
"ck mengganggu saja awas saja kalau ini Riko, akan ku beri perhitungan"
dengan cepat Raka membuka pintu apartemen nya.
"Siapa, apa kau tahu, kau..." mata Raka langsung melotot kaget "Bunda.." lirih Raka, kenapa Bunda nya harus datang di waktu yang tidak tepat seperti ini.
"Kenapa liat bunda kayak liat hantu kayak gitu"
"minggir Bunda mau masuk" ucap bunda Raka dengan mendorong tubuh Raka dari pintu agar dia bisa masuk.
"Bunda tunggu.." Raka dengan cepat menahan tangan bunda nya.
"kenapa.. bunda mau kedapur siapin sarapan buat kamu" tanya bunda Raka heran.
"hah.. oh sarapan gak usah bunda.. Raka barusan sarapan" Raka tetap menggenggam tangan bunda nya takut terlepas.
"Apa sih kamu ini.. lepas ihh bunda mau kedapur.. ini bisa kamu makan nanti" ucap Bunda Raka lagi.
"kalau begitu biar Raka yang taruh, bunda mending pulang aja nanti Ayah cariin bunda"
Diana Bunda Raka memicingkan mata menatap Raka penuh curiga, tumben sekali anak nya bersikap seperti ini, walaupun dia tidak suka bunda nya datang, tapi Raka tidak pernah bersikap aneh seperti sekarang.
"yaudah nih.. ambil makanan nya" Raka melepas tangan bunda nya dan meraih makanan yang bunda nya serahkan.
dalam sekejan bunda Raka langsung herlari menuju arah dapur.
"Bunda.." teriak Raka yang kecolongan, Raka lupa jika bunda nya tidak gampang untuk dibohongi.
"Raka..." balasan teriakan dari arah dapur membuat Raka memejamkan mata, gawat.. ini gawat, kenapa bunda nya ini datang disaat yang tidak tepat.
"Raka jangan kabur kamu.. cepat kesini" teriak bunda Raka lagi.
ais bunda nya ini, padahal dia tadi sedang berusaha mendapatkan menantu untuk nya, kalau seperti ini runyam sudah urusan nya.
dengan lesu Raka melangkah menuju dapur "iya bunda ini Raka lagi jalan"
sampai di dapur, Raka sudah mendapat tatapan tajam dari bunda nya.
__ADS_1
"bunda.. Raka bisa je.."
"awww... bunda sakit lepas bunda.. sakit" Diana langsung menjewer dengan keras telinga Raka.
"sejak kapan kamu kurang ajar sama perempuan hah" ucap bunda Raka dengan nada marah.
"bunda.. Raka gak ngerti maksud bunda.. Raka bisa jelasin.. tapi lepas dulu sakit"
Malu sekali rasa nya Raka dijewer seperti anak kecil oleh bunda nya didepan Aluna.
Lihatlah Aluna hanya menatap nya dengan bengong seolah tak oercaya dengan apa yang dia lihat.
setelah puas menjewer telinga anak nya Diana melepaskan Raka lalu beralih pada Aluna.
"sayang.. kamu kenapa hmmm.. kamu diapain sama Raka bilang bunda.. Kamu tenang Raka pasti tanggung jawab" ucap diana lembut membelai surai rambut Aluna.
rasanya begitu tenang mendapat belaian dari bunda Raka.
entah kenapa ingatan tentang mama nya terlintas dalam benak Aluna "hikss... hikss...hiksss hheee heee heee" isak tangis Aluna makin kencang rasa rindu terhadap mama nya membuat dada nya terasa sangat sesak.
"cup.. cup sayang tenang ya.. ada bunda disini.. Raka pasti akan tanggung jawab sayang.. jangan takut ya" ucap diana yang salah paham dan berusaha menenangkan Aluna.
"diem kamu jangan ngomong... Kalau kamu berani ngelakuin nya kamu juga harus berani tanggung jawab" bentak bunda Raka.
"tanggung jawab Ap.."
