
Aluna terbangun dari tidur nya "eeeehhhh" ucap Aluna dengan suara parau.
"ini minumlah dulu" Ryan dengan sigap memberikan aluna Air putih yang memang sudah disiapkan nya dari tadi.
"kak Ryan masih disini" tanya Aluna belum mengambil minum dari tangan Ryan.
"minumlah dulu baru kita bicara" pinta Ryan dengan setia menyodorkan gelas di hadapan Aluna.
sedikit kesusahan karena kepala nya masih terasa pening Aluna berusaha untuk duduk bersandar didinding.
glukk glukk "terima kasih kak" ucap Aluna memberikan gelas yang sudah kosong.
"jadi.. apa langkah mu selanjut nya" tanya Ryan langsunh.
"maksudnya" Aluna pura-pura tak mengerti.
"ck Aluna aku sudah cukup mengerti apa yang terjadi.. bukan kah kamu diminta untuk meninggalkan Raka oleh gadis yang datang kemarin" tebak Ryan dengan mantap.
Aluna kaget, bagaimana mungkin kak Ryan bisa menebak nya dengan sangat tepat, tidak dapat lagi menyangkal akhirnya Aluna mengangguk.
"Aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan kak" lirih Aluna dengan menunduk
"tapi yang jelas menjauh dari Raka adalah pilihan terbaik untukku" lanjut Aluna dengan tatapan menerawang entah kemana.
"kamu yakin tidak bicarakan dulu dengan Raka,, Kakak lihat keluarga Raka terpandang dia pasti mampu untuk melindungi kamu dan papa" usul Ryan, karena tak tega melihat Aluna yang menderita karena cinta.. padahal mereka sama-sama saling mencintai.
"itu yang aku tidak mau.. kau tau kak saat aku tadi diperlakukan seperti itu bayangan masa lalu ku berputar saat aku menampar teman sekolah ku.. menyiram mereka dengan air dan mengucapkan kata-kata kasar hanya untuk membuat mereka jauh dari Raka.. persis seperti tadi bukan"
Ryan kaget, apa benar Aluna dulu seperti itu hanya untuk Raka "lalu kenapa melepaskan Raka begitu saja" tanya Ryan lembut.
"Aku merasa tak pantas untuk nya kak.. dia terlalu sempurna sedangkan aku adalah upik abu" tetesan air mata itu kembali jatuh mengalir di kedua pipi Aluna.
perlahan tangan Ryan terangkat mengusap Air mata Aluna yang jatuh "jangan menangis lagi.. jika dia memang jodoh mu dia akan kembali pada mu tapi jika bukan maka relakan.. siapa tau diluar sana ada laki-laki yang menunggu mu.. bisa jadi Aku mungkin hehehe" canda Ryan.
pukk Aluna memukul pelan lengan Ryan "kakak ini bisa saja" Aluna mulai melengkungkan senyuman.
"benar seperti ini, terus tersenyum seperti ini, kamu tahu,, kamu sangat cantik saat tersenyum" tatapan Ryan beradu dengan Aluna, entah tatapan apa itu Aluna tidak mengerti.
__ADS_1
"terima kasih" hanya itu yang mampu terucap dari bibir Aluna.
setelah mengatakan itu Aluna memandang kesegala arah menghindari tatapan Ryan yang membuat nya merasa tak nyaman.
"Lalu bagaimana dengan pekerjaan mu.. kamu akan tetap bekerja disana?" tanya Ryan lagi.
"entah lah aku bingung kak"
"jika aku berhenti kerja bagaimana cara nya aku mencukupi kebutuhan papa tapi jika aku bekerja aku tidak sanggup melihat wajah Raka" keluh Aluna yang tampak kebingungan.
"keluarlah dari tempat kerjamu.. Aku akan membuka usaha bengkel sekaligus steam motor kamu bisa membantu ku menjadi kasir disana" tawar Raka.
"begitu kah kak" Aluna langsung sumringah.
Ryan menjawab dengan mengangguk mantap "ya walau nanti gaji nya tak bisa besar seperti disana tapi untuk makan kamu dan papa akan ku pastikan itu cukup"
"kamu bisa berhenti setelah mendapatkan pekerjaan yang lebih baik" ujar Ryan.
