Aluna disana.


"sayang syukur lah kamu keluar.. Ayo makan dulu nak" Diana terlihat senang melihat anak nya yang sudah mau keluar dari kamar nya.


namun senyum nya luntur saat sapaan nya tidak juga di balas oleh Raka, dia tetap berjalan tanpa menghiraukan bunda nya.


"Raka.. nak sarapan dulu" Diana sudah ingin mengejar Raka.


"tidak usah dikejar.. jangan khwatir aku akan minta pengawal menjaga nya"


"sayang aku tidak bisa lebih lama lagi melihat Raka seperti ini" Diana berkata dengan nada sedih.


"tunggu lah sebentar lagi kita akan menemukan jawaban nya.


"Alex cepat panggil Aluna ke ruangan ku"


"maaf pak.. apa maksud bapak Aluna dari divisi pemasaran" tanya Alex memastikan.


"iya.. yang itu cepat panggil kesini" ucap Raka sambil memijat kepala nya yang terasa pening karena sisa-sisa mabuk nya kemarin.


"maaf pak.. kalau Aluna yang itu dia sudah mengundurkan diri, surat nya sudah di proses pak"


"apa" ujar Raka kaget.


kamu benar-benar ingin pergi dari ku rupa nya Aluna.. jangan harap kamu bisa.


"siapkan mobil" titah Raka selanjutnya.


"tapi pak kita ada rapat.."


"batalkan semuanya" titah Raka dengan membentak asisten nya.


"baik pak" Alex langsung menunduk hormat dan pergi melaksanakan perintah.


Riko membukakan pintu penumpang untuk Raka..


"kunci" ucap Raka dengan menengadahkan tangan.


"maaf pak" ucap Alex yang tak mengerti.


"berikan kunci nya aku yang akan menyetir sendiri"


"tapi pak,, keadaan bapak tidak stabil.. biar saya yang antarkan" tolak Alex yang khawatir dengan kondisi tuan nya.


dengan kesal Raka merebut kunci mobil yang di pegang oleh Alex secara paksa


"pak saya mohon jangan" cegah Alex yang tidak didengarkan oleh Raka.


dalam sekejab mobil itu sudah melaju dengan kencang meninggalkan pekarangan kantor.


Alex dengan cepat menghubungi seseorang "hallo cepat ambil mobil bawa kemari" titah nya yang ingin mengejar Raka.

__ADS_1


****


Hanya dalam waktu beberapa menit Raka sudah sampai di gang rumah Aluna, tanpa membuang waktu ia langsung keluar menuju kontrakan Aluna.


"tumben rumah nya tertutup" pikir Raka.


beberapa kali Raka mengetuk pintu rumah Aluna tapi tak ada satupun mendapatkan jawaban.


"cari Aluna ya dek" tanya tetangga Aluna yang kebetulan lewat dan melihat Raka disana.


"iya pak, bapak tau aluna dan papa nya ada dimana" balas Raka dengan balik bertanya.


"ohh itu papa nya Aluna ada dirumah Ryan anak nya pak suhe adek kesana aja Aluna juga ada disana"


"apa" ucap Raka pelan.


"dimana rumah nya pak"


"oh itu deket kok dek 6 rumah dari sini deket belokan chat warna abu itu rumah nya"


"sudah ya dek saya permisi dulu" pamit nya.


"hmm terima kasih"


wajah Raka tampak memerah.. dirinya sekarang sedang diliputi cemburu.. dengan cepat ia melangkah ke arah yang ditunjuk oleh orang tadi.


Raka terhenti saat melihat Aluna tertawa dengan lepas bersama dengan Ryan,, "apa kamu bahagia jauh dari ku Aluna,, kenapa hati ku sakit melihat mu tertawa dengan orang lain"


Namun baru beberapa langkah,, sisi ego nya muncul begitu saja "Raka Aluna milik mu hanya kamu yang berhak memiliki nya" bisikan itu begitu kuat sehingga Raka kembali berbalik arah.


"Aluna" ucap Raka tegas.


Aluna kaget melihat Raka yang kini tepat berada dihadapan nya, kumis tipis yang mulai tumbuh, lingkaran mata yang menghitam membuat rasa sakit itu muncul lagi di hati Aluna "Raka kenapa kamu bisa seberantakan ini" bisik Aluna


"Raka" lirih Aluna.