"bunda bilang diam ya diam"
"bunda.. bunda salah pa"
"Raka.. " ucapan tajam dari Diana membuat mulut Raka kelu tak dapat menjawab bunda nya lagi.
dengan pasrah Raka duduk lemas, pasrah akan apa yang terjadi nanti nya, toh kalau pun mereka akan menikah itu memang yang diingin kan oleh Raka.
"tente.. bu..ka..n heeeeee...nheeee" belum menyelesaikan ucapan nya Aluna kembali menangis dengan kencang.
"sayang tidak usah jelaskan apa pun sama bunda.. bunda sudah paham hmmm... jangan takut bunda ada di pihak kamu.. secepat nya bunda akan persiap kan pernikahan kalian"
__ADS_1
"heee heeee tan..te" Aluna tambah kencang menangis mendengar akan dinikahkan oleh Raka.
"Alu..na.. hiksss.. Ra..ka.. hikss.. eng..gk"
"udah sayang tenang ya.. jangan bicara lagi bunda sudah mengerti" potong bunda Raka memeluk tubuh Aluna sehingga hanya punggung nya yang terlihat oleh Raka.
tanpa sepengetahuan Raka dan Alina bunda Raka tesenyum senang.. akhirnya sebentar lagi dia akan mendapat kan menantu.
ia bisa membantah orang-orang yang mengatakan bahwa anak nya adalah seorang gay.
ia sebenar nya sudah jengah dengan gunjingan orang yang mejelek-jelek kan anak nya tapi ia tak bisa membantah melihat anak nya tak sekalipun terlihat bersama gadis atau memperkenalkan gadis pada nya.
ini lah saat nya ia akan memanfaat kan kesempatan ini, Diana yakin gadis ini adalah gadis yang baik-baik, tidak mungkin Raka membolehkan orang yang tidak ia sukai untuk masuk kedalam apartemen nya.
Diana saja harus memaksa dulu baru bisa masuk, tapi lihat lah gadis ini, bukan hanya masuk dilihat dari keadaan dapur ia bahkan diperbolehlan untuk menyentur peralatan masak Raka.
itu berarti gadis ini sangat spesial di mata Rak "tenang sayang Raka pasti tanggung jawab" Duana tidak akan membiarkan Aluna menjelaskan apa yang terjadi, karena Diana sangat yakin anak nya tidak akan melakukan sesuatu yang merendahkan harga diri wanita.
"bu.. kan hikss.. tan..te... Aluna Raka"
"sudah sayang jangan menangis lagi"
Aluna menatap Raka dengan mata yang penuh dengan air mata, meminta pertolongan pada Raka untuk menjelaskan apa yang sebenar nya terjadi.
sementara Raka pura-pura tak mengerti dan berpaling menghindar dari tatapan Aluna.
Aluna merasa prustasi ingin menjelaskan tapi tangis nya belum mau berhenti, minta pertolongan Raka dia seperti mendukung ide pernikahan bunda nya.
"bunda.. pulang dulu ya.. bunda akan katakan pada Ayah Raka lusa kami akan kerumah mu untuk melamar"
"heeeeee.. heeeee" Aluna menggeleng geleng kepala dengan cepat memberikan kode yang tak diperdulikan oleh Bunda Raka.
"cup.."setelah mengecup puncak kepala Aluna bunda Raka langsung beranjak pergi, ketika melewati Raka bunda Aluna menatap Raka dengan tajam "jaga calon mantu bunda.. sampai dia... aaa bunda lupa bertanya nama mu... siapa nama mu cantik" Diana kembali berbalik menghadap Aluna
"Aluna nama nya.. Aluna bunda" Raka yang menjawab menggantikan Aluna.
"okey Aluna nama yang cantik.. jaga dia okey bunda pergi dulu... cup" seperti biasa mengecup kening Raka baru berjalan keluar apartemen.
__ADS_1
setelah sampai di luar apartemen Diana berhenti berjalan "aaaaaaa... aku senang sekali akhirnya anak ku akan menikah.. aku harus segera memberitahu suami ku" ucap diana penuh antusias.
"menantu.. i'm coming" Diana berjalan sedikit berlari tak sabar memberi kabar bahagia pada suami nya.