"Aku mau kak terima kasih kakak selalu ada untuk membantu ku.. kau tahu aku seperti memiliki kakak sungguhan" ucap Aluna bahagia.
"kakak" lirih Ryan dengan ekspresi aneh
"tentu siapa yang tidak mau punya adik lucu seperti mu" Ryan berkata sambil.menjepit hidung Aluna.
"ya kakak mulai sekarang anggaplah aku kakak mu Aluna" bisik Ryan dalam hati sambil menatap Aluna dalam.
****
sementara di kediaman Argantara Raka mengurung dirinya di dalam kamar, dari mereka sampai di rumah.
"sayang bagaimana ini,, aku tidak tega melihat Raka seperti ini sayang" ucap Diana yang khawatir dengan keadaan anak nya didalam.
"tenanglah anak kita pasti baik-baik saja biarkan dia menenangkan dirinya dulu" Hanung mengusap pundak istrinya menenangkan.
"sayang apa menurutmu gadis itu memang jahat" tanya Diana pada suaminya.
"entahlah.. tapi kurasa gadis itu juga tertekan tadi" ujar Hanung mengemukakan analisis nya.
__ADS_1
"kita sependapat jika begitu sayang.. hati ku berkata gadis itu tidak sejahat itu, aku melihat mata nya seperti tatapan terluka sayang bukan mata yang memancarkan kemenangan karena balas dendam nya berhasil" ucap Diana menceritakan apa yang dipikirkan nya.
"hmm Aku juga sependapat dengan mu"
"lalu bagaimana sayang.. Aku tidak mau Raka terpuruk seperti ini lebih lama"
"tenang saja aku akan memerintahkan orang kepercayaan ku untuk menyelidiki nya.. tidak perlu khawatir" ucap Hanung mantap.
"tolong sayang dapatkan informasi itu secepat nya.. Aku takut sekali Raka melukai diri nya sendiri didalam sana" Diana sudah mulai terisak dalam dekapan suami nya.
"tenanglah Aku janji pada mu secepat nya.. informasi itu akan kita dapatkan"
ia sangat yakin dugaan nya benar, sebab pertama kali bertemu Aluna ketika Aluna menolong nya Hanung sudah merasakan dia gadis yang baik dan kuat.
Hanung yakin pasti ada sesuatu yang membuat gadis itu bersikap kasar seperti tadi.. "tenang Raka Ayah akan cari tahu semua nya untuk mu" janji Hanung dengan menatap pintu kamar anak nya yang tertutup rapat.
Didalam kamar yang gelap Raka terduduk di depan pintu, jas yang ia pakai sudah lepas berserakan, rambut dan baju nya sudah berantakan tak jelas bentuk nya.
Raka seperti mengulang,, saat-saat dimana ia tahu bahwa Aluna adalah Dira.. tapi kali ini lebih sakit dari pada waktu itu... rasa nya sakit sekali ia diberikan harapan setinggi mungkin lalu dihempaskan begitu saja oleh Aluna.
"kenapa Aluna.. kenapa kamu lakukan ini padaku"
"aaaaaaaa" teriak Raka prustasi yang tidak akan terdengar keluar kamar karena kamar nya kedap suara.
"Aluna... Aluna... Aluna"
tidak Aluna adalah milik nya.. milik nya.. ia dengan cara apapun dia akan mendapatkan Aluna nya.
"tunggu Aluna aku tidak akan menyerah dengan sekali penolakan mu.. hahahaha"
"lihat Aluna apa yang akan aku lakukan" Raka tersenyum dengan licik.
beranjak dari duduk Raka membuka lemari berisi minuman Al**hol, semenjak bertemu dengan Aluna Raka tidak pernah lagi menyentuh minuman itu.. tapi sekarang dia butuh minuman ini untuk menghilangkan sejenak nama Aluna dari pikiran nya.
"aku bisa gila karena mu Aluna" Racau Raka yang mulai mabuk..
"tidak mau menikah dengan ku... jangan harap heeh.. akan aku pastikan kamu mau menikah dengan ku Aluna.. "
__ADS_1
"Aluna kenapa kamu menolak ku sayang.. Aluna"
Kamar Raka sudah berantakan dengan botol yang berserakan,, ia berhenti meracau saat mata nya terpejam terlelap ke alam mimpi.