"Aku ingin bicara" Raka menarik tangan Aluna berdiri mencoba membawa Aluna pergi dari sana.


"lepas Raka urusan kita sudah selesai.. lepas" Aluna berusaha memberontak meskipun tenaga nya kalah jauh dari Raka.


"Raka lepaskan tangan Aluna" ucap Ryan dengan memegang tangan Aluna yang satu nya.


"minggir ini bukan urusan mu" ketus Raka dan menarik tangan Aluna mendekat kearah nya, tak mau kalah Ryan juga menarik tangan Aluna


"lepas sakit.."


"kau dengar itu lepas" ucap Raka dingin.


"kata-kata itu untuk dirimu sekarang lepaskan tangan nya"


"jangan harap.. lepaskan tangan Aluna jangan ikut campur urusan kami"

__ADS_1


"Aku berhak ikut campur.. karena sekarang Aluna adalah kekasihku" balas Ryan dengan menekan setiap kata kekasih pada Raka.


"kekasih" gumam Raka.


melihat Raka yang lengah Ryan melepaskan tangan Aluna dari Raka dan menyembunyikan nya di belakang tubuh nya.


Lama Raka terdiam hingga buk.. buk tanpa aba-aba Raka memberikan tinju nya diwajah Ryan.


"aaaa Raka cukup" teriak Aluna yang melihat perkelahian di depan mata nya.


"Raka cukup.. aku mohon cukup" Aluna melindungi Ryan dibelakang tubuh nya.


Ryan yang sudah terkapar,, merasa pening di bagian kepala hanya bisa diam tak melawan, melihat lawan nya yang lumpuh dengan cepat Raka menyeret Aluna ikut dengan nya.


"Raka.. lepas.. Aku mohon Raka lepas"


"jangan seperti ini Raka aku takut" ucap Aluna pelan.


Namun sayang kata-kata Aluna tak didengarkan oleh Raka,, dimasukkan nya tubuh Aluna ke dalam mobil dan langsung membawa mobil dengan kecepatan penuh.


"Raka kamu mau bawa aku kemana Raka" tak ada jawaban dari Raka


"Raka aku mohon.. bawa aku kembali papa ku butuh aku Raka" Teriak Aluna merasa kesal dengan sikap Raka.


ia seperti tak mengenal Raka yang ini,, kenapa Raka seperti monster dimatanya,, tunggu monster,, kenapa kata-kata ini pamiliar di telinga Aluna.


"Aluna jangan jadi monster untuk ku" sekilas perkataan Raka pada nya dulu melintas di otak Aluna.


"Raka jangan jadi monster untuk ku" Aluna mengucap kan kata yang sama dengan apa yang di ucap kan Raka kala itu.


"kau dulu pernah berkata bahwa kamu mampu menjadi apapun untuk ku.. dan sekarang aku pun begitu aku mampu menjadi monster agar kamu tetap berada dismaping ku" ucap Raka tajam tanpa melihat ke arah Aluna.


Aluna terperangah jadi ini yang Raka rasakan dulu.. ya Aluna tak suka Raka menjadi jahat untuk dirinya.. Raka tidak seperti ini.. Raka yang Aluna kenal adalah Raka yang mempunyai senyum yag tulus.


"Raka.. Aku"


"diam Aluna.. Aku sedang tak ingin mendengar rengekan mu untuk pulang"


"Raka papa ku"


"Aku menjamin papa mu dalam keadaan baik-baik saja dengar itu" bentak Raka


Aluna memejamkan mata nya mendengar bentakan Raka... percuma Raka sedang dikuasai oleh emosi tak ada gunanya bicara pada Raka sekarang.. Aluna menyandarkan kepala nya di kaca menatap jalan yang ada disamping nya.


*****


sementara belum juga Ryan bangun dari tanah segerombolan orang dengan pakaian hitam datang ke rumah nya.


"mau apa kalian.. pergi" usir Ryan.


Namun ucapan Ryan tak digubris mereka menerobos masuk dan membawa paksa papa Aluna.

__ADS_1


"hei apa yang kalian lakukan kembalikan dia" teriak Ryan yang tak berdaya karena di hadang oleh dua orang.


__ADS